Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.170


__ADS_3

Sofia dan Alfi pun akan berada di Paris selama satu minggu. Mereka benar-benar menghabiskan waktunya disana. Dan pihak keluarga pun mendukung segalanya, serta tak menyuruh mereka untuk cepat-cepat kembali.


Sementara itu, di Indonesia, Kenan pun tengah memikirkan bagaimana perasaannya pada Alice. Ia sungguh belum pernah jatuh cinta dan menerima cinta dari seorang wanita. Selama ia hidup, yg ia tahu hanyalah belajar dan bekerja. Wanita manapun ia pandang sama, dan segila apapun seorang wanita berusaha keras membuatnya tertarik, Kenan tetap acuh. Sekalipun wanita tersebut mengenakan pakaian terbuka, Kenan tetap mengabaikannya. Hingga Kenan memiliki image pria berhati dingin di kantor dan juga teman sekolahnya.


Kini keadaannya berbeda, ia mulai tertarik pada wanita. Dan wanita tersebut orang yg ia anggap adik sendiri. Sahabat dari kedua orang tuanya, dan sudah seperti saudara hingga ia sulit membedakan perasaannya cinta atau sebatas kasih sayang terhadap saudara.


Alice pun memberinya waktu 3 hari untuk memikirkannya. Kini, Kenan dibuat tak fokus bekerja dan terus memikirkannya. Ia bahkan mengabaikan tumpukan dokumen yg diberikan Kevin padanya.


"Tuan.. Tuan Kenan permisi.." ucap Kevin mengetuk meja Kenan karena tuannya tak kunjung merespon.


"Akh.. Kevin sejak kapan kau disini dan kenapa tak mengetuk pintu?" tanya Kenan.


"Aku sudah melakukannya tuan, tapi anda tidak dengar .." ucap Kevin.


"Maaf, jadi ada apa?" tanya Kenan.


"Aku ingin mengambil dokumen yg tadi pagi, apa sudah selesai tuan?" tanya Kevin.


"Dokumen yg mana?" tanya Kenan membuat Kevin pusing karena sepertinya tuannya tidak mengerjakannya. "Tuan apa anda sakit sekarang? anda tak pernah melupakan apapun, anda kan si Jenius dari S Group.." gumam Kevin dalam hati.


"Dokumen tentang Xxx.." ucap Kevin.


"Maaf Kevin belum aku tanda tangani.." ucap Kenan.


"Baiklah tuan, aku akan kembali 1 jam lagi.." ucap Kevin.


"Ya.. kembalilah 1 jam lagi.." ucap Kenan yg langsung membaca dengan teliti dokumen tersebut.


Kevin pun kembali ke ruangannya dengan pasrah, Ia merasa tuannya mulai aneh. Orang yg biasanya paling semangat bekerja, memiliki daya ingat paling kuat, dan juga tidak suka membuang-buang waktu, kini termenung di mejanya tanpa mengerjakan apapun sejak pagi. "Ada apa dengan anda tuan Kenan.." gumam Kevin dalam hati.


1 jam kemudian, Kevin kembali untuk mengambil dokumen tersebut.


"Permisi tuan.." ucap Kevin sembari mengetuk pintu.


"Masuklah Kev.." ucap Kenan.


"Bagaimana tuan?" tanya Kevin.


"Tentu saja sudah selesai.." ucap Kenan bangga.


"Oke tuan, saya akan membawa dokumennya.." ucap Kevin.


"Tunggu aku ingin bertanya padamu.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Silahkan tuan.. " ucap Kevin. "Semoga bukan pertanyaan sulit atau menjebak.." gumam Kevin.


"Bagaimana rasanya jatuh cinta? kau pasti jatuh cinta kan dengan Eva?" tanya Kenan.


"Oh jatuh cinta, ya perasaan bahagia, ingin memiliki, ingin selalu bersama, serta berdebar-debar saat bertemu.. serta tidak suka atau marah saat orang yg kita suka terluka atau bersama orang lain.." ucap Kevin. "Eh.. Tuan Kenan menanyakan tentang cinta? apa aku tak salah dengar..?" gumam Kevin dalam hati.


"Benarkah?" tanya Kenan.


"Tentu saja tuan, memangnya tuan belum pernah?" tanya Kevin sedikit lancang.


"Aku tak punya waktu untuk itu, aku hanya cinta pada keluargaku selama ini.." ucap Kenan.


"Kurang lebih begitulah tuan.." ucap Kevin. "Malang sekali nasibmu tuan.." gumam Kevin dalam hati.


"Oke, kau kembalilah.." ucap Kenan.


"Baik tuan, saya permisi.." balas Kenan lalu kembali ke ruangannya.


