
Vall yg tengah frustasi, berpikir keras bagaimana mendapatkan Sofia dan juga menjatuhkan kedua perusahaan besar tersebut.
"Aku ada ide.." gumam Vall.
Dengan segera ia menelpon anak buahnya untuk memberikan perintahnya.
"Kau perintahkan anak buahmu di sekitar jalanan yg mengarah ke arapartemen tersebut.. pastikan jaraknya cukup jauh dan sulit terdeteksi.. " ucap Vall.
"Baik tuan.."
"Lalu jika ada pergerakan sergap mereka.. kau mengerti?" perintah Vall.
"Baik tuan.."
Dan telepon pun dimatikan, Vall tersenyum berharap rencananya kali ini berhasil. Karena jika gagal maka habis sudah kesempatannya untuk memiliki Sofia dan membalaskan dendam keluarganya.
"Harus berhasil..!" gumam Vall.
Tiba-tiba ibunya pun masuk tanpa mengetuk pintu.
"Vall.. kau sedang apa?"tanya ibunya.
"Ahh.. Ibu bikin aku kaget saja.. ketuk pintu dulu sebelum masuk.." ucap Vall.
"Kau ini anak kurang ajar.. aku ini ibumu tahu..!" ucap ibunya kesal.
"Ada apa bu?" tanya Vall.
"Bagaimana dengan nyonya Reina apakah sudah tertangkap?" balas ibunya.
"Belum, tapi aku sudah memerintahkan orang-orang baru untuk menyebar di sekitarnya.. " ucap Vall.
"Bagus.. Aku harap kali ini berhasil.." ucap nyonya Felix.
"Ya harus berhasil.." ucap Vall.
Lalu ibunya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sementara Vall masih dengan pemikirannya. "1 masalah sudah ada solusi, tapi dimana Sofia kabur? Kemana mereka membawa tunanganku kabur?" gumamnya.
Beberapa saat kemudian, pintu pun diketuk dan Vall mempersilahkan masuk.
"Maaf Tuan, tuan William sudah tiba.."
"Ya suruh ia masuk.." ucap Vall.
"Selamat siang tuang.." ucap William.
"Wah, apa yg terjadi hingga kau babak belur begini Will.." ucap Vall.
"Ini ulah si Pak tua itu dan anaknya.. " ucap William.
"Maksudmu?" tanya Vall.
"Maksudku tuan Satria dan juga Kenan anaknya.." ucap William.
"Hhhhh.. Pak tua itu tak bisa kita remehkan Will, buktinya ia mampu selamat.." ucap Vall.
"Maaf tuan, aku sudah gagal.." ucap William.
"Ya, aku maafkan. Tapi kali ini kau harus berhasil.. ada misi baru untukmu.." ucap Vall.
"Kenan si jenius gila itu sangat sulit ditaklukan, lalu si Pak tua calon mertuaku juga bukan lawan yg bisa diremehkan.. tapi kita masih ada nyonya Reina.. tugasmu adalah membawa nyonya besar mereka.." ucap Vall.
"Dimana nyonya Reina berada?" tanya William.
__ADS_1
"Singapura, mereka mengirimnya ke Singapura. Kau bawa dia ke hadapanku. Nyonya Reina adalah kelemahan mereka bertiga.." ucap Vall yakin.
"Baik tuan.." ucap William.
"Sebelum pergi, pergilah ke rumah sakit.. obati lukamu agar tak terlihat menyedihkan di mata anak buahmu.." ucap Vall.
"Baik tuan.." balas William lalu pamit undur diri.
☘☘☘
Sementara Kenan dan Alfi sedang membahas sesuatu.
"Jadi Ken maksudmu aku harus menyelidiki aset rumah sakit milik tuan Felix?" tanya Alfi.
"Ya ceritakanlah dahulu yg kau tahu.." ucap Kenan.
"Tuan Felix menyembunyikan aset tersebut, dan aku tak pernah mendengar nama tuan Felix sebagai pemilik di rumah sakit tersebut." ucap Alfi.
"Apakah semua staff rumah sakit tahu?" tanya Kenan.
"Tak ada seorang pun yg tahu, bahkan direktur rumah sakit sekalipun.." ucap Alfi.
"Sudah kuduga, tuan Felix juga punya bisnis terselubung.." ucap Kenan.
"Jadi maksudmu?" tanya Alfi.
"Ya tuan Felix juga bagian dari BlackStar.. aku dan timku sudah menyelidikinya.." ucap Kenan.
"Lalu tugasku?" tanya Alfi.
"Jaga kakakku, Sofia.." ucap Kenan.
"Sepertinya tak mudah dan Sofia bukan tipe nona muda yg ada di film-film.." ucap Alfi tersenyum.
"Sejak kapan?" tanya Alfi.
"Berarti tebakanku benar.." balas Kenan tersenyum.
