
Sofia pun bisa beristirahat dengan tenang karena Vall tak lagi mengganggunya. Dan kedua pengawal yg ia tugaskan berjaga dengan baik. Mereka melakukan tugasnya dengan tertib dan bergantian dalam berjaga di kamar apartemen Sofia.
Hingga tengah malam Sofia terbangun dari tidur panjangnya. Ia merasa badannya sudah basah keringat dan ia pun mengganti pakaiannya. Setelah itu ia merasa lapar, dan mencari makanan di dapur. Pengawal wanita yg mendengar bunyi di dapur pun mengeceknya dan menemukan Sofia.
"Nona sedang apa?" tanyanya.
"Aku sedang masak mie instant.. kau mau?" balas Sofia.
"Nona tidak baik makan mie instan.. makan yg lain saja atau kami pesankan makanan.." ucapnya.
"Baiklah, pesankan aku makanan saja.. " ucap Sofia.
"Pesankan 3 porsi untuk kalian juga.. dan ini uangnya jika kurirnya sudah tiba.." ucap Sofia.
"Baik nona, aku akan segera memesannya dan terimakasih.." balas wanita itu.
"iya, aku menunggu dikamarku sambil menonton tv.." balas Sofia lalu pergi meninggalkan dapur.
Sementara pengawalnya sedang menunggu makanan, kini Sofia berada di kamarnya menonton film sambil memakan biskuit. Ia pun teringat ponselnya yg tak ia cek seharian.
Setelah dibuka ada banyak pesan dari beberapa orang. Ferguzo pun melaporkan telah menyelesaikan pemindahan dokumen dan beberapa barang ke gudang lama. Alfi yg mengirimkan banyak pesan karena Sofia tak menjawabnya, hingga Alfi menelpon beberapa kali. Sofia pun membalas pesan dari mereka semua.
Sampai Sofia mengecek ponsel ke-2 nya yg ia gunakan untuk menghubungi Vall. Ia melihat ada beberapa pesan darinya. Sofia pun membalas sekedarnya agar ia tak curiga. Lalu kembali menaruh ponselnya, dan menonton tv. Setelah makanan tiba, Sofia langsung menyantapnya karena ia sudah sangat lapar.
Setelah makan, ia kembali meminum obatnya agar esok pagi panasnya sudah normal. Sofia pun menonton tv dikamarnya hingga ia tertidur pulas.
Saat bangun pagi, tubuhnya sudah lebih baik. Dan ia pun langsung mengecek suhu tubuhnya yg sudah normal. Ia pun kembali bersemangat setelah sembuh dari sakitnya. Ia mengabari keluarganya dan juga Alfi agar mereka tak khawatir. Sofia pun membersihkan dirinya dan membereskan kamarnya yg cukup berantakan.
Sofia pun berfikir untuk memulangkan kedua pengawal yg ia tugaskan kemarin karena kondisinya sudah sehat.
"Terimakasih kalian sudah menjagaku dan apartemen ini 2 hari kemarin, sepertinya aku sudah baik-baik saja dan kalian bisa bertugas seperti biasanya mengikuti jadwal di kantor.." ucap Sofia.
"Baik nona, terimakasih.." ucap mereka.
Mereka pun pamit undur diri tapi baru membuka pintu, Vall pun muncul.
"Wah akhirnya kalian sudah pergi.." ucap Vall.
"Tidak, aku hanya menyuruh mereka untuk melapor ke kantor. Pengawal wanita masih ada di apartemenku.." ucap Sofia.
"Ehmm baiklah. Sofia bagaimana kondisimu?" tanya Vall.
"Aku sudah sehat, tapi sepertinya aku tak bisa terlalu lelah. Kuharap kau bisa mengerti.." ucap Sofia.
"Baiklah, aku membawakanmu makanan.." ucap Vall, lalu memberikan kode ke anak buahnya agar membawa makanan yg telah ia bawa.
"Sebanyak ini?" tanya Sofia.
__ADS_1
"Ya Sofia, agar kau bisa sehat seperti biasanya.." balas Vall.
"Ehmm ok, Terimakasih Vall.." ucap Sofia.
Dan pengawal wanita itupun tinggal di apartemen bersama Sofia. 1 Jam lamanya Vall mengunjungi Sofia hingga ia harus kembali ke kantornya.
"Sepertinya aku harus segera kembali.." ucao Vall.
"Oke.. kembalilah" ucap Sofia.
"Ya.. kau harus kembali sehat.. aku pergi dulu.." balas Vall.
"Ya kau tenang saja.." ucap Sofia.
Vall pun pergi bersama anak buahnya setelah berpamitan. Vall pun ingin mencium kening Sofia tapi saat ia mendekat Sofia bergerak dengan cepat ke arah samping hingga Vall hampir terjatuh.
