
Hari ini Sofia sungguh tak bersemangat, walaupun ayahnya sudah berjanji akan mencari solusi dari segala permasalahan keluarga mereka. Pagi itu setelah sarapan, Satria membuka obrolan.
"Jadi kita mulai saja pembicaraan kita.." ucap Satria.
"Baik ayah.." ucap Sofia dan Kenan.
"Sofia sejujurnya ibumu hilang kontak 2 hari yg lalu, aku dan Kenan sedang melobi beberapa orang dalam di Singapura untuk menemukan jejaknya. Kau tahu bukan Vall itu mafia seperti apa, ia menggunakan jasa ilegal untuk membawa ibumu ke negara ini.." ucap Satria.
"Jadi ibu ada di negara ini?" tanya Sofia.
"Ya Sofia, dan beberapa hari ini kami sedang melacaknya.. " ucap Satria.
"Apakah sudah ketemu?" tanya Sofia.
"Belum.." balas Kenan lesu.
"Ya kami memang belum menemukannya tapi kami akan berusaha.." ucap Satria.
"Aku akan membantu kalian.." ucap Sofia.
"Tidak, urusanmu dengan Vall sudah sangat merepotkan.." ucap Kenan.
"Lalu aku harus lakukan apa?? tenggatnya adalah besok.." ucap Sofia.
"Oh maksudnya tenggat waktu jawaban atas lamarannya begitu?" tanya Satria.
"Ya ayah, tenggatnya 3 hari dan besok adalah hari ketiga.." ucap Kenan.
"Hhh.. haruskah kubunuh baj****an itu agar Sofia dan ibu kalian selamat.?" ucap Satria kesal.
"Kalian selamatkanlah ibu, aku akan memancing si mafia gila itu.. lalu amankan ibu.. " ucap Sofia.
"Dengar Sofia ayah tak rela kau menikah dengannya.. apalagi si mafia gila itu.." ucap Satria kesal.
"Kak, apa ku tidak memikirkan perasaan Alfi?" tanya Kenan.
Degg..Degg.. Jantung Sofia pun berdetak kencang.
"Bukan begitu, aku hanya akan pura-pura menerimanya agar ibu dibebaskan.. selanjutnya kalian harus batalkan acara tersebut bagaimanapun caranya.." ucap Sofia.
"Jika kami gagal., apa kau siap benar-benar menikah dengan mafia gila itu?" tanya Satria.
"Aku.. tak mungkin menikahinya.. Lebih baik aku bunuh diri sebelum dinikahinya.." ucap Sofia.
"Sofia jangan katakan omong kosong seperti itu.." ucap Satria menatap putrinya dengan tatapan tajam.
"Kalau begitu, aku akan berusaha bagaimanapun caranya membatalkan pernikahan tersebut kak.. aku berjanji.." ucap Kenan.
__ADS_1
"Ini masalahku, aku tak ingin libatkan kalian dan membuat kalian susah.. Vall itu berbahaya.. mereka bisa.." ucap Sofia terhenti dan menangis.
"Cukup Sofia, kami akan membantumu.. Ini bukan hanya masalahmu tapi masalah keluarga kita, musuh perusahaan kita.. jadi jangan pikirkan yg tidak-tidak.." ucap Satria mendekati putrinya dan memeluknya.
"Kak, ayah benar.. kita keluarga.. jika kita bersatu aku yakin takkan ada yg bisa mengalahkan kita.." ucap Kenan.
"Ya Kenan benar, sudah nanti kita pikirkan caranya.. " ucap Satria.
"Baiklah.. tapi tawaranku masih berlaku hingga besok.. jika kalian tak ada ide aku akan membebaskan ibu dengan caraku.." ucap Sofia.
Sementara baik Satria maupun Kenan terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Lalu Sofia memilih untuk istirahat dikamarnya. Ingin rasanya ia keluar dan berjalan-jalan, tapi anak buah Vall ada dimana-mana membuatnya harus mengurung diri di kamar apartemen tersebut.
Hari itu Satria dan Kenan membagi tugasnya, Satria mencari keberadaan istrinya dengan anak buahnya. Sementara Kenan bekerja dari apartemen tersebut, bahkan ia berusaha mencari semua aset milik Vall untuk mencari keberadaan ibunya. Kenan juga sesekali mengecek keadaan Sofia.
Sofia yg tengah berada dalam situasi yg sulit memutuskan untuk menjernihkan pikirannya. Ia mencoba merilekskan tubuhnya dan bermeditasi setelah melakukan pencarian di internet. Setelah jauh lebih baik, ia memilih untuk mandi agar tubuhnya kembali segar.
"Aku harus bertindak, besok adalah tenggatnya.." ucap Sofia.