"Sial kau menipuku.. ya aku mengakuinya.." ucap Alfi.
"Itu baru laki-laki.. jadi kapan kau akan menyatakannya pada kakakku?" tanya Kenan.
"Aku tak tahu apalagi kondisi jadi kacau begini.. aku rasa sekarang bukan waktu yg tepat.." ucap Alfi.
"Jangan tunggu kakakku bersama pria lain..apalagi si mafia gila itu.." ucap Kenan.
"Aku tau itu Ken, tapi.. apakah saat ini waktu yg tepat?" tanya Alfi.
"Ya.. sebelum Vall bertindak lebih gila lagi.." ucap Kenan.
"Dan kau setuju begitu saja? Sofia kan kakakmu.." ucap Alfi.
"Aku sudah mempercayaimu seperti saudara, apa salahnya jika kau bersama kakakku.. tapi itu berlaku kalau kakakku menerimamu.." ucap Kenan.
"Itu masalahnya, aku takut ditolak dan hubungan kami jadi menjauh.." ucap Alfi.
"Kakakku takkan begitu, percayalah.." ucap Kenan.
"Baiklah.. aku akan memikirkannya.." ucap Alfi.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu..?" tanya Kenan.
"Yah, mereka yg membutuhkanku jadi aku bebas cuti.. kalau mereka macam-macam aku bisa mengajukan resign.." ucap Alfi.
__ADS_1
"Tentu saja kau bisa bersikap semaumu kalau rumah sakit itu sebagian besar sahamnya adalah milikmu.." ucap Kenan.
"Kenan apalagi yg kau tahu tentangku? bahkan orangtuaku saja tak tahu.." ucap Alfi.
"Apa yg tak bisa kucaritahu Alfi, aku ini jenius dan memiliki banyak koneksi.." ucap Kenan tersenyum.
"Ya lalu apa maumu?" tanya Alfi.
"Tetap berada di samping kakakku, jangan coba-coba kabur karena merasa rendah diri dan tak berguna.." ucap Kenan.
"Oh tidak, kau pasti tahu aku sudah memesan pesawat pulang ke Singapura.." ucap Alfi frustasi.
"Haha.. kan sudah kubilang, aku bisa tahu segalanya.." ucap Kenan tertawa.
"Yaya aku takkan kemanapun.." ucap Alfi.
"Bagus, dan cari informasi mengenai rumah sakit milik tuan Felix dari koneksimu.." ucap Kenan.
"Baiklah akan kucaritahu.." ucap Alfi.
"Dan juga, hati-hati Vallentino Felix berbahaya jika lengah sedikit kakakku bisa direbut olehnya.." ucap Kenan memanas-manasi Alfi.
"Tentu saja, bedebah itu takkan kubiarkan bersama Sofia." ucap Alfi geram.
"Bagus.. calon kakak iparku.." ucap Kenan.
"Sepertinya aku bisa gila sebelum jadi kakak iparmu.. karena kau bisa tahu segalanya.." ucap Alfi.
"Hahaha.. tenang saja, aku bukan psyco yg kurang kerjaan.." ucap Kenan.
Lalu tiba-tiba pintu diketuk oleh Sofia.
"Masuklah.." ucap Kenan.
"Kalian keluarlah sudah waktunya makan malam.. makanan juga sudah siap.." ucap Sofia.
"Baiklah sebentar lagi kak.." ucap Kenan.
Setelah Sofia pergi, mereka melanjutkan obrolannya.
"Baru dibahas orangnya muncul, sudahlah Alfi jangan buang-buang waktu.. cepat nyatakan sebelum kau menyesal.." ucap Kenan.
"Baiklah akan kupikirkan.." ucap Alfi.
"Yasudah ayo kita keluar dan makan malam.." ajak Kenan.
Dan setelah selesai mengobrol mereka berempat makan bersama.
Keesokan harinya baik Kenan maupun Alfi menjalankan rencana masing-masing. Alfi menghubungi koneksinya dan Kenan pergi ke perusahaan D'Textile bersama Satria. Sementara Sofia dikurung di dalam apartemen. Tapi setelah memohon pada Satria akhirnya Sofia diperbolehkan mengikuti Alfi.
"Ingat kau harus bersama Alfi.." ucap Satria.
"Ya ayah, padahal ayah kan tahu aku juga bisa bertarung.." ucap Sofia.
"Kau itu target mereka, kemarin saja kau hampir tak bisa lolos.." ucap Satria.
"Dasar ayah posesif..!" ucap Sofia.
"Ya aku memang posesif karena ada baj***an gila yg mengincarmu.. ingat itu Sofia." ucap Satria.
"Sudahlah Sofia, kau ikut denganku saja kita jalan-jalan menemui koneksiku.." ucap Alfi.
"Baiklah.." balas Sofia.
__ADS_1