Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.133


__ADS_3

Hari yg panjang dan melelahkan mungkin itulah yg bisa digambarkan dari kejadian hari ini. Perayaan yg disebut pernikahan yg ternyata adalah perang, sungguh terjadi. Semua orang nampak lelah tapi juga lega karena insiden besar sudah lewat, hanya tinggal membereskan masalah-masalah kecil.


Acara pernikahan yg batal pun tak masalah bagi Reina dan juga Satria meskipun mereka harus menanggung malu. Itu lebih baik daripada menikahkan puteri mereka dengan orang yg salah. Kini semua keluarga nampak sudah kembali ke hotel, hanya menyisakan Kenan dan Alfi yg berjaga bergantian. Belum lagi bodyguard dari tim SHIELD yg ditugaskan untuk berjaga disana.


Kenan memilih istirahat di ranjang yg disediakan, sementara Alfi masih terus menunggu disamping Sofia. Duduk sembari memegang tangan Sofia. Doa-doa tak hentinya ia panjatkan. Hingga Alfi pun tertidur disamping Sofia dengan posisi duduk.


Kenan yg melihat pun merasa takjub betapa Alfi dengan penuh perhatian menjaga kakak kembarnya. Kenan pun mengambil selimut dan menyelimuti Alfi sahabatnya sendiri.


"Dasar gigih juga.." gumam Kenan.


Kenan pun terbangun karena merasa sudah cukup waktu tidurnya. Ia keluar membeli makanan, dan makan ditempat makan yg tak jauh dari rumah sakit. Lalu ia kembali dan melihat laporan anak buahnya sehariannya. Belum lagi laporan kantor dan juga keluhan koleganya yg hadir di pernikahan Sofia.


"Kini hanya tinggal masalah yg merepotkan.." gumam Kenan menatap ponselnya.


Setelah kembali ke rumah sakit, Kenan berkutat pada laptopnya. Ia membalas semua email yg masuk hari ini. Juga melihat laporan dari anak buahnya tentang kejadian terakhir saat ia meninggalkan gedung pernikahan menuju ke rumah sakit.


Menurut laporan Vall dijatuhi hukuman berat, dengan semua bukti-bukti yg dikumpulkan Sofia. Tak ada yg bisa membantunya, begitu juga William yg sudah mereka tangkap terlebih dahulu. Kini hanya tinggal tuan Felix dan istrinya yg tengah panik melihat keadaan Vall. Tuan Felix yg tidak tahu apa-apa tentang kejahatan Vall tapi tanpa sadar mengikuti organisasi yg dibuat oleh Vall. Serta nyonya Felix yg geram, namun ia merasa masih memiliki senjata andalan yg dapat digunakan untuk menjerat Sofia dan keluarganya.


"Aku masih punya surat perjanjian yg Vall buat.." gumamnya tersenyum setelah menemukan surat perjanjian tersebut.


Bagaimana ia tak bahagia karena jika berhasil ia akan mendapatkan saham 50% S Group dan juga SHIELD group. Tentu menggiurkan bukan? Jika bisnis haram Vall hancur, ia masih bisa menikmati kemewahan tak terkira bahkan melebihi kekeyaan suaminya tuan Felix. Balas dendamnya pun ia rasa masih bisa ia jalankan.


☘☘☘


Tengah malam Sofia terbangun dari tidurnya, ia merasakan badannya sakit semua dan juga lemas. Ia cukup terkejut melihat Alfi masih setia menggenggam tangannya sambil tertidur dalam posisi duduk.


"Dasar orang satu ini.. " ucap Sofia berusaha membangunkan Alfi.


"Al.. bangunlah.. jangan tidur begitu nanti badannu sakit semua.." ucap Sofia.


Sontak Kenan yg berada di kamar tersebut pun berdiri mendengan suara kakaknya.


"Hmm.. Sofia kau sudah sadar.." ucap Alfi mengerjapkan matanya.


"Akhirnya kau sadar juga kak.." ucap Kenan.


"Iya.. aku sudah lama tertidur hingga sekarang sudah tengah malam." ucap Sofia


"Syukurlah.." ucap Alfi mencium tangan Sofia.


"Al sudahlah, istirahatlah sudah malam.." ucap Sofia.


"Aku senang kau sudah sadar.." balas Alfi.


"Ya kak, pria ini ngotot tak mau beranjak dari kursinya.." ucap Kenan mengadukannya pada kakaknya.

__ADS_1


"Dasar keras kepala sekali, sudah sekarang kau kuperintahkan untuk tidur..!" ucap Sofia.


"Tapi.. tapi bagaimana kondisimu biar aku panggil dokter.." ucap Alfi lalu keluar memanggil dokter yg berjaga.


"Akh dasar pria itu sungguh menyebalkan.." ucap Sofia.


