Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.153


__ADS_3

Sofia pun mengejar tuan Hong bersama anak buahnya yg tersisa. Namun, lengannya terus mengeluarkan darah, membuat anak buahnya panik dan memintanya untuk mengganti perban di tangannya.


"Nona, lenganmu terus berdarah, sebaiknya kita pergi ke rumah sakit.."


"Tidak, aku tak bisa tidur dengan nyaman jika pelakunya masih berkeliaran.." jawab Sofia tegas.


"Tapi setidaknya gantilah perban di lengan nona, aku akan membelikan obatnya dan yg lainnya akan melakukan pengejaran.." ucap ketua tim alfa.


"Baiklah, aku percayakan pada kalian.." ucap Sofia karena ia mulai merasa sakit.


Ketua tim alfa pun membawa Sofia ke apotek untuk membeli obat dan perban sementara. Lalu ia menyerahkannya pada Sofia. Kemudian mereka menuju ke toilet umum dan Sofia mengobati lukanya disana.


"Nona masuklah, aku akan berjaga di depan.."


"Terimakasih.. tolong ya.." balas Sofia lalu masuk membawa obatnya.


Di dalam Sofia membuka perbannya yg sudah berlumur darah. Rasa sakit dan perih pun semakin terasa. Perlahan ia membersihkan lukanya lalu menutupnya dengan perban. Setelah selesai ia juga meminum obat pereda nyeri yg diberikan tim alfa, serta mengganti bajunya karena sudah berlumur darah.


Setelah selesai Sofia keluar dari toilet umum tersebut. Badannya mulai lemas, dan ia harus dibantu ketua tim alfa untuk kembali ke mobil.


"Nona baik-baik saja?? apa kita istirahat makan dahulu? muka nona pucat sekali.." tanya ketua tim alfa.


"Bagaimana pengejarannya? apa sudah ada kabar?" tanya Sofia.


"Belum ada nona.."


"Baiklah kita istirahat.. cari tempat makan disekitar sini saja.. kita makan di mobil karena akan menarik perhatian banyak orang jika makan di dalam.." ucap Sofia.


"Baik nona.." balas ketua tim alfa.


Mereka pun menuju ke restorant cepat saji dan membeli makanan disana. Mereka makan di dalam mobil sesuai perintah Sofia. Sementara tim alfa terus dihubungi Bima.


"Nona, tuan Bima terus menelpon.."


"Baiklah, sini biar aku jawab.." ucap Sofia.


"Hallo paman.." ucap Sofia ditelepon.


"Sofia.. bagaimana kabarmu?? kenapa kau pergi begitu saja.." ucap Bima.


"Yah, aku mendapat laporan dari tim alfa jadi mau tak mau aku harus bergegas.." ucap Sofia.


"Alfi sangat khawatir, sekarang dimana kau nak?" tanya Bima.


"Di resto cepat saji GXx.." ucap Sofia.


"Baiklah kami akan segera kesana.. dan juga bagaimana pengejarannya?" tanya Bima.


"Tim alfa masih mengejar paman.. belum ada kabar baru.." ucap Sofia.


"Oke.. tunggu disana hingga kami datang.." ucap Bima.


"Ya paman.." balas Sofia lalu mematikan telepon.


"Ketua ini ponselmu.. aku sudah melaporkannya pada paman Bima.." ucap Sofia.


"Baik nona, terimakasih.." ucapnya.


Sementara Sofia melanjutkan makannya bersama yg lainnya.


☘☘☘

__ADS_1


Sementara Kenan yg sudah dapat lokasinya sudah berangkat terlebih dahulu bersama Alfi.


"Kau yakin Ken lokasinya disana?" tanya Alfi.


"Ya.. kakakku selalu memakai benda pemberianku agar aku mudah melacaknya.." ucap Kenan.


"Baguslah.." balas Alfi.


"Mereka sedang di resto GXxx.." ucap Kenan.


"Apa mereka bertarung di tempat seramai itu?" tanya Alfi bingung.


"Atau bisa jadi kakakku sedang beristirahat disana karena tak ada pergerakan daritadi.." ucap Kenan.


Mereka berdua pun menuju ke resto tersebut. Sementara Bima, bingung tidak melihat Kenan dan Alfi di belakang mereka.


"Kedua anak itu kemana?" ucap Bima heran sambil melihat ke belakang.


"Mungkin sudah lebih dulu pergi kesana.." ucap Chen.


"Dasar, seenaknya saja meninggalkan kita.." ucap Bima.


"Namanya juga anak muda, semangatnya masih membara.." ucap Chen.


☘☘☘


Tibalah Kenan dan Alfi di resto tersebut. Mereka bertemu tim alfa di tempat parkir.


