Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.24


__ADS_3

Malam itu Kenan pun menginap dirumah sakit menemani kakaknya, padahal Rose sudah mengusirnya dan menyuruhnya untuk pulang ke hotel.


"Kau ini kenapa masih disini? aku kan sudah mengusirmu.." ucap Rose.


"Yah mau bagaimana lagi, ranjangnya sudah disiapkan.." balas Kenan tersenyum.


"Sampai kapan aku akan terus merepotkanmu.." ucap Rose.


"Jangan bilang begitu kak, kita ini saudara.." balas Kenan tak suka.


"Baiklah saudaraku.. aku lapar bisakah kau pesankan makanan..?" tanya Rose.


"Ya ampun kak, ini rumah sakit bukan hotel.." balas Kenan.


"Makanan disini tidak enak, jadi tadi aku hanya memakannya sedikit.. Ayolah Ken.." pinta Rose.


"Hhh.. baiklah.. aku akan pesankan.." ucap Kenan.


"Nah gitu dong, aku juga tidak suka berlama-lama disini.." balas Rose tersenyum.


Kenan pun memesan makanan sesuai keinginan kakaknya, tak berapa lama salah satu bodyguard mereka pun ditugaskan untuk menerima makanan yg dipesan oleh Kenan.


Tok..Tok..


"Masuklah.." ucap Rose.


"Ini nona makanan anda.." ucapnya sembari menaruh makanan dimeja lalu langsung pamit pergi.


"Oke terimakasih.." balas Rose.


"Bagaimana nona anda sudah puas?" ucap Kenan.


"Haha.. tentu saja adikku.. ayo kita makan bersama, sudah lama kan kita tak makan bersama.." ajak Rose.


Kenan pun ikut makan bersama kakaknya, mereka pun berbagi cerita selama berpisah. Saat malam sudah mulai larut mereka berdua tidur di ranjang masing-masing.


Tapi tengah malam Kenan terbangun, ia pun mengecek laptopnya dan kembali bekerja. Ia mengecek semua sistem dan ia harus memastikan kalau semuanya aman. Lalu ia membaca semua email dari kantornya. Juga bahan presentasinya dengan D'Textile besok lusa. Tanpa sadar kalau ia sudah bekerja sampai dini hari, ia pun menutup laptopnya dan kembali tidur.


Rose pun terbangun di pagi hari. Ia melihat adiknya masih tertidur, kemudian ia pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Betapa terkejutnya ia melihat ada bom di toiletnya.


"Kenan!!" teriaknya membangunkan sang adik.


"Duh kakak.. pagi-pagi sudah teriak-teriak.." gumamnya diikuti dengan ketukan pintu dari para bodyguardnya.


"Kalian tunggu dulu di depan aku akan mengecek kakakku.. " ucap Kenan pada bodyguardnya.


Kenan pun berjalan menuju ke toilet dengan segera.


"Ada apa kak?" tanyanya.


"Ken ada sebuah Bom.." balas Rose.

__ADS_1


"APA???" ucap Kenan terkejut, seketika kantuknya pun hilang setelah melihat bom tersebut.


"Kau cepat panggil bodyguard kemari dan suruh tim penjinak bom datang, aku akan berusaha menjinakkannya.." ucap Rose.


"Akan kubantu kak.. tunggu sebentar.." ucap Kenan lalu ia berlari menghampiri bodyguard dan menyuruhnya melakukan perintah dari Rose.


Mereka pun mulai menghubungi tim penjinak, namun pasti akan memakan waktu sampai 20 menit untuk tiba di tempat.


Rose dan Kenan pun berjibaku dengan waktu untuk menjinakkannya. Bom yg akan meledak dalam waktu kurang dari 1 jam tersebut pun sangat sulit untuk dijinakkan. "Sial..! siapa yg berani mengirim ini?" umpat Rose kesal.


Kenan pun menghubungi timnya yg bisa menjinakkan bom. Dengan instruksi dari timnya, ia dan Rose perlahan-lahan berusaha menjinakkannya. Hingga 5 menit terakhir akhirnya bom berhasil dijinakkan. Kini ia dan Rose beserta semua yg ada di rumah sakit tersebut terbebas dari maut.


Tak lama tim penjinak bom pun tiba dilokasi, mereka memastikan kalau bom tersebut sudah benar-benar dijinakkan dan mengecek ke seluruh rumah sakit agar semuanya aman. Semua pasien pun terkejut dan ketakutan, tapi semua berhasil diatasi oleh Rose yg mengarahakn tim SHIELD untuk mengendalikan situasi.


Tak lupa Rose meminta anak buahnya untuk mengecek semua Cctv di rumah sakit tersebut.


"Ini gila..! bagaimana bisa kalian kecolongan?" ucap Rose mengintrogasi bodyguardnya yg berjaga.


"Ampuni kami nona, tapi kami yakin tak ada yg masuk kecuali perawat dan dokter." ucap mereka.


