
Di Singapura
Reina yg tengah bersiap-siap untuk pindah dari apartemennya mendapatkan pesan dari orang-orang Kenan.
"Nyonya ada pesan dari putra anda.."
"Apa katanya?" tanya Reina.
"Dia sudah menyediakan tempat untuk bersembunyi di dekat markas SHIELD.."
"Apa? benarkah?" balas Reina.
"Ya nyonya, dan besok pagi-pagi sekali kita bisa berangkat.. sekarang tim SHIELD sedang menyebar ke area tersebut untuk memantau keadaan.."
"Baguslah.. bangunkan aku jika waktunya tiba.." ucap Reina.
"Ya nyonya.. "
Dan malam pun semakin larut, Reina memilih untuk beristirahat di apartemennya. Dan pengawalnya yg akan membangunkannya jika waktunya sudah tiba.
Waktu yg ditentukan pun tiba, semua tim SHIELD yg bertugas pun melaporkan situasi yg aman terkendali. Hingga pengawal Reina membangunkan nyonyanya untuk segera berangkat.
"Nyonya.. nyonya bangunlah .."
"Hmm.. apakah sudah waktunya?" tanya Reina.
"Ya nyonya, kita hanya punya waktu 10 menit.."
"Apaa??? kenapa baru membangunkanku sekarang.." ucap Reina yg langsung pergi ke toilet untuk mencuci muka.
Setelah Reina selesai bersiap-siap, anggota SHIELD pun mengabarkan ada hal yg tidak beres membuat mereka mengubah rencananya.
"Ada apa?" tanya Reina pada pengawalnya.
"Ada yg tidak beres nyonya.. tunggulah sebentar.."
"Baiklah, kita ganti mobilku saja dengan mobil biasa agar tidak mencolok. Lalu kau pakailah pakaian biasa beserta pengawal yg lainnya.." ucap Reina.
"Baik nyonya.."
Dan mereka pun menuruti perintah Reina dengan mengganti mobil dan juga pakaian mereka. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka pergi meninggalkan apartemen tersebut. Dan mereka juga merubah rute juga membuat banyak pengalihan. Salah satunya adalah membuat mereka bingung dengan menukar mobil Reina dengan pengawal lainnya, sementara nyonya mereka naik mobil sederhana menuju lokasi yg ditunjukkan Kenan.
Mobil Reina pun melaju lebih dahulu. Para anggota SHIELD yg ada di mobil tersebut pun menangkap ada orang yg mengikuti mereka.
"Kena kalian.." ucap salah satu tim SHIELD.
Mereka pun membereskan orang-orang dari BalckStar dan mengabari nyonya mereka.
"Halo cepat berikan telepon pada nyonya.."
"Baik.."
"Bagaimana?" tanya Reina.
"Nyonya benar mobil kami diikuti dan kami sudah membereskannya.."
"Lalu apakah masih ada lagi?" tanya Reina.
"Aku tak bisa menjamin nyonya, tapi kami akan melindungi nyonya dengan nyawa kami.."
"Baiklah, apakah kami bisa berangkat sekarang?" tanya Reina.
"Ya nyonya akan ada tim yg mengikuti dari belakang.."
"Bagus, aku harap kita semua selamat.." ucap Reina mematikan telepon.
"Ayo kita berangkat.. " ucap Reina.
Dan rombongan Reina pun berangkat menuju ke lokasi. Di perjalanan Reina terus waspada dan berusaha untuk tidak tidur, walaupun ia masih sangat mengantuk. "Akh aku tak boleh lengah, setidaknya aku harus tetap terjaga dan bisa malarikan diri bersama mereka.." gumam Reina dalam hati.
__ADS_1
Reina pun tetap terjaga dan memantau situasinya bersama tim SHIELD. Begitu juga dengan pengawal Reina yg terus mengabari Satria mengenai kabar istrinya saat ini.
Iring-iringan mobil pun berjalan dengan baik, sampai pada suatu jalan mereka dihadang dari depan.
"Akh.. sial mereka ada di depan nyonya.." ucap si supir.
"Nyonya tenang saja, aku akan menyuruh tim di belakang kita untuk mengatasinya.." ucap pengawal Reina.
"Baiklah kalian hati-hati.." ucap Reina.
"Ya nyonya.."
Mobil tim SHIELD pun tiba dan menyerang BlackStar yg menghadang mobil Reina. Mereka pun bertarung dan membuka akses untuk jalan nyonya mereka.
Setelah tim SHIELD mengatasi mereka, mobil Reina pun melaju begitu akses terbuka. Dan tim SHIELD sebagian mengamankan orang-orang tersebut. Perjalanan pun berlanjut kembali hingga menjelang pagi dan suasana mulai cerah.
"Sudah pagi, apakah masih jauh?" tanya Reina pada sang sopir.
"1 jam lagi nyonya, jika tidak menghadapi mereka seharusnya kita sudah tiba.. " jawab sang sopir.