"Dimana kakakku?" tanya Kenan.


"Nona ada di dalam mobil tuan.. mari ikuti saya.."


"Lalu bagaimana kondisinya?" tanya Alfi.


"Mengganti sendiri? memangnya dia bisa?" tanya Alfi.


"Maaf tuan, kami semua laki-laki tak mungkin membantunya.."


"Akh aku baru ingat itu.." ucap Alfi.


"Itu mobil kami tuan.."


"Oh itu dia.." ucap Kenan langsung menuju ke mobil diikuti oleh Alfi.


"Kakak.. apa yg terjadi??" tanya Kenan.


"Eh.. Kenan kau ada disini.. aku hanya sedang beristirahat menunggu kabar yg lain.." ucap Sofia.


"Ck.. kau itu memaksakan diri sekali.. lalu bagaimana lukamu?" tanya Kenan.


"Itu yg tidak baik.. tapi aku bisa bertahan.." ucap Sofia.


"Sofia bagaimana lukamu? apa masih mengeluarkan darah?? apa kau minum obat pereda nyeri?" tanya Alfi.


"Al maaf aku kabur begitu saja.. lukanya sudah aku ganti perbannya dan aku sudah minum obat.." ucap Sofia.


"Biar aku lihat.." ucap Alfi.


"Tidak apa.. sudah nanti saja saat dirumah sakit.." ucap Sofia.


"Sudah jangan melawan, kau harus diobati kak.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Baiklah.." ucap Sofia pasrah.


"Kalian semua berjaga diluar, kami akan mengobati luka kakakku.." ucap Kenan.


"Baik tuan.."


"Kami maksudnya kau dan aku?" tanya Alfi.


"Ya memangnya siapa lagi, jangan berfikir aku akan membiarkanmu mengobati kakakku berdua kalau kalian khilaf aku yg akan dimarahi ayah.." ucap Kenan.


"Kau itu, memangnya aku lelaki seperti itu.." ucap Alfi lalu masuk ke dalam mobil.


Mereka pun masuk ke dalam dan membawa peralatan Alfi. Disana Alfi mengobati Sofia dan kaca dimobilnya cukup gelap hingga yg diluar tak bisa melihat. Kenan pun membantu Alfi mengobati Sofia seperti asistennya.


"Sofia kau ini nakal sekali, sampai lukanya jadi begini.." ucap Alfi.


"Maaf,, pekerjaanku tak bisa diajak kompromi.." ucap Sofia.


"Baiklah, tahan ya.." ucap Alfi.


Lalu Sofia mulai meringis kesakitan.


"Pasti sakit sekali.." ucap Kenan.


"Ya.. rasanya memang sakit.. tapi kakakmu tidak peduli dan terus saja bekerja.." ucap Alfi.


"Kalian ini terus mengejekku yg sedang sakit.." ucap Sofia.


"Mau bagaimana lagi, kalau sakit harusnya beristirahat.. " ucap Alfi.


"Nah sudah selesai.." ucap Alfi.


"Ok terimakasih dokter Alfi.." ucap Sofia.


"Ya sama-sama, sekali lagi berdarah kau akan kukurung di kamar pasien.." ucap Alfi.


"Oke.. siap.." balas Sofia.


Lalu Kenan pun membuka jendela mobil tanda Sofia sudah selesai diobati. Ketua tim alfa pun mendekat tanda ada berita baru.


"Nona, mereka sudah menemukan tuan Hong.." ucapnya.


"Dimana mereka?" tanya Sofia.


"Di titik Xx.." ucap ketua tim Alfa.


"Oke.. ayo kita kesana.." ucap Sofia.


"Kami akan ikut mengejar dari belakang.." ucap Kenan.


"Oke.. tapi nampaknya mobilmu terlalu bagus untuk mengejar mereka.." ucap Sofia melihat mobil sport milik Kenan.


"Tak ada waktu lagi aku akan mengikutimu agar tak terjadi hal buruk lagi.." ucap Kenan.


"Baiklah, ketua ayo kita berangkat dan kabari paman Bima agar segera ke lokasi.." ucap Sofia.


"Baik nona.." ucapnya.


Sofia dan rombongannya pun mengikuti titik yg diberikan anak buah Sofia yg sedang mengintai. Sementara Bima dan Chen, langsung menuju lokasi tersebut setelah mendapatkan kabar.


"Kurasa faktor usia berpengaruh cukup besar pada kita.. kita terlambat lagi.." ucap Chen.

__ADS_1


"Kau benar kawan.. lihatlah mereka sudah mengejar saja duluan.." ucap Bima.


__ADS_2