Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.162


__ADS_3

Setelah menyalami seluruh anggota keluarga, Sofia dan Alfi pun tersenyum bahagia. Semua orang nampak terharu dan menangis bahagia untuk Sofia. Terutama Doni yg melupakan image-nya dihadapan anak buahnya dengan menangis sesenggukan.


"Kakekk menangis?" tanya Sofia mendekat.


"Tidak, mataku hanya kemasukan debu.." balas Doni.


"Jangan membohongiku, aku ini bukan anak kecil.. Di hotel ini sangat bersih, disediakan penyaring udara bahkan.." balas Sofia tersenyum.


"Gadis nakal, kau itu pintar sekali membolak-balikan perasaanku, dulu kau selalu membuat masalah hingga membuatku pusing, lihat sekarang kau membuatku terharu.." ucap Doni.


"Sudahlah kakek.. kakek disini ada banyak anak buahmu.." ucap Sofia memeluk kakeknya.


"Mereka takkan berani melihatku.." ucap Doni.


"Oke.. oke.. sekarang berhenti menangis ya.. masa hari bahagiaku kakek menangis begini?" ucap Sofia.


"Baiklah, sekarang aku takkan dipusingkan oleh ulahmu.." balas Doni tersenyum.


"Tentu.." balas Sofia.


Setelah itu, mereka menyiapkan pesta resepsi pernikahan Sofia dan Alfi. Sofia pun kembali dirias dan berganti pakaian. Gaun super besar dan panjang itupun harus dikenakan Sofia. Sofia pun sudah menyiapkan alat khusus untuk membuatnya lebih mudah bergerak.


"Oke.. aku akan memakai gaun ini seharian.." gumam Sofia dalam hati saat melihat gaunnya.


Sofia pun dibantu untuk memakai gaun tersebut. Gaun super besar dan ekor panjang itupun dibutuhkan 4-5 Orang untuk membantu berjalan dan bergerak. Sofia pun tak mau menyia-nyiakan gaun indah tersebut untuk berfoto sebagai kenang-kenangan karena ia takkan memakai gaun tersebut lagi.


Sofia pun berfoto di tangga yg memperlihatkan gaun panjang dan besarnya menjuntai indah. Reina pun tersenyum melihat Sofia yg sedang diajarkan pose-pose berfoto oleh sang fotografer.


"Sangat cantik.." gumam Reina.


Setelah itu, Alfi pun datang dan ikut difoto.


"Foto yg indah, sangat cocok untuk kenang-kenangan Rei.." ucap Siska yg sedang berdiri disamping Reina.


"Iya Sis, mereka sangat serasi.." ucap Reina.


Lalu anak buah Reina tiba dan memberikan aba-aba untuk bersiap menuju ke acara resepsi yg ada di lantai atas.


"Sofia, Alfi, bersiap-siaplah untuk naik karena acara akan segera dimulai.." ucap Reina.


"Baik ibu.." ucap Sofia dan Alfi.


Mereka pun bersiap-siap dan pastinya pelayan yg membantu Sofia sudah standby memegang ekor gaun Sofia yg menjuntai tersebut.


Sofia dan Alfi pun menaiki lift bersama pelayan yg membantu memegang gaun Sofia. Sementara Reina dan Siska menaiki lift disebelahnya.


Mereka pun tiba di tempat acara, disana Satria dan Bima juga sudah bersiap setelah memberi perintah pada anak buahnya. Disana, Sofia dan Alfi berjalan bergandengan. Semua mata pun tertuju pada pasangan tersebut. Para wanita tamu undangan pun iri pada gaun indah Sofia.


"*Gaunnya indah sekali.."


"Iya gaunnya sangat elegant walaupun besar dan ber-erkor panjang.."


"Aku harap suatu hari nanti aku bisa memakai gaun indah di pesta pernikahanku.."


"Aku juga berfikir begitu*. "


Lalu berbeda dengan anak buah Sofia, mereka terpukau pada atasannya tersebut. Karena Sofia tampak berbeda hari ini.


"*Akhirnya nona menikah juga.."


"Iya, nona sangat berbeda hari ini.."


"Benar, nona sangat cantik.. dan seperti wanita normal.."


"Memangnya nona tidak normal??"

__ADS_1


"Bukan begitu, biasanya nona kan terlihat garang saat bekerja dan mampu menghadapi banyak orang.."


"Ck.. tapi jangan bilang kalau nona tidak normal juga.."


"Maaf aku salah bicara.."


"Kalau keluarganya dengar.. habis dirimu*.."


Begitulah kira-kira obrolan para anak buah Sofia.


Sementara Sofia dan Alfi kini telah tiba di pelaminan yg telah disediakan. Beberapa orang tamu dan keluarga menyalami mereka sembari berfoto bersama. Semua keluarga dan kerabat pun terlihat bahagia.


Alice pun mendekati Sofia dan ingin berfoto.


"Kakak selamat ya.." ucap Alice memeluk Sofia.


"Iya Terimakasih Alice.." ucap Sofia dan juga Alfi.


"Selamat ya kak.." ucap Kenan.


"Terimakasih Ken.. jadi Alice pilihanmu?" tanya Sofia tersenyum.


"Begitulah.. " balas Kenan.


"Pilihan yg tepat.." ucap Sofia.


"Selamat bro.." ucap Kenan pada Alfi.


