
Kenneth pun pura-pura pingsan, hingga seseorang masuk ke ruangan tersebut. Seseorang yg merupakan John, ketua tim keamanan yg berada di hotel Diana.
Bughh..
"Hei bangunlah.." ucap John sembari menendang Kenneth.
"Dasar baj***an.. berani sekali kau.." gumam Kenneth dalam hati.
"Wah akhirnya kau bangun juga.." ucap John.
"Jadi karena kau sudah disini.. aku akan menyanderamu sampai CEO mu berlutut dan memohon pada kami.." ucap John.
"Apa yg akan kalian tawarkan?" tanya Kenneth.
"Tidak buruk, kami hanya akan berpura-pura semuanya sudah aman.. agar kalian bisa kembali dengan damai.." ucap John.
"Menarik.." ucap Kenneth tersenyum.
"Benar bukan, kuharap kau mau bertahan sampai CEO mu membuat keputusan.." ucap John.
"Ya.. aku menantikannya.." balas Kenneth.
"Si**l kenapa orang ini mudah sekali tak seperti yg di info kan." gerutu John dalam hati.
Lalu John keluar dari ruangan Kenneth dan menelpon seseorang yg diduga bosnya.
"Halo tuan.." ucap John di telepon.
"Bagaimana kabarnya si Kim sekertaris nona itu?" tanya Park.
"Dia cukup menurut tuan.. " ucap John.
"Hati-hati, dia mematikan jika kita lengah. Dan kita beruntung The Lion king dari SHIELD sudah mengundurkan diri. " ucap Park.
"Maksud anda kapten tim alfa yg menakutkan itu tuan.?" tanya John mengingat beberapa insiden anak buahnya tertangkap tak tersisa.
"Ya.. dia sudah menghancurkan seluruh anak buahku waktu itu.. untung aku berhasil menyelinap dan kabur ." ucap Park.
"Baik tuan, aku akan waspada." ucap John.
The Lion King adalah julukan Kenneth selama bekerja di tim alfa. Begitu tegas, tangguh, kuat dan berani. Bagaikan sang raja hutan yg mampu menekan semua lawannya. Dan tak ada ampun bagi lawan yg sudah bertemu dengannya. Mereka berpikir kalau sekarang adalah masa yg tepat setelah kapten tim alfa tersebut mengundurkan diri. Tapi mereka salah, karena kini the Lion King sudah berada di kandang mereka dan bersiap untuk menerkam mangsanya.
Perlahan Kenneth mencoba membuka ikatan tali di tangannya. Tak sulit tapi butuh ketelitian karena anak buah John beberapa kali masuk dan mengecek keadaannya. Dan setelah ikatannya terlepas Kenneth berpura-pura terikat padahal ia sedang membaca situasinya.
☘☘☘
Sementara Diana ia tengah merancang strategi bersama tim alfa. Mereka mencurigai John dan tuan Park. Dan besok saat Diana bertemu sang pemimpin negara tersebut, Diana akan membahasnya.
"Sekarang kalian mengerti kan?" tanya Diana.
"Baik nona.." ucap mereka.
"Ingat selidiki tuan Park dan John.." ucap Diana.
"Baik nona.."
__ADS_1
"Bagus, sekarang kalian berjaga bergantian di hotel kalian, aku takut mereka melakukan serangan dadakan. " ucap Diana.
"Siap nona.." ucap mereka dan Diana kembali ke kamarnya.
Keesokannya Diana pun menghadiri pertemuan bersama sang pemimpin negara tersebut. Didampingi beberapa tim alfa, Diana menuju ke sebuah gedung yg telah ditentuan.
Tuan Rolland adalah pemimpin negara tersebut. Dan kini Diana sedang berada di hadapannya.
"Selamat datang nona.." ucap nya.
"Ya. Terimakasih tuan atas sambutannya. Aku senang mendapat sambutan hangat disini.. " ucap Diana.
"Terimakasih nona, atas kedatangannya dan anda pasti sudah mengetahui maksud saya meminta anda datang kemari.." ucap Rolland.
"Ya.. aku juga sudah tahu situasi disini.." ucap Diana.
"Jadi anda juga sudah tahu. Apa yg terjadi pada anda? apa anda diserang?" tanya Rolland.
"Ya, kemarin aku sempat diserang saat mengecek lokasi di atap.." ucap Diana.
"Apa anda terluka?" tanya Rolland.
"Tidak, aku tak selemah itu.. dan yg membuatku kesal adalah sekertarisku hilang.." ucap Diana.
"Maaf nona.. aku akan berusaha membantu.." ucap Rolland.
"Tidak, aku yakin sekertarisku bisa melindungi dirinya. " ucap Diana.