Sementara Kenan otaknya mulai mencerna perkataan Kevin. Ia mulai mengingat-ngingat saat bersama Alice.


"Apa aku bahagia saat bersama Alice? *Hmm sepertinya begitu.."


"Apa aku ingin memilikinya? aku masih belum yakin."


"Apa aku berdebar-debar saat bertemu dengannya?.. coba kuingat-ingat, aku merasa seperti gugup dan jantungku berdebar, jadi apakah itu namanya berdebar karena cinta?"


"Dan aku selalu marah dan kesal saat ia terluka dan kemarin saat ia bersama Stefan aku pun sangat marah.. Apa ini yg dinamakan Cinta??"


Deggg... pikiran Kenan pun memikirkan banyak hal*..


"Arghhh.. aku jadi tak fokus kerja.. aku pulang saja.." gumam Kenan.


Tanpa basa-basi ia pun pulang dan berpamitan pada Kevin. Kevin pun mengerti tuannya sedang terkena penyakit cinta. Ia pun melihat kebetulan jadwal Kenan kosong jadi ia membiarkan tuannya pulang terlebih dahulu. Semua orang kantor pun terkejut melihat bosnya yg berdarah dingin pulang lebih awal dari mereka, karena biasanya selalu sebaliknya. Orang-orang kantor pun heboh, tapi Kevin berusaha mengendalikan gosip dengan berkata kalau tuannya sedang tidak enak badan. Seketika gosip pun menghilang dan berganti dengan simpatik.


"*Pasti karena selama ini tuan bekerja keras siang dan malam.."


"Iya pasti karena begitu, kalau begitu kita harus bekerja maksimal.."


"Ya benar, selama ini walaupun berhati dingin tuan Kenan tak pelit soal bonus dan insentive."


"Ya tuan yg paling muda, tapi paling berkontribusi besar untuk perusahaan.."


"Ayo kita lebih giat bekerja.." ucap para karyawan kantor setelah Kevin menjelaskan keadaannya*.

__ADS_1


Kevin pun lega, karena gosip mengenai tuannya tak berkembang ke arah negative. "Syukurlah mereka bisa aku kendalikan." gumam Kevin dalam hati.


Sementara Kenan melajukan mobilnya menuju restourant Alice. Ia sudah menghubunginya dan akan menjemputnya. Alice pun sudah meminta ijin pada ibunya untuk pergi bersama Kenan.


"Oke.. pergilah sayang, mungkin pria dingin itu menyukaimu.." goda Dina.


"Mom.. jangan membuatku berharap.." balas Alice.


"Ya.. makanya temui dia agar semuanya jelas dan tak ada penyesalan.." balas Dina.


"Baiklah mom.." ucap Alice yg langsung melepas celemek yg ia pakai.


"Tapi ingat sayang, kau harus menerima kenyataannya sepahit apapun.." balas Dina.


"Tentu mom.. aku sudah mempersiapkannya.." balas Alice.


"Oke.. bersiaplah, mungkin senbentar lagi Kenan tiba." ucap Dina.


Alice pun bersiap-siap dan merapikan penampilannya karena ia habis memasak makanan di dapur. Ia pun merasa pakaiannya bau, hingga ia mengganti pakaiannya. Tak lama, ia mendapat pesan kalau Kenan sudah tiba. Ia pun keluar dari ruangannya dan melihat Kenan sedang berbicara pada ibunya.


"Ya aunty sih tak masalah kau pergi bersama Alice, tapi jangan mendadak begini, karena kadang resto sedang ramai.. untuk hari ini aunty ijinkan.." ucap Dina.


"Terimakasih aunty dan maaf jika mendadak.. " ucap Kenan.


"Oke tak masalah Ken.. dan Alice sepertinya sudah siap.." ucap Dina.


"Mom aku pergi dulu ya.." ucap Alice.


"Ya.. hati-hati dijalan.." balas Dina.


"Aunty kami berangkat dulu.." balas Kenan.


"Ya.. hati-hati dan jangan pulang larut malam.." ucap Dina.


"Ya aunty.." balas Kenan melambaikan tangan dan tersenyum.


Mereka berdua pun keluar dari resto dan menaiki mobil Kenan.


"Kak kita mau kemana?" tanya Alice.


"Ke suatu tempat.." ucap Kenan.


Kenan pun menoleh ke arah Alice dan menatapnya. Deg..Degg.. debaran jantungnya pun kian cepat membuatnya grogi dan memalingkan wajahnya ke arah depan untuk fokus mengemudi.

__ADS_1


"Apakah debaran ini dinamakan cinta?? Apa Alice selalu secantik ini??" gumam Kenan dalam hati.


__ADS_2