Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.06


__ADS_3

Setelah melalui perdebatan, baik Kenan maupun Doni hanya pasrah karena Sofia sangat keras kepala. Rencana mereka adalah masuk ke dalam perusahaan client S GROUP untuk mencari tahu asal muasal bahan kain tersebut. Karena menurut Sofia, ibunya adalah orang yg membuat motif kain tersebut. Dan setelah menunjukkan isi percakapan antara dirinya dan ibunya barulah Kenan dan Doni percaya.


Perusahaan tersebut bernama D'Textile. Dan mereka juga salah satu pengguna jasa bodyguard S Group. Kebetulan belum banyak client-client dari SHIELD yg mengetahui Sofia sebagai pemimpin baru di SHIELD. Itu adalah celah untuk Sofia bisa masuk dan menggantikan bodyguard yg bertugas dengan alasan pergantian karena cuti tahunan.


Kenan pun memberitahukan kalau salah seorang penerus mereka adalah pria gila dan meminta Sofia untuk berhati-hati. Tapi bukan Sofia namanya jika ia takut, ia justru malah tertantang dan semakin berani. Hal inilah yang membuat Doni dan juga Kenan khawatir, sikap nekat dan tanpa kenal takut Sofia jika sudah memiliki keinginan maka ia harus berusaha sampai dapat. Terlebih ini menyangkut kedua orang tuanya, Sofia bisa bertindak lebih gila diluar perkiraan.


Sofia pun pergi dari ruangan setelah melihat kakek dan juga adiknya pasrah akan keputusannya. "Liat saja aku akan cari tahu semuanya.. kalian cukup menonton dan membantuku dari sini" gumam Sofia.


Sementara baik Kenan dan juga Doni saling tatap.


"Lihatlah tingkah kakakmu Kenan.. sebagai wanita ia cukup gila.." ucap Doni tersenyum kecut.


"Iya kakek benar, aku juga tidak mengerti kenapa ia yg wanita bisa senekat itu.. apakah ayah sewaktu muda begitu?" tanya Kenan.


"Iya bisa dibilang begitu.." balas Doni berbohong karena sikap nekat Sofia adalah menurun dari dirinya sendiri. "Tak kusangka cucu perempuan kesayanganku akan menurunkan sifat gilaku.." gumam Doni dalam hati.


Dan Kenan pun berpamitan setelahnya untuk kembali ke kantor. Ia pun lantas berfikir bahwa kakaknya akan pergi 10 hari lagi sesuai jadwal, dan apa yg harus ia berikan untuk melindungi kakaknya terutama dari si penerus gila itu. Ia pun setiap pulang kerja pergi ke laboratorium pribadinya untuk menciptakan sesuatu yg bisa membantu kakaknya.


Sementara di tempat lain, remaja laki-laki sedang asik nongkrong di mall bersama teman-temannya. Saat waktu bermainnya habis, ia pun segera dijemput oleh para bodyguardnya yg kadang membuatnya malu. "Sampai kapan sih aku masih dianggap anak kecil seperti ini.." gerutu Jojo dalam hatinya.


Kemudian ia pun ada ide untuk kabur dari pengawasan, ia pun menelpon ibunya kalau ia akan ke rumah kakak sepupunya Sofia dan Kenan. Berhubung Sinta sangat mempercayai kedua orang tersebut akhirnya ia mengijinkannya dengan syarat tidak boleh mengganggu pekerjaan kakak sepupunya. Jojo yg ingin bebas pun menyanggupinya. "Yes..!" serunya ketika ibunya memperbolehkannya menginap.


"Pak kita ke resto X dulu ya lalu ke rumah sepupuku.." perintah Jojo pada sang sopir.


"Baik, tuan muda.."


Setelah ke resto ia pun segera menuju rumah sepupunya dengan bahagia sembari membawa makanan kesukaan kakak-kakaknya. "Mereka pasti senang kubawakan makanan kesukaannya.." gumamnya.


Setibanya disana, parkiran mobil mereka pun kosong menandakan kalau mereka belum pulang. Ia pun langsung masuk dan memberikan makanan pada pelayan untuk kedua kakaknya. Ia pun menunggu di ruang keluarga sembari menonton film dan memakan camilan.


Sorenya, Sofia pun pulang terlebih dahulu. Ia pun kaget melihat tv di ruangan keluarga pun menyala dan melihat beberapa bungkus camilan berserakan dimeja.


"Ya ampun Jojo!" teriak Sofia kesal.


"Wah kakak sudah pulang.. kejutannn..! aku sudah membelikan makanan kesukaan kakak.. ayo kita makan bersama.." ucapnya tanpa Dosa.

