
Pada pagi harinya Kenneth selalu bangun tepat waktu, walaupun jam tidurnya berkurang karena harus lembur bersama Diana tapi ia tetap bangun untuk bekerja. Dan ia melihat wajah istrinya yg tertidur pulas dengan sedikit tersenyum membuatnya merasa bahagia. Kenneth akhirnya bisa memiliki Diana seutuhnya dan menjadi orang pertama yg menyentuhnya.
Kenneth pun mengecup pucuk kepala Diana yg tertidur, kemudian meninggalkannya karena ia harus bersiap ke kantor. Ia bahkan sampai menyiapkan sarapan untuk Diana sebelum berangkat. Dan Kenneth juga menghubungi Jack pagi-pagi sekali untuk memesankan sebuket bunga yg cantik untuk istrinya.
"Jack kau ada dimana?" tanya Kenneth di telepon
"Aku baru tiba tuan, aku akan naik.." balas Jack.
"Cepat.." pinta Kenneth lalu mematikan teleponnya.
Dan Jack menarik nafas panjang karena ia harus kesana kemari demi menyiapkan pesanan tuannya. Ya, Kenneth memesan sebuket bunga, juga cake dan roti lapis khusus untuk Diana. Kenneth berharap Diana tak terlalu marah padanya. Apalagi Kenneth harus pergi meninggalkannya bekerja setelah apa yg mereka lakukan tadi malam.
Setelah Jack tiba, Kenneth hanya menerima sebuket bunga dan cake. Sementara Jack diminta menunggunya diluar. Kenneth tak mau tiba-tiba Diana keluar dengan posisi berantakan dan Jack melihatnya. Setelah menata semuanya di meja, Kenneth pun tersenyum lalu menatap ke pintu kamar.
"Aku berangkat sayang.. " ucapnya pelan.
Kenneth pun pergi meninggalkan apartemen bersama Jack. Senyum tak hentinya ia perlihatkan membuat Jack merasa aneh pada tuannya. Tak biasanya pria berwajah dingin itu terus tersenyum.
"Ehm tuan, apa sedang ada kabar baik?" tanya Jack.
"Tentu.." balas Kenneth singkat.
"Maaf tuan, apa di apartemen anda ada nyamuk?? bagian leher anda terlihat merah.." ucap Jack mengatakan yg sejujurnya ia lihat.
"Akh.. ******.." umpat Kenneth.
"Apa terlihat begitu parah?" tanya Kenneth.
"Tidak terlalu jelas karena kerah kemeja anda tuan.. tapi orang bisa menganggap itu sebuah kissmark.." ucap Jack tersenyum.
"Kenapa kau senyum-senyum..? cepat beri aku solusi hari ini kita ada meeting yg tertunda kemarin kan?' tanya Kenneth.
"Baik tuan, akan saya cari tahu.." ucap Jack.
Kemudian Jack mampir ke sebuah mini market membeli sesuatu. Kenneth pun diam saja tak bisa keluar dari dalam mobil. Lalu Jack datang dan memberikannya pada Kenneth.
"Ini tuan pakailah.." ucap Jack.
"Ini kan make up? kau mau kupukul?" tanya Kenneth kesal.
__ADS_1
"Tuan, ini berguna untuk menyamarkan warna kulit anda.." ucap Jack.
"Kata siapa? kau pernah mencobanya?" tanya Kenneth.
"Belum, tapi di internet banyak wanita menggunakannya untuk menyamarkan noda.." ucap Jack.
"Awas kau kalau sampai salah.. Berapa banyak aku harus memakainya agar tersamarkan?" tanya Kenneth
"Pakai sedikit-sedikit saja tuan, pokonya sampai nodanya tersamarkan dan mirip dengan kulit anda.." ucap Jack.
"Baiklah.." ucap Kenneth mulai mengoleskan krim tersebut.
Dan benar, ajaibnya Kenneth menggunakannya dengan benar tanpa ada yg berbeda dari warna kulitnya.
"Kau benar, terimakasih Jack.." ucap Kenneth.
"Sama-sama tuan.." ucap Jack. "Hh.. leganya.. kalau tidak habis aku dimarahi oleh tuan, lagipula pasti sesuatu terjadi tadi malam.." gumam Jack dalam hati.
Kenneth pun ke kantornya dan bekerja seperti biasa. Tak ada orang yg curiga sama sekali dengan kissmark yg sudah ia tutupi dengan baik.
☘☘☘
Sementara itu, Diana bangun dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya remuk. Entah apa yg dilakukannya hingga rasanya seperti habis bertarung dengan Kenneth. Bahkan bagian sensitifnya terasa sakit. Hingga Diana merasa curiga terjadi sesuatu dengan dirinya dan Kenneth tadi malam.
"Apa yg kulakukan semalam?? Bercinta?? dengan siapa?? Kenneth?? " gumamnya.
Diana pun bergerak perlahan meski tubuhnya terasa remuk. Ia menuju kamar mandi dan bercermin ada banyak bercak kemerahan di area tubuhnya.
