
Praankkkkk..!!!
Gelas pun jatuh dan menimbulkan suara yg membangunkan Alfi.
"Sayang ada apa?? apa ada seseorang?" tanya Alfi bersiaga.
"Tidak aku hanya haus dan tanganku tak sampai.." ucap Sofia.
"Sudah, duduk disini aku akan ambilkan minum lalu membereskannya.." ucap Alfi.
Alfi pun ke dapur mengambilkan Sofia air, kemudian ia membereskan pecahan gelas tersebut. Wajah Sofia mulai memucat dan keringat pun bercucuran.
"Sayang kau yakin baik-baik saja..?" tanya Alfi.
"Perutku sakit lagi.." jawab Sofia.
"Sudah berapa lama?" tanya Alfi.
"Sekitar 30 menit.." ucap Sofia.
"Ya Tuhan, sayang ayo kita ke rumah sakit.." ucap Alfi.
Sofia pun lekas bangun dari tempat tidur dan hendak ke toilet. Bercak darah sudah ada di tempat tidur, menandakan Sofia akan segera melahirkan. Alfi segera memanggil perawat untuk memeriksa Sofia dibantu oleh dirinya. Mereka pun langsung memanggil bantuan dari SHIELD. Dan dengan segera tim yg sudah diperintahkan Sofia bergegas. Mobil sudah siap di bawah, dan Alfi segera menggendong Sofia menuju ke mobil. Sementara perawat membawakan tas Sofia.
Doni dan Ayana pun segera bangun setelah mendapat kabar dari Alfi. Mereka berangkat lebih dahulu karena kondisi Sofia. Setibanya dirumah sakit, semua perawat dan dokter yg bertugas sudah bersiaga. Alfi pun menemani Sofia melahirkan di dalam ruangan persalinan. Sofia yg memilih persalinan normal pun menikmati setiap rasa sakit yg ia rasakan.
Sofia yg sudah diajari oleh dokter dan beberapa orang terdekatnya pun mencoba untuk tenang saat melahirkan. Ia tidak ingin menjerit histeris yg akan menguras energinya. Ia menggenggam erat tangan Alfi selama proses tersebut.
Bayi pertama yg ia lahirkan pun berjenis kelamin laki-laki. Tampak Sofia yg Alfi mulai tersenyum, tapi Sofia sudah kembali bersiap untuk kelahiran yg kedua. Dengan segenap kekuatannya akhirnya bayi yg kedua pun lahir dan berjenis kelamin perempuan membuat mereka merasa lengkap. Tangis haru pun pecah saat keduanya ada di pelukan Sofia.
Doni dan Ayana yg berada di luar pun mendengar suara tangisan bayi, mereka pun tersenyum dan mendekat ke arah pintu kaca untuk melihat sedikit. Mereka pun terharu atas kelahiran cicitnya. Hingga saat kedua bayi dan ibunya dipindahkan ke ruangan lain. Mereka pun melihat cicitnya yg berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tampak sehat.
Seluruh keluarga yg berada di Indonesia pun terkejut akan kelahiran Sofia. Reina dan Satria pun langsung terbang dengan pesawat pribadinya. Mereka sungguh tak sabar ingin melihat kedua cucunya yg berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
"Sayang cucu kita lahir.." ucap Reina membangunkan Satria.
"Benarkah?" tanya Satria yg baru bangun.
"Ya.. papa mengabari barusan.." ucap Reina.
Satria pun langsung membuka matanya, rasa kantuknya pun hilang seketika dan senyum mengambang di wajahnya.
"Ayo kita bersiap.." ucap Satria.
"Tapi kita cek dulu, apa ada pilot yg siap terbang.." ucap Reina.
"Pilot SHIELD selalu siap 24 jam sayang. Aku akan menghubunginya.." ucap Satria.
Tak lama Satria pun mengabari kalau pesawat dan pilot sudah ready. Hingga mereka bisa berangkat saat itu juga.
"Mereka ready, let's go.. aku tak sabar bertemu mereka.." ucap Satria.
"Aku juga sudah menyiapkan koper dari jauh-jauh hari.." ucap Reina mengambil koper yg sudah rapi dengan isinya.
__ADS_1
"Bagus, kau memang istiku yg bisa diandalkan.." ucap Satria.
Setelah berganti pakaian, pasangan kakek dan nenek tersebut pun menuju bandara dan langsung terbang menuju ke Singapura saat dini hari.
Dan pada pagi hari mereka sudah tiba di Singapura. Mereka langsung bergegas menuju ke rumah sakit. Sesampainya disana, mereka haru melihat cucu mereka yg lahir dengan sehat. Keduanya tampak lucu dan mengingatkan mereka saat Sofia dan Kenan lahir.
"Aku jadi ingat Sofia dan Kenan.." ucap Reina.
"Kau benar, dulu mereka juga seperti ini.." ucap Satria.
"Aku senang ayah dan ibu tiba dengan cepat.." ucap Sofia.
