Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.116


__ADS_3

Kenan pun langsung tancap gas menuju jet pribadi miliknya yg sudah bersiap 1 jam yg lalu. Tanpa pikir panjang ia langsung pergi ke Italia yg jaraknya sangat jauh. Ia bahkan melupakan agenda meetingnya yg akan membuat Kevin sang asisten kerepotan meng-cancel semuanya. Beruntungnya ada Reina yg siaga menghandle semua pekerjaan yg ditinggalkan Kenan.


"Kevin apa saja jadwal putraku besok..?" tanya Reina.


"Jam 9-10 meeting dengan clien b, jam 1-3 meeting dengan pihak c.. blaa..blaa.." ucap Kevin.


"Baiklah.. aku yg akan menghandlenya.. putraku pasti mengkhawatirkan Alice.. " ucap Reina.


"Terimakasih nyonya .. aku sangat lega mendengarnya.." ucap Kevin.


"Ya .. sudahlah kau jangan takut.." balas Reina.


Sementara Kenan, bisa bernafas lega setelah ibunya bersedia menghendle semua pekerjaannya. "Syukurlah ada ibu disana.." gumam Kenan dalam hati.


Setelah berjam-jam dipesawat akhirnya mereka berhasil mendarat dengan aman. Dan Kenan langsung menghubungi anak buahnya dan juga pihak SHIELD yg sudah ia beri tugas untuk memantau kedatangan penculik Alice.


Ia pun pulang ke apartemen Sofia dan menceritakan segalanya pada Sofia.


"Kenan apa yg terjadi?" tanya Sofia terkejut.


"Mereka mengikuti Alice dan menculiknya.. pasti ini cara mereka untuk menekan kita terutama dirimu kak.." ucap Kenan.


"Sudah kuduga.. menurutmu kali ini dia akan mengancam apa?" tanya Sofia.


"Mereka pasti ingin mempercepat pernikahanmu dengan Vall.." ucap Kenan.


"Pasti ini berhubungan dengan ayah yg terlihat masuk ke gedung institusi tersebut.." ucap Sofia.


"Kita harus berfikir kak.." ucap Kenan.


"Ken.. aku masih ada bukti tambahan untuk menjerat Vall dan juga banyak salinan datanya.. kau juga pegang untuk jaga-jaga.." ucap Sofia lalu pergi ke kamarnya mengambil disk yg sudah ia siapkan untuk Kenan.


"Kak kau sudah mempersiapkan segalanya?" tanya Kenan setelah mendapat disk tersebut.


"Ya .. aku harus mempersiapkan segalanya.. kau dan Alfi harapan terakhirku, jika sampai ayah gagal.." ucap Sofia.


"Jadi Alfi juga akan menerima salinan disk ini?" tanya Kenan.


"Ya.. aku sudah mengirimnya dan akan sampai dalam beberapa hari.." ucap Sofia.


"Jika sudah begini aku akan menyerah Kenan, dan kalian harus melanjutkan perjuanganku.." ucap Sofia.


"Tapi jika kami gagal dan kau sampai menikah dengannya?" tanya Kenan.


"Aku akan jalankan rencana terakhirku.." ucap Sofia.


"Apa rencana terakhirmu? ide gila apalagi kak?" tanya Kenan curiga.


"Kau tak perlu tahu, karna itu berlaku kalau kita semua gagal.." ucap Sofia.


"Jangan bilang kau akan membunuh Vall..?" tanya Kenan yg membuat Sofia terdiam.


"Berarti benar tebakanku.." ucap Kenan.


"Itu, hanya terjadi jika kita benar-benar kalah.. " ucap Sofia.


"Kak.. jangan gegabah ingat itu..!" ucap Kenan.


Lalu ponsel Sofia berdering.


"Siapa?" tanya Kenan.


"Si mafia gila itu.." jawab Sofia.


"Hallo Sofia sayang.." ucap Vall.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Sofia.


"Tentu saja aku ingin mendengar suaramu.." balas Vall.


"Cepat katakan, aku sudah muak denganmu.." balas Sofia.


"Kau masih saja marah padaku.. ayo kita bertemu dan bahas hal penting tentang pernikahan kita.." ucap Vall.


"Kirimkan lokasinya dan jamnya.." ucap Sofia lalu mematikan telepon.


"Tentu saja Sayang..*tuutt..tuuttt.." ucap Vall lalu ia mendengar teleponnya diputuskan.


"Akh Sofia habis ini kau takkan bisa mengabaikan aku lagi.." gumam Vall.


Kenan pun langsung bertanya karena curiga.


"Ada apa?" tanya Kenan.


"Sebentar lagi dia akan mengancamku dengan Alice.." ucap Sofia.


"Baiklah, kau bawa ini.." ucap Kenan memberikan anting-anting pada Sofia.