"Ayo otak ingatlah sesuatu.." gumam Diana sembari membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi Diana melihat ponselnya. Dan ada pesan dari Kenneth. Isinya adalah ia meminta maaf karena meninggalkannya dan berjanji akan menceritakannya semuanya nanti malam saat ia pulang. Kenneth juga sudah meminta ijin pada mom Sofia kalau Diana sedang tak enak badan.
"Kenneeeethhhh..!" teriak Diana.
Diana pun kesal sampai menitihkan air mata. Ia kehilangan kehormatannya. Lalu sedetik kemudian ia tersadar kalau ia melakukannya dengan suaminya sesuai keinginannya dahulu. Entah harus bahagia atau kesal. Diana pun bangkit menuju ke meja makan karena perutnya sangat lapar.
Dilihatnya meja makannya ada sebuket bunga baru, dan juga makanan. Ia melihat ada roti lapis dan juga cake kesukaannya. Diana pun tersenyum mendapat perlakuan manis tersebut. Ia tahu pasti Kenneth sebenarnya tak ingin meninggalkannya tapi ia harus pergi bekerja.
Diana pun memakan sarapannya di meja sembari memikirkan apa saja yg terjadi tadi malam. Perlahan Diana pun ingat apa yg terjadi. Terakhir ia ingat ia berada di resto bersama Derrick. Lalu Kenneth datang memukul kepala Derrick, dan tak berapa lama Brian dan Dion tiba. Itu menandakan kalau Iris selamat. Diana pun merasa lega akan kabar para sepupunya.
__ADS_1
Kemudian ia ingat kepalanya sangat sakit setelah memukul Derrick dan Kenneth membantunya. Setelah itu Diana dibawa ke apartemen oleh Kenneth. Tapi ingatan Diana berhenti sampai disitu dan tak ingat apa-apa lagi.
"Akh.. ayo otak bekerjalah.. jangan membuatku bodoh.." gumam Diana.
Diana pun kemudian bertanya pada Kim sekertarisnya, dan Kim menjawab kalau semuanya sudah ditangani oleh suaminya, Brian dan Dion. Dan kondisi Derrick saat ini sedang berada di rumah sakit dan terluka parah. Tapi anehnya pihak Derrick tak mengajukan tuntutan apapun. Diana pun kembali lega mendengar penuturan sekertarisnya.
"Syukurlah tak ada masalah.." gumam Diana.
Diana pun mengucapkan terimakasih pada Brian dan Dion yg sudah membantunya. Dan pastinya mereka berdua menanyakan kondisi Diana karena khawatir terlebih saat ini Diana tidak masuk kerja. Diana pun hanya menjawab kalau ia baik-baik saja dan hanya butuh istirahat. Kedua saudaranya pun lega karena Diana baik-baik saja, kalau tidak mereka pasti akan menghancurkan Derrick.
Setelah menghubungi Brian dan Dion, Diana hanya bisa beristirahat dan menikmati cakenya. Kamarnya yg berantakan pun perlahan ia rapikan dan bersihkan. Setelah itu, Diana merebahkan tubuhnya yg remuk. Ia membayangkan apa saja yg sudah ia dan Kenneth lakukan malam ini hingga tubuhnya sakit semua.
"Apa aku sudah gila?? aku sudah melakukannya tapi kenapa aku tidak ingat..?" gumamnya.
Dan Kenneth mengirimkan makanan pada siang hari karena ia ingin Diana beristirahat saja. Diana pun senang diperhatikan seperti ini, walau ia merasa kesal karena Kenneth memanfaatkan kondisinya tadi malam.
Diana pun menunggu hingga Kenneth pulang. Ia menunggu di balik pintu sehingga Kenneth tidak melihatnya. Kenneth pun masuk dan menengok ke kanan dan kiri.
"Apa yg kau cari?" tanya Diana tiba-tiba membuat Kenneth terkejut.
"Tentu saja dirimu. Kenapa bersembunyi di balik pintu..?" tanya Kenneth.
"Aku ingin melihat reaksimu.." ucap Diana.
"Bagaimana kondismu? apa baik-baik saja?" tanya Kenneth khawatir.
"Baik-baik saja ha?? kau ini.. menyebalkan.." ucap Diana berusaha memukul Kenneth tapi ia tangkis serangan Diana.
"Diana, hentikan.. " pinta Kenneth.
Tapi Diana terus memojokkan Kenneth hingga mereka jatuh ke sofa dengan kondisi Diana menindih tubuh Kenneth.
Degg.. "Ingatan macam apa ini??" gumam Diana dalam hati.
Kini Diana pun mengingat semua perbuatan gilanya semalam. Dan pipinya memerah, lalu Diana bangkit dari tubuh Kenneth dan menjauh.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kenneth bingung.
"Tidak, menjauhlah.." ucap Diana.
__ADS_1
"Tapi ada apa? katakan jangan membuatku khawatir.." ucap Kenneth.
Diana pun berlari ke kamar untuk merebahkan tubuhnya dan bersembunyi di balik selimut. Semula ia ingin marah tapi kini ia justru malu setelah mengingat perbuatannya. "Apa yg kulakukan semalam??" gumamnya dalam hati.