
Diana pun mendapatkan undangan dari Kenneth dan tim alfa untuk makan bersama. Diana pikir itu adalah acara dalam rangka merayakan kemenangan mereka, namun Diana salah itu adalah acara perpisahan mereka semua dengan Kenneth.
"Baiklah 3 hari lagi, aku pasti datang.." gumam Diana.
Diana pun berencana untuk pergi ke kamar Dion karena saudaranya belum keluar dari kamarnya.
"Dion, aku masuk ya.." ucap Diana.
"Ya.." balas Dion.
"Wah, kau sudah membuka semuanya?" tanya Diana terkejut.
"Ya.. aku terharu melihat kasih sayang mereka semua.." ucap Dion.
"Ya.. itu benar, kau paling ditunggu di keluarga ini.." ucap Diana.
"Lalu kau bilang masih ada lagi di garasi, ada berapa banyak lagi Diana?" tanya Dion.
"Hanya ada 2.." ucap Diana.
"Baiklah, ayo tunjukkan.." ucap Dion.
"Oke.. " balas Diana menuju ke garasi menunjukkan hadiah milik Dion.
Mereka pun berhenti di sebuah garasi, dan Diana membuka pintunya. Tampak 2 mobil sport keluaran beberapa tahun yg lalu hadiah dari Reina dan Alfi.
"I-ini untukku?" tanya Dion.
"Ya.. ini untukmu.. satu dari grandmom dan satu lagi dari Dad.." ucap Diana.
"Kau yakin ini milikku? atau kau mau salah satunya?" tanya Dion.
"Aku juga mendapatkannya, ada di garasi sebelah.." ucap Diana.
"Aku rasa ini berlebihan.." ucap Dion.
"Terima saja.. agar mereka senang.." ucap Diana.
"Barang-barangku di US saja belum tiba.." ucap Dion memikirkan akan taruh dimana mobil dan barang-barangnya karena kamarnya sudah penuh juga sudah mendapat 2 unit mobil.
"Kau tenang saja, rumah ini cukup luas.. pasti muat.." ucap Diana.
"Baiklah.. aku merasa ini berlebihan.." balas Dion.
"Ya aku juga mengerti, karena kau menerima semua yg harusnya kau terima sejak lama jadi rasanya berlebihan." balas Diana.
Kemudian Diana membantu Dion membereskan semua hadiah yg ia buka dari kado ulang tahunnya.
"Mau kau apakan mainan ini?" tanya Diana.
"Mau kupajang saja.." ucap Dion.
"Oke.." ucap Diana.
__ADS_1
"Akan kuabadikan karena kalian masih menyimpannya untukku.." ucap Dion.
Mereka pun menata ruangan di kamar Dion agar semua barang tersebut muat. Dan butuh waktu 2 hari agar semuanya rapi.
"Akhirnya selesai juga.." ucap Diana.
"Terimakasih Diana.." balas Dion.
"Oke.. tak masalah, aku senang akhirnya punya saudara karena kalau tidak aku akan diperlakukan bagaikan tuan putri.." ucap Diana.
☘☘☘
3 Hari kemudian Diana menghadiri acara yg diadakan Kenneth beserta tim alfa.
"Hai semuanya, aku senang kalian semua datang.." ucap Diana.
"Hai Diana, bagaimana lukamu?" tanya salah seorang.
"Sudah sembuh, lalu mana kapten kita?" tanya Diana.
"Katanya sebentar lagi tiba.." ucap mereka.
"Baiklah, aku akan pesan minuman saja.." ucap Diana.
Tak lama berselang Kenneth pun tiba, namun raut wajahnya nampak murung.
"Kapten apa kau baik-baik saja?"
"Apa kau sedang tak enak badan?"
"Terimakasih kalian sudah tiba, aku sengaja mengumpulkam kalian untuk merayakan keberhasilan kita.." ucap Kenneth.
"Tapi kenapa wajahmu tak bahagia..?" tanya Diana.
"Aku sudah mengajukan surat pengunduran diri dari SHIELD.." ucap Kenneth dan mereka semua terdiam kecuali Diana.
"Kenapa? apa masalahmu? apa ini gara-gara aku? gara-gara kau gagal melindungiku?" tanya Diana dengan serentetan pertanyaan.
"Bukan, karena kakekku ingin aku menurus bisnisnya.." ucap Kenneth.
"Lalu kami bagaimana?" tanya Diana.
"Kau bisa menggantikanku.." ucap Kenneth pada Diana.
"Tidak, aku takkan memimpin apapun karena status keluargaku.." ucap Diana.