"Baiklah pak, hati-hati.." ucap Reina.
Reina pun merasa cemas karena tim SHIELD yg mengurus orang-orang BlackStar belum juga kembali.
"Apakah mereka belum kembali?" tanya Reina.
"Belum nyonya, nyonya tenang saja mereka adalah profesional.. dan aku sudah meminta bantuan tambahan di markas.. "
"Baguslah, aku cemas takut ada yg tidak beres.." ucap Reina.
Dorrr..Dorr..Dorr...
Ckiiitttt.. Brakk..
"Aaaaaaakkkh.." teriak Reina dan pengawalnya.
"Nyonya bangunlah.."
"Iya, apa yg terjadi? apa kau baik-baik saja?" tanya Reina.
"Aku baik-baik saja, sepertinya kita diserang dan pak sopir tertembak nyonya.." ucap si pengawal Reina.
"Oh tidak.." ucap Reina.
Dan mobil tim SHIELD pun tiba di lokasi Reina. Mereka langsung membantu nyonya mereka untuk keluar dari dalam mobil beserta rekannya.
"Nyonya keluarlah pelan-pelan.."
"Iya terimakasih.." ucap Reina.
"Kalian perhatikan sekitar..!" ucap seorang ketua tim.
"Baik..!" ucap mereka.
"Kau bawa nyonya menuju lokasi, kami akan menghadapi mereka.." ucap ketua tim tersebut.
"Baiklah.."
Dorr..Dorr..
"Akhh..!" teriak salah seorang tim SHIELD yg terkena tembakan.
"Mereka disana ayo tembak..!"
Dorr..Dorr..
"Nyonya cepat pergi ke mobil kami.." ucap ketua tim.
"Baiklah, kalian hati-hati.." ucap Reina.
__ADS_1
"Ya.. dan kau cepat pergi bersama nyonya kami akan atasi hal ini.." perintah ketua tim.
"Siap ketua.."
Mereka berdua pun berjalan menuju mobil tim SHIELD karena mobil mereka sudah tertembak dan tak bisa melaju lagi. Dengan cepat Reina menuju ke mobil tersebut sambil dilindungi oleh ketua tim dan pengawal wanitanya.
Tapi saat Reina membuka pintu mobil ada tembakan kembali mengarah ke mobil tersebut.
Dorr..Dorr..
"Akhh.. sial.." ucap pengawal Reina dan ia pun mengeluarkan pistonya dan menembak balik ke arah tembakan.
Dorr..Dorr..
Salah seorang BlackStar pun terkena tembakan, hingga mereka bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk kabur.
"Kau tidak apa?" tanya Reina begitu mereka ada di dalam mobil.
"Aku tidak apa nyonya, kami sudah terbiasa dengan luka seperti ini.." ucapnya lalu menyalakan mesin dan melajukan mobilnya.
"Baiklah, katakanlah jika kau tak sanggup mengemudi.." ucap Reina.
"Aku masih sanggup nyonya, sungguh.." ucapnya.
"Aku jadi teringat putriku pasti ia juga mengalami hal yg sama sepertimu.." ucap Reina.
"Kami sudah terlatih nyonya, dan nona kami pasti bisa mengatasinya.." ucapnya.
"Diamllah sebentar aku akan mengikat lukamu.." ucap Reina.
"Terimakasih nyonya.."
Dorr..Dorr..
"Akh mereka tidak habis-habis, nyonya berhati-hatilah.." ucapnya sembari terus mengemudi.
"Nyonya kita harus melawan, tolong pegang kemudinya.."
"Apa yg akan kau lakukan?" tanya Reina yg langsung berganti posisi..
"Aku akan melindungi anda nyonya.. berhati-hatilah.." ucapnya.
" Baik, kau juga hati-hati.." ucap Reina yg kini memegang kemudi.
Sang pengawal pun membuka jendelanya dan menembaki mereka.
Dorr...Dorr..
Dorr..Dorr..Dorr..
"Akh kita ban mobil kita tertembak.." ucap Reina yg kesulitan mengendalikan mobilnya.
"Nyonya...!" teriaknya saat mobil oleng dan menabrak sebuah pohon.
Ckiiitttt... Brakkkkk!
Mereka berdua pun pingsan, sementara tim SHIELD baru saja melaju menuju ke arah mereka tanpa tahu situasi yg terjadi.
Sementara orang-orang Blackstar pun mendekat dan mencari target mereka. Seorang lelaki bertubuh besar pun keluar dari mobil dan mendekati mobil yg menabrak pohon tersebut.
"Tuan sepertinya benar, yg didalam adalah nyonya Reina."
"Baguslah.. ayo kita bawa nyonya Reina dan tinggalkan wanita pengawal itu.." ucap pria yg tak lain adalah William.
Dan mereka pun membawa Reina yg pingsan ke dalam mobil menuju ke suatu tempat.
"Cepat jalan sebelum tim SHIELD datang..!" perintah William.
"Baik tuan..!"
__ADS_1