
Reina pun nampak sibuk mempersiapkan pernikahan putrinya dibantu dengan Siska sahabatnya yg sekaligus akan menjadi besannya nanti. Mereka mempersiapkan segalanya sesuai keinginan Sofia dan Alfi. Mereka pun memantau langsung segala persiapannya, mulai dari gedung, bunga dan dekorasi lainnya.
Dina tak mau kalah dengan menawarkan akan menyiapkan menu masakan untuk hidangan saat pertunangan nanti. Bima dan Satria sudah membentuk tim untuk penjagaan di area hotel tempat acara pertunangan itu digelar. Semua orang pun sangat sibuk pada hari ini.
Kenan pun tiba di butik tempat Sofia dan Alfi memesan baju. Ia datang untuk mengambil baju miliknya. Kebetulan Alice juga datang untuk mengambil baju miliknya.
Kenan pun tiba lebih dahulu dan langsung disambut oleh oma Berta.
"Oh tampan selamat datang.. apa kabarmu?" tanya ome Berta.
"Baik oma.. oma apa kabar?" balas Kenan.
"Baik sekali, bahagia sekali rasanya oma mampu membuat pakaian untuk 3 generasi di keluarga kalian.." ucap oma Berta.
"Iya terimakasih oma, oma banyak berjasa atas pakaian resmi keluarga kami." ucap Kenan.
"Ya sama-sama, masuklah ke dalam bajumu sudah selesai.." ucap oma Berta.
Kenan pun masuk dipandu oleh oma Berta dan mendapatkan pakaian miliknya. Kemudian oma Berta menyuruhnya untuk mencobanya untuk memastikannya lagi.
"Cobalah, oma tak ingin kau kecewa saat tiba di rumah.." ucap oma Berta.
"Baiklah oma.." balas Kenan menuju fitting room.
Kenan pun mencoba baju tersebut. Sementara Alice baru saja tiba disana.
"Oh cantik, akhirnya kau tiba juga.. gaunmu sudah selesai.. ayo masuk.." ucap oma Berta.
"Iya oma, terimakasih aku akan mencobanya.." ucap Alice.
Alice pun masuk dan mendapatkan gaunnya. Lalu ia langsung mencobanya di fitting room. Tak berapa lama, baik Alice maupun Kenan pun keluar dari fitting room. Oma Berta pun menunggu-nunggu kedua orang tersebut untuk melihat apakah pakaian buatannya pas dan sempurna sesuai keingin customernya.
Srekkk..Srekk..
"Oh kalian muncul bersamaan.." ucap oma Berta.
"Kak Kenan.." ucap Alice saat menoleh.
"Alice.." ucap Kenan bersamaan dengan Alice.
"Oma kira kalian janjian datangnya.. " ucap oma Berta.
"Tidak oma.." ucap Alice.
"Yasudah, bagaimana?" tanya oma Berta.
"Pas sesuai dengan tubuhku.." ucap Alice.
"Lalu kau anak muda?" tanya oma.
__ADS_1
"Pakaianku juga pas oma.. dan cukup nyaman dipakai.." ucap Kenan.
"Oke.. dan menurut oma, pakaian kalian sangat pas dan cocok untuk kalian.." ucap oma Berta.
"Terimakasih oma.." balas Alice dan Kenan bersamaan.
"Wah kalian kompak sekali, jangan-jangan kalian berjodoh juga.." ucap oma Berta.
Baik Kenan maupun Alice hanya tersenyum dan tak menjawab apapun. Mereka lalu mengganti kembali baju mereka dan membungkus pakaian baru mereka untuk dibawa pulang. Kenan dan Alice pun berterimakasih serta berpamitan sebelum pulang. Saat di keluar butik, Kenan memperhatikan Alice.
"Alice kau kemari dengan siapa?" tanya Kenan.
"Dengan sopir dan 2 bodyguard kak.." ucap Alice tersenyum.
"Baguslah.. apa kau masih trauma kejadian kemarin?" tanya Kenan.
"Pasti kak, aku masih harus beradaptasi.." ucap Alice.
"Mau makan ice cream? sebagai permintaan maaf karena terlambat menyelamatkanmu.." ucap Kenan.
"Baiklah.." ucap Alice.
"Sudah kau naik mobilku, biar mereka membawa pulang pakaianmu dan tak usah menjemputmu.." ucap Kenan.