"Tentu saja sayang, kami tak sabar bertemu mereka berdua.." ucap Reina.
"Dan mereka mengingatkan kami pada dirimu dan Kenan.. kalian sangat lucu saat lahir.." ucap Satria.
"Ibu Siska dan ayah Bima kapan tiba?" tanya Sofia.
"Mereka akan tiba agak siangan, karena Siska harus ijin ke rumah sakit dulu.." ucap Reina.
"Oh begitu.." balas Sofia.
"Alfi mana Sofia?" tanya Reina.
"Ia mengurus beberapa pekerjaan.." ucap Sofia.
"Kau baru melahirkan tapi dia sudah bekerja saja.." ucap Satria.
"Yasudah, nanti dia juga datang kemari.." ucap Reina.
Tak lama Alfi pun tiba.
"Wah panjang umur.." ucap Satria.
"Hai ayah, ibu.. maaf aku pergi lama.." ucap Alfi.
Alfi pun membawa paper bag yg berisi 2 kotak barang.
"Apa itu sayang?" tanya Sofia.
"Hadiah untuk si kembar.." ucap Alfi.
"Apa isinya? aku penasaran.." ucap Sofia.
"Ini dia, isinya adalah sebuah kalung dengan inisial D.. Aku menamai mereka Dion dan Diana.." ucap Alfi.
"Nama yg bagus.." ucap Sofia.
"Ya nama yg bagus ." ucap Satria dan Reina.
"Aku akan memasangkan kalung ini agar mereka tak tertukar dengan bayi lain.." ucap Alfi.
"Ide bagus.." ucap Sofia.
__ADS_1
βββ
Malam harinya, saat semua orang sedang berkumpul. Mereka menemani Sofia dan mengajari Sofia yg baru saja menjadi ibu. Malam ini Reina dan Satria yg akan menjaga Sofia. Namun, sebelumnya keduanya makan malam dahulu diluar. Dan meninggalkan Sofia bersama Doni dan Alfi. Karena Ayana diminta untuk segera pulang dan beristirahat.
Alfi pun pergi sejenak menuju ke ruangannya untuk melihat berkas-berkas dokumen. Dan Doni pergi menuju ke ruang bayi untuk melihat cicitnya. Saat ke ruang bayi, Doni pun menaruh curiga pada seorang pria yg keluar dengan memakai pakaian hitam dan menggendong bayi keluar. Sementara perawat yg berjaga entah kemana.
Doni memiliki firasat yg kuat tentang pria berpakaian hitam tersebut, pun memerintahkan tim alfa untuk mengikutinya. Sementara Doni masuk ke ruangan bayi dan melihat keadaan di dalam. Nampak para perawat tergeletak pingsan. Doni pun segera berteriak memanggil anak buahnya.
"Tim alfa kejar pria tadi, dia menculik Dion..!" perintah Doni.
"Dan panggil dokter karena ada yg pingsan.." lanjut Doni.
Doni pun memanggil Satria untuk segera datang, dan juga Alfi untuk memeriksa keadaan. Lalu ia menuju ke kamar Sofia dengan membawa Diana untuk diamankan.
"Kakek ada apa?" tanya Sofia.
"Sofia Dion diculik, kau jaga Diana kakek, ayahmu dan juga Alfi sedang mengejar penculik tersebut bersama tim Alfa." ucap Doni.
"Apaa?? tidak aku akan mencari Dion.." ucap Sofia.
"Kau harus menjaga Diana, kemungkinan mereka tak tahu kalau anakmu kembar.." ucap Doni.
"Baiklah.." balas Sofia.
Doni pun berlari menuju ke parkiran sesuai laporan tim alfa yg sedang mengepung. Nampak pula Satria dan timnya sedang berada di lokasi. Dan Alfi ia tak kalah terkejut, setelah memastikan ruangan bayi aman ia mengejar penculik tersebut.
Di lokasi Satria berusaha mengamankan penculik tersebut.
"Lepaskan bayi itu!" ucap Satria.
"Kalau kalian mendekat bayi laki-laki ini akan mati.. " ucap pria tersebut sembari menodongkan pistol.
"Apa maumu?" tanya Satria.
"Turunkan senjata kalian..!" ucap penculik tersebut.
"Baiklah.." ucap Satria memerintahkan anak buahnya.
"Bagus.." ucap pria tersebut.
Dorr !! Dorr !!
Doni pun menembak kaki penculik tersebut, membuat pria tersebut jatuh dan dengan sigap Satria beserta tim Alfa mengamankan Dion.
"Ringkus pria ini..!" perintah Satria.
"Papa datang tepat waktu.." ucap Satria.
"Tentu saja, aku mengkhawatirkan cicitku.." ucap Doni.
Mereka pun mengamankan Dion dan membawanya menuju ke kamar Sofia. Sofia pun tersenyum melihat putranya telah kembali.
πMulai besok akan masuk "Season 2 ya.." ππ
__ADS_1