
Pagi ini Kenan sedang menuju D'Textile untuk membuat kesepakatan kerja. Ia sudah membuat rencana matang, dan kali ini ia hanya akan berhadapan dengan tuan Vall. Kenan pun nampak tenang dan tidak khawatir sama sekali, ia yakin kali ini rencananya akan berhasil.
Setibanya disana, Kenan langsung disambut oleh tuan Vall. Tuan Vall pun menyambutnya dengan ramah seolah tak ada masalah. Kenan hanya bisa tersenyum simpul. "Yah aku akan menutup mata untuk masalah kemarin demi rencananku yg lainnya" gumam Kenan dalam hati.
Mereka pun tiba di ruangan meeting. Semua orang nampak sudah hadir dan dimulailah meeting mereka. Kenan nampak memberikan project besar yg membuat mereka tak mampu menolak, mengingat saham perusahaan sedang anjlok akibat perbuatan Chris dan tuan Felix. Vall pun senang karena Kenan mau bekerja sama walaupun mereka sedang terkena masalah hukum.
Dan Kenan pun mengajukan keinginannya yakni bertemu dengan si pembuat kain. Namun, Vall pun bingung karena ia dan kakaknya tak pernah bertemu dengan mereka. Mereka berdua hanya berkomunikasi lewat utusan atau perwakilan yg dikirim. Vall juga bingung bagaimana harus menceritakannya karena yg berhubungan langsung dengan mereka adalah kakaknya, Chris.
"Maaf tuan Kenan saya tidak tahu siapa pembuatnya.. mereka bilang itu hanya produk tradisional dari suatu tempat.." ucap Vall.
"Lalu bagaimana kalian membuat kesepakatan?" tanya Kenan.
"Kakakku yg bertemu perwakilan dari mereka, mereka hanya bilang bahwa itu produk handmade dan proses pembuatannya benar-benar masih tradisional.." jawab Vall.
"Dan dimana tempat mereka membuatnya? bukankah ini project besar? jadi kita harus menlihat prosesnya.." ucap Kenan.
"Aku hanya dengar dari kakakku kalau itu sebuah pulau yg sangat jauh dari sini.. Ia saja tak bisa kesana karena perjananan yg memakan waktu lama.. apalagi suku disana masih agak primitif, mereka membenci alat-alat modern seperti pesawat atau helikopter untuk menjangkau tempat tersebut.." terang Vall.
"Bisakah aku tahu dimana itu? aku butuh informasi yg jelas untuk mengambil project ini.." ucap Kenan berusaha menekan Vall.
"Lokasinya ada di negara Z.. dan butuh waktu 1 minggu dari negara L untuk mencapai wilayahnya mengingat kita harus melewati hutan belantara.." ucap Vall.
"Baiklah aku akan mencari tahu lokasi tersebut.." ucap Kenan. "Ini gila.. apa Vall tidak berbohong?" gumam Kenan dalam hati.
Dan meeting mereka pun selesai, Kenan pun berhasil mengikat kerjasama dengan D'Textile. Lalu ia segera kembali ke hotel untuk bertemu kakaknya. Sesampainya disana kakaknya sudah tidak ada, kemungkinan ia sedang berada di penjara menemui Chris.
"Wah nona, anda benar-benar serius nampaknya.." ucap Chris yg baru hadir .
"Iya tentu, aku butuh informasi darimu.." balas Rose.
"Mengenai wilayah itu, apa kau yakin akan kesana?" tanya Chris.
"Tentu, sudah katakan saja jangan berbelit-belit.." ucao Rose sedikit kesal.
"Sabar nona, aku hanya mengingatkan kalau disana cukup berbahaya dan melewati hutan belantara.. apa anda yakin?" tanya Chris sekali lagi.
__ADS_1
"Mau hutan ataupun bandit sekalipun aku tidak takut.." ucap Rose.
"Baiklah aku akan memberitahumu, itu ada di negara Z.. dan untuk kesana anda harus melalui negara L.. cukup jauh bukan?" ucap Chris.
"Ya lalu apalagi yg harus kulalui..?" tanya Rose.
