Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP203


__ADS_3

Setelah misinya selesai, Diana pun kembali ke hotel tempatnya menginap. Dan kebetulan sekali kamarnya berdekatan dengan ketua timnya tersebut. Hal tersebut membuat ruang gerak Diana terbatas dan selalu merasa sedang diawasi.


"Ck.. kapten itu kenapa sih?" gerutunya di dalam kamarnya.


Dan keesokanya mereka langsung kembali ke markas setelah melapor. Semua pun diberi hari libur setelah mendapatkan misi. Dan tim lain akan bergerak menjalani misi lainnya.


"Baiklah kalian akan libur selama 3 hari.." ucap Kenneth.


"Siap kapt.."


Diana pun tersenyum karena ia akan pulang ke Indonesia menemui keluarga dan akan melakukan reuni dengan teman-teman smp yg pernah membully-nya.


"Kau bahagia sekali mendapatkan libur, kali ini kau kencan dengan si nomor berapa?" tanya Kenneth penasaran.


"Si nomor 1 dan 2.. kenapa kau mau kencan denganku?" balas Diana.


"Aku berkencan denganmu? aku rasa kau salah paham.." ucap Kenneth padahal ia ingin menerimanya tapi egonya yg tinggi membuatnya berkata tidak.


"Apa kau yakin kapt? aku akan berdandan cantik malam ini.." goda Diana.


"Ck, kau ini mau dipecat berkencan dengan rekanmu sendiri?" tanya Kenneth.


"Memangnya ada peraturan seperti itu?" tanya Diana.


"Tentu saja ada.." ucap Kenneth.


"Sayang sekali, nampaknya aku akan terbang saja ke suatu negara karena tak sabar menemui si nomor 1 dan 2.." ucap Diana.


"Ya Tuhan sadarkanlah gadis gila ini.." ucap Kenneth.


"Aminn.." balas Diana.


"Terserah kau sajalah, aku akan pulang duluan.." ucap Kenneth.


"Oke.. hati-hati kapt." balas Diana dan Kenneth hanya diam tak menjawab.


Dan Diana pun pulang dijemput oleh Daddynya. Alfi pun hanya berada di dalam mobil agar tak ada yg tahu kalau ia menjemput Diana.


"Dad.." ucap Diana begitu melihat mobil ayahnya.


Alfi pun mendekat agar putrinya bisa masuk ke dalam mobil. Kenneth yg sedang berada di mobilnya pun melihat Diana naik mobil hitam dengan wajah sangat bahagia.


"Ck..siapa lagi kini yg menjemputnya?" gerutunya di dalam mobil.


Diana pun melaju bersama Dadnya, dan langsung menuju ke bandara. Momnya sudah menunggu disana dengan membawa semua koper mereka.


"Hallo sayang.. kau tidak terluka parah kan?" tanya Sofia saat putrinya tiba.


"Hanya sedikit tergores. " balas Diana.


"Sudah diobati?" tanya Sofia.


"Sudah mom.. tanya Dad saja kalau tidak percaya." ucap Diana.


"Sayang tidak parah kan? tidak infeksi kan?" tanya Sofia.


"Tenang saja sayang, itu hanya goresan dan Diana langsung mengobatinya" ucap Alfi.


"Syukurlah.." ucap Sofia.


"Padahal kau sering sekali terkena luka tembak tapi langsung panik saat putrimu tergores." ucap Alfi.


"Karena aku tak rela jika Diana terluka sedikit saja.." ucap Sofia tersenyum.


Lalu mereka memasuki pesawat dan terbang menuju ke Indonesia. Setelah tiba mereka langsung menuju mansion mereka di Indonesia. Semua keluarga belum tahu jika mereka kembali. Dan mereka pun langsung beristirahat malam itu juga setelah makan malam.


Keesokannya mereka mengunjungi rumah orang tua mereka. Mulai dari orang tua Sofia dan juga Alfi. Bima dan Siska pun langsung menuju rumah Reina begitu dikabari. Dan semua anggota keluarga pun berkumpul di rumah Reina. Kebetulan Jonathan yg sedang berlibur disana pun ikut datang membawa putri kecilnya, Eve.


