Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP204


__ADS_3

Diana pun berjalan dengan anggun bersama Nada dan Fita. Semua mata terpaku melihatnya dan Diana mengeluarkan jurus senyuman manis yg membuat siapa saja meleleh.


"Di kau sudah banyak berubah, lihat orang sekitarmu.." ucap Fita.


"Kau benar, tapi aku takkan berubah pada kalian.." ucap Diana.


"Itu baru Diana temanku.." ucap Nada tersenyum.


Dan beberapa pria datang menghampiri mereka.


"Hai ladies.. aku ingat kau Dita dan kau Nada, lalu siapa wanita cantik ini..?"


"Kau lupa padaku?" tanya Diana tersenyum.


"Siapa ya? aku benar-benar tidak ingat memiliki teman seangkatan secantik dirimu."


"Iya aku pun penasaran.." ucap temannya.


"Kalian pasti lupa karena dia adalah Diana si gendut. Pasti dia melakukan operasi habis-habisan." ucap wanita yg tak lain adalah Cindy.


"Oh kau pasti Cindy, si gadis pembully. Ya aku memang mampu melakukan operasi plastik seluruh tubuh, tapi ayahku yg seorang dokter tahu semua resikonya jadi pasti melarangku." ucap Diana.


"Dan kau tidak ada yg berubah, bahkan apa kau tidak tumbuh tinggi?" tanya Diana tersenyum saat melihat Cindy yg tidak lebih tinggi dari dirinya.


"Dasar.. menyebalkan.." ucap Cindy.


"Hahaha.. Diana kau memang hebat, kau mampu berubah dan berani melawan Cindy.." ejek teman pria mereka.


"Sebenarnya aku mampu melakukannya dulu, tapi kau tahu kan aku harus lulus dengan baik.." ucap Diana tersenyum.


"Kau memang pintar Diana.." ucap teman lelaki mereka.


"Dan aku ingin memberitahu kalau Derrick juga akan tiba malam ini.." ucapnya.


"Benarkah? haruskah aku memukul wajahnya?" tanya Diana.


"Hahaha.. kau masih kesal padanya ternyata.."


"Ya.. dia cukup kelewatan." balas Diana tersenyum.


"Oke.. nikmatilah pesta ini Diana. Senang bertemu kembali denganmu.." ucap mereka berjabat tangan dengan Diana.


"Terimakasih kalian sudah mengundangku.. aku akan menikmatinya.." ucap Diana lalu pergi bersama Fita dan Nada.


Mereka pun duduk disebuah meja dengan menikmati camilan dan minuman yg disediakan.


"Kukira kau sudah tak suka cake.." ucap Fita.


"Aku masih menyukainya, hanya saja aku harus membatasinya." balas Diana.


"Aku suka melihat pola hidupmu Di, diet tak harus menyiksamu bukan.." ucap Nada.


"Kau benar.." ucap Diana tersenyum.


Mereka pun menikmati pesta sembari berbincang dan bertemu dengan teman-teman lama mereka. Dan Cindy, ia sangat malu karena melihat perbedaan Diana dan dirinya yg cukup jauh. Ia melihat tubuh Diana yg tinggi dan sexy, belum lagi kaki jenjang Diana yg membuatnya semakin cocok jika menggunakan gaun. Cindy pun kesal bukan main, dan hanya berkumpul dengan teman satu gengnya.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba, Diana mendapat panggilan dari Kenneth. Ia pun menjauh dari Nada dan Fita dan permisi sebentar.


"Hallo ada apa Kapt?" tanya Diana.


"Kau ada dimana??" tanya Kenneth.


"Aku ada di Indonesia, katakan ada apa?" balas Diana


"Kau..! aku tak mau tahu kau harus tiba sebelum jam 12 malam ini.." ucap Kenneth.


"Kapt yg benar saja.." ucap Diana.


"Kau mau melanggarku? mau ku keluarkan dari tim alfa..? ha?.." ucap Kenneth.


"Tapi aku di Indonesia, dan tidak mudah mendapatkan tiket pesawat untuk malam ini.." ucap Diana.


"Aku tak mau tahu, kau paling hanya sedang berkencan dengan kekasihmu." ucap Kenneth.


"Oke.. terserah kau saja.." ucap Diana.


"Pokoknya kau harus tiba sebelum jam 12.." ucap Kenneth.


"Iya iya, cerewet sekali.." ucap Diana mematikan telepon dan bergegas pulang, padahal ia ingin membalas dendam pada Derrick juga.


Diana pun kembali ke mejanya dan berpamitan pada temannya.


"Maaf teman-teman aku harus kembali.. ada urusan mendadak.." ucap Diana.


"Oke.. hati-hati Di.." ucap Fita.


"Oke.. bye.. see you guys.." ucap Diana yg terburu-buru keluar.


Diana pun berjalan cepat dan setengah berlari dengan heels dan juga dres panjangnya. Lalu setiap ada yg berpapasan Diana hanya tersenyum dan melambaikan tangan.


Saat Diana menuju ke mobil, ia berpapasan dengan Derrick dan ia tak menyadari kalau pria itu Derrick.


"Maaf .."ucap Diana saat hampir menabraknya lalu ia langsung menuju ke dalam mobilnya.


"Kau tak apa?" tanya Derrick dan hanya dijawab dengan lambaian tangan Diana.


"Buru-buru sekali.." ucap Derrick lalu masuk ke dalam.


