Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.181


__ADS_3

Sofia pun mulai melancarkan sejumlah pertanyaan pada Alex.


"Jadi apa yg ingin kau tanyakan?" tanya Alex.


"Jadi pada tanggal xx bulan xx, lebih tepatnya 4 bulan yg lalu kau menginap di hotel yg sama denganku, lalu pada malam itu kau bersama seorang wanita bernama Nathalie, apa yg kalian lakukan?" tanya Sofia.


"Itu urusan pribadiku.." jawab Alex.


"Ckk.. kak bukannya sudah tahu mereka berbuat apa.." ucap Kenan.


"Aku hanya ingin memastikan, dan jawabannya sesuai dugaanku.." balas Sofia.


"Jadi apa maksud semua ini Sofia?" tanya Alex.


"Karena sekarang wanita itu hamil Alex. Dan parahnya dia mengaku kalau janinnya adalah anak dari suamiku.." ucap Sofia.


"Apa hamil??? tapi bisa jadi dia anak suamimu juga.." ucap Alex.


"Untuk itu kau datanglah di tanggal ddxxyyyy.. kami akan melakukan tes DNA pada anak tersebut.." ucap Sofia.


"Sofia jangan bodoh, mungkin juga dia hamil dengan pria lain.." balas Alex.


"Ya kemungkinan itu juga ada.. tapi bukankah lebih baik kalau semuanya jelas. Baik itu anak dari suamiku atau anakmu atau anak dari pria lain, kalau jelas bukankah lebih baik?" balas Sofia.


"Ya kau ada benarnya.." ucap Alex.


"Dan kau tidak bisa kabur karena orang-orangku akan menjemputmu.." ucap Sofia.


"Oke.. aku tidak takut.." balas Alex.


"Baguslah, ku butuh kerjasama denganmu Alex karena ini menyangkut masa depanmu juga.." ucap Sofia.


"Tapi bagaimana jika anak itu benar anak dari suamimu?" tanya Alex.


"Itu urusanku Alex, lagipula apa yg aku khawatirkan.. aku bisa menjaga diriku dan juga anakku.. kau lupa siapa aku? tanpa keluargaku pun anakku bisa tumbuh dengan baik.." ucap Sofia.


"Anak?? jadi kau.." ucap Alex.


"Ya saat ini aku juga tengah mengandung.. cukup sulit mengontrol emosiku.. dan bagaimana jika itu benar anakmu? kau harus memikirkannya dari sekarang.." ucap Sofia.


"Aku tak tahu harus apa.. " balas Alex yg seketika sadar bagaimana kalau itu anaknya.


"Ya kau pikirkan saja, bagaimanapun dia keturunanmu bukan.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Ya kau benar, terimakasih sudah memberi informasi ini.." ucap Alex.


"Ya sama-sama.. terimakasih juga sudah mendengarkanku.. kalau begitu sampai disini dulu.." ucap Sofia hendak berdiri.


"Sofia bagaimana kalau itu benar anak suamimu? apakah aku masih punya kesempatan?" tanya Alex.


"Alex jangan berfikir terlalu jauh, jika aku gagal pun hal pertama yg kupikirkan adalah masa depan anak-anakku.." ucap Sofia.


"Cukup tuan Alex, kau sudah tahu bukan kakakku sedang hamil, jadi jangan membuatnya stres karena tak baik untuk janinnya." ucap Kenan.


"Baiklah.. " ucap Alex.


Mereka pun berpisah di sana, Sofia kembali ke kamarnya, dan Kenan pun melanjutkan pekerjaannya bersama Kevin. Mereka juga sudah bertukar kontak agar bisa dihubungi, walaupun Sofia terus memantau semua kegiatan Alex agar pria itu tidak kabur.


Keesokan harinya, Sofia pun pulang ke Singapura. Ia sudah sedikit lega karena menemukan Alex. Dan ia berharap Alex adalah ayah dari bayi yg dikandung Nathalie agar rumah tangganya kembali normal.


Kenan pun menghampiri kakaknya sebelum berangkat.


"Bagaimana kesehatanmu kak?" tanya Kenan.


"Aku baik-baik saja.. sepertinya uncle Kenan sangat khawatir pada kalian.." ucap Sofia mengelus perutnya.


"Tentu, dia juga akan menjadi anakku.." ucap Kenan.


"Oke.. aku menunggu pernikahanmu agar kau juga bisa merasakan apa yg kurasakan.." ucap Sofia.


"Tapi apa kakak sudah tahu jenis kelaminnya?" tanya Kenan penasaran.


"Kau penasaran sekali, tapi aku belum mengeceknya aku ingin jadi kejutan saja.." ucap Sofia.


