Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP218


__ADS_3

Diana pun melajukan mobilnya menuju ke sebuah cafe dimana ia dan Sarah akan bertemu. Kemudian ia menunggu dan memesan minuman. Tak lama Sarah pun tiba disana dengan wajah penasaran.


"Hai Diana.. bagaimana kabarmu?" tanya Sarah.


"Aku sangat lelah.. kau sendiri?" tanya Diana.


"Aku baru saja pulang bekerja.." ucap Sarah.


"Baiklah kau pasti penasaram bukan? tapi pesanlah minum dan makanan dulu agar para pelayan tak melihat ke arah kita.." ucap Diana tersenyum dan Sarah pun mengerti.


Setelah memesan minuman, Diana mulai berbicara pada Sarah. Ia juga mengeluarkan berkas tentang identitas ayah Sarah.


"Sarah bacalah, ini identitas ayahmu.." ucap Diana.


"Benarkah.. Terimakasih Di.." ucap Sarah antusias menerima berkas tersebut.


"Apa..?? Dia pengusaha terkenal?" tanya Sarah.


"Ya itu benar, bahkan ibuku juga mengenalnya.. katanya mereka satu almamater." ucap Diana.


"Tapi kenapa dia meninggalkanku dan juga ibuku?" ucap Sarah sedih.


"Kau jangan terlalu sedih, baca lembar selanjutnya.." ucap Diana.


"Baiklah.." ucap Sarah.


Sarah pun kembali tercengang dengan riwayat ayah kandungnya tersebut. Ia menikah dengan wanita lain tepat setelah ia dilahirkan. Dan kemungkinannya Sarah adalah anak diluar hubungan pernikahan. Seperti yg kita ketahui di negara lain hubungan seperti itu sudah biasa. Tapi yg membuat Sarah tak mengerti kenapa ia tak mengunjunginya ataupun ibunya.


"Dia menikah dengan wanita bernama Victoria, dan memiliki putra bernama Victor. Tadi pagi aku bertemu dengan Victor dan dia menawari pekerjaan sebagai sekertaris. " ucap Diana.


"Lalu apa jawabanmu?" tanya Sarah.


"Tentu saja aku tidak bisa, bisa-bisa aku jadi buronan ibuku jika tiba-tiba menghilang. Aku merekomendasikanmu, bagaimana kau mau?" tanya Diana.


"Aku akan memikirkannya.." ucap Sarah.


"Yah ini kesempatan bagus Sarah, kau bisa masuk ke perusahaan ayahmu dan jika beruntung kau bisa membuktikan hubungan kalian lewat tes DNA." ucap Diana.


"Tapi aku harus memikirkan ibuku, bagaimana jika aku pergi..?" ucap Sarah.


"Kau pikirkanlah, aku akan membantumu dan melindungimu jika kau bekerja dengan Victor." ucap Diana.


"Terimakasih Diana.. aku berhutang banyak padamu.." ucap Sarah.


"Tidak usah begitu, kita kan sudah seperti saudara.." ucap Diana.

__ADS_1


Kedua sahabat itupun mengobrol sembari makan malam. Diana yg tadinya lelah pun merasa lebih baik setelah bertemu Sarah. Ia hanya berharap Sarah bisa mrngambil pilihan terbaik untuk hidupnya.


Setelah itu, Diana dan Sarah pun pulang ke rumah masing-masing. Diana pun menaiki taksi untuk kembali ke apartemennya. Ia merasa lelah sekali hari ini, jadwalnya kian hari kian padat membuatnya harus banyak istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk menghadapi masalah besar lainnya.


☘☘☘


Keesokan harinya, Diana pun mendapat libur dari atasan. Kinerja tim alfa pun cukup baik hingga mereka harus memperhatikan kesehatannya dengan mendapatkan libur. Hari itu juga Sarah mengajak Diana bertemu, Diana pun paham maksud dari Sarah.


"Jadi bagaimana keputusanmu?" tanya Diana.


"Aku akan masuk ke perusahaan tersebut, lalu aku akan keluar setelah 3 bulan.." ucap Sarah.


"Bagus, apa yg akan kau lakukan disana?" tanya Diana.


"Aku akan mencaritahu bagaimana dan siapa ayahku sebenarnya. Serta alasannya tidak mengakuiku.." ucap Sarah.


"Kau harus kumpulkan banyak bukti untuk tes DNA agar meyakinkan.." ucap Diana.


"Kau benar.. aku akan mencobanya dan mengenal ayahku selama itu.." ucap Sarah.


"Kapan kau siap?" tanya Diana.


"Beri aku waktu 1 bulan lagi untuk resign dari kantor lamaku.. " ucap Sarah.


"Terimakasih Diana. Kurasa akan bagus juga cv ku jika aku bisa diterima di perusahaan besar." ucap Sarah.


"Ya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.." ucap Diana.


