Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.65


__ADS_3

Setelah penyerangan BlackStar dan Pesawat Sofia dan rekannya hilang..


Noah pun panik bukan main saat pesawat anak buahnya yg membawa Sofia hilang. Terlebih saat itu mereka ada di atas lautan luas. Kalau jatuh pasti sulit ditemukan. Dengan tangan gemetar Noah mengabari Kenan dan Doni. Mereka pun panik bukan main dan menyuruh Noah menambah personil pencarian disekitar tempat terakhir signal pesawat mereka.


Noah pun dimarahi habis-habisan oleh Doni, padahal semuanya adalah kecelakaan.


Kini setelah menutup telepon, Doni menangis sejadi-jadinya diruangannya.


"Hikss.. setelah putraku kenapa sekarang harus cucu kesayanganku.." gumamnya sembari menangis.


Istrinya pun datang dan menenangkan.


"Apa yg terjadi di keluarga kita adalah takdir. Kau harus kuat, selama mereka belum menemukan jenazahnya semuanya masih ada harapan bukan..?" ucap Ayana menenangkan suaminya.


"Iya.. aku sedih jika orang-orang yg paling kusayangi harus pergi.." ucap Doni dengan air mata yg terus menetes.


Ayana pun memeluknya dan mengusap punggung suaminya dengan lembut. Setelah Doni lebih baik, ayana memberinya segelas air dan menyuruhnya untuk beristirahat agar tensi darahnya tidak naik. Dan Doni pun menurutinya.


Lain halnya dengan Kenan, karena ia masih berharap kakaknya memberikan signal melalui alat pemberiannya. "Ayolah kak buat signal agar aku bisa melacakmu.. kau tidak akan mati dengan mudah kan?" gumamnya sembari terus menatap laptopnya.


Sementara Noah diminta oleh Kenan menunggu dan jangan panik. Ia hanya perlu menunggu investigasi dari anak buahnya yg mencari keberadaan Sofia dan yg lainnya.


Tak lama berselang, kapal selam yg bertugas membawa ex BlackStar pun tiba dan memberi kabar. Noah pun menerima kabar tersebut walaupun ia tahu itu bukan kabar yg ia inginkan. Kini semua awak yg berada di kapal selam tersebut tahu kalau Sofia dan yg lainnya menghilang. Mereka cuma bisa berdoa agar semuanya bisa selamat, karena mereka harus cepat pergi dari sana menyelamatkan diri dari BlackStar. Mereka juga diminta untuk bersembunyi selama beberapa bulan.


Beberapa jam setelah pesawat menghilang, Kenan menangkap sebuah signal lemah di daerah terpencil. Ia sangat yakin kalau itu adalah kakaknya. Ia pun mencari lokasi signal itu berada.


"Bagus kak,, aku tau kau pasti selamat.." gumam Kenan sembari mengutak-atik laptopnya.


Selama 1 jam Kenan mencari tahu dimana dan bagaimana cara mereka menjangkau tempat terpencil itu. Ia juga sudah menghubungi orang-orangnya untuk mencari tahu lokasi tersebut.


Kini ia mendapatkan jawaban kalau lokasi tersebut adalah lokasi pulau terpencil yg tempat pembuatan kain yg ia pesan melalui D'Textile.


"Apa ini?" gumam Kenan saat mendapatkan laporan.


Ia pun melihat kesana, dan langsung menghubungi kekeknya. Doni yg tengah lemas berbaring pun kegirangan mendapatkan berita tersebut.


"Kenan kau tidak bercanda kan?" tanya Doni.

__ADS_1


"Tidak kek.. aku serius .. ini Signal dari cincin yg kuberikan pada kak Sofia." ucap Kenan.


"Bagus, kalau begitu aku akan mengirim bantuan kesana.." ucap Doni.


"Iya aku juga akan meminta anak buahku untuk membantu SHIELD.." ucap Kenan.


"Baiklah.. ayo kita selamatkan Sofia.." ucap Doni bersemangat.


"Ya kek, jika jadwalku tak padat aku akan ikut kesana.." ucap Kenan.


"Ya, tapi jika kita tak bisa maka Bima yg akan aku tugaskan kesana.." ucap Doni.


" Ok.. " jawab Kenan mengakhiri panggilan.


Kini Doni sudah memberikan perintah. Dengan cepat Bima membentuk tim penyelamat, dan mengatur keberangkatan. Kenan juga langsung mengambil cuti dan menyerahkan segalanya pada Kevin dan Pak Jun yg harus kembali ke kantor.


Keesokan harinya, mereka terbang menuju ke negara yg tak jauh dari pulau tersebut. Awalnya kenan ingin terbang saja ke pulau tersebut tapi ia takut menimbulkan keributan. Ia pun mengikuti arahan Bima dan ikut pergi bersama tim penyelamat.