"Ya aku jadi semakin penasaran pada kedua keponakanku ini.." ucap Kenan.


"Oke uncle.. nanti juga kau bisa melihatnya langsung.." ucap Sofia.


"Iya kak, hati-hati ya kak, maaf, aku tak bisa mengantarmu.." ucap Kenan.


"Ya tak apa Ken, sudah ada mereka yg menjagaku.." ucap Sofia.


"Ya dan aku akan bocorkan sebuah rahasia.." ucap Kenan.


"Rahasia apa?" tanya Sofia.


"Suamimu sudah tahu apa yg kau lakukan, dia menyuruhku menjagamu selama disini.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Ya Tuhan, dia semenjak aku hamil jadi overprotective.." ucap Sofia.


"Bagus dong, karena ada 2 nyawa disini.." ucap Kenan menunjuk perut kakaknya.


"Ya.. kau benar.. yasudah aku berangkat ya.. salam untuk ayah, ibu dan kakek.." ucap Sofia.


"Ya kak.." ucap Kenan.


Sofia pun berangkat dengan jet pribadinya. Dengan kondisi hamil, Sofia dibebaskan menggunakan jet pribadinya oleh Doni. Ia tak mau cicitnya kenapa-kenapa kalau memakai jasa penerbangan umum.


Berjam-jam perjalanan, Sofia pun baik-baik saja. Ia sudah jarang mual-mual dan mulai menikmati masa kehamilannya. Ia lebih sering tidur atau membaca buku-buku yg bermanfaat untuk kehamilannya. Bahkan cerita anak-anak seperti dongeng dan cerpen.


Setelah tiba di bandara Singapura, Alfi pun sudah menunggu sejak satu jam yg lalu. Ia berjaga-jaga kalau Sofia tiba lebih awal. Tak berapa lama Sofia keluar dikawal oleh anak buahnya. Alfi pun tersenyum melihat wajah yg ia rindukan.


"Sayang akhirnya kau pulang.." ucap Alfi.


"Ya .. memangnya aku bisa pergi jauh lama-lama.." ucap Sofia.


" Aku juga merindukan kalian.." ucap Alfi mengelus perut Sofia yg mulai buncit.


"Mereka juga merindukanmu.. " ucap Sofia tersenyum.


"Kau sudah makan?" tanya Alfi.


"Ya aku sudah makan di pesawat, kita pulang saja.." balas Sofia.


"Oke sayang.." ucap Alfi memggandeng tangan Sofia menuju ke apartemennya.


Mereka pun tiba di apartemen, dan Sofia langsung membersihkan diri. Saat ia keluar, Ia melihat Alfi sedang menyiapkan makanan.


"Sayang sedang apa?" tanya Sofia.


"Menyiapkan makanan untukmu.." ucap Alfi.


"Tapi aku masih kenyang.." ucap Sofia.


"Makanlah sedikit, ingat disini ada 2 janin yg butuh asupan.." ucap Alfi.


"Oke.. " balas Sofia.


Alfi bahkan menyuapi Sofia makanan sehat buatannya. Ia sampai meminta resep menu pada dokter kandungan agar kedua janinnya sehat sampai kelahiran.


Sofia pun mulai merasa kalau Alfi sangat protective menjanganya. Alfi menyiapkan segalanya yg terbaik untuknya dan juga kedua anaknya. Ia selalu konsultasi tepat waktu dan selalu menemaninya. Sampai-sampai setiap keluhan kecil Sofia ia selalu menanyakannya pada dokter Tamara. Tamara pun menjawabnya dengan bijak, mengingat kedua orang tersebut baru pertama kali menjadi orang tua.

__ADS_1


Sementara Nathalie semakin iri melihat kedua orang tersebut. Ia tak mendapatkan kasih sayang dan perhatian seperti Sofia. Hanya ibunya yg mampu memberikannya. Dan lelaki yg menghamilinya sekarang entah dimana keberadaannya. Ia hanya bisa pasrah, mengingat tinggal menghitung hari proses tes DNA janin di kandungannya. Ingin rasanya ia kabur dan tinggal seorang diri, tapi ia merasa tak sanggup tinggal sendirian mengurus bayinya.


3 Hari sebelum tes DNA, Alex datang bersama anak buah Sofia untuk memastikan agar dia tidak kabur. Alex juga menghubungi Lee yg juga ikut menghilang saat ia menjalani terapi pengobatan. Kebetulan Lee juga berhasil meluangkan waktunya, dan kali ini mereka bertiga akan berkumpul dan reuni. Lee juga merasa bersalah karena tak bisa hadir saat pernikahan Sofia karena ia sedang mengerjakan project beberapa film.


__ADS_2