Kenan dan Alice pun hadir membawa kedua anaknya, Brian dan Iris. Dan sepupu Diana tersebut hanyalah berbeda usia 1 tahun dan 5 tahun. Mereka pun berkumpul bersama dan makan bersama. Tak lupa mereka juga memperingati kematian Doni, Ayana serta Surya. Ketiga orang yg sangat mereka cintai dan rindukan.

__ADS_1


Kematian Doni dan Ayana adalah yg paling mengejutkan. Mereka meninggal dalam kecelakaan maut, dan menghembuskan nafas bersama. Hal itu tentu membuat Sofia sangat terpukul terlebih ia juga telah kehilangan putranya Dion.


Mereka pun sepakat untuk ziarah kubur ke makam mereka, tak lupa ibu Reina yg dimakamkan bersebelahan dengan Surya. Semua keluarga nampak sedih setelah berziarah. Begitu juga Diana yg masih mengingat nenek dan kakek buyutnya yg sempat merawatnya sewaktu kecil.


"Hai sepupu, kau menangis?" tanya Brian.


"Hiks.. ya kau benar. Kau kan tahu aku selalu sedih kalau berada disini. " ucap Diana yg meninggalkan pemakaman lebih dahulu karena ia akan menangis.


"Sudahlah.. mereka sudah tenang disana." ucap Brian.


"Ya kau benar" balas Diana.


"Apa kabarmu? kudengar kau berhasil masuk tim Alfa" ucap Brian.


"Ya, itu benar. Kau sendiri bagaimana Bry?" tanya Diana.


"Aku juga sudah mulai bekerja di perusahaan ayahku." ucap Brian.


"Kau memang mirip dengan uncle Kenan. Lalu Iris?" tanya Diana.


"Anak itu, dia ingin masuk ke sekolah mode." ucap Brian.


"Bagus dong.." ucap Diana.


"Ya.. tapi cukup merepotkan dengan sikap manjanya." ucap Brian.


"Bry apa kau tahu sebuah rahasia keluargaku?" tanya Diana.


"Rahasia apa?" tanya Brian.


"Saudara kembarku yg hilang." balas Diana.


"Apa?? kau punya saudara kembar?" tanya Brian terkejut.


"Nampaknya kita memang tidak diberitahu." ucap Diana.


"Mungkin ini demi sebuah kebaikan." ucap Brian.


"Sekarang bagaimana keadaannya?" tanya Brian.


"Mom mengalami insomnia, aku takut jika itu menyebabkan kesehatannya menurun." ucap Diana.


"Aku akan berusaha mencarikan dokter terbaik" ucap Brian.


"Ya segera kabari aku, ayahku juga sedang berusaha." ucap Diana.


"Kak Diana.." ucap Eve.


"Oh Eve.. kau cantik sekali.. " ucap Diana.


"Ya terimakasih.. akhirnya kita bisa bertemu." ucap Eve tersenyum. Bocah perempuan berumur 6 tahun itu pun terlihat menggemaskan dimata Diana dan Brian.


Brian pun menggendongnya dan mengobrol dengan Diana.


"Kakak ayo kita bermain.." ucap Eve polos.


"Oke.. aku akan menemanimu bermain" ucap Diana.


"Aku juga siap.." ucap Brian.


Akhirnya mereka pun menemani Eve bermain sementara orang tua mereka masih berziarah. Mereka bermain di taman yg agak jauh lokasi pemakaman dan berada di dekat lokasi parkir.


Setelah selesai, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Tapi Diana dan Brian hendak membicarakan sesuatu 4 mata mengenai hal penting. Dan pada malam hari, mereka bertemu di resto D, Brian pun memesan ruangan privat agar mereka bebas berbicara.


"Jadi katakanlah bantuan apa yg kau perlukan." ucap Brian.


"Oke, jadi aku juga sedang menyelidiki orang ini. Tuan Alexander Herez." ucap Diana memperlihatkan foto dan biodata orang tersebut.


"Siapa dia? Bukan target kekasihmu kan?" tanya Brian.

__ADS_1


"Ck.. masa sama yg seusia Dadku, yg benar saja. Dia ayah dari sahabatku Sarah, aku ingin tahu apa alasannya tidak menemui putrinya." ucap Diana.


"Dia pemilik Delta.corp. Perusahaan besar di Inggris." ucap Brian yg melanjutkan panjang kali lebar.