"Masalahnya bukan itu, tapi nyawa seisi rumah sakit taruhannya.." ucap Rose kesal.


"Maafkan kami nona.." ucap mereka.


"Yasudah kalian periksa CCTV tadi malam dan kirimkan juga pada Kenan.." perintah Rose.


"Kak sudahlah, biarkan kita lihat CCTV dulu.." ucap Kenan.


"Mungkin saja kak, aku bingung semalam aku sempat terbangun dan mengecek pekerjaanku.. lalu kapan ia masuk..?" ucap Kenan bingung.


"Kita tunggu saja Cctv nya.." balas Rose kesal.


30 Menit kemudian, dengan bantuan Alfi mereka mendapatkan rekaman CCTVnya. Kini Rose, Kenan dan Alfi sedang menonton rekaman CCTV dari laptop.


"Tunggu.. ini pemeriksaan pukul berapa?" tanya Alfi heran.


"Pukul 4 Al? apa ada yg salah.." jawab Kenan.


"Aku tidak pernah menyuruh perawat untuk memeriksa di jam segitu.. " ucap Alfi.


"Berarti.. jangan-jangan rumah sakit ini sudah disusupi perawat palsu.." ucap Rose.


"Iya terlihat bayangan masuk ke arah toilet disini.." ucap Kenan melihat dengan detail.


"Oke, ada penyusup.. coba kita lihat CCTV diluar setelah ia menaruh bom." ucap Rose.


Dan terlihat dua orang perawat keluar dari ruangan membuat mereka semua terkejut. Mereka pun terus melihat rekaman Cctv untuk melihat kemana orang tersebut pergi. Dan mereka pun hilang setelah masuk ke dalam lift.


"Hmm mereka benar-benar minta dihajar.." ucap Rose geram.


"Tunggu, kita akan lihat rekaman sekitar.." ucap Kenan.

__ADS_1


Dan terlihat seseorang berbaju hitam dan bertopi keluar dari lift di lantai 1. Juga ada yg keluar dengan memakai pakaian putih ditutupi jaket dan kacamata di lantai 2.


"Mereka nampak mencurigakan.." ucap Alfi dan Kenan.


"Dan lihat mereka berdua memakai tas, pasti mereka berganti kostum di dalam lift.." ucap Rose.


"Iya dan mari kita lihat halaman parkir.." ucap Kenan.


"Nampak sepi, kemana mereka pergi?" ucap Alfi.


"Tunggu.. ada mobil makanan yg keluar disana.." tunjuk Rose.


"Rasanya tak mungkin dijam segitu ada yg memesan makanan.." ucap Alfi.


"Nampaknya itu memang mereka Al.." ucap Kenan.


"Oke.. aku punya rencana.." ucap Rose membuat Kenan dan Alfi memperhatikannya.


"Apa itu?" tanya Kenan dan Alfi.


"Aku akan tetap berada disini 1 hari lagi.. Kita akan berjaga nanti malam, Kenan kau bertugas meretas CCTV rumah sakit, dan kau Alfi perhatikan gerak-gerik perawat atau dokter yg mencurigakan. Dan aku akan pura-pura tertidur memancing mereka datang." ucap Rose.


"Oke.. kalau rumah sakit ini berani menuntut aku akan membelinya.. kau tenang saja kak.." ucap Kenan.


"Bagus.. " balas Rose.


"Baiklah aku akan kontrol orang-orang yg akan berjaga malam ini.." balas Alfi.


"Dan juga kau perhatikan gerak-gerik pengawas CCTV.. aku merasa ada yg turut andil dalam kejadian ini.. dan mereka bisa tahu keadaan di depan kamar.." ucap Rose.


"Iya karena CCTV di kamar ini sudah kuretas dan tidak mungkin mereka bisa melihat apa yg kita lakukan.." ucap Kenan.


"Wah.. kalian benar-benar kombinasi yg sempurna.." ucap Alfi takjub.


"Kau lupa kami ini kembar, pikiran dan hati kami juga terhubung.." ucap Rose.


"Oke.. oke.. siap laksanakan.." ucap Alfi.


Tiba-tiba Doni pun masuk dengan tergesa-gesa.


"Sofia.. kau baik-baik saja kan..?" tanya nya melihat keadaan cucunya.


"Aku baik-baik saja kek.. kakek tenanglah.." ucap Rose.


"Bagaimana aku bisa tenang? kalau nyawa kalian dalam bahaya.." ucapnya.


"Baiklah kalu begitu saya permisi tuan.. silahkan dilanjutkan obrolannya.." ucap Alfi pamit pergi.


"Baiklah.. aku akan mengintrogasi 2 orang ini.." ucap Doni.


Kini baik Kenan dan Rose saling tatap dan tersenyum. "Kakek kami baik-baik saja.." ucap mereka kompak.

__ADS_1


__ADS_2