"Hmm.. Diana, Kapten.. lebih baik kita nikmati saja dulu pesta ini nanti kita bahas masalah itu. " ucap salah seorang.
"Ya.. kurasa tak buruk kalau kita membuat acara perpisahan ini menjadi momen terakhir bersamanya."
"Ya.. Diana kau tenanglah, kami takkan menganggapmu berbeda seperti keinginanmu.."
Diana pun hanya diam dan kesal menatap Kenneth yg seenaknya saja keluar dari tim padahal ia adalah ketua tim alfa. Kapten paling tampan dan juga diakui kemampuannya oleh keluarganya sampai kakeknya.
__ADS_1
Mau tak mau Kenneth pura-pura tersenyum menahan sedih meninggalkan tim yg sudah seperti keluarga baginyam. Begitu juga dengan yg lain yg tampak menyembunyikan kesedihannya karena akan kehilangan kapten mereka yg paling bisa diandalkan. Tapi mereka juga tak punya hak untuk meminta Kenneth tetap di SHIELD, karena Kenneth tidak menjelaskan alasannya pada mereka.
Akhirnya mereka memilih untuk berpindah tempat dan meminum minuman alkohol untuk melihat kejujuran kapten mereka. Tapi justru mereka sendiri yg mabuk.
"Kapten jika kau pergi siapa yg memimpin dan memikirkan rencana dalam setiap misi??"
"Kapten siapa yg akan melindungi kami saat kami terkepung musuh??"
"Kapten siapa yg akan melindungiku jika pihak SHIELD menghukumku karena aku telat latihan??"
"Kapten kenapa kau pergi padahal kita sudah sangat dekat??"
"Kapten apa kau punya masalah? apa kau akan dijodohkan seperti Diana dahulu??"
Mereka semua pun mulai meracau dan berkata apa yg ingin mereka katakan sejujurnya dari dalam hati mereka. Kecuali Diana yg hanya meminum jus jeruk dengan tatapan kecewa.
"Sepertinya kalian mulai mabuk.. sudah kalian kembali saja ke hotel.." ucap Kenneth.
"Kapten kami tak bisa meninggalkanmu.."
"Apa jadinya tim ini tanpamu?"
Mereka terus meracau membuat Diana kesal dan meninggalkan tempat tersebut tanpa permisi. Kenneth pun mau tak mau mengantar mereka pulang ke hotel. Walaupun pasti sulit membawa mereka semua. Tapi dengan penuh tanggungjawab, Kenneth berhasil memastikan mereka pulang dengan selamat.
"Kapten sampai jumpa lagi.."
"Besok kita harus bertemu lagi.. "
"Ya..ya.. sudah sana tidur.." ucap Kenneth.
Kenneth pun keluar dari hotel tempat rekannya menginap. Ia bahkan tak melihat Diana pergi, dan ia yakin Diana pasti kecewa padanya. Kenneth sungguh tak ada pilihan kecuali mengundurkan diri mengingat kakeknya sudah jatuh sakit dan kedua orang tuanya sudah tiada. Belum lagi kakak perempuannya tak mungkin bisa memimpin perusahaan sembari mengurus Melisa yg masih kecil.
"Maafkan aku teman-teman aku memang pemimpin yg buruk.." gumam Kenneth dalam hati.
Kenneth pun melihat Diana pergi ke sebuah toko kue, membuatnya ingin mengikutinya karena toko tersebut hampir tutup.
"Apa semua wanita akan makan makanan manis saat sedang sedih..?" gumam Kenneth.
Tapi anehnya saat Diana keluar ia tak membawa apapun. Membuat Kenneth penasaran tapi tak mampu bertanya. Ia hanya bisa memperhatikan Diana dari kejauhan. Hingga Diana membawa mobilnya melaju pergi yg kemungkinan adalah pulang ke rumahnya.
Setelah pulang, Diana disambut oleh Reina membuat Diana curiga akan rencana neneknya. "Apalagi sekarang?" gumam Diana dalam hati.
"Diana kau baik-baik saja?" tanya Reina.
"Tidak, aku sedang tidak baik-baik saja.." ucap Diana.
"Kau pasti sudah mendengar kalau Kaptenmu mengundurkan diri.." ucap Sofia.
"Mom sudah tahu tapi diam saja.." ucap Diana kesal.
"Aku juga tak bisa menerimanya, aku bahkan takkan memproses surat resign nya." ucap Sofia.
"Bagus mom.. aku dukung.." ucap Diana.
__ADS_1
"Kau tertarik padanya?" tanya Sofia.
"Tidak, tapi akan disayangkan kalau SDM berpotensi sepertinya meninggalkan tim begitu saja.." balas Diana.