Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP262


__ADS_3

"Apa maksudmu Kenn? " tanya Diana.


"Aku menyukaimu, jadi jangan pergi.." ucap Kenneth.


"Kita hanya berpura-pura.. jadi jangan berharap banyak.." ucap Diana.


"Bukannya kau selalu memujiku tampan?? menggodaku?? lalu kemarin kau berkata sedikit tertarik padaku?" tanya Kenneth.


"Aku tak ingin terikat dalam sebuah hubungan. Aku juga tak tahu bagaimana perasaanku padamu.." ucap Diana.


"Diana aku akan melakukan apapun asalkan kita bisa menikah.." ucap Kenneth.


"Apa kau sudah tidak waras? kita hanya berpura-pura.." balas Diana.


"Ya aku memang tidak waras. Karena aku selalu memikirkanmu, khawatir saat kau sedang dalam misi, cemas saat kau menghilang dan tak memberi kabar.." ucap Kenneth lalu pergi meninggalkan Diana dengan kecewa.


"Apa aku tak salah dengar?" gumam Diana dalam hati.


Sementara Kenneth, masuk ke dalam mobilnya dan menunggu Diana keluar dengan aman tanpa beranjak dari tempatnya. Entah kenapa ia sangat kecewa pada jawaban Diana yg menolaknya. Ia merasa tak tahu harus berkata apalagi untuk meluluhkan Diana. Padahal Diana selalu menggodanya selama ini, tapi mengapa jawabanya tidak sesuai keinginannya..?


Sementara Diana diam mematung, hingga Dion datang menghampirinya.


"Diana ayo kita pulang sudah malam.." ucap Dion.


"Baiklah.." ucap Diana lalu menangis.


"Tidak apa, kau boleh menangis.." ucap Dion memeluk saudarinya dan menenangkannya.


"Aku tidak tahu harus berbuat apa?? apa yg harus kulakukan.. hiks.." ucap Diana.


"Kalau kau tidak tahu, maka diam dan renungkan segalanya.. Carilah ketenangan.." ucap Dion.


Cukup lama Diana menangis, hingga Kenneth khawatir dan hendak menyusul. Tapi Diana tiba bersama Dion. Dion nampaknya menyusulnya juga dan hendak membawa Diana pulang. Kenneth pun mengurungkan niatnya dan pergi darisana.


"Kau baik-baik saja? mau pulang atau bagaimana?" tanya Dion.


"Jika tidak pulang akan kemana?" tanya Diana.


"Mungkin kau bisa menginap di hotel dan aku akan mengantarnya.. nanti aku yg menjelaskan ke mom dan dad.." ucap Dion.


"Aku pulang saja.." balas Diana.


"Baiklah, minumlah air ini.." ucap Dion memberikan sebotol air.


"Terimakasih.." ucap Diana.


Mereka pun pulang dan Sofia merasa tenang Diana sudah pulang. Diana pun beristirahat di kamarnya dan Dion memberi isyarat untuk memberinya ruang untuk sendiri.


Keesokannya Dion pun mendatangi Kenneth di kantornya.


"Maaf tuan ada tamu bernama Dion.." ucap Jack.


"Dion? biarkan dia masuk.." ucap Kenneth.


Dion pun masuk dan mereka cukup lama berbicara. Jack pun tak berani mengganggu tuannya yg sedang ada tamu penting hingga ia meninggalkan pekerjaannya. Sebelum pulang Dion memastikan sesuatu.


"Jangan bermain-main dengannya atau kau akan berhadapan denganku dan keluargaku.." ucap Dion.

__ADS_1


"Aku tak takut, aku hanya berkata jujur.." ucap Kenneth.


"Kalau kau memaksa atau menyakitinya tak akan kubiarkan.." ucap Dion.


"Baiklah.." balas Kenneth.


Lalu Dion pergi dari ruangan tersebut, tampak Jack bingung siapa yg datang dan berbicara cukup lama pada tuannya. Tak berselang lama giliran tuan Hayes datang.


Yg ia ingin bahas tak lain dan tak bukan adalah masalah hubungan Kenneth dengan Diana. Kenneth bersikeras tetap mempertahankannya hingga Diana benar-benar memintanya untuk berakhir. Akhirnya Hayes pun kalah dan akan meminta maaf pada Sofia dan juga Reina.


Begitu juga dengan Sofia, setelah kejadian malam itu ia menghubungi ibunya untuk bertemu dengan tuan Hayes dan meminta maaf. Karena keinginan yg sama, Reina pun mempertemukan kedua orang tersebut.


"Maaf.." ucap Keduanya.


"Baiklah, sekarang kita sudah beebaikan.." ucap Reina.


"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Reina.


"Cucuku kelihatan murung, aku khawatir mungkin ia sudah sangat mencintai Diana." ucap Hayes.


"Putriku juga, ia bahkan mengurung diri dikamarnya.." ucap Sofia.


"Kalau begitu sudah jelas bukan, kita harus menyatukan mereka kembali.." ucap Reina.


"Ya, itu tujuanku bertemu denganmu.." ucap Hayes.


"Aku juga berfikir hal yg sama. " balas Sofia.


"Baiklah, kita atur pertemuan keluarga. Tapi Kenneth dan Diana harus berbaikan." ucap Reina.


"Baiklah, aku akan meminta cucuku untuk meminta maaf pada Diana agar mereka berbaikan.." ucap Hayes.