"Perjalanan dari negara L ke pulau tersebut memakan waktu 1 minggu karena harus melalui jalur laut.. mereka tidak menyukai peradaban modern seperti pesawat atau sejenisnya.. dan lagi mereka juga ada beberapa bandit yg akan merampas siapapun yg melewati jalur disana.. dan jangan lupakan hutan belantaranya.." terang Chris.
"Apa kau sedang bercanda tuan Chris?" ucap Rose tak percaya.
"Dari awal aku sudah bertanya apa kau yakin akan kesana? aku sudah menceritakan semua yg kutahu.." ucap Chris.
"Baiklah..Apa kau mengenal seseorang yg bisa membawaku kesana?" tanya Rose lagi.
"Ada, dia utusan yg berada disini.. namanya tuan Guido.. dia berasal darisana tapi karena ia ingin mengenal dunia luar jadi ia tinggal disini dengan syarat harus menguntungkan tempatnya, maka dari itu ia menawarkan produk asli suku mereka.." ucap Chris.
"Jadi begitu, dan dimana aku bisa menemui tuan Guido tersebut?" tanya Rose.
"Kau datanglah ke area tarung bebas di pinggiran kota.. tempatnya didaerah X.. lokasinya gedung tua yg terbengkalai.. langsung saja bicara kalau kau ingin bertemu tuan Guido di tempat pembelian tiket.." ucap Chris.
"Baiklah terimakasih atas informasimu.. itu cukup berharga bagiku.." ucap Rose.
"Katakan saja sekarang.. " pinta Rose.
"Tidak.. karena aku takut tuan Guido tak percaya padamu jadi bawalah ia kemari bertemu denganku.." ucap Chris.
"Oh begitu, baiklah.. sebelum aku pergi aku bawakan oleh-oleh mungkin rasa makanan penjara ini kurang nyaman jadi aku membeli ini.." ucap Rose dan memberikan box makanan.
"Kau tak perlu repot-repot nona, yah walaupun kuakui perkataan mu benar, Terimakasih untuk makanannya.." ucap Chris.
"Oke.. nanti aku kemari lagi setelah menemui tuan Guido.." ucap Rose.
"Oke semoga berhasil.." ucap Chris yg kemudian dibawa oleh petugas ke sel nya.
"Jadi tuan Guido.. dan benar saja aku harus kembali kesana lagi.. semoga kakek dan Kenan memyetujui rencanaku.." gumam Rose dalam hati.
__ADS_1
Rose pun segera menuju ke mobilnya untuk kembali ke hotel. Ia ingin segera menceritakan segalanya pada Kenan. Setelah tiba ia pun segera disambut oleh Kenan dan juga Doni.
Rose pun bercerita tentang informasi yg didapat dari Chris. Sementara Kenan juga bercerita hal yg sama pada Rose dan Doni. Dan informasi dari Chris adalah informasi lengkap. Rose pun mengutarakan niatnya menemui tuan Guido.
"Jadi aku akan kembali ke arena tarung bebas malam ini.." ucap Rose.
"Tidak..!" ucap Doni dan Kenan.
"Kalian itu kenapa? aku kan belum tentu ikut bertarung disana.." ucap Rose.
"Kalau begitu aku ikut .." ucap Kenan.
"Aku juga akan kesana.." ucap Doni.
"Tidak, kakek tetap dihotel..!" ucap Rose dan Kenan serempak.
"Wah kalian ini benar-benar kompak..!" umpat Doni.
"Aku akan ikut kesana malam ini, dan untuk ke pulau tersebut aku juga akan menemanimu.. kita pergi mencari ayah dan ibu bersama.." ucap Kenan.
"Kalau ke arena bertarung kau bisa ikut.. tapi ke pulau tersebut kurasa sulit.." ucap Rose.
"Memangnya kenapa? pekerjaanku tidak masalah.." balas Kenan.
"Yakin??" tanya Rose.
"Tentu kak.." ucap Kenan. Lalu ponsel Kenan pun berdering, tak lain adalah urusan perusahaannya S Group. Setelah berbicara sekitar 15 menit ia pun kembali dengan wajