Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.154


__ADS_3

Sofia pun langsung berangkat bersama rombongannya menuju ke titik tuan Hong berada. Rupanya tuan Hong hendak kabur lewat jalur laut. Entah kemana tujuannya yg jelas ia sudah menyewa sebuah kapal untuknya pergi ke suatu tempat.


"Kalian hentikan pergerakan tuan Hong, aku sebentar lagi akan tiba ditempat.." ucap Sofia di telepon.


"Baik nona.." balas mereka.


Setelah menempuh jarak 30 menit mereka pun tiba di dermaga. Nampak tim alfa sedang menahan tuan Hong pergi. Mereka pun tengah bertarung di atas kapal tersebut. Sofia pun berlari menuju kesana diikuti oleh tim alfa yg bersamanya.


"Sofia tunggu jangan berlari.. " ucap Alfi.


"Percuma Al, dia takkan mendengarmu.. lebih baik kita kejar saja.." ucap Kenan.


"Akh tak ada pilihan lain.." ucap Alfi, lalu ia mengikuti saran Kenan untuk berlari mengejar Sofia.


Sofia pun tiba disana, dan menghajar anak buah tuan Hong yg berusaha untuk menahannya.


Bughh..Bughh..


Setelah anak buah tuan Hong pingsan, Sofia langsung berusaha menembak tuan Hong dengan pistolnya.


Dorr..Dorr..Dorr.


Tembakan Sofia pun meleset karena bahunya terasa nyeri. "Sial.. disaat penting begini malah sakit sekali.."gumam Sofia dalam hati.


Mau tak mau Sofia menghajar anak buah tuan Hong untuk mendekat. Tim alfa yg baru saja tiba pun langsung membantu dan membuat pasukan tuan Hong berkurang hingga memberi jalan pada Sofia untuk maju mencari tuan Hong yg kini bersembunyi.


"Cih.. dasar tua bangka.. Keluar kau!!" teriak Sofia.


"Oh mau ku tembak saja? Baiklah.." ucap Sofia.


Dorr..Dorr..


Nampak tuan Hong lari dari tempat yg ditembak Sofia.


"Ck.. menyusahkan saja.." gumam Sofia.


Kenan dan Alfi pun mendekati Sofia setelah menghabisi anak buah tuan Hong. Mereka menyusulnya dengan perasaan khawatir.


"Sofia.. dimana pria itu?" tanya Alfi.


"Ssttt.. dia sedang bersembunyi. " ucap Sofia.


"Alfi awas... !!" teriak Sofia.


Dorrr...


"Akkhhh.." teriak Sofia saat lengannya kembali tertembak untuk menyelamatkan Alfi.


"Sofia bangunlah.." ucap Alfi.


"Ehmm.. aku baik-baik saja.. apa kau terluka?" ucap Sofia.


"Tidak, kenapa kau menyelamatkanku lagi?" tanya Alfi.


"Tak apa.. " ucap Sofia mencoba bangkit.

__ADS_1


Dengan sisa tenaganya Sofia melihat gerak-gerik tuan Hong. Dan Dorr..Dor...!


"Akhh.." teriak tuan Hong dibalik tumpukan barang.


"Akhirnya kau tertangkap juga.." ucap Sofia.


"Al bantu aku membereskannya.." ucap Sofia.


"Baiklah.. tunggu disini.." ucap Alfi lalu mendekati tuan Hong.


Alfi pun sangat marah melihat tunangannya ditembak oleh tuan Hong. Ia merasa tak terima, dan langsung menghajar tuan Hong tanpa ampun.


"Be****bah sepertimu harusnya mati saja.." ucap Alfi.


Bughh..Bughh..Bughh..


Kenan pun muncul bersama ketua tim alfa.


"Kak.. apa yg terjadi? tanganmu berdarah lagi?" tanya Kenan.


"Aku tertembak lagi.." ucap Sofia.


"Dimana pria baj****an itu???" tanya Kenan penuh amarah.


"Sedang dieksekusi Alfi." jawab Sofia enteng.


"Aku juga akan memberinya pelajaran.." ucap Kenan.


"Ken jangan.." ucap Sofia tapi terlambat karena Kenan sudah tak mau mendengarkan Sofia dan menuju ke arah Alfi yg tengah memukul pria tersebut.


"Whatt??" tanya Alfi bingung.


"Kini giliranku, kau urus kakakku.." ucap Kenan dengan penuh amarah dimatanya.


"Baiklah.." ucap Alfi berlari menuju Sofia.


Sementara Kenan menghajar pria tua itu hingga babak belur.


Bughhh..Buggh...Bughh.


"Ampuni aku tuan.." ucap tuan Hong.


"Ampun kau bilang.?? kakakku sudah tertembak 2x oleh ulahmu dan kau minta ampun?? tidak bisa.." ucap Kenan yg terus menghajar pria itu.


Hingga ketua tim alfa dan anak buahnya diperintahkan Sofia untuk memisahkan Kenan dari pria tersebut sebelum pria tua itu mati.


"Kalian boleh memisahkan mereka, aku tak mau pria itu mati dan melewatkan hukumannya.." ucap Sofia.


"Dan kau ikut aku.." ucap Alfi menggendong Sofia menuju ke mobil.


"Aw.. aku bisa berjalan.." ucap Sofia.


"Berhenti sok kuat dihadapanku, kakimu saja sudah gemetar dan lemas.." ucap Alfi.


"Oke.. " ucap Sofia.

__ADS_1


"Kali ini kau harus dihukum dengan dikurung dirumah sakit.." ucap Alfi.


"Ya.. aku pun bisa tidur dengan nyenyak karena si tua bangka itu sudah tertangkap.." ucap Sofia.


Sementara Kenan yg sudah dipisahkan dari tuan Hong pun, masih menatap kesal dengan pria yg sudah tak berbentuk lagi wajahnya. Sudah 2 pria bertubuh besar yg memukulinya, pastinya mukanya sudah hancur tak berbentuk.


Ketua tim alfa pun geleng-geleng kepala, kenapa justru pimpinan S Group yg turun tangan menghajar pria tua tersebut. Dan ia dilarang untuk memukuli pria tersebut oleh nonanya. "Mungkin nona berfikir kalau aku dan timku ikut menghajarnya pasti pria itu mati di tempat.." gumam ketua tim alfa dalam hati.


Tuan Hong pun langsung diamankan dan dibawa ke markas SHIELD untuk diadili sebelum dibawa ke kantor polisi. Sementara Sofia langsung dibawa ke mobil untuk menerima pertolongan pertama. Kenan yg nampak berantakan karena sudah memukul seseorang pun nampak berjalan menuju ke mobilnya.


"Bagaimana keadaan kakakku Al?" tanya Kenan.


"Sudah kutangani, tapi kita harus ke rumah sakit.." ucap Alfi.


"Ayo kita berangkat, ketua tim alfa sudah mengurusnya.." ucap Kenan.


"Oke.. ayo kita berangkat.." ucap Sofia.


Bima dan Chen pun baru saja tiba dilokasi.


"Apa-apaan ini?? kita terlambat lagi.." ucap Bima.


"Yasudah, yg penting pria itu sudah tertangkap.." ucap Chen lalu menghampiri ketua tim alfa.


"Hai ketua, bagaimana keadaan tuan Hong..?" tanya Chen.


"Tuan Chen.. " ucap ketua langsung memberi hormat diikuti anak buahnya.


"Keadaannya cukup memprihatinkan tuan, sudah ditembak nona Sofia, tuan Hong juga dihajar oleh tuan Kenan dan tuan Alfi karena menembak nona Sofia.." ucap ketua tim alfa.


"Apa?? Sofia tertembak lagi?" tanya Chen.


"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Bima yg baru tiba.


Kemudian ketua tim alfa menceritakan kronologisnya dan mereka berdua pun mengerti.


"Nampaknya tak ada yg perlu kucemaskan, generasi SHIELD bukan orang yg bisa diremehkan.." ucap Chen.


"Tentu, dia adalah calon menantuku.." balas Bima bangga.


"Ya, kerja bagus untuk kalian.. dimana Sofia, Kenan dan Alfi?" tanya Bima.


"Mereka sedang menuju ke rumah sakit tuan.."


"Baiklah, biarkan mereka mengurus Sofia, dan aku akan ikut bersama kalian.." ucap Bima.


Bima pun ikut bersama anak buahnya yg membawa tuan Hong sebagai perwakilan dari SHIELD. Sementara Chen hanya memantau saja, dan mengikuti mereka.


Sofia pun tiba di rumah sakit, dan langsung dibawa ke ruang operasi untuk mengambil peluru yg ada di lengannya. Setelah operasi selesai, Sofia dibawa ke ruang perawatan. Disana Sofia nampak tertidur sangat lelap.


"Lihatlah, sepertinya kakakku kelelahan.." ucap Kenan.


"Ya, dia bahkan tak mendengarkan ucapanku dan kabur begitu saja mendengar laporan tim alfa.." ucap Alfi.


"Ya, dia memang keras kepala, kau harus bersabar menghadapinya kelak.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Ya kau benar.." ucap Alfi.


__ADS_2