Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP249


__ADS_3

Diana pun menyusun rencana bersama Kenneth dan anak buah mereka. Mereka berharap mampu menangkap Fabio sebelum Claude tiba. Dan Diana yg akan menjadi umpan untuk itu.


"Keluarlah kau Diana?? bukankah kau sangat ingin menangkapku?" tanya Fabio.


"Ya kau benar paman.." ucap Diana keluar dari persembunyian.


"Berani juga nyalimu.." ucap Fabio.


"Mau melanjutkan pertarungan kemarin?" tanya Diana tersenyum.


"Baiklah aku akan meladeni gadis sombong sepertimu." ucap Fabio.


Mereka pun bertarung, namun saat Fabio terpojok Diana tertembak oleh anak buah Fabio. Sementara tim alfa sedang melumpuhkan anak buah Fabio yg tersembunyi, mereka mendengar sebuah tembakan.


Dorr..


"Akh.." ucap Diana saat kakinya tertembak.


"Kau curang paman.." ucap Diana.


"Haha.. begitulah hukumku siapa yg kuat itu yg akan bertahan.." ucap Fabio.


"Kini kau akan menjadi senjataku yg paling berguna.." ucap Fabio.


"Tak semudah itu paman.." ucap Diana mengelak.


Dan saat Diana hendak ditangkap Fabio, Kenneth datang dan menangkap Fabio. Kenneth mengunci tangan pria tersebut hingga ia tak bisa bergerak. Dan Diana dibantu oleh anggota tim alfa untuk berdiri.


"Kalian keluarlah.. jangan sampai aku tertangkap..!" ucap Fabio berusaha memanggil anak buahnya.


"Maksudmu mereka tuan?" ucap salah seorang anggota tim alfa.


"Akh tidak bagaimana bisa?" ucapnya.


"Kau bisa melumpuhkanku, tapi aku bisa menghabisi pasukanmu paman.. " ucap Diana.


"Dianaaa..!" panggil Claude dari kejauhan.


Disana juga nampak Sofia dan Alfi juga datang bersama.


"Diana kau tertembak?" tanya Claude.


"Itu hanya luka kecil.." ucap Diana tersenyum.


"Apa ayahku yg melakukannya?" tanya Claude.


"Bukan tapi anak buahnya.." ucap Diana.


"Kau bahkan tak menanyakan kabarku?" tanya Fabio.


"Ayah harus bertaubat dan menjalani hukuman.. " ucap Claude.


"Kau meskipun bukan darah dagingku tapi akulah yg membesarkanmu hingga sekarang.." ucap Fabio.


"Aku tahu, dan untuk itu aku meminta mereka hanya menahanmu.." ucap Claude.


"Kau benar-benar anak durhaka..!" ucap Fabio.


"Cukup Vall..! aku sudah muak padamu.. kau menculik putraku dan kau masih ingin memisahkannya dariku? jangan mimpi.. " ucap Sofia.


"Kau..! jika bukan karena putraku, aku takkan membiarkanmu hidup..!" ucap Alfi geram.


"Jadi pak tua, jalani hukumanmu dengan damai.." ucap Kenneth mengikat tangan Fabio.


Fabio pun melawan dan meronta. Ia berhasil lepas dari kuncian Kenneth dan menyerang Diana. Fabio mengarahkan pisau di leher Diana hingga Diana tak bisa bergerak karena kakinya juga tertembak.


"Kalau kalian ingin Diana selamat maka bebaskan aku.." ucap Fabio.


"Hei.. kau.." ucap Kenneth.


"Vall kau benar-benar..!" ucap Sofia marah.


"Kenapa kalau begitu biarkan aku ma**i bersama putrimu.." ucap Fabio tersenyum.

__ADS_1


"Tunggu.. ayah hentikan.. jangan ambil nyawa orang lain seenaknya.." ucap Claude.


"Diam kau..! aku daritadi hampir mati kau diam saja, tapi giliran gadis ini kau malah menghentikanku.." ucap Fabio.


"Sepertinya kau memang sulit berubah.." ucap Sofia.


Dorr..Dorr..


Bughh.. Diana pun memukul Fabio saat ia mulai kehilangan keseimbangan. Seketika Diana pun mencoba melepaskan diri dan terjatuh.


Brukk..


"Pak tua kau tak bisa kabur lagi.." ucap Kenneth menangkap Fabio.


"Sepertinya kau telah kembali menjadi dirimu sayang.." ucap Alfi melihat Sofia menembak kaki Fabio.


"Aku tak menyangka mom melakukannya.." ucap Diana.


"Diana kau tak apa?" tanya Sofia dan Alfi.


"Ya aku tak apa.. Claude maaf kami harus menangkap Fabio.." ucap Diana.


"Aku tahu hari ini pasti terjadi.." ucap Claude.


"Maaf mom harus menembaknya.." ucap Sofia.


"Dia juga berusaha melukai Dian kurasa itu adil.." balas Claude.


Sementara Alfi pun memberikan pertolongan pertama untuk Diana. Ia melihat putrinya tampak santai seperti tak terjadi apa-apa padahal kakinya mengeluarkan darah dan pasti itu sangat sakit.