"Oke terimakasih Bry, dan Max? kau tahu orang ini?" tanya Diana.


"Aku tak tahu Diana. Apa ini ada hubungannya dengan saudara kembarmu?" tanya Brian.


"Ya, dia suruhan orang ibuku, tapi tak terlihat lagi sekarang." ucap Diana.


"Dia bukan orang-orang bisnis, jadi aku tak tahu" ucap Brian.


"Oke terimakasih Brian, aku akan mencari tahu dimana saudara kembarku" ucap Diana.


"Kabari aku jika kau butuh bantuan, karena dia juga sepupuku." ucap Brian.


"Oke.." balas Diana.


"Apa rencanamu 2 hari kedepan?" tanya Brian yg tahu Diana akan di Indonesia selama 3 hari.


"Aku akan datang ke pesta reuni orang-orang yg telah membully-ku." ucap Diana tersenyum.


"Oh, kau ingin balas dendam? akhirnya kau berani melakukannya." ucap Brian.


"Tentu saja, aku sudah lama ingin melakukannya hanya saja tidak punya waktu.." ucap Diana.


"Ya baguslah, kau ingin kutemani?" tanya Brian.


"No, terimakasih sepupuku. Aku hanya ingin balas dendam dengan caraku sendiri." ucap Diana tersenyum.


"Oke.. semoga berhasil." ucap Brian.


"Tentu.." balas Diana.


Mereka pun pulang setelah makan malam tersebut. Keesokan harinnya Diana pun melancarkan aksinya. Ia pergi ke salon dan melakukan perawatan. Lalu ia telah menerima gaunnya. Gaun putih elegant yg menampilkan lekuk tubuhnya yg sexy. Gaun yg nyaman dan tidak ketat sesuai pesanannya.


Sofia pun manatap putrinya dengan heran.


"Sayang kau mau kemana? kencan dengan si nomor berapa?" tanya Sofia.


"Jadi mom sudah tahu kekasihku ada berapa.." ucap Diana tersenyum.


"Kau lupa siapa aku putriku?" tanya Sofia tersenyum.


"Ya aku tahu siapa mom dan aku tak bisa menyembunyikan apapun darimu. Tapi malam ini aku akan pergi reuni dengan teman dari smp ku." ucap Diana.


"Jadi kau ingin balas dendan dan memperlihatkan dirimu yg sekarang.?" tanya Sofia.


"Iya mom benar. Menurut mom apakah ini tepat?" tanya Diana.


"Ya lakukanlah sayang, selagi kau tidak merugikan siapapun mom akan mendukungmu. Dan buat mereka malu." ucap Sofia.


"Tentu mom dengan senang hati." ucap Diana.


"Pantas saja kau mengeluarkan mobil putihmu dari garasi." ucap Sofia dan Diana hanya tersenyum.


Setelah berdandan, Diana keluar dan berpamitan pada orangtuanya. Lalu Diana mengendarai mobil sport putih kesayangannya. Ia melajukan mobilnya menuju ke tempat acara, sebuah hotel milik S Group.


Disana Nada dan Fita pun sudah tiba dan menunggu Diana datang. Nada yg kini bekerja sebagai pengacara dan Fita sebagai konsultan bisnis, mereka pun sudah mulai bekerja sama seperti Diana.


Saat Diana tiba, ia membuka pintu mobilnya dan menyerahkan kuncinya pada petugas valet. Ia pun melangkah dan dijemput oleh kedua temannya.


"Di kau sangat cantik malam ini" ucap Fita.


"Mereka pasti takkan mengenalimu jika kau secantik ini.." ucap Nada.


"Oh tidak hanya aku, kalian juga cantik malam ini.. jadi ayo kita tunjukkan siapa kita." ucap Diana menggandeng kedua temannya masuk.


Dan sudah dipastikan Diana jadi pusat perhatian. Karena ia terlihat cantik bak model dengan tinggi semampai. Tubuhnya yg bagus karena ia rajin olehraga pun membuat kaum wanita iri dibuatnya.

__ADS_1


Bahkan Cindy orang yg membully-nya pun kesal bukan main saat tahu itu adalah Diana gendut yg selalu ia bully.


__ADS_2