__ADS_1


"Kau ini benar-benar.." balas Sofia kesal.


"Aku kenapa kak? dan kenapa kakak jadi kesal?" tanya Jojo.


"Kau lihat apa yg ada di meja ?" balas Sofia.


Jojo pun lantas melihat meja yg ada dihadapannya kini penuh bungkus snack dan remahan-remahannya. "Oh My God aku bisa dapat masalah karena ini.." gumamnya dalam hati.


Dengan sigap Jojo pun membersihkan dan merapikannya hingga bersih seperti semula. Sementara Sofia pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Sofia pun turun untuk melihat adik sepupunya. Dilihatnya meja sudah bersih seperti semula.


"Good job.." ucap Sofia lalu duduk di samping adiknya.


"Tentu saja.." balas Jojo tersenyum.


Secara tiba-tiba Jojo memeluk Sofia dan mengadu kanapa ia bisa ada disini.


"Kakakkk.. aku tidak suka dengan orang tuaku, mereka menganggapku seperti anak kecil dan menyuruh bodyguard terus bersamaku, bahkan saat aku bersama teman-temanku mereka tega menjemputku dan mempermalukanku.. huhu.." ucap Jojo mengadu.


"Haha.. dasar bocah, kau itu tidak berubah juga masih kekanakan.." balas Sofia tertawa.


"Oke..oke.. tapi lepaskan tanganmu dulu.." pinta Sofia.


"Baiklah kak.." balas Jojo.


"Hhhh" Sofia pun menarik nafas panjang.


"Begini Jo.. mereka menjagamu agar tidak ada hal buruk yg terjadi padamu.. Ibuku juga dulu begitu.." balas Sofia.


"Tapi aunty kan wanita jadi normal saja.." balas Jojo.


"Jojo.. keluarga kita adalah pebisnis sukses. Dan seperti pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang juga angin yg menerpanya." terang Sofia.


"Yg berarti, ada banyak saingan bisnis yg berusaha untuk menjatuhkan keluarga kita.." lanjut Sofia.


"Tapi mereka kan belum tentu kenal denganku.." balas Jojo.

__ADS_1


"Jojo.. aku dan Kenan adalah contoh nyata, kenapa sampai saat ini identitas kami masih dirahasiakan.. bahkan teman kami sendiri tak banyak yg tahu asal-usul keluarga kami. Karena ada banyak kejadian penculikan yg terjadi di sekitar kami." balas Sofia.


"Benarkah kak?? tapi aku kan laki-laki.." balas Jojo.


"Mereka justru akan menyerang kelemahan orang tua kita.. yaitu kita sebagai anak-anaknya.. itulah alasan kenapa kekak sangat ingin kita bisa bela diri, bukan untuk sombong apalagi pamer tapi untuk melindungi diri.." ucap Sofia panjang lebar.


"Baiklah kak.. tapi maukah kakak mengajari aku?" tanya Jojo.


"Aku mau mengajarimu, tapi waktuku tidak banyak jadi lebih baik aku mencarikanmu pelatih profesional saja ya.." balas Sofia.


"Oke.. tapi yg cantik dan sexy ya kak biar aku semangat.." ucap Jojo tersenyum.


"Dasar bocah mesum.." balas Sofia sembari mencubit kedua pipinya.


"Aduh sakit kak ampun..!" teriak Jojo.


"Makanya jadi laki-laki jangan mesum, ini hukumanmu.." tambah Sofia yg kini beralih menjewer telinga adiknya membuat Jojo menjerit kesakitan.


Kenan yg baru saja pulang pun menyaksikan kakaknya sedang menghukum adik sepupunya itu. "Baru saja aku pulang sudah menyaksikan tontonan seru.." gumam Kenan.


"Kau masih beruntung hanya dicubit dan dijewer, karena biasanya bodyguard yg berbuat kesalahan akan disuruh push up 100x.." ucap Kenan mendekati kedua saudaranya sambil tersenyum.


"Bro kau itu memang suka mengejekku..!" umpat Jojo kesal.


"Kau dengar itu Jo.. jadi pilih push up atau aku jewer?" tanya Sofia.


"Baiklah khusus kak Sofi jewer aku saja.." ucap Jojo pasrah.


"Hahaha.. dasar kau ini bocah nakal.." balas Sofi tertawa dan mengacak-acak rambut adiknya.


"Ken cepatlah mandi, Jojo sudah membawakan kita makanan dan kita bisa makan bersama.." ucap Sofia.


"Oke.. tunggu sebentar.." balas Kenan.


Dan selesai Kenan membersihkan diri, mereka bertiga pun makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2