Derrick pun masuk ke dalam bertemu teman-temannya. Ia disapa dengan ramah oleh mereka. Dan mereka langsung membahas Diana. Mereka bercerita kalau kini Diana sangat cantik, tinggi dan juga langsing, mirip dengan model. Mereka tak henti-hentinya memuji Diana agar Derrick menyesal atau kesal.


Lalu Derrick melihat Fita dan Nada, ia menghampiri kedua wanita tersebut.


"Hai Fita, Nada.. dimana Diana?" tanya Derrick.


"Baru saja pulang, dia ada urusan.." ucap Fita.


"Lagipula kalaupun dia masih disini dia pasti kesal melihatmu.." ucap Nada.


"Apakah belum lama? aku akan mengejarnya dan meminta maaf.." ucap Derrick.


"Coba saja kalau belum jauh, ia memakai dres putih panjang. " ucap Fita.

__ADS_1


"Akh.. berarti wanita tadi.." ucap Derrick.


Derrick pun berlari menuju ke lokasi parkir tempat ia berpapasan dengan wanita yg memakai dres putih yg kemungkinan besar adalah Diana. Dia berlari namun sudah tak menemukannya. Ia menyesal tak menghentikan wanita tersebut karena ia tahu Diana tak tinggal di Indonesia lagi, dan Diana sangat suka berpindah-pindah tempat menurut cerita Fita.


"Akh apakah kita takkan bertemu lagi?" gumam Derrick.


Derrick yg tak menemukan Diana pun kembali. Namun, baru saja ia bergabung dengan teman-temannya, Cindy dan gengnya pun mendekatinya lagi seperti lalat. Hal tersebut membuat Derrick risih dan langsung pulang. Karena tujuannya hanya untuk bertemu Diana dan meluruskan kesalahpahamannya selama ini.


☘☘☘


Sementara itu Diana sedang menghubungi momnya dan meminta ijin untuk terbang malam itu juga menuju ke Singapura. Sofia yg tahu tugas tim alfa pun hanya bisa menarik nafas dan meminjamkan pesawat pribadi miliknya agar putrinya tiba tepat waktu dan tak mendapatkan sanksi.


Diana pun kembali ke Singapura tak membawa apapun, ia hanya memakai dresnya dan tas kecil yg hanya berisi dompet dan ponsel. Bahkan pasportnya dibawakan oleh orang suruhan Sofia. Setelah semua siap Diana terbang ke Singapura.


Diana tiba tepat pukul 23.30. Tepat 30 menit sebelum waktu yg ditentukan Kenneth.


"Akh untung masih sempat. " gumam Diana.


Dengan menaiki taksi, Diana menuju ke markasnya menemui Kenneth dengan gaun cantik dan juga sepatu heelsnya. Perjalanan pun memakan waktu 25 menit. Dan Diana tiba tepat waktu saat di markas. Ia segera menuju ruangan tempat berkumpulnya tim Alfa.


"Maaf.. aku hampir terlambat.." ucap Diana dengan nafas tak teratur.


Namun, semua menatapnya dengan tatapan bingung. Bagaimana Diana berdandan cantik untuk tiba di markas. Begitu juga Kenneth yg terpukau oleh tampilan Diana, walaupun rambutnya sedikit berantakan.


"Ehm.. " suara teman-temannya berdehem karena kapten mereka sedang terpaku.


"Diana..! kau itu mau kerja atau pergi pesta?" tanya Kenneth.


"Kapt aku memang habis dari sebuah pesta, bukankah aku sudah bilang aku beberapa jam yg lalu ada di Indonesia? dan aku masih beruntung mendapatkan tiket pesawat." ucap Diana tersenyum padahal dalam hatinya ia ingin menghajar kaptennya tersebut.


"Sudah cepat berbaris.. tak ada waktu lagi.." ucap Kenneth.


Dan Diana pun menurutinya berbaris bersama rekan-rekannya. Mereka pun senang berada di dekat Diana karena aroma parfum Diana yg enak baunya. Belum lagi dres tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya yg sexy.


"Diana kemari kau..!" ucap Kenneth.


"Iya kapt, ada apa?" tanya Diana.


"Kau ini pasti habis kencan.. baumu sungguh.." ucap Kenneth.


"Sungguh enak bukan kapt..?" goda Diana.


"Ya, tapi akan mencolok dan mudah tercium saat sedang bekerja. " ucap Kenneth.


"Oke.. aku akan mandi dan berganti pakaian." ucap Diana.


"Kuberi kau waktu 30 menit..!" ucap Kenneth.


Lalu Diana berlari menuju ruang ganti dan segera mandi di tempat yg sudah disediakan.


"Akh.. rasanya aku hampir gila. Bahkan aku tak sempat tidur siang..! " umpat Diana.


Dengan cepat Diana menyelesaikan mandinya dan berpakaian seragam. Lalu ia menyusul teman-temannya.


Sementara Kenneth menenangkan dirinya saat melihat Diana bersolek tak seperti biasa. Rambutnya yg tergerai indah dan wajahnya yg cantik membuatnya selalu terngiang-ngiang di kepalanya. "Aku tak boleh menyukai gadis gila itu, bisa-bisa aku yg dipermainkan.." gumam Kenneth dalam hati.

__ADS_1


Saat semua persiapan selesai, Kenneth memimpin pasukannya menuju ke target lokasi. Diana yg baru saja mandi pun melupakan ngantuknya. Ia hanya bisa tidur 1 jam di pesawat. Dan kini ia harus fokus bertugas. "Ayo Diana kau harus fokus..!" gumamnya.


__ADS_2