☘☘☘☘


Lain lagi dengan si mempelai pria, ia nampak percaya diri akan menikahi Sofia. Ia memakai pakaian terbagus yg ia miliki hari ini. Kini ia tengah menunggu semuanya siap dan melakukan ritual pernikahan. Pikiran mesumnya pun sudah bertraveling. "Pasti nanti malam aku akan menjadi lelaki yg paling beruntung. Aku harus minum ramuan kuat ini agar Sofiaku puas.." gumamnya sembari meneguk minuman penguat stamina.


Namun, berbeda dengan Sofia kini rekan-rekannya tengah berada diujung tanduk. Karena setelah Sofia menikah mereka akan dieksekusi mati. Kini mereka telah melihat tiang yg sudah ada tali yg menggantung. Tali yg bisa membuat mereka kelihangan nyawa mereka jika dipasangkan ke leher mereka.


"Oh tidak kapt.. apakah ini akhir hidup kita .?".


"Hush.. jangan bodoh, kita sudah punya rencana bukan..?" balas kapt kesal.


"Iya, baiklah.."


"Sudah kita harus tenang.."


Kini semua orang sudah mulai berkumpul, dan menunggu Sofia dan mempelai pria. Mempelai pria pun muncul bersama orangtuanya dan duduk di pelaminan.


"Ayah apa Sofia belum tiba juga?" tanya Red.


"Kau ini tidak sabaran, tunggu saja.. memangnya gadis itu bisa kabur kemana?" ucap tuan Ren..

__ADS_1


"Baiklah ayah.." balas Ren.


Disebuah kamar, Sofia tengah bersiasat ingin buang air kecil. Ia pun meminta ijin pada gadis yg menjaganya. Sofia pun diantarkan ke kamar kecil. Cukup lama Sofia berada disana hingga gadis itu bosan menunggu.


Beberapa kali Sofia mengintip dan memastikan gadis itu tak mengarah kepadanya. Saat ia gadis itu berbalik, Sofia memukulnya hingga pingsan tak sadarkan diri. Kini Sofia sudah berganti pakaian pun kabur mencari rekan-rekannya.


Saat ini semua tamu sedang menunggu mempelai wanita yg sedang bersiap-siap. Saat semua orang tengah fokus pada acara pernikahan, rekan-rekan Sofia pun melancarkan aksi mereka yaitu kabur.


Dengan lihai mereka melepaskan tali ditangan mereka dengan belati disakunya. Lalu mereka membebaskan rekannya yg lain. Setelah semua bebas, mereka bersembunyi sembari membaca situasinya. Mereka mencari dimana keberadaan Sofia. Beberapa penjaga pun sudah mereka lumpuhkan dan gantian mereka ikat kuat.


Karena fokus semua orang pada acara pernikahan, penjaga pun tidak memperdulikan tawanan mereka yg sudah kabur karena mereka berpikir takkan mudah untuk kabur.


Karena Sofia dan gadis yg mengantarnya pun belum kembali, mereka menyuruh penjaga untuk menyusulnya. Setelah sampai di kamar kecil mereka hanya menemukan gadis yg menjaga Sofia pingsan tergeletak di tanah. Sementara baju pernikahan yg Sofia kenakan ada disana, dan Sofia menghilang. Kini mereka pun tengah berpencar mencari keberadaan Sofia.


Sialnya Sofia pun tertangkap lagi.


"Itu dia..ayo tangkap!"


Sofia pun dibawa lagi menuju ke rumah tadi dan dirias ulang. Ingin rasanya ia melawan, tapi apa daya ia tak mampu menghadapi puluhan pria bersenjata.


"Apakah nasibku sesial ini?" gumamnya dengan wajah kesal.


Ia pun dibawa ke pelaminan sambil menunduk lesu, tak perduli dengan calon suaminya ataupun orang yg tengah memperhatikannya.


Sementara Satria dan Reina pun baru keluar dari tempat tinggalnya menuju ke acara tersebut.


"Ayo sayang kita berangkat.." ucap Satria menggandeng lengan Reina.


Mereka pun berjalan dan menuju tempat acara. Mereka pun tiba tepat waktu dan disambut oleh Ren dan keluarganya. Saat Satria menengok ke arah mempelai wanita ia pun terkejut melihat Sofia ada disana.


"Sofiaa....!" teriak Satria membuat semua orang terkejut menatapnya.


"Ayaah..." balas Sofia yg mengenali suara tersebut dan menoleh. Ia pun menitihkan air matanya.


Bahkan Reina pun terkejut dan langsung berlari mengikuti suaminya yg telah memeluk Sofia.


"Ada apa ini?" ucap Satria memeluk putrinya yg menangis. Seketika tatapan tajam Satria membuat tuan Ren bergidik ngeri.

__ADS_1


__ADS_2