Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP245


__ADS_3

Diana pun kejar-kejaran dengan Fabio dan anak buahnya. Mereka pun tak segan-segan untuk saling tembak. Satria pun memerintahkan pasukannya untuk membantu Diana dan menyusulnya. Mereka pun melihat Diana sedang dihujani peluru yg mengarah ke mobilnya. Tak tinggal diam, mereka membantu Diana menangkap Fabio.


Dorr..Dorr..Dorr..


Beberapa pun mengenai ban mobil anak buah Fabio, dan mereka pun tak bisa mengendalikan laju kendaraanya hingga saling tabrak. Dengan begitu Diana berhasil mengambil celah untuk mengejar Fabio.


Dengan cepat Diana mengejar Fabio hingga kini mobilnya tepat berada di depan mobilnya. Tapi anak buah Fabio tak tinggal diam dan menembaki mobil Diana. Mobil Diana pun mulai oleng karena bannya pecah tertembak. Hingga mobilnya berakhir menabrak sebuah pohon.


Nyiiiiiittt.. Brakakk...


"Akh.. si**l sekali.." ucap Diana yg selamat dan mencoba keluar dari dalam mobil.


Tim SHIELD pun mendekat dan berusaha membantu Diana.


"Nona.. " ucap mereka.


"Aku baik-baik saja.. ayo kita kejar Fabio." ucap Diana.


"Nona yakin tak ada yg luka atau cedera?" tanya mereka sekali lagi.


"Ya.. sudah tak ada waktu lagi.. ayo kita pergi.. " ucap Diana.


"Baiklah.."


Mereka pun kembali mengejar Fabio. Entah kemana kali ini Fabio pergi. Karena sudah tak tampak lagi mobilnya di hadapan mereka.


"Kita kehilangan mereka.." ucap salah seorang.


"Belum.. aku kita harus berpencar.." ucap Diana.


"Tapi nona.?"


"Sudah ikuti aku saja, dan laporkan pada kakek.." ucap Diana.


"Dan kau tukar tempat, aku yg akan mengemudi.." pinta Diana.


"Baik nona.."


Setelah Diana bertukar tempat dan meminta pasukannya untuk berpencar, Diana pun mendapat info dari mata-matanya kalau Fabio ada disekitar sana. Ia sedang bersembunyi di sebuah bengkel tua yg tak terpakai.


Diana dan beberapa orangnya pun menuju kesana dan nampak benar mobil Fabio ada disana. Diana pun turun untuk melihat situasi. Setelah dirasa cukup aman ia masuk ke dalam gedung.


Baru saja ia memasuki pintu anak buah Fabio sudah bersiap menembak Diana. Tak berhenti sampai disitu Diana berusaha melawan dan menembak ke arah mereka. Baku tembak pun kembali terjadi, hingga Diana berhasil kabur darisana bersama anak buahnya.


"Keluarlah gadis gila..!" teriak Fabio.


"Kau suka sekali bukan melihat para pria tampan, aku bawakan pria tampan untukmu.." ucap Fabio.


"Kau yakin tak mau melihatnya??" tanya Fabio.


Kenneth pun muncul dengan kondisi terikat tangan dan kakinya. Ternyata ia dijebak dengan meminum obat tidur yg telah dicampur ke dalam minumannya, dan saat itulah anak buah Fabio datang membawanya.


"Kenneth.." gumam Diana.


"Nona, kapten tim alfa ada disana.."


"Ssst.." ucap Diana.


"Ayolah Diana.. kau mau aku siksa pria tampan ini?" tanya Fabio.


Sreeekk.. Fabio pun membuka lakban yg ada terpasang di mulut Kenneth.


"Ck.. berani sekali mereka menculikku dengan menaruh obat tidur di minumanku.. Diana kau bukan gadis bodoh kan cepat kabur darisini.." gumam Kenneth dalam hati.


"Kau ketua tim alfa bukan? bagaimana kehebatanku bahkan ketua tim alfa berhasil kujadikan sandera.." ucap Fabio.

__ADS_1


Namun, Kenneth tetap diam tak bergeming. Ia tahu ini adalah trik Fabio agar Diana segera keluar. Tapi keduanya tetap tak bergeming.


"Oh kalian berdua sangat kompak.. bahkan tak ada yg mau bersuara.." ucap Fabio mulai kesal.


Tatapan Kenneth pun tetap datar tanpa ekspresi. Entah apa yg ada dipikirannya kini, tapi ia berharap Diana sudah meninggalkan lokasi dan menghubungi pasukan lainnya untuk menyerang balik.


"Hallo paman.. kita bertemu lagi.." ucap Diana menampakkan diri tanpa memegang senjata.


"Oh kau akhirnya keluar juga.." ucap Fabio.


"Bodoh.. " gumam Kenneth.


"Haha.. dia mengataimu bodoh.." ucap Fabio.


"Kapt, kau sangat tampan saat sedang marah.. dan paman sangat menyebalkan.." ucap Diana.


"Kau lagi-lagi mengeluarkan kata-kata pujian. " ucap Fabio.


"Jadi apa maumu paman?" tanya Diana to the point.


