
Diana dan Brian pun berbicara panjang lebar. Banyak yg akan dikerjakan Diana hingga membuat Brian pusing.
"Ck.. sepupu kau itu banyak sekali keinginannya.." ucap Brian.
"Mau bagaimana lagi, aku wanita dengan ambisi yg besar.. " ucap Diana.
"Ya kau boleh saja begitu, tapi jangan jadi serakah.. ingat itu.." ucap Brian.
"Oke.. Bry kau itu selalu bisa kuandalkan.." ucap Diana.
"Ya.. karena aku juga akan mengandalkanmu.." ucap Brian.
Mereka berdua sejak dahulu memang suka saling membantu satu sama lain. Kadang Diana diminta untuk menyusup ke perusahaan pesaing S Group dan melihat rencana apa yg akan mereka buat untuk menghancurkan S Group. Begitu juga Diana, ia sering meminta bantuan Brian jika ia butuh informasi seputar pebisnis targetnya.
"Tapi sampai kapan kau akan mengoleksi kekasih?" tanya Brian.
"Sampai saudaraku ditemukan.." ucap Diana.
"Ck.. kau berhati-hatilah.. kadang pria-pria itu bisa berubah menjadi liar dan tak terkendali.." balas Brian khawatir.
"Baiklah, sepupu.. aku akan ingat pesanmu.." balas Diana.
Setelah puas makan dan mengobrol, serta bertukar informasi, mereka pun berpisah. Diana menuju ke apartemennya dan Brian menuju mansionnya karena besok ia harus kembali ke Indonesia.
"Aku ingin mengantarmu besok, tapi aku harus bekerja.." ucap Diana.
"Sudahlah, tak apa.. kita sudah bertemu.." ucap Brian.
"Oke.. hati-hati dijalan.. dan kabari aku jika ada informasi terbaru.." ucap Diana.
"Ya.. kau juga kabari aku.." balas Brian.
Diana pun masuk ke mobilnya menuju ke apartemennya. Begitu juga dengan Brian. Tapi lagi-lagi Kenneth melihat Diana.
"Apa aku sedang berhalusinasi sampai melihatnya dimana-mana?" gumamnya mengucek-ngucek matanya.
Tapi ia tak berhalusinasi dan Diana masuk ke dalam mobil yg biasa ia gunakan. Tanpa sadar, Kenneth mengikuti Diana sampai ke apartemennya.
"Ck.. apa ibu menyuruhnya untuk mengawasiku?" gumam Diana setelah melihat Kenneth mengikutinya sampai di apartemen.
Diana pun menepikan mobilnya dan turun untuk menemui Kenneth.
Tokk..Tokk..
Jendela mobil Kenneth pun terbuka daan terlihat dengan jelas Diana ada disana.
"Ada apa Diana? kau merindukanku?" tanya Kenneth.
"Kapt, berhenti berpura-pura.. kau sedang apa mengikutiku?" tanya Diana.
"Siapa yg mengikutimu, aku hanya sedang jalan-jalan.." balas Kenneth.
"Jangan berbohong.. kau bahkan sampai tiba di depan apatemenku.. " ucap Diana.
"Ini hanya kebetulan.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Baiklah.." balas Diana kemudian pergi begitu saja tanpa berpamitan.
"Ck..sopan sekali juniorku ini.." ucap Kenneth melihat Diana berlalu dan masuk ke dalam.
"Jadi disini kau tinggal.." gumam Kenneth dalam hati.
Kenneth pun pergi meninggalkan lokasi itu dan menuju ke apartemen miliknya. Ia merasa Diana cukup kaya hingga mampu menyewa unit apartemen mewah seperti dirinya.
☘☘☘
Keesokan harinya, Sofia dan Alfi pun kembali ke Singapura. Mereka tiba di mansion mereka dan disambut oleh Diana. Sofia pun curiga karena Diana pagi ini akan kembali bekerja tapi ia menyempatkan diri untuk menyambutnya.
"Selamat datang mom..dad.." ucap Diana.
"Ya sayang, kami merindukanmu.." ucap Sofia dan Alfi.
"Kau tidak bekerja?" tanya Alfi.
"Sebentar lagi dad." balas Diana.
"Diana sepertinya ingin bicara padaku, ayo ikut mom ke ruangan kerja.." ucap Sofia.
"Benarkah?" tanya Alfi.
"Benar, insting mom tidak pernah meleset." ucap Diana.
Diana pun masuk ke ruangan Sofia, dan nampaknya momnya sudah tahu tujuan Diana menemuinya.
"Kau pasti penasaran soal pria bernama William.." ucap Sofia memberikan berkas William dan juga Max.
"Ini.." ucap Diana terhenti dan fokus membaca.
"Seperti yg kau lihat, dia adalah Max. Mereka orang yg sama, aku menyuruhnya menjadi mata-mata disana.. " ucap Sofia.
"Pantas saja penyelidikanku dihentikan.." ucap Diana.
"Diana kau perlu bersabar dan mencaritahu lebih detail lagi agar tak membuat kesalahan besar.." ucap Sofia.
