
Acara yg dinanti pun hampir tiba. Semua orang di perusahaan Kenan pun nampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kenan juga meminta bantuan Sofia untuk bodyguard yg akan berjaga nanti. Semua rencana pun tersusun dengan rapih dan matang.
Kini Sofia juga sudah mendapatkan gaun malamnya. Gaun berwarna hitam dengan manik-maik yg membuatnya tampak elegant namun sederhana. Sofia pun menatapnya dengan lekat gaun tersebut setelah orang-orangnya mengantarkannya sampai di rumahnya.
"Apakah ini akan cocok untukku?" ucapnya, karena Sofia tak melakukan fitting baju terakhir. Ia tak sempat karena SHIELD membutuhkannya.
Ia pun mencoba gaunnya dibantu beberapa pelayannya.
"Wah nona sangat cantik menggunakan ini.."
"Benarkah?? " tanya Sofia.
"Iya aku mana berani berbohong pada nona.."
"Haha.. yasudah toh aku juga tak mungkin menghukum kalian.. " ucap Sofia tergelak.
Kemudian ia menghubungi Alice untuk menyakan gaunnya. Dan Alice yg mengikuti fitting baju terakhir pun puas akan hasilnya, membuat Sofia senang. Begitu juga dengan Alice, ia pun penasaran mengenai gaun kakaknya karena Sofia tak datang dan langsung mengambilnya.
"Jadi gaun kakak bagaimana?" tanya Alice di telepon.
"Gaunku baik-baik saja Alice, tak ada yg kurang satu apapun.." ucap Sofia.
"Syukurlah.. lagipula kenapa kakak tidak menghadiri fitting baju kemarin? itu sangat penting agar kalau gaunnya keberasan atau kekecilan bisa diperbaiki lagi.." ucap Alice.
"Aku sibuk Alice, SHIELD membutuhkanku.. dan acara besok malam juga menjadi salah satu agendaku.." balas Sofia.
"Mungkin lain kali saat aku memesan gaun, aku akan hadir untuk fitting baju.. " ucap Sofia lagi.
"Yasudah kak, pokoknya nanti kakak harus berdandan maksimal sesuai dengan gaunnya.." ucap Alice.
"Wah apa kau sedang mengancamku?" goda Sofia.
"Tentu saja.. kakak harus memanggil MUA.. kalau kakak tidak ada kenalan aku yg akan mengirimkannya ke rumahmu.." ucap Alice.
"Kalau itu sih memang sepertinya aku butuh.." balas Sofia.
"Oke.. MUA.. lalu penata rambut?" tanya Alice lagi.
"Apakah pekerjaan mereka berbeda?" balas Sofia tak mengerti.
"Iya pekerjaan mereka berbeda, MUA hanya merias wajah dan penata rambut ya hanya menata rambut kakak.. sudah aku pesankan paket komplit untuk besok.." ucap Alice.
"Wah terimakasih Alice.. kabari aku ya mereka akan datang jam berapa.." ucap Sofia.
"Tentu kak.." balas Alice.
Dan percakapan mereka pun selesai. Kini Sofia terus memandangi gaun yg akan ia pakai besok. "Semoga gaun ini benar-benar cocok untukku" gumam Sofia.
__ADS_1
☘☘☘☘
Keesoka harinya, Sofia masih bekerja seperti biasa. Ia mengurus kepergiannya menemui tuan Guido dan juga persiapan ulang tahun S Group. Bima sudah menemukan kandidat terbaik untuk menemani Sofia.
"Baiklah paman, siapa orang pilihanmu?" tanya Sofia.
"Ada 2 orang Sofia, pertama Bagus dia cukup hebat dalam beladiri dan punya pengetahuan tentang bertahan hidup di alam.. " ucap Bima mengenalkan seorang pria yg ia bawa.
"Salam nona, nama saya Bagus.." ucap Bagus memeperkenalkan diri.
"Iya.. mohon bantuanmu Bagus.." ucap Sofia.
"Lalu satu orang lagi paman?" tanya Sofia karena hanya ada Bagus yg hadir diruangannya.
"Yg satunya lagi kau pasti sudah kenal siapa dia, sebentar lagi ia tiba.. " ucap Bima.
"Oh baiklah paman.. " ucap Sofia.
Tiba-tiba pintu pun diketuk.
Tokk..Tokk..
"Masuklah.." ucap Sofia.
"Maaf aku terlambat.." ucap Alfi masuk ke dalam ruangan.
"Iya, kau pasti butuh bantuan medis nanti jadi aku menugaskannya karena kebetulan ia masih menganggur.." ucap Bima.
"Baiklah, ini pasti ide kakek bukan?" ucap Sofia sudah tahu.
"Kau benar Sofia.." balas Bima.