"Mauku? tentu saja membunuh kedua orang tuamu.. dan juga menghancurkan SHIELD.. " ucap Fabio.


"Paman yakin? apakah paman yakin bisa mengalahkanku?" tanya Diana sambil tersenyum.


"Ckk.. kau itu sungguh percaya diri, " ucap Fabio.


"Maju saja paman, aku hanya wanita masa paman takut.." ucap Diana.


"Baiklah, tapi jangan menyesal." ucap Fabio.


"Tak akan.. ayolah silahkan maju.. " ucap Diana.


Sett..sett..sett..


"Ck.. kalau begini sepertinya cukup adil.." ucap Fabio mengeluarkan pisau.


"Baiklah, silahkan .." ucap Diana.


Tringg..triingg..


"Apa yg kau gunakan?" tanya Fabio saat menyerang pergelangan tangan Diana yg sedang bertahan.


"Oh, hanya sebuah pelindung.. " balas Diana.


Diana dan Fabio pun bertarung disana dan tanpa sadar Diana menggiring Fabio untuk menjauh, hingga anak buah Diana bergerak menjatuhkan anak buah Fabio dan menyelamatkan Kenneth.


"Kapten anda tidak apa?" tanya mereka.


"Ya.. Diana masih saja dengan ide yg berani.." ucap Kenneth.


"Kapten dia putri dan cucu pemilik SHIELD.." ucap salah seorang memberitahu.


"Aku sudah tahu, jadi ayo kita bantu Diana. " ucap Kenneth.


"Mereka berdua benar-benar.." gumam salah seorang.


"Sudah tangkap sisa anak buah Fabio yg tersisa dan aku akan membantu Diana." ucap Kenneth.


"Siap kapten.." ucap mereka.


Sementara Diana sedang seru bertarung melawan Fabio.


"Kalau kau putriku aku akan sangat bangga, tapi kau putri dari dokter gila itu.." ucap Fabio.


"Terimakasih pujiannya paman, tapi aku lebih menyukai ayahku.." ucap Diana.

__ADS_1


"Ck.. bagaimana jika kau bergabung denganku?" ajak Fabio.


"Tidak mungkin.. aku terlalu bersih untuk mandi lumpur.." ucap Diana.


Bughh...Bughh..bughh..


"Paman menyerahlah, kau mulai melemah.." ucap Diana.


"Tidak akan.." ucap Fabio.


"Aku tak akan membiarkan Claude hidup bersama kalian.. dan balas dendamku belum terwujud." ucap Fabio.


"Kau yakin Claude masih mempercayaimu?" tanya Diana.


"Aku yg membesarkannya.." ucap Fabio.


"Paman, aku takkan membunuhmu.. jadi menyerahlah.." ucap Diana.


"Tidak akan.." ucap Fabio lalu menyerang Diana dengan pisaunya.


Sreettt..


"Akh.. paman jangan kabur.." ucap Diana.


"Diana tunggu.." ucap Kenneth mengejar.


Sementara Fabio kabur dan memanggil bala bantuannya. Ia sudah memanggil anak buahnya untuk malawan Diana beserta pasukannya.


"Diana.." panggil Kenneth tapi Diana terus berlari.


"Kejar saja.." ucap Diana.


Hingga mereka terkepung oleh anak buah Fabio yg datang. Mereka pun harus menghadapi anak buah Fabio dan Fabio kabur menuju ke suatu tempat karena tak mungkin menang melawan Diana dan pasukannya.


Bughh..bughh..bughh..


Pasukan Diana pun telah berhasil menyusul dan membantu melawan bala bantuan Fabio. Diana pun berlari untuk meraih mobilnya dan mengejar Fabio dengan mobilnya.


"Kalian bereskan yg disini.. aku akan kejar Fabio lagi .."ucap Diana.


"Baik nona.." ucap bawahan Diana.


"Diana tunggu.." ucap Kenneth tapi Diana sudah berlari dan menuju ke mobilnya.


Diana yg begitu ingin menangkap Fabio agar semuanya berakhir pun belum menyerah. Ia mengendarai mobilnya dan menuju ke arah Fabio. Sementara Brian dan Claude, mereka datang dengan bala bantuan. Namun, mereka terlambat karena Kenneth dan anak buah Diana sudah menghabisi anak buah Fabio.


"Kapten dimana Diana?" tanya Brian.


"Dia sudah pergi dan mengejar Fabio." ucap Kenneth.


"Ayo kita kejar mereka.." ucap Claude.


"Tunggu, aku ikut kalian.." ucap Kenneth.


"Baiklah, ayo kita naik.." ucap Brian sementara Kenneth menunjukkan arah Diana mengejar Fabio.


"Lokasi ini menuju ke danau.." ucap Brian.


"Benarkah?" tanya Claude.


"Apa yg direncanakan Fabio hingga kabur kemari?" ucap Kenneth.


"Aku tak tahu, yg pasti bukan hal baik sampai mereka menuju ke Danau." ucap Brian.


"Aku harus menghentikannya." ucap Claude.

__ADS_1


__ADS_2