Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.75


__ADS_3

Vall yg tengah mengurung diri di ruangannya kini semakin terkejut saat ibunya menelponnya.


"Sayang kenapa kau lama sekali mengangkat telepon ibumu?" tanya nyonya Felicia ibu Vall.


"Maaf ibu aku sedang sibuk.." balas Vall.


"Vall kau sudah melakukannya?" tanya Felicia.


"Ehmm.. belum nanti akan kulakukan.." ucap Vall.


"Vall jangan berbohong pada ibu, kau malah membawa wanita itu dan mengobatinya bukan?" balas Felicia.


"Bagaimana ibu bisa tahu?" tanya Vall karena ia sudah mengatakan pada bawahannya untuk merahasiakannya dari ibunya.


"Vall ibu bukan orang baru dalam organisasi ini.. jadi ibu tahu segala yg kau lakukan.." ucap Felicia.


"Maaf bu, aku belum melakukannya.." ucap Vall.


"Apa alasanmu? jangan bilang kau menyukainya seperti kakak tirimu yg bodoh itu.." ucap Felicia.


"Aku punya alasan sendiri bu.." ucap Vall.


"Lalu apa? kau ini tidak bisa membohongi ibumu.." balas Felicia.


"Baiklah bu, nanti aku kabari.." ucap Vall mematikan telepon.


Kini Vall semakin stres dengan masalahnya. Karena dia sangat tidak mungkin membunuh Sofia. Bahkan jika didekat Sofia ia bisa saja khilaf pada gadis cantik itu. "Oh tidak, ibu sudah tahu semuanya.." gumamnya dalam hati.


Ia pun kembali menguatkan hati dan mencoba membunuh Sofia sore ini. "Aku harus melakukannya.. HARUS..!" gumamnya.


Dan sore hari pun tiba. Kini ia sudah menyuruh anak buahnya untuk membawa Sofia ke ruangan eksekusi. Dengan sisa tenaga yg Sofia miliki, ia menyimpannya untuk hal darurat. Sofia sangat paham kalau tubuhnya kini masih belum pulih.


Ketika tiba di ruangan eksekusi, Sofia pun tersenyum nanar. "Semoga ini bukan akhir dari hidupku.." gumamnya dalam hati.


Ia kembali berusaha fokus, belum lagi tangannya masih dirantai sehingga ia sulit bergerak. Setelah ia dibawa menuju ruang tersebut, penjaga pun keluar untuk berjaga di depan pintu menunggu tuannya datang.


Tak berapa lama Vall pun tiba masih dengan topeng diwajahnya. Ia bahkan tak mau identitasnya diketehui oleh orang-orang apalagi Sofia.


Saat Vall tiba, penjaga pun membukakan pintu pada tuannya.


"Wah akhirnya kau datang juga tuan.." ucap Sofia.


"Jadi kau sudah siap nona?" tanya Vall dengan pistol ditangannya.


"Ya.. aku siap.." ucap Sofia yakin.

__ADS_1


Maka Vall langsung mengarahkan pistolnya ke arah kepala Sofia. Doorr...!


Namun Sofia menghindar dengan cepat, dan ternyata ia sudah melepaskan diri dari rantai tersebut. Ia memanfaatkan barang disekitarnya untuk menyelamatkan diri. Dan itu sudah dipelajarinya sejak kecil.


"Paman-paman ilmu kalian sangat berguna disaat seperti ini.." gumam Sofia mengingat paman-paman yg mengajarinya.


"Maaf tuan membuat anda kecewa, jika anda memang lelaki gentle ayo kita bertarung tanpa senjata.. apa kau takut melawan wanita?" ucap Sofia.


"Baiklah jika itu keinginanmu.." ucap Vall lalu membuang senjatanya ke lantai.


Vall membuka kemejanya dan memperlihatkan ototnya agar bertarung dengan leluasa.


"Sial badannya besar, apakah energiku sudah cukup kuat melawannya?" gumam Sofia dalam hati melihat tubuh lawannya.


Sofia pun nampak tenang memandang lawannya. Seketika Vall mendekat dan melayangkan tinjunya, namun Sofia mengelak. Kini giliran Sofia melancarkan tendangan mautnya namun, dengan cepat Vall mundur hingga Sofia tak mampu menjangkaunya.


"Hampir saja mengenai wajahku.." gumam Vall.


Kini Sofia menyerangnya dengan jarak dekat, namun Vall berhasil menangkisnya. Begitu juga sebaliknya, ketika Vall menyerang Sofia juga menangkisnya atau menghindar.


Bughh..Bughh..Bughh..


Saat momen yg tepat, Sofia melancarkan tendangannya dan tepat mengenai kepala Vall.


Vall pun pingsan dibuatnya. Namun, petugas sudah bersiap menangkap Sofia. Dengan segenap kekuatannya Sofia pun melawan mereka dan menjatuhkan mereka semua.