Diana pun menceritakan tentang saudara tiri Sarah yg menurutnya agak berbahaya. Ia juga menceritakan Victor yg berusaha mengambil kesempatan saat pemotretan kemarin, dan Diana memberikan tips-tips untuk menghindarinya.


"Kau mengerti kan..?" tanya Diana tersenyum.


"Ya.. aku mengerti.. Terimakasih Diana sahabatku.." ucap Sarah.


"Sama-sama." balas Diana.


Kemudian mereka pun berjalan-jalan di mall dan membeli pakaian. Setelah itu, Diana mengantar Sarah pulang.


☘☘☘


Diana pun menerima laporan dari orang-orang bayarannya mengenai makam Dion. Mereka berkata kalau tempat itu tak dijaga sama sekali, hingga membuat Diana yakin kalau itu adalah makam palsu. Dan kemungkinan kakeknya juga sudah mendatangi makam tersebut.


Brian pun menghubungi Diana untuk membahas pengecekan makam tersebut. Ia mencari kenalannya yg bisa memberikan mereka ijin untuk membongkar makam Dion. Setelah semuanya rapi dan mendapatkan ijin, Diana dan Brian pun terbang ke negara tersebut.


Diana yg begitu penasaran pun membayar beberapa orang untuk berjaga dan melindunginya. Kini mereka sudah berada di depan makam tersebut.

__ADS_1


"Sepupu kau sudah siap?" tanya Brian.


"Ya aku siap, ayo kita mulai.." ucap Diana, lalu mereka memerintahkan mereka untuk membongkar makam tersebut.


Sesuai dugaan, makam tersebut adalah makan kosong yg sengaja dibuat. Diana dan Brian pun yakin kalau saudara mereka masih hidup.


"Diana ini berita bagus, kenapa kau menangis?" tanya Brian.


"Maaf Bry.. aku senang kalau ternyata saudara kembarku masih hidup di belahan bumi lain.. " ucap Diana.


"Sudahlah.. ayo kita bereskan ini dan pulang.." ucap Brian.


Setelah mendokumentasikannya, mereka pun merapikan kembali makam tersebut. Dan orang-orang Vall datang mengeroyok mereka setelah tahu ada yg datang. Brian dan Diana pun sudah siap dengan menutup wajah mereka. Mereka berdua menghadapi orang-orang tersebut dan memastikan mereka kedatangan mereka tak sampai ke telinga Vall.


Diana pun menyuntikkan serum untuk membuat mereka lupa ingatan. Dan saat terbangun, mereka berada di rumah sakit. Misi Diana kali ini pun sukses, karena ia mencoba untuk menghilangkan jejaknya setelah bertindak.


Brian pun pulang bersama Diana, mereka hanya berkata akan liburan selama beberapa hari pada keluarga mereka. Dan tak ada yg mencurigainya hingga mereka kembali.


"Terimakasih Brian.. kau memang sepupu yg bisa diandalkan.." ucap Diana.


"Kau juga selalu bisa kuandalkan.. ini juga demi sepupuku Dion.." ucap Brian.


"Oke.. kita akan berpisah disini karena aku akan langsung bekerja." ucap Diana.


"Diana kau itu workaholic.. kau yakin baik-baik saja?" tanya Brian.


"Ya aku harus baik-baik saja.." ucap Diana lalu meninggalkan Brian setelah berpamitan.


"Kau terlalu tangguh sampai membuatku khawatir.." gumam Brian dalam hati.


Brian pun kembali terbang ke Indonesia karena ia harus bekerja juga besok. Dan Diana ia naik taksi dan menuju ke markasnya. Sejujurnya ia lelah, tapi ia harus kuat karena tak mudah memiliki double job.


"Apapun yg terjadi aku harus menghadapinya .. aku sudah tahu akan begini jadinya.." gumam Diana dalam hati.


Diana pun sampai di depan gedung SHIELD. Koper-koper miliknya pun diantar ke apartemennya. Diana pun memasuki gedung tersebut seraya berdoa kalau misi kali ini tidak menyulitkannya karena ia sedang kelelahan.


Tapi itu hanya keinginannya, karena pada kenyataannya mereka dikirim ke Jepang untuk menangkap beberapa mafia berbahaya. Setidaknya itu lebih baik karena ia butuh waktu untuk tiba di Jepang. Dan jeda waktu tersebut akan ia isi dengan beristirahat.


"Baiklah, sekarang kalian pulang dan kemasi barang kalian.." ucap Kenneth.


"Siap kapt.."


Mereka semua pun pulang untuk berkemas. Begitu juga dengan Diana. Ia cepat-cepat pulang untuk merapikan kopernya. Setelah semuanya beres, Diana pun kembali ke markas karena malam ini juga mereka akan segera terbang ke Jepang.


Setelah berkumpul, mereka pun merapikan barangnya dan naik ke dalam pesawat. Beberapa jam pun ditempuh untuk menuju ke negara tersebut. Nampak, Diana begitu kelelahan dan tertidur sepanjang perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2