"Anting?" ucap Sofia.


"Ya itu alat komunikasi kita agar si mafia gila itu tak curiga.." ucap Kenan.


"Baiklah, terimakasih Ken.." ucap Sofia.


Tak lama Sofia mendapatkan pesan dari Vall bahwa mereka akan bertemu di resto X pada jam 2 siang.


"Akhirnya hal ini terjadi juga.. " gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun pergi meninggalkan Kenan yg beristirahat di apartemennya. Beberapa menit kemudian, Sofia pun tiba di resto tersebut. Sofia langsung masuk dan bertemu dengan William.


"Ikuti saya nona.." ucap William dan Sofia pun mengikutinya menuju ruangan privat.


Begitu pintu dibuka, Vall langsung menyambut Sofia.


"Sofia selamat datang.." ucap Vall.


"Ya.. terimakasih dan aku akan langsung duduk.." ucap Sofia.


"Silahkan.." jawab Vall.


"Jadi apalagi rencanamu kali ini tuan Vall?" tanya Sofia.


"Kau ini memang serba tahu tujuanku.. baiklah kali ini aku punya hadiah untukmu.." ucap Vall.


"Hadiah? " ucap Sofia bingung.


"Lihatlah.." ucap Vall memperlihatkan laptopnya.


"Lalu apa yg kau inginkan?" tanya Sofia tanpa basa-basi.


"Inilah yg kusukai darimu, tak perlu basa-basi dan langsung mengerti tujuanku.." ucap Vall.


"Ya katakanlah.. jangan bawa-bawa orang lain dalam permasalahan kita.." ucap Sofia.


"Ayo kita menikah dan pastikan ayahmu mempercepatnya.." ucap Vall.


"Itu bisa diatur asalkan kau melepaskannya.." ucap Sofia.


"Tidak semudah itu sayang, aku tak mau kecolongan lagi seperti ibumu.. kita harus bertunangan secara resmi dan baru aku melepaskannya.." ucap Vall.


"Ya aku paham dan akan segera mempersiapkannya.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Dan juga ada sebuah perjanjian yg harus kau tandatangani.." ucap Vall kemudian menyuruh Sofia menandatangani berkas.


Sofia pun membacanya dengan seksama.




Pihak I (Vall) dan pihak II (Sofia) harus melakukan pertunangan dan pernikahn barulah sandera dibebaskan.




Pihak II harus memberikan 50% saham miliknya di SHIELD maupun di S Group, jika tidak video dan foto-foto vulgar nona Alice akan disebarkan.




Pihak II harus melindungi pihak I dari lembaga hukum manapun.




Pihak II harus menuruti pihak I dan tinggal di Italia bersama pihak I setelah menikah.




Sofia pun mengerutkan dahi membaca poin-poin tersebut.


"Apa maksud poin nomor 2?" tanya Sofia.


"Oh kau belum lihat? lihatlah.." ucap Vall menunjukkan video dan foto-foto pemotretan Alice dengan tema bikini.


"Oh tuhan.. " ucap Sofia menutup matanya.


"Bagus bukan jika ini tersebar di Internet.. dan kalau disini jika cuma bikini pasti sudah biasa tapi kalau di Indonesia pasti keluarganya akan sangat malu." ucap Vall.


"Ok.. aku akan tandatangan.. " ucap Sofia.


Sofia pun memfoto dengan cepat berkas tersebut saat pura-pura membalas pesan.


"Sudah selesai, penuhi janjimu.. atau aku bisa membatalkan semuanya.." ucap Sofia.


"Ternyata sangat mudah untuk memilikimu.. harusnya dari dahulu aku melakukannya.. " ucap Vall tersenyum.


"Ya dan sangat tidak bersih" ucap Sofia.


"Aku memang suka bermain kotor.." jawab Vall.


"Ya terserah padamu, aku pergi.. aku akan sibuk mempersiapkan pertunangan kita.. " ucap Sofia.


"Baiklah sayang aku menunggu kabar baik darimu.." u ucap Vall.


Sementara begitu pintu terbuka, William mendapat tatapan membunuh dari Sofia. Sementara Sofia langsung pergi dari tempat tersebut. Kenan yg menerima pesan dari Sofia pun mengumpat kasar.


"S*******.. ba*******an gila.. jadi tujuannya hanyalah memeras keluargaku.." umpat Kenan kesal.


Sementara Sofia langsung mengunjungi ayahnya untuk membahas rencana gila Vall, yg sudah terlanjur ia tandatangani. Satria pun langsung memijat keningnya mendengar dan melihat isi perjanjiannya. Apalagi setelah tahu Alice sudah mereka tahan.


"Dasar $$%%@%^@^@^^..!" umpat Satria kasar..

__ADS_1


__ADS_2