Mereka pun berbicara panjang lebar mengenai rencana perjodohan tersebut. Hingga tanpa sadar Sofia dan Hayes menjadi akrab. Terlebih karena Kenneth sudah tak memiliki orang tua, jadi tuan Hayes yg bertanggungjawab atas segalanya menggantikan peran kedua orangtuanya.


Setelah menemui Reina dan Sofia, Hayes menemui cucunya untuk memintanya berdamai dengan Diana. Kenneth pun setuju dan memang akan melakukannya tapi dalam hatinya, ia takut kalau Diana menolaknya di hadapan keluarganya.


Kenneth pun menghubungi Diana namun, ponselnya tak aktif lagi. Hingga ia harus datang ke rumahnya. Kenneth pun awalnya tak diijinkan masuk, tapi setelah Diana datang ia bisa masuk ke dalam.


"Biarkan dia masuk.." ucap Diana dan pagar pintu rumahnya pun terbuka.


Mobil Kenneth pun masuk ke dalam dan Kenneth langsung turun menghampiri Diana. Mereka duduk ditaman dan berbicara disana.


"Ada apa?" tanya Diana.


"Apa rencanamu?" tanya Kenneth.


"Tidak ada.." balas Diana.


"Lalu hubungan kita?" tanya Kenneth.


"Bukankah hanya sandiwara, kita tinggal ungkapkan saja kebenarannya.." ucap Diana.


"Diana jangan, nanti kakekku bisa jatuh sakit.." ucap Kenneth.


"Anggap saja hubungan kita sudah berakhir, jadi tak ada yg tersakiti.." ucap Diana.


"Diana, apa kau benar-benar tidak menyukaiku?" tanya Kenneth.

__ADS_1


"Cukup, aku lelah.. otakku tak sanggup menampung apapun kini.." ucap Diana.


"Aku akan menunggumu sampai kapanpun.." ucap Kenneth.


"Terserah aku tak mau memikirkannya.." ucap Diana meninggalkan Kenneth sendiri.


Disana nampak Sofia dan Reina tengah melihat mereka berdua dan Diana meninggalkan Kenneth. Terciptalah ide, dari Reina untuk berpura-pura sakit agar Diana mau menerima perjodohannya.


Diana pun tiba di rumah Reina dan melihat neneknya terbaring lemah. Ia menjadi tak tega dan mendengarkan permintaan Reina agar dirinya menerima perjodohan tersebut. Diana pun sempat berfikir kalau ini adalah akal-akalan keluarganya terutama neneknya.


Hingga akhirnya Diana luluh dan berbaikan pada Kenneth. Diana pun berencana akan putus dari Kenneth saat kondisi Reina lebih baik.


Namun, yg terjadi adalah sebuah pertunangan. Kenneth pun mengajak Diana bertemu untuk membahas hal ini.


"Diana apa kau yakin akan meneruskannya?" tanya Kenneth.


"Aku tidak tahu.." balas Diana.


"Aku tak ingin meneruskannya jika kau tidak menyukaiku.. ini bukan main-main." ucap Kenneth.


"Aku akan memikirkannya." ucap Diana.


Setelah itu Diana terus berfikir keras, semuanya mulai berantakan. Bahkan bisnisnya mulai tak terurus dan ia kebingungan mengatur segalanya. Dan untuk sementara Diana meminta cuti atau bahkan berhenti kalau bisa. Tapi momnya tak mengijinkannya dan memberi waktu libur untuknya.


Diana pun menghubungi Brian untuk membantunya mengurus bisnisnya. Mau tak mau Brian datang dan menolongnya.


"Ck.. kemarin aku ajak kerjasama tak mau.. sekarang malah meminta tolong.." ucap Brian.


"Tolonglah aku sepupuku yg paling tampan.." ucap Diana.


"Kalau ada maunya kau memujiku.." ucap Brian langsung melihat pekerjaan Diana yg berantakan.


Dengan teliti Brian membantu Diana dan merapikan semua data-datanya. Hingga semuanya dapat teratasi.


"Sudah, kurang baik apa aku sebagai sepupumu.. " ucap Brian.


"Terimakasih banyak aku sangat tertolong.." ucap Diana.


"Tentu, jadi bagaimana hubunganmu dengan Kenneth?" tanyanya.


"Aku tak tahu, aku bahkan tak mengerti apa yg kurasakan." balas Diana.


"Kau yakin tak menyukai Kenneth. Dia tampan, baik, dan bertanggungjawab." ucap Brian.


"Aku tahu kalau itu.." balas Diana.


"Dan dia sangat populer di kalangan pebisnis karena ia cukup pintar mengelola perusahaan kakeknya dan juga tampilannya yg tampan dan juga banyak karyawan ataupun relasiku khususnya wanita menyebutnya seksi.." ucap Brian.


"Oh begitu.." ucap Diana.


"Hanya itu reaksimu? kau yakin tak menyukainya? dia tampan bukan?" tanya Brian tak percaya.


"Aku tak tahu Brian.. tolong jangan buat aku kesal.." balas Diana.


"Baiklah, sekarang traktir aku makanan enak karena sudah membantumu.." ucap Brian.


"Oke.." balas Diana. Mereka berdua pun menuju ke resto yg diinginkan Brian.

__ADS_1


Tapi ada pemandangan mengejutkan dimana Kenneth bersama seorang wanita. Dan wanita itu adalah Cindy, anak yg pernah membully nya dulu.


__ADS_2