"Kak dia merasa bersalah karena kau melindunginya.." ucap Kenan.


"Ya aku tahu itu, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit ia merasa bersalah.." ucap Sofia.


"Ya artinya ia benar-benar menyukaimu.. " ucap Kenan.


"Sepertinya begitu.. Ken aku lapar apa kalian ada makanan?" tanya Sofia.


"Haha.. kau pasti kelaparan seharian pingsan.." ucap Kenan.


"Hanya ada roti dan buah.." ucap Kenan.


"Tak apalah lumayan, aku kelaparan.." ucap Sofia.


Lalu tak lama dokter yg bertugas datang dan memeriksa kondisi Sofia. Alfi yg juga dokter pun ikut memperhatikan dengan seksama. Kemudian dokter tersebut pun keluar setelah melihat kondisi Sofia sudah lebih baik.


"Syukurlah.." ucap Alfi.


"Makanya kalian itu istirahat ini sudah malam.." ucap Sofia.


"Aku sudah kak, cuma Alfi yg belum istirahat.." ucap Kenan.


"Al.. kau mau kita bertukar tempat atau bagaimana?" tanya Sofia.


"Maksudnya?" balas Alfi tak mengerti.


"Kalau kau tak mau istirahat aku yg akan bangun dari tempat tidurku agar kau yg istirahat disini.." ucap Sofia.


"Tidak usah, kau disana saja.. aku akan tidur di ranjang sebelah.." ucap Alfi lalu pindah ke ranjang sebelah Sofia.


"Good.." ucap Sofia.


"Ken mana roti dan buahnya bawakan kesini aku sangat lapar.." ucap Sofia.


"Baiklah.. " ucap Kenan.


"Sini biar aku saja.." ucap Alfi lalu dimarahi oleh Sofia.


"Al kusuruh tidur ya tidur.. aku bisa makan sendiri.. dan Kenan juga sedang bekerja jadi ia akan terjaga.." ucap Sofia dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Baiklah.." balas Alfi pasrah.


"Ya kau harus menurut, jangan sampai habis aku sembuh kau yg sakit.." ucap Sofia.


Allfi pun hanya mengangguk dan menarik selimutnya. Sementara Sofia menikmati buah dan juga roti dari Kenan. Lalu Sofia berbincang sedikit dengan Kenan tentang kejadian hari ini. Ia pun lega karena Vall sudah tertangkap. Ia pun berterimakasih pada Kenan dan Alfi yg berkontribusi besar pada rencananya, juga orang-orang terdekatnya yg banyak membantunya.


"Aku harus berterimakasih pada kalian.." ucap Sofia.


"Ya.. kau harus melakukan itu.." balas Kenan.


Satria dan Reina yg mendengar Sofia sudah sadar pun bisa tersenyum. Mereka berdua cukup khawatir akan kondisi Sofia. Juga semua anggota keluarga telah mendapatkan kabar tersebut.


☘☘☘


Keesokan harinya, Kenan nampak sudah rapi seperti akan pergi ke kantornya.


"Ken kau akan ke kantor?" tanya Sofia.


"Ya.. aku ada rapat penting.." ucap Kenan.


"Baiklah.. " balas Sofia.


"Oke.. aku berangkat kak.." ucap Kenan yg sudah siap karena pagi-pagi sekali orang-orangnya sudah mengirimkan setelan jas kerjanya ke rumah sakit.


Kenan pun berangkat menuju perusahaannya yg ada di Italia. Ia harus mengadakan rapat dadakan karena ancaman dari nyonya Felix sesuai dengan prediksi Sofia. "Ternyata prediksi kakak benar.." gumam Kenan dalam hati.


Kenan pun tiba di kantornya, dan langsung ditemani oleh Kevin.


"Jadi tuan anda sudah menerima email saya, bagaimana bisa kakak anda membuat perjanjian itu?" tanya Kevin heran.


"Sudahlah Kev, kau lihat saja nanti.." ucap Kenan.


"Pengacaraku sudah tiba bukan?" tanya Kenan.


"Ya tuan Cornelius sudah tiba.." ucap Kevin.


Kevin pun masih bingung dengan respon atasannya yg terbilang santai padahal 50% saham perusahaannya akan direbut oleh seorang wanita yg gagal menjadi mertua dari Sofia. "Apa yg tuan rencanakan??" tanya Kevin dalam hati.


Kenan pun langsung menemui tuan Cornelius dan berbicara 4 mata, kemudian mereka menemui nyonya Felix di ruangan rapat dimana wanita paruh baya itu sudah menunggunya.


"Maaf nyonya sudah membuatmu menunggu.." ucap Kenan.


"Iya, jadi kau sudah tahu bukan maksud dari kedatanganku?" tanya nyonya Felix dengan senyum merekah.


"Tentu nyonya.. dan aku sampai membawa pengacaraku.." ucap Kenan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2