"Jadi apa ada yg sudah anda curigai nona?" tanya Rolland.
"Kalu boleh aku tahu siapa 2 orang tersebut?" tanya Rolland.
"Tuan Park dan tuan John." jawab Diana.
"John?? keamanan VIP ??" tanya Rolland.
"Benar tuan, aku curiga karena ekspresi mereka tampak terkejut melihatku bisa keluar saat mereka mengurungku di atap.. " ucap Diana.
"Astaga.. maaf nona.. aku meminta maaf dengan tulus.. aku tak tahu kalau anak buahku berani sampai sejauh ini.." ucap Rolland.
"Aku dari awal juga sudah curiga.. dan aku ingin menunjukkan pesan ancaman.." ucap Rolland.
"Baiklah biar aku lihat.." ucap Diana.
Dan Diana pun melihat pesan tersebut. Tampak Diana tahu betul kalau mereka menginginkan ijin untuk menjual produk ilegal pada pemimpin negara tersebut.
"Baiklah, aku dan timku akan mengusut kasus ini sampai tuntas.." ucap Diana.
"Terimakasih nona, aku harap negara ini kembali aman.." ucap Rolland.
Diana pun mendengarkan beberapa cerita lain mengenai pengeboman beberapa gedung yg mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Setelah menghadiri pertemuan tersebut, Diana mengumpulkan anak buahnya yg tersisa untuk melaporkan investigasi mereka.
"Bagaimana?" tanya Diana.
"Kecurigaan kita terbukti nona, tuan Park dan tuan John adalah target kita. Kemungkinan tuan Kenneth juga bersama mereka. Beberap orang sedang mengikuti mereka ke sebuah gedung yg nampak usang.." ucap salah seorang.
__ADS_1
"Bagus, pasti Kenneth tahu harus berbuat apa.. kita mulai bergerak.." ucap Diana.
"Siap nona.." ucap mereka.
Diana bersama anggota tim alfa pun akan mencari bukti kejahatan yg kemungkinan berada di rumah tuan Park. Sementara tim lainnya mencari Kenneth.
☘☘☘
Disisi lain, Kenneth jadi tahu rencana mereka. Dan mereka berniat menangkap Diana agar ia mau berdamai dan melepaskan mereka. Setelah tahu semua rencana mereka, Kenneth mulai bergerak.
Ia menunggu anak buah John tiba untuk membawakan makanan. Dan saat mereka masuk langsung saja Kenneth menghajarnya sampai pingsan.
Bugh...Bughh.. brukk..
Lalu ia melihat situasi luar dan keluar dengan tanpa suara. Setelah ketahuan oleh anak buah John, mau tak mau Kenneth menghajar mereka semua. Dan John pun muncul saat mendengar keributan.
"Aku tak menyangka kau bisa kabur.." ucap John.
"Jangan meremehkan lawanmu.. " ucap Kenneth langsung menyerang John.
John pun tak sendiri dan melawan bersama anak buahnya. Baku hantam yg tak bisa dihindari dan jelas mereka bukan tandingan Kenneth. Walaupun sudah tidak bekerja di SHIELD tapi Kenneth tetap menjaga tubuhnya agar tetap prima.
Bughh..Bughh..Bugh..
Setelah memastikan mereka pingsan, Kenneth merebut sebuah peta yg menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang ilegal yg akan mereka loloskan.
"Ck.. dasar mafia.." gumam Kenneth lalu keluar dari gedung tersebut.
Kenneth pun mengendarai mobil milik anak buah John untuk menuju ke lokasi tersebut. Sebuah perjalanan yg cukup panjang. Tapi Kenneth memikirkan bagaimana kondisi Diana sekarang, hingga ia berusaha menghubungi Diana.
"Hallo siapa ini?" tanya Diana di telepon.
"Sayang kau baik-baik saja..?" tanya Kenneth.
"Ya.. sayang kau ada dimana..?" tanya Kenneth.
"Aku sedang di rumah tuan Park menyelidiki barang ilegal mereka.." ucap Diana.
"Cepat keluar dari rumahnya.. itu jebakan.." ucap Kenneth.
"Baiklah.." ucap Diana di telepon.
"Kita harus pergi dari sini.." ucap Diana.
"Baik nona.."
Diana dan rekannya pun pergi darisana. Tapi orang-orang tuan Park pun menangkap basah mereka.
"Oh.. anda hebat juga nona bisa bergerak tanpa suara.." ucap Park.
"Ya.. itu keahlianku tuan.." balas Diana.
"Jadi bisakah kau menghadapi mereka?" tanya tuan Park.
"Tentu saja tuan, sesuai keinginan anda.." balas Diana bersiaga bersama anak buahnya.
__ADS_1