"Diana bisakah kau sedikit berekspresi saat sedang sakit?" tanya Alfi.


"Dad.. ini sudah biasa kualami.." ucap Diana.


"Diana kau memang gadis yg tangguh.. kau bahkan tak mengeluh dengan keadaanmu.." ucap Claude.


"Ya.. aku pasti bisa jika hanya segini.." ucap Diana.


"Kau temuilah ayahmu, sebelum ia dibawa ke pengadilan.." ucap Diana.


"Tidak, pergilah.." ucap Alfi.


"Ya pergilah, setidaknya dia sudah merawatmu dengan baik.." ucap Sofia.


Claude pun menghampiri ayahnya dan mengobati lukanya. Namun, Fabio tetap diam tak merespon. Claude pun hanya melakukan apa yg ia bisa.


"Ayah, bagaimanapun nanti kau tetap ayahku.." ucap Claude.


"Cih.. dasar anak ini.." ucap Fabio.


"Ayah, setidaknya aku bisa mengunjungi ayah nanti.." ucap Claude.


"Aku tak perduli.. " ucap Fabio.


Lalu Fabio pun dibawa oleh tim alfa untuk diserahkan kepada pihak berwajib atas segala kejahatannya. Dan Diana dibawa kembali ke rumah sakit. Kini ia benar-benar dijaga ketat oleh keluarganya.


"Haruskah sampai begini?" tanya Diana pada momnya.


"Ya.. agar kau tak kabur lagi.." ucap Sofia.


"Mom, untuk apa aku kabur lagi.. kalau tujuanku semuanya sudah selesai.." ucap Diana.


"Ck.. awas kau kabur lagi.. sekarang istirahatlah.. " ucap Sofia.


"Mom pulanglah, aku yg akan menjaga Diana." ucap Claude.


"Baiklah, jaga adik gila mu itu.." ucap Sofia.


"Baik mom.." ucap Claude.


"Jadi kau kakakku dan aku adikmu.." ucap Diana.


"Benar, kita hanya berbeda 10 menit.." ucap Claude.

__ADS_1


"Aku bahkan tak diberitahu hal itu.." ucap Diana.


"Sudahlah tak penting.. kita hanya berbeda 10 menit, kau bisa memanggilku seperti biasa.." ucap Claude.


"Oke.. " ucap Diana.


Brian pun tiba dengan terburu-buru.


"Hei kau sepupu..! kau tega sekali kabur saat aku pergi meeting.." ucap Brian tergesa-gesa.


"Duh, kau datang-datang sudah berisik.." balas Diana.


"Kau ini, aku dimarahi kakek habis-habisan tahu setelah meeting selesai.." ucap Brian.


"Ya.. sepupuku maafkan aku.." ucap Diana.


"Ck.. kau ini membuatku dimarahi saja.." ucap Brian.


"Kau lihat itu Claude, Diana itu benar-benar keterlaluan. Dia kabur begitu saja membuatku dimarahi.." ucap Brian cerita pada Claude.


"Iya.. makanya biar aku yg akan menjaganya.." ucap Claude.


"Dasar sekarang kau punya teman untuk curhat.." ucap Diana.


"Claude apa saja yg sudah ia ceritakan tentang aku?" tanya Diana.


"Tidak banyak, hanya biodatamu.." ucap Claude.


"Benarkah? tak ada yg buruk?" tanya Diana.


"Tidak.. dia tidak sejahat itu.." ucap Claude.


"Baiklah.. aku mau tidur., Brian jangan berisik.." ucap Diana.


"Ck.. dasar kau itu.. sudah aku mau pulang kalau kau sudah kembali." ucap Brian kemudian pergi.


Claude pun menemani Diana di rumah sakit semalaman. Keluarga yg lain pun akan datang besok.


Keesokannya Kenneth dan anggota tim alfa tiba untuk menjenguk Diana.


"Diana kami tiba.." ucap mereka.


"Ck.. kalian dia itu nona kita.." ucap Kenneth.


"Maaf kami lupa nona Diana." ucap yg lain.


"Sudahlah, aku benci jadi tuan putri.. kalian panggil Diana saja.." ucap Diana.


"Benarkah?" tanya mereka.


"Ya.. panggil Diana saja.." ucap Diana.


"Diana kami membawakanmu cake dan bunga cantik ini agar suasana hatimu baik.."


"Terimakasih.. kalian tahu seleraku.." ucap Diana.


"Kapten kita memang yg terbaik, dialah yg memilihkan semuanya.."


"Benarkah kapt?" tanya Diana.


"Ck.. itu hanya bunga dan cake.. " jawab Kenneth.


"Baiklah, terimakasih semuanya.." ucap Diana.


"Sedang ada tamu rupanya.." ucap Claude masuk.


"Iya.. kenalkan dia saudaraku.. Claude.. " ucap Diana.


"Hai tuan muda.."


"Rasanya agak aneh dipanggil begitu, panggil saja Claude.." ucap Claude.


"Kalian berdua bersikap sama, seperti kembar.." ucap mereka.

__ADS_1


Sementara Diana dan Claude hanya tersenyum.


"Memang mereka kembar.." gumam Kenneth dalam hati.


__ADS_2