"Thank's bro.." ucap Alfi memeluk Kenan.


"Ayo kita berfoto bersama.." ucap Sofia.


Dan mereka pun berfoto ber-empat. Nampak seperti dua pasangan yg tengah berfoto.


"Baik kak.." ucap Alice.


Lalu Alice dan Kenan pun turun dari panggung pelaminan. Mereka pun mencari kursi dan duduk sembari menikmati acara tersebut. Sementara Sofia dan Alfi harus menahan rasa lelah bersalaman dengan ratusan bahkan mungkin ribuan tamu.


"*Al apa kau tak lelah?" bisik Sofia.


"Ya aku juga lelah, bersabarlah sayang sebentar lagi kita istirahat.." ucap Alfi.


"Oke.." balas Sofia*.


Di tempat lain Kevin dan Eva sedang berdua menikmati hidangan pesta pernikahan tersebut. Bahkan Kevin tak sungkan untuk menyuapi Eva.


"Buka mulutmu.." ucap Kevin.


"Malu tahu.." ucap Eva membuka mulutnya.


"Hmm kalian ini dimanapun selalu menyebalkan.." gerutu Kenan.


"Tuan, inilah namanya cinta.. anda saja belum merasakannya.." ucap Kevin.


"Maaf tuan jika mengganggu anda.." balas Eva.


"Kak.. kita duduk dimana?" tanya Alice.


"Disini saja.." ucap Kenan lalu duduk disebuah meja.


"Wah ternyata tuan datang dengan seorang wanita cantik.. salam kenal nona.. saya Kevin dan ini Eva kekasih saya.." ucap Kevin.


"Ya.. aku Alice.." ucap Alice membalas perkenalan Kevin.


"Nona anda sangat cantik, pasti anda kekasih tuan Kenan?" tanya Eva.

__ADS_1


"Tidak.." ucap Alice.


"Ya.." ucap Kenan.


"Kok nggak kompak?" tanya Kevin bingung.


"Sudahlah sayang, biarkan itu privasi mereka.." ucap Eva menasehati.


"Baiklah, silahkan nikmati waktu kalian.." ucap Kevin.


Sementara Kenan salah tingkah karena menjawab berbeda dengan Alice. Alice pun dibuat bingung oleh sikap Kenan. "Orang ini maunya apa? kemarin bilang menganggap adik, sekarang mengaku kekasih? sepertinya dia hanya tak ingin dipermalukan.." gumam Alice dalam hati.


Alice pun duduk diam sembari menikmati potongan buah yg ia ambil dari meja makanan. Sementara Kenan belum berani membuka mulutnya, ia sangat malu karena Alice berkata berbeda dengan dirinya. Salahnya juga kenapa harus menjawab iya, padahal biasanya ia hanya menganggap Alice adik.


Kesunyian pun bertahan lama, hingga Kenan mendapat panggilan dari anak buahnya. Ada kliennya yg datang dari luar negeri. Kenan pun bangkit dari duduknya dan menyambutnya.


"Alice aku tinggal sebentar ya.." ucap Kenan.


"Ya kak.." balas Alice santai.


Tak lama Jojo pun datang dan duduk disamping Alice.


"Kakak sendirian?" tanya Jojo.


"Iya, tadi ada kak Kenan tapi dia pergi katanya ada kliennya yg tiba dari luar negeri." jawab Alice.


"Ohoo.. apa kalian berkencan?" tanya Jojo penasaran.


"Tidak Jo, aku hanya dianggap adik olehnya.." ucap Alice.


"Sombong sekali kakak sepupuku itu, padahal kalau aku jadi dirinya aku takkan membiarkan gadis secantik kakak sendirian.." ucap Jojo.


"Terimakasih, Jo.. kau sudah menghiburku.." ucap Alice.


"Sama-sama kak.." ucap Jojo.


"Memangnya aku cantik?" tanya Alice.


"Tentu, kakak itu cantik sampai teman-teman kuliahku ada yg menjadi fans kakak.." ucap Jojo.


"Benarkah?" ucap Alice.


"Ya kak.. dasar kak Kenan itu dingin sekali seperti gunung es .." ucap Jojo.


"Hahaha.. kau bisa saja Jo.." ucap Alice tertawa.


"Apa kau bilang bocah ingusan??" tanya Kenan yg mendengar obrolan tersebut.


"Gunung es.. kau seperti gunung es.." ucap Jojo.


"Kau selamat karena ini tempat umum.." ucap Kenan.


"Kak kau itu kenapa? kau mengajak kak Alice, bahkan sampai memakai pakaian couple dengannya tapi kau sangat dingin padanya. Kau bahkan meninggalkannya.." ucap Jojo.


"Ck.. bocah sepertimu diam saja.." ucap Kenan.


"Kalau aku diam kak Alice sudah didekati pemuda yg ada disana.." tunjuk Jojo dan Kenan pun terkejut karena mereka terus melirik ke arah Alice.


"Maafkan aku Alice.." ucap Kenan.


"Ya kak tidak apa.. terimakasih Jo sudah menemaniku, tadi aku memang kesepian.." ucap Alice.


Mereka bertiga pun akhirnya duduk bersama dan berbicara, tapi yg banyak berbicara tentu saja Jojo.


"Kapan kau itu peka.." gumam Alice dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2