Kemudian ia keluar dari kamarnya dan menunggu ayahnya pulang.
"Kak kau sudah makan?" tanya Kenan yg berada di ruang tengah.
"Belum.. kau sendiri?" balas Sofia.
"Aku mau pesan makanan.. kau mau makan apa?" tanya Kenan.
"Baiklah.. tapi kau harus memakannya.." ucap Kenan.
"Ya Kenan, aku harus bertahan hidup untuk menyelamatkan ibu.." ucap Sofia.
"Semangat yg bagus.." ucap Kenan.
Tak lama kemudian tibalah pesanan mereka. Sofia pun melihat Kenan memesan banyak makanan kesukaannya.
"Kenapa kau pesan banyak sekali?" tanya Sofia membantunya.
"Ya aku tak tahu kau mau makan yg mana, jadi beli semua saja.." ucap Kenan.
"Yasudah, ayo kita makan.." ucap Sofia.
"Baiklah.. mari kita makan bersama kak.." ucap Kenan.
"Apa kalian tidak mau menungguku?" tanya Satria yg baru saja datang.
"Wah ayah sudah tiba, baiklah kami akan menunggunya.. ayah mandi dulu saja.." ucap Sofia.
"Baiklah.." jawab Satria segera bergegas. "Nampaknya Sofia sudah kembali seperti semula.." ucap Satria senang.
__ADS_1
Setelah menunggu ayah mereka, mereka pun makan bersama. Suasananya sudah mulai tenang, sejak Sofia memutuskan untuk menjalaninya daripada banyak berpikir.
Setelah makan, baik Satria maupun Kenan ingin menyampaikan sesuatu tapi Sofia mengutarakannya terlebih dahulu.
"Kumohon dengarkan dahulu keinginanku.." ucap Sofia membuat kedua lelaki tersebut diam dan menatap ke arah Sofia.
"Katakanlah Sofia.." balas Satria.
"Jadi aku akan menjadi umpan untuk membebaskan ibu, dan juga melacak dimana ibu berada.." ucap Sofia.
"Sejujurnya aku juga berpikiran yg sama kak, walaupun itu akan membahayakanmu.." ucap Kenan.
"Aku juga berpikir demikian, tapi aku harus bisa menjamin keselamatanmu Sofia baru bisa bertindak.." ucap Satria.
"Aku yakin ayah, aku bisa menjaga diriku dengan baik.. Tapi aku butuh bantuan kalian.." ucap Sofia.
Mereka pun merencanakan strategi yg akan mereka lakukan untuk menyelamatkan Reina. Walaupun Sofia tahu resikonya jika gagal ia harus mengorbankan dirinya.
"Bagaimana?" tanya Sofia.
"Aku setuju.." ucap Kenan.
"Ayah masih ragu, karena jika gagal kau yg akan menanggungnya sendirian Sofia.." ucap Satria.
"Ayah yakinlah padaku.. aku akan berusaha semaksimal mungkin.." ucap Sofia.
"Aku akan sepenuhnya membantu kakak, jadi ayah tolong setujui ide kami.." ucap Kenan.
"Baiklah.. aku akan mengikuti kalian.." ucap Satria.
Akhirnya Satria menyetujui ide kedua anaknya. Walaupun ia sangat berat menerimanya karena resikonya masa depan Sofia bisa hancur. "Apakah keputusan ini tepat?" gumamnya dalam hati.
"Baiklah, kalau begitu.. Kenan kau bisa berikan apa yg kubutuhkan tadi paling lambat besok?" tanya Sofia.
"Aku usahakan kak.. " ucap Kenan.
"Point nomor 1 yg paling penting, minimal aku harus punya barang itu.." ucap Sofia.
"Baiklah kak, aku usahakan.." balas Kenan.
"Ingat Sofia hati-hati.. ayah akan selalu ada untuk menyelamatkanmu.." ucap Satria.
"Iya ayah.. Terimakasih Ayah dan Kenan.." ucap Sofia memegang kedua tangan leleki tersebut.
"Ya kak.. kita harus bersatu untuk menyelesaikan segalanya.." ucap Kenan.
"Iya.." balas Sofia.
__ADS_1
Hari ini pun, mereka mulai bertindak sesuai rencananya. Mereka menyiapkan segalanya termasuk Sofia dan juga Kenan. Sementara Satria menghubungi Doni untuk meminta bantuannya melobi seluruh anggota keluarga mengenai rencana mereka. Walaupun di awal Doni amat kesal dengan rencana Sofia dan juga Kenan, hingga akhirnya Doni luluh dengan kata-kata Kenan. Ya Kenan mampu mengalahkan Doni dalam beragumen, dan juga Doni mengakui kecerdasan Kenan.