Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.60


__ADS_3

Setelah Sofia menjelaskan panjang lebar kepada tim pemberontak yg membantunya, mereka pun menurut dan mengikuti arahan Sofia untuk segera bisa keluar dari negara ini. Karena bukan tidak mungkin organisasi tersebut mengirim pasukan dari negara lain. Mereka pun mengikuti instruksi Sofia dan sudah membawa barang-barang penting yg akan dibawa. Mereka juga sudah mendapatkan pasport dari orang-orang Sofia.


Sesuai rencana sore ini mereka pergi dengan kapal dan West pun membantu mereka. West menyediakan kapal untuk mereka semua dan beberapa akses untuk masuk ke sebuah negara.


Setelah persiapan selesai, mereka beristirahat sebelum berangkat menuju dermaga.


☘☘☘


Disebuah ruangan, nampak seorang pria tengah kesal mendapat laporan tidak mengenakan. Pria tersebut adalah Vall. Ia mengepal geram karena rencananya menghancurkan SHIELD yg dimulai dari US hancur berantakan, bahkan sampai disusupi oleh orang SHIELD. Yg lebih parahnya lagi ada yg berkhianat diantara anak buahnya disana.


"S****t..!!" teriaknya.


"Will..Williammm!!" teriaknya memanggil asistennya bernama William.


"Iya tuan.." ucap Willian langsung menghampiri.


"Cepat kirimkan bantuan ke US.. dan bawa penyusup itu ke hadapanku..!" perintah Vall.


"Siap tuan.." balas William.


"Oh iya kerahkan pasukan terbaik untuk menangkapnya, terutama para penghianat itu!" tambah Vall.


"Baik tuan.." ucap William.


Dengan cepat William mengirim bala bantuan terdekat menuju ke sana karena pasukannya di US sudah dibantai habis oleh Sofia dan Noah. Pesawat mereka akan tiba dalam 2 jam dari tempat terdekat yg bisa dijangkau.


Dan juga orang-orang bayaran William yg disewa untuk mencari keberadaan penyusup dan juga penghianat mereka. Dalam waktu satu jam mereka mengirimkan laporan kalau mereka masih ada di markas SHIELD. Dan juga ada kapal yg akan berlabuh di dermaga menuju suatu negara.


Vall yg mendengar laporan yg William berikan pun semakin kesal dibuatnya. Namun, rasanya tak mungkin jika ia terbang langsung menuju US mengingat jaraknya yg cukup jauh.


"Sialan..! Berani sekali kalian menghancurkan organisasi buatanku..!" umpat Vall geram karena organisasi yg berada di US benar-benar hancur tak tersisa.


Kini ia hanya menunggu anak buahnya yg sedang menuju ke sana dalam 2 jam. Ia harap anak buahnya kali ini berhasil menangkap mereka.


☘☘☘


Kini Sofia dan tim pemberontak telah bersiap-siap akan menuju dermaga yg ditujukan West. Namun, ada firasat buruk pada Sofia. Ia pun meminta sesuatu pada Noah.


"Bagaimana paman?" tanya Sofia.


"Ide bagus Sofia, aku bahkan tak memikirkan hal itu.." balas Noah.


"Jadi kau bisa kan mengabulkan permintaanku?" tanya Sofia.


"Ya Sofia tapi agak terlambat tak apa kan?" tanya Noah.


"Tak apa paman, yg penting mereka selamat.. ini adalah keberhasilan pertama kita.." ucap Sofia.


"Ya Sofia, aku akan menyiapkannya untukmu.. Kau berhati-hatilah.." ucap Noah.

__ADS_1


"Ya paman, aku mengerti.." balas Sofia lalu pamit keluar dari ruangan Noah.


Sesaat setelah Sofia pergi, Noah menelpon orang-orangnya untuk menyiapkan permintaan Sofia. Dan orang-orang itupun dengan segera memenuhi permintaan Noah karena langsung dari atasan mereka. Kini mereka sedang mempersiapkan semuanya. "Tak kusangka Sofia memikirkan opsi terburuk yg bisa terjadi.." gumam Noah.


Sementara Sofia, ia dan beberapa tim alfa pergi menuju dermaga untuk mengantar tim pemberontak tersebut. Perjalanan pun memakan waktu cukup lama. Hingga mereka tiba di dermaga tujuan.


Disana West sudah berada di sebuah kapal menunggu kedatangan Sofia dan rombongannya. Begitu tiba, mereka langsung memasuki kapal. Setelah mengecek segala persiapan, kapal tersebut pun berangkat menuju negara tujuan.


Sofia juga membawa beberapa tim Alfa untuk berjaga-jaga. Tak lupa mereka membawa beberapa senjata jika keadaan memburuk sesuai perintah Sofia.


Perjalanan pun diawali dengan lancar, namun ketika mereka mulai menjauh dari daratan muncul beberapa helikopter melintas di sekitar mereka. Sofia pun mulai curiga pada helikopter tersebut. Hingga tak lama mereka pun menyerang kapal mereka dengan hujan peluru.