Hingga kini setelah semuanya jatuh, Sofia bergegas keluar dari tempat tersebut. Sofia pun berkeliling tempat namun sepertinya ia berputar-putar. Hingga ia melihat jendela yg mengarah ke luar. "Bagus.." ucapnya.


Sofia pun melompat dari jendela, dan dengan perlahan berhasil mendarat dengan mulus. Dengan nafas yg tersengal-sengal ia pun berjalan mengendap-endap menuju pintu gerbang. Ketika ia ingin menyelinap ke dalam mobil, kepala belakangnya pun dipukul hingga pingsan.


Bughhh..


Dan yg memukul Sofia adalah Vall, ia sadar tak lama setelah Sofia kabur. Namun, karena Sofia cukup lama menemukan jalan keluar ia berhasil menemukannya lewat kamera pengawas. Dan dengan cepat mengikuti Sofia.


Kini Sofia sudah pingsan di pelukannya. Ia langsung menangkap tubuh Sofia begitu jatuh dihadapannya. Entah mengapa ia merasa bersalah atas segala tindakannya. Ia pun menggendong Sofia masuk ke dalam ruangan pribadinya. Entah apa yg kini merasuki pikirannya. Setelah tiba di kamarnya ia langsung mengunci pintu dan merebahkan tubuh Sofia diranjangnya. "Maaf Sofia, tapi kau harus jadi milikku..!" gumamnya.


Dengan pikiran jahat yg terus ada di benaknya, nampaknya Vall sungguh tengah tak sadar apa yg kini ia lakukan. Ia membuka kemejanya dan memperlihatkan tubuh atletisnya. Lalu ia berusaha menimpa tubuh Sofia. Sofia yg sadar karena luka tembaknya kini terbuka dan mengeluarkan darah pun membuka matanya. Kini mata mereka bertemu dan Vall tetap pada pikirannya yg sedang tak terkontrol.


"Akhh..!" teriak Sofia menendang organ vital Vall hingga membuatnya bangkit dari tubuh Sofia. Bughh..


Kini Vall sedang meringis dan Sofia segera bangkit dari posisinya. Ia menemukan pistol Vall yg tergeletak di mejanya dan mengarahkannya pada pria di hadapannya.


"Diam atau kutembak kau..!" ancam Sofia.


"Sofia tenang.. " ucap Vall menahan sakit dibagian vitalnya.

__ADS_1


"Apa maumu? berani sekali kau menyentuhku.." ucap Sofia kesal.


"Mari buat kesepakatan.." ucap Vall.


"Maaf aku bukan pel******r.. aku tak menjual tubuhku.. " ucap Sofia kesal.


Dorr...!


Sofia pun menarik pelatuknya dan menembak pria dihadapannya. Peluru tersebut tepat mengenai kaki pria tersebut.


"Akhh.." teriak Vall namun tak ada yg akan mendengarnya karena kamar tersebut kedap suara.


Dengan cepat Sofia menarik topeng di wajah Vall yg masih ia kenakan hingga sekarang. Saat topeng itu ditarik dan kini menampakkan wajah asli si pemimpin BlackStar yg tak lain adalah Vall.


"Vall.. jadi kau adalah.. " ucap Sofia.


"Ya.. aku adalah Vall, makanya aku ragu membunuhmu.." ucap Vall.


"Tidak, jadi kau juga yg menyelundupkan orang di acara ulang tahun S Group.. harusnya aku sudah menduganya.." ucap Sofia.


"Sofia aku tidak akan membunuhmu karena aku tak mampu.. jadi bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" tanya Vall.


"Kau bahkan hampir menodaiku.. kau pikir aku akan percaya, kalau pun itu adalah kesepakatan pasti tetap merugikanku.." ucap Sofia.


"Sofia aku sungguh tak akan melukaimu lagi.." ucap Vall.


"Lihat kini kakiku sudah kau tembak tak mungkin aku bisa bergerak melawanmu.." ucap Vall.


"Cepat katakan apa maumu..?" ucap Sofia sembari terus menodongkan senjatanya.


"Sofia mari kita menikah.. dan aku berjanji takkan mengganggu SHIELD ataupun keluargamu.. Bagaimana?" tanya Vall.


"Tuh kan tetap kesepakatan yg merugikanku.. memangnya menikah itu main-main ?? " tanya Sofia kesal.


"Ibuku adalah pemimpin yg sebenarnya dan ia akan menghancurkan SHIELD dan juga membunuh saudaramu Kenan.." ucap Vall.


"Dan aku mampu melindungi keluargamu asalkan kita menikah.. bagaimana Sofia..?" tanya Vall.


"Maaf simpan saja mimpimu itu, karena itu takkan pernah terjadi.." ucap Sofia.


Dorr..! Prankkkk...


Sofia pun menembak kaca jendela dan bermaksud untuk meloncat ke bawah meninggalkan Vall dan tempat tersebut. Tentunya itu menarik perhatian dari anak buah Vall. Namun, Sofia tetap meloncat walau tahu resikonya.


"Sofiaaa....!" teriak Vall.

__ADS_1


__ADS_2