Setelah Kenan dan Alice berbicara pada sopir dan kedua bodyguardnya, mereka pun pergi dengan mobil Kenan. Kenan pun sangat tahu kalau Alice menyukai ice cream, makanya ia mengajaknya untuk memakan ice cream apapun kesukaannya.
"Kak kau tidak perlu sampai seperti ini.. ini bukan salahmu.." ucap Alice.
"Yah tak apa, anggaplah aku kakak yg menyayangimu.." ucap Kenan.
"Menyayangimu?? stop Alice jangan berlebihan.." gumam Alice dalam hati.
"Baiklah.. " ucap Alice. Lalu tak berapa lama Alice pergi ke kamar mandi karena wajahnya memerah, ia pun berdalih ingin mencuci tangan. Kemudian Alice kembali saat suasananya mulai normal.
"Apa kau sakit Alice?" tanya Kenan.
"Tidak, hanya saja mungkin cuacanya yg panas.." ucap Alice.
"Oh begitu.." balas Kenan.
Setelah puas makan ice cream Kenan pun mengantarkan Alice pulang. Kenan sempat bertanya mengenai apakah masih ada mata-mata atau stalker yg mengikutinya, dan Alice menjawab tidak ada. Alice mengatakan kini hidupnya sudah lebih aman dan damai. Hingga Kenan bisa tersenyum dengan lega.
☘☘☘
Ditempat lain, Sofia sedang dikurung di dalam rumahnya. Ia tak diperbolehkan untuk bekerja. Ibunya bahkan sampai memanggil jasa salon untuk perawatan tubuhnya dari rumah. Mulai dari pijit, lulur mani padi dan sebagainya. Sofia pun menikmatinya di awal-awal, dimana tubuhnya benar-benar dimanjakan dengan pijatan dan lulur yg membuat tubuhnya sangat wangi.
Tapi lama-kelamaan ia mulai bosan, karena setiap hari ada saja treatmennya. Yg inilah, itulah membuat kepalanya pusing.
"Ibu stop menyuruh staf salon untuk datang kemari.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Tidak, kau harus perawatan.. " ucap Reina.
"Ibu aku hanya akan tunangan.." balas Sofia.
"Tidak.. kau itu tidak pernah perawatan sama sekali.." ucap Reina.
"Tapi kenapa sangat banyak??" tanya Sofia bingung.
"Ibu tak mau mendengar komplain lagi, ikuti saja dan diam dirumah.." ucap Reina.
"Yah ibu.. tolong beri aku libur, aku bosan bertemu mbak-mbak stafnya .." ucap Sofia berkilah.
"Haduhh.. Sofia jadilah wanita anggun dalam sehari.. jadi ikuti saja ya treatmen yg sudah ibu pesan. " ucap Reina.
"Baiklah.." ucap Sofia cemberut.
"Kau tenang saja, H-1 sebelum pertunangan sudah selesai jadi 1 hari itu kau free.." ucap Reina.
"Benarkah??" tanya Sofia senang.
"Yaa putriku.. tapi ingat kau jangan galak-galak sama mbak-mbak stafnya.." ucap Reina mengingatkan.
"Oke.. " balas Sofia senang.
Satria pun mendengar obrolannya dengan Reina.
"Sofia memangnya kenapa dengan perawatannya?" tanya Satria tak tahu.
"Tidak apa, aku hanya bosan ayah.. aku hanya diam dan mereka yg mengerjakan segalanya.." ucap Sofia.
"Bukannya enak jika dipijat?" tanya Satria.
"Ya aku tak mengelak sih, tapi lama-lama bosan juga hanya diam saja dan mengikuti perintah mereka.." ucap Sofia.
"Benar juga, tapi bersabarlah putriku.. ibumu pasti sedang memberimu yg terbaik.." ucap Satria.
"Iya ayah aku akan bertahan 2 hari lagi.. " balas Sofia.
"Sofia kau itu sedang perawatan bukannya perang.." ucap Reina.
"Iya ibu tapi rasanya lebih berat daripada latihanku.." balas Sofia.
"Oke.. bertahanlah 2 hari lagi.. ibu berangkat dulu ya.." balas Reina.
"Oke ibu, ayah.. hati-hati dijalan.." ucap Sofia.
"Ayah sudah membelikan banyak buah kesukaanmu dikulkas, kau bisa menikmatinya nanti.." ucap Satria.
" Oke ayah terimakasih.. byee..." ucap Sofia melambaikan tangan pada kedua orang tuanya.
__ADS_1