"Vall kau baik-baik saja? apa kau harus pergi ke rumah sakit?" tanya Sofia.
"Ya .. Aku baik-baik saja.." ucap Vall, lalu ia berpamitan pergi ke kantornya.
Selepas Vall pergi dan sudah sangat jauh, Sofia dan pengawal wanitanya tertawa lepas karena sudah tak tahan lagi.
"Kau lihat dia hampir terjatuh.." ucap Sofia.
"Ya nona, anda sangat hebat.." ucap sang pengawal memberikan acungan jempolnya pada Sofia.
"Tentu nona.." balas wanita itu.
Sofia pun memutuskan untuk bekerja dari apartemennya karena ada beberapa hal yg harus ia kerjakan.
Sementara Vall ia merasa sangat malu atas kejadian tadi. "Kenapa aku mempermalukan diriku sendiri? lagi dan lagi.. padahal aku sudah tahu kalau Sofia tak suka bersentuhan fisik.." gumam Vall meruntukki kebodohannya.
"Ada apa tuan?" tanya William melihat tuannya menutup wajahnya.
"Aku lagi-lagi berbuat kesalahan dan mempermalukan diriku sendiri.." jawab Vall yg kemudian menceritakannya pada William.
"Tuan, anda harus bersabar jika ingin mendapatkan nona Sofia.. " ucap William.
"Iya Will, ku harap aku mampu melakukannya.." balas Vall.
"Sekarang kita akan ada meeting di kantor.. Anda harus merapikan rambut anda tuan.. dan ekspresi anda" ucap William.
Lalu Vall melihat wajahnya di cermin. "Ya Tuhan kenapa aku kumal sekali.." ucapnya.
Vall pun segera merapikan tampilannya sebelum hadir di meetingnya.
☘☘☘
__ADS_1
Sementara Satria sedang menemui temannya dan rekan dari Doni, untuk melaporkan Vall sebagai mafia Internasional. Ia menghubungi beberapa institusi yg mampu menangkap Vall berdasarkan semua bukti yg ada.
Hingga mereka mencurigai mafia yg mirip sekali dengan Vall. Dan mereka memutuskan untuk mendalami kasusnya sebelum menangkapnya.
"Tuan Satria, ini adalah informasi yg berharga.. kami harap setelah ini anda dan keluarga berhati-hati.."
"Ya tuan, jika benar Mr.Black adalah Vallentino Felix, maka itu akan mengurangi kasus kami.."
"Ya kumohon, kalian segera selidiki agar keluargaku tak dalam bahaya.." ucap Satria.
"Benar tuan, kami memohon pada kalian agar segera mencari tahu berdasarkan dari banyak bukti yg kami sediakan.." ucap kenalan Doni.
"Kami akan segera memprosesnya kalian harus bersabar.. agar Vallentino Felix tidak kabur atau menghancurkan bukti yg sudah kalian kumpulkan."
"Terimakasih tuan, saya menunggu kabar dari anda sekalian.." ucap Satria.
"Ya tuan, kami akan menghubungi anda segera.. "
"Tuan Satria anda sungguh luar biasa, saya mengagumi anda bisa selamat dalam insiden ini.. Saya harap bisa langsung menangkap pelakunya sesegera mungkin.."
"Ya tuan, sekali lagi mohon bantuannya dan terimakasih.." ucap Satria.
Kemudian Satria pun pamit undur diri setelah melaporkan segala buktinya. Sofia pun baru saja mengirimkan bukti tambahan hasil dari berkunjung ke markas BlackStar.
"Tuan, aku dapat informasi penting lagi.. lihatlah ini.." ucap Satria memberikan bukti baru dari Sofia.
"Wah ini luar biasa.. siapa informan anda tuan?" tanya mereka.
"Dia anakku.. kuharap kalian cepat menangkapnya karena aku mulai khawatir.." ucap Satria.
"Ya tuan, segera kami proses.." ucapnya.
Satria pun pergi meninggalkan tempat tersebut bersama kenalannya. Setelah itu Satria langsung terbang menuju Indonesia. Di perjalanan ia pun mampir ke mesin atm untuk membayar tiket pesawat dan seseorang memukulnya dari belakang.
Bughh..Bughh
"Akhh.." teriak Satria dan langsung pingsan.
Satria pun dibawa orang tak dikenal menuju suatu tempat.
"Tuan, ternyata tuan Satria habis mengunjungi lembaga institusi Internasional.."
"Apa??? lalu apa yg kalian lakukan?" tanya William.
"Kami sudah mengamankannya setelah ia keluar dari sana.."
"Kerja bagus, bawa pria itu kemari.." ucap William.
__ADS_1