"Kau tidak keberatan kan Sofia?" tanya Alfi.
"Tentu saja tidak, aku hanya tidak enak saja takut mengganggu pekerjaan barumu.." ucap Sofia.
"Aku butuh waktu 1 bulan lagi untuk pengurusan dokumen, tempat tinggal dan lain-lain. " ucap Alfi.
"Baguslah kalau begitu.. mohon bantuannya Alfi.. " ucap Sofia.
"Iya tentu saja Sofia.." ucap Alfi. "Tentu saja aku tak bisa membiarkanmu pergi berdua dengan bodyguardmu ini.." gumam Alfi dalam hati.
Kemudian mereka membahas strategi dan kendaraan yg sudah disiapkan oleh anak buah Sofia di negara tujuan. Dan rapat pun kini telah usai, Sofia kembali ke ruangannya.
Batu tiba diruangannya, Alice pun menelponnya.
"Kakak..! kenapa tidak angkat teleponnya?" teriak Alice di telepon.
__ADS_1
"Aduh.. Alice suaramua nyaring sekali.."ucap Sofia sembari menjauhkan ponselnya.
"Maaf kak.. aku hanya ingin mengabari kalau jam 4 nanti tim MUA dan penata rambut akan datang ke rumahmu.." ucap Alice.
"Apaaa??" teriak Sofia.
"Aduh sekarang kakak yg teriak.. " ucap Alice.
"Ya makanya dari tadi aku menelpon kakak.. kakak pasti masih dikantor.." balas Alice.
"Baiklah, sebentar lagi aku akan pulang.. terimakasih Alice.." ucap Sofia lalu memtikan panggilan.
"Aishhh.. kenapa mendadak begini.. " gumam Sofia merapikan dokumennya dan memeriksanya dengan cepat.
Setelah memeriksa seluruh dokumen dan email, Sofia pun pulang lebih awal. Ia juga sudah mengabari Bima karena harus menghadiri acara ulang tahun S Group. Setelah semua urusan kantornya beres, Sofia langsung pulang dan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Diperjalanan ia terjebak macet dan terus mengumpat. "Siall..! semoga mereka belum tiba.." umpatnya sembari melihat jam tangannya.
Sesampainya dirumah, ternyata orang-orang yg dikirim Alice belum tiba sehingga ia bisa bernafas lega. Ia langsung menuju kamarnya dan mandi. Selesai mandi pelayan dirumahnya memberitahu bahwa MUA dan penata rambut sudah tiba. Sofia pun menyuruh mereka untuk segera masuk ke kamarnya.
Kini Mua pun memulai aksinya dengan menggelar peralatan makeup nya. Ia membuka kotak make up yg berisi makeup lengkap dan bersiap untuk memoles wajah Sofia. Sofia yg pasrah hanya berdiam menuruti instruksi dari sang MUA yg mendandaninya. Kemudian penata rambut juga mulai melancarkan aksinya membuat Sofia hanya bisa duduk manis membiarkan orang-orang tersebut mendandaninya.
Setelah selesai, Sofia dibantu memakaikan gaun oleh mereka. Sofia pun nampak sangat anggun dan elegant. Walaupun gaunnya berwarna hitam, tapi itu tak membuat auranya hilang, ia nampak begitu cantik dengan polesan makeup natural dan tatanan rambut yg rapi.
"Perfect.." ucap MUA dan penata rambut.
"Terimakasih atas bantuan kalian.. " ucap Sofia tersenyum membuat MUA dan penata rambut itupun bangga akan kerja keras mereka 2 jam ini.
Kini Sofia sudah siap, dan memberikan tips pada orang-orang yg membantunya. Dan mereka pun langsung pamit undur diri setelah menerima bayarannya.
Kenan pun menghampiri Sofia dikamarnya.
"Kak kau sudah siap?" tanya Kenan yg sudah bersiap dengan setelan kemeja dan jas yg membuatnya sangat tampan.
"Iya aku sudah siap.. kau juga nampaknya sudah siap.." balas Sofia.
"Kau terlihat berbeda malam ini.." ucap Kenan tersenyum.
"Benarkah? apakah aku cocok seperti ini?" tanya Sofia.
"Ya kau sangat cocok.. mirip seperti ibu.." balas Kenan.
"Baiklah kalau menurutmu begitu, ayo kita berangkat.." ucap Sofia.
Dan mereka berdua berangkat menuju gedung S Group di kawal oleh bodyguard pilihan Sofia. Sofia pun mengecek ponselnya dan memakai earphonenya untuk berhubungan dengan anak buahnya. Mereka sudah mengabarkan kalau keadaan di semua sektor wilayah sudah aman.
"Bagus, tetap siaga dan juga tim yg berjaga di CCTV jangan lengah.." ucap Sofia.
"Siap Nona..!"
__ADS_1