Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.84


__ADS_3

Pada pagi hari, Sofia dan keluarganya sudah bersiap-siap untuk terbang menuju Italia sesuai rencana mereka. Tapi perjalanan mereka takkan berjalan mulus karena anak buah Vall berulah lagi di sekitar hotel tempat mereka menginap. Tentu saja mereka salah besar jika menyerang keempat orang tersebut. Bahkan Kenan tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk menjadikan mereka tahanan di jeruji besi.


Begitu rombongan tersebut keluar, muncullah anak buah Vall.


"Nona Sofia ayo ikut kami.."


"Lewati dulu aku baru kau bisa membawa putriku.." ucap Satria.


Namun, tiba-tiba Alfi menghajar seperti orang kesetanan.


Bughh..Bughh..Bughhh..


Beberapa dari mereka pun pingsan dan tergeletak tak sadarkan diri.


"Wah Al instingmu sama seperti ayahmu Bima.." ucap Satria.


"Terimakasih paman, aku sudah geram akan tindakan mereka.." ucap Alfi.


"Baiklah ayo bereskan jalan ini agar kita tidak terlambat.." ucap Sofia.


Dan terjadilah pertarungan disana. Yang pasti BlackStar kalah kekuatan disana. Walaupun pada akhirnya William turun tangan, tapi Satria takkan membiarkan putrinya diambil begitu saja.


"Oh kau adalah William tangan kanan BlackStar? langkahi dulu mayatku jika ingin mengambil putriku.." ucap Satria.


"Dasar Pak tua sombong.." ucap William.


"Melawanku saja kau kalah apalagi ayahku.." ucap Kenan.


William pun terbakar emosi ia melawan Satria tanpa tahu keadaannya. Ia terus terkena pukulan hingga babak belur.


Bughh..Bughh..


"Dengar ya Pak tua ini masih mampu melindungi putrinya.." ucap Satria.


"Kalian bereskan mereka kami akan pergi sekarang.." perintah Satria pada anak buahnya.


"Siap tuan.."


Dan mereka pun membawa anak buah BlackStar ke kantor polisi. Tapi sayangnya William berhasil kabur dari sana. Walaupun begitu, baik Satria maupun Kenan hanya bisa melihat sejauh apa William mampu bertindak.


"Apa William kabur?" tanya Sofia.


"Iya, sudahlah nak.. kita punya tujuan yg lebih besar lagi.." ucap Satria.


"Ayah benar kak, William itu memang berbahaya.. tapi bosnya jauh lebih berbahaya.. aku akan terus memantaunya.." ucap Kenan.


"Baiklah ayah.. Kenan aku percaya kalian." ucap Sofia.


"Sofia aku juga ada disini membantumu.. " ucap Alfi tak mau kalah.


"Ya ya sahabatku memang paling setia.. " ucap Sofia.


Namun, Satria tersenyum setelah melihat ekspresi Alfi dan menepuk pundaknya.


"Yg sabar anak muda.. aku tahu perasaanmu.." ucap Satria tersenyum.


Sementara Alfi bingung, bagaimana Satria bisa tahu perasaannya. "Bagaimana paman bisa tahu? aku jadi malu.. tapi aku harus terus berusaha.. apalagi sainganku itu Vall Brengsek..!" gumam Alfi dalam hati.


Sementara Sofia dan Kenan sudah duduk di dalam pesawat.


Perjalanan mereka pun cukup lama, hingga mereka memilih istirahat di dalam pesawat sembari menikmati makan siang mereka.

__ADS_1


☘☘☘


Di Singapura


"Bagaimana?" tanya Reina.


"Maaf nyonya.. kita belum bisa keluar.. jadi kita harus bertahan disini.. "


"Baiklah.. aku sudah bersiap-siap jika harus kabur.." ucap Reina.


"Nyonya aku sudah menghubungi tuan Satria, katanya bantuan akan datang membereskan mereka."


"Baguslah jika suamiku sudah bertindak.." ucap Reina.


Dan tak lama berselang, datanglah bantuan dari SHIELD. Mereka pun menangkap anak buah BlackStar dan mengamankannya. Hingga Reina pun bisa bernafas lega.


"Semua sudah aman nyonya.. kita tak perlu berpindah tempat.." ucapnya.


"Tidak aku akan pindah ke apartenku yg lain.. mereka sudah tahu keberadaanku.. Siapkan kepindahanku besok pagi-pagi sekali saat masih gelap.." perintah Reina.


"Baiklah akan saya siapkan dan hubungi suami anda.."


"Ya.. untuk saat ini perketat keamanan dan saat ada kesempatan besok pagi kita pergi.." ucap Reina..


"Baik Nyonya..".


☘☘☘


Italia


"Apa mereka menangkap semua anak buahmu.??" tanya Vall ditelepon.


"Bagus, kalau begitu untuk sementara kalian jangan berada disana sampai mereka melonggarkan keamanan.." perintah Vall.