"Baiklah mom, aku mengerti." balas Diana.
"Yasudah, sekarang kau berangkat bekerja sebelum terlambat.." ucap Sofia melihat jam yg melingkar ditangannya.
"Baik mom, aku pergi ya.." ucap Diana.
"Ya hati-hati.." balas Sofia.
Saat Diana keluar dadnya pun tampak menunggunya.
"Diana kau mau kemana?" tanya Alfi.
"Aku mau berangkat kerja dad.." ucap Diana.
"Oke.. hati-hati.." ucap Alfi seraya memberikan Diana coklat kesukaannya.
"Ya dad.. Terimakasih dad coklatnya.." ucap Diana tersenyum.
__ADS_1
Walaupun Diana sudah besar kadang Alfi masih menganggapnya gadis kecilnya yg selalu menyukai makanan manis dan coklat. Hingga kadang ia lupa kalau Diana sudah bukan gadis kecil lagi.
"Bagaimana sayang?" tanya Alfi.
"Seperti dugaanku.." balas Sofia.
"Baiklah, sepertinya kita harus mengawasi Diana." ucap Alfi.
"Tidak biarkan saja dulu.. tim alfa yg akan memberiku banyak info." ucap Sofia.
"Oke.." balas Alfi.
☘☘☘
Setelah sampai di markas, Diana pun tiba tepat waktu. Sementara Kenneth terus melihat jam di tangannya melihat siapa saja yg terlambat. Tapi mereka semua cukup tertib dan datang tepat waktu.
Misi kali ini, mereka akan melakukan pengawalan pada pangeran dari timur tengah. Mereka sudah membuat rencana dan skema pengawalan. Serta melihat siapa yg akan menyerang sang pangeran.
"Jadi targetnya adalah pangeran, kalian harus memantau pergerakan di titik-titik ini.. serta kedatangan tamu asing yg berhubungan dengan negara ini.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.."
Keesokan harinya, mereka mulai bergerak. Mereka memantau bandara dan penerbangan dari negara timur tengah. Tidak ada yg mencurigakan, hingga mereka bisa sedikit lega. Walaupun Kenneth tetap mengutamakan keamanan sang pengeran.
Kebetulan, sang pangeran akan bekerja sama dengan perusahaan S Group milik Kenan. Dan Kenan yg akan menyambutnya, sementara Brian mengurus urusan di Indonesia.
Diana dan Brian pun bertukar informasi, begitu juga dengan Kenan. Mereka saling berhubungan untuk memastikan jalannya kerjasama tersebut. Karena Diana juga bertugas menjaga disekitar pangeran.
Saat hari kedatangan, semua personel sudah berjaga dengan ketat. Dan juga bandara sudah disterilkan. Akses jalan pangeran dijaga ketat serta mobil yg disiapkan benar-benar sudah dicek keamanannya.
Pangeran pun dibawa ke hotel untuk beristirahat. Dan pengamanan sudah dipasang disemua sudut. Diana dan rekannya pun berjaga bersama pengawal pangeran. Mereka berjaga secara bergantian.
Hingga keesokan harinya, sang pangeran pun bertemu dengan Kenan. Dia dijamu dengan sebaik mungkin oleh S Group. Semua makanan dan juga sampai koki didatangkan dari negara tersebut untuk memuaskan hati pangeran. Acara jamuan dan pertemuan pun berjalan dengan lancar. Kenan pun senang karena pangeran mau bekerjasama dengan S Group.
Hingga saat malam hari setelah pertemuan mereka, pangeran beristirahat di kamar hotel. Ia dijaga ketat oleh pengawalan SHIELD dan juga pengawalnya. Diana yg mendapat jaga malam bersama Kenneth pun menunggu di depan pintu kamar bersama penjaga yg lain.
Diana melihat gerak-gerik seorang pengawal pangeran cukup mencurigakan. Ia nampak memasukkan tangannya di kantong celananya. Juga ia bolak-balik ke toilet. Diana pun terus memerhatikannya. Hingga seseorang datang membawakan hidangan bagi pangeran.
Semua orang tak ada yg curiga kecuali Diana dan Kenneth. Diana yg sangat curiga dengan apa yg dibawa pelayan tersebut pun menabraknya hingga tutup saji makanan tersebut pun terlempar dan memperlihatkan isinya yg berupa sebuah senjata api.
Diana dan Kenneth pun saling pandang begitu juga dengan petugas yg berjaga disana.
"Kalian mencari masalah dengan kami..!" ucap pelayan yg ternyata adalah pembunuh bayaran yg menyamar.
"Kapt, aku akan menangani orang ini.." ucap Diana.
"Baiklah aku akan menangani disebelah ini.. dan kalian hati-hati.." ucap Kenneth pada anak buahnya yg lain.
Perkelahian pun tak dapat dihindarkan.
Bughh..Bughh..Bughh..
Prankkk...brakkkk..
Perkelahian sengit pun terjadi pada Diana dan musuhnya seorang yg sedang membawa sebilah pedang. Kenneth pun sedikit khawatir tapi ia juga tengah menghadapi musuh yg tak kalah berbahaya.
__ADS_1