Psyuu..psyuu..psyuu..


"Kalian semua bersiap, ada serangan..!" teriak Sofia.


Semua orang pun kini bersiaga mengambil senjata dan peralatan mereka. Sofia pun memakai masker untuk menutupi wajahnya agar tak dikenali. Kini apa yg ia khawatirkan terjadi. "Sial.. hal ini benar terjadi.." gumam Sofia dalam hati.


Ia pun bersama tim alfa melawan dengan menembakkan senjata. Sementara West berjaga di dalam bersama kapten kapal. "Aku menyesal masuk ke organisasi gila ini.." umpat West karena ia tak bisa berbuat apa-apa.


Dorr..Dorr..Dorr..


Sofia pun menembak saat ada momentum yg tepat. Pelurunya pun mengenai salah satu helikopter mereka dan oleng seketika.


"Kap, hati-hati helikopter mereka akan jatuh dan meledak..!" teriak Sofia pada kapten kapal.


Dan masih ada 4 helikopter diatas kepala mereka dengan hujan peluru yg bisa mengenai mereka kapan saja.


"Nona, kami membawa ini.." ucap anggota tim alfa mengeluarkan senjata besar.


"Oh.. kau pintar sekali kawan.." balas Sofia tersenyum merah benda tersebut.


"Sekarang aku akan menembak yg di sisi kanan, dan kau disisi kiri.. Ingat hati-hati jangan sampai kalian mati..!" perintah Sofia.


"Siap nona..!" balas mereka.


Psyuuu... Duaarrrrr...


Satu tembakan Sofia mengenai helikopter diatasnya. Sementara Noah langsung menghubungi Sofia saat ada laporan dari anak buahnya.


"Sofia.. bagaimana keadaan disana?" tanya Noah.


"Lumayam menegangkan paman, ada 5 helikopter diatas kami. 2 Telah jatuh dan sisa 3 lagi.." balas Sofia.


"Bersabarlah, tim bawah air sedang menuju ke lokasimu.. kau sudah memerintahkan kapten kapal bukan?" tanya Noah lagi.


"Sudah paman, berapa lama lagi mereka tiba?" tanya Sofia..


"10 Menit lagi, bertahanlah dalam 10 menit.. " ucap Noah.

__ADS_1


"Aku usahakan paman.." balas Sofia lalu kembali fokus saat ada 2 helikopter diatasnya menghujani peluru ke arahnya.


Psyuuu...Psyuuu..


2Tembakan dari anak buah Sofia menyelamatkan nyawanya, dan kedua helikopter itupun berputar untuk menghindar.


"Nona tidak apa kan?"


"Ya terimakasih, nyawaku masih selamat .." balas Sofia.


"Mereka mengincarku, aku akan menjadi umpan.. Dan kaliam eksekusi.. mengerti..?" ucap Sofia memberi instruksi.


"Baik nona, kami mengerti."


"Bersiaplah.." balas Sofia.


Lalu Sofia muncul dari persembunyian dan benar saja mereka langsung mendekat dan bersiap menembak. Saat jarak yg tepat, Sofia memberi aba-aba lewat kepalan tangan untuk menembak.


1..2..3..


Psyuu..Psyuuu..Psyuu.. Duarr.. Duaarrrr..


Kedua helikopter itupun jatuh dan meledak. Kapten kapal pum dengan cepat menghindari ledakan tersebut.


Kini tersisa 1 helikopter yg pergi entah kemana, hingga Sofia pun mencari kesana kemari.


"Yg 1 lagi kemana?" tanya Sofia pada tim alfa.


"Mereka pergi ke barat nona.. tapi belum muncul lagi.."


"Mereka itu niat bertempur apa mau mengambil kitab suci sih pake acara ke barat segala.." ucap Sofia dan rekannya pun tersenyum.


"Ya santai sajalah kalian, tapi tetap waspada oke.." balas Sofia tersenyum pada anak buahnya yg tegang.


Tiba-tiba panggilan dari awak kapal selam yg diperintahkan Noah pun memanggil kapten kapal dan Sofia pun diminta untuk ke ruang kendali.


"Bagaimana kap?" ucap Sofia yg baru masuk.


"Mereka sudah mendekat nona, sebentar lagi akan timbul di permukaan air.." ucap sang kapten.


"Bersiaplah semuanya.. !" teriak Sofia pada semua awak kapal.


"Lalu bagaimana Kapal ini Kap?" tanya Sofia menanyakan kapal yg sudah dibombardir oleh helikopter tersebut.


"Dalam bahaya nona, kita harus segera pindah ke kapal selam, karena beberapa mesin mati dan jika mereka datang lagi kapal ini akan tenggelam." ucap Kapten kapal.


"Baiklah, kita bersiap untuk perahu cadangan jika kapal selam belum juga tiba.." ucap Sofia.


"Baik nona.."

__ADS_1


__ADS_2