"Baik tuan.."


Dan Vall pun segera menutup teleponnya. Kali ini semua rencananya berantakan dan gagal total. Sofia kabur dan anak buahnya gagal menangkapnya dihotel. Mereka malah ditangkap dan diamankan ke pihak yg berwajib, beruntung William berhasil kabur dari sana. Belum lagi anak buahnya yg bertugas mengawasi Reina ditangkap semua.


"Siall.. !! kenapa semuanya tidak becus?? bahkan sampai William.." umpatnya geram.


Kini Vall bahkan takkan mampu berkonsentrasi pada pekerjaannya. Hal ini membuat tuan Felix kesal pada putranya. Beberapa bulan yg lalu tuan Felix berhasil dibebaskan dari penjara bersama Chris.


"Ada apa ini Vall? mengapa kinerjamu memburuk setelah dari negara Y.." ucap tuan Felix melemparkan laporan dari sekertarisnya.


"Maaf ayah.. aku sedang ada masalah.." ucap Vall.


"Masalah apa ini Vall? apakah lebih penting dari perusahaan kita?" tanya tuan Felix.


"Aku sedang jatuh cinta pada seseorang tapi wanita tersebut menghilang.." ucap Vall berusaha meminta bantuan pada ayahnya.


"Siapa wanita itu? " tanya tuan Felix penasaran karena Vall jarang bercerita tentang wanita.


"Namanya Sofia, dia menghilang dibawa kabur oleh keluarganya karena mereka tidak menyukaiku.. " ucap Vall mengadu domba.


"Apa?? sombong sekali mereka..! apa mereka tak tahu siapa keluarga Felix..?" ucap tuan Felix..


"Nanti saat aku sudah menemukannya ayah akan kukenalkan padanya.." ucap Vall.


"Baiklah, selesaikanlah dahulu masalahmu.. nanti ayah akan bantu kau untuk menikahinya.." ucap tuan Felix keluar dari ruangan Vall.


"Ada-ada saja putraku.. tapi untunglah ia memiliki kekasih saat ini.." ucap tuan Felix senang.

__ADS_1


☘☘☘


Setelah beberapa jam didalam pesawat, Sofia dan keluarganya pun bisa tiba di Italia. Namun, Satria nampak gusar akan berita yg ia terima.


"Ada apa ayah?" tanya Kenan.


"Ibumu.. nampaknya mereka menemukannya.." ucap Satria.


"Lalu apakah tim SHIELD sudah mengatasinya?" tanya Sofia.


"Sudah, dan ia berencana untuk berpindah tempat karena sudah ketahuan.." ucap Satria.


"Ide bagus, karena mereka pasti akan kembali lagi.." ucap Kenan.


"Ah aku punya satu tempat yg sulit mereka jangkau.. aku akan menghubungi mereka untuk memindahkan ibu disana.." ucap Kenan.


"Memangnya itu dimana?" tanya Satria.


"Mansion dibelakang markas SHIELD yg ada di Singapura.." ucap Kenan.


"Apakah ada mansion disana?" tanya Sofia tak tahu.


"Ada kak, aku membangunnya setelah berhasil membeli tanahnya.. Lalu aku bangun mansion sebagai tempat kita bersembunyi jika keadaan darurat.." ucap Kenan.


"Good Job.. aku suka ide-idemu.." ucap Satria..


"Baguslah Ken.. aku harap mereka menjaga ibu dengan benar.." ucap Sofia.


"Ya.. semoga mereka tak mampu menemukan ibu.." balas Kenan.


Lalu mereka pun pergi ke apartemen milik Kenan di negara tersebut.


"Ini milikmu?" tanya Sofia.


"Ya ini milikku kak.. ada apa?" tanya Kenan.


"Kenapa kemarin kau dan kakek menginap di hotel?" tanya Sofia.


"Oh kemarin ada yg menyewanya.. dan kini apartemen ini kosong. Lebih baik jadi markas kita berkumpul.." ucap Kenan.


"Oh jadi begitu.." ucap Sofia.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungi SHIELD yg ada disini.." ucap Satria.


Sementara Alfi, ia merasa tak berguna berada disana, ia hanya diam mendengarkan mereka. "Sepertinya aku tidak terlalu dibutuhkan disini.." gumamnya dalam hati.


"Al aku butuh bicara denganmu.." ucap Kenan.


"Baiklah.." balas Alfi.


Kenan dan Alfi pun berbicara 4 mata diruangan kerja milik Kenan. Mereka nampak serius dalam membahas topik penting tersebut. Hingga sudah 2 jam lamanya mereka di ruangan tersebut.


Tok..Tokk..


"Masuklah.." ucap Kenan.


"Kalian keluarlah sudah waktunya makan malam.. makanan juga sudah siap.." ucap Sofia.


"Baiklah sebentar lagi kak.." ucap Kenan.


Dan setelah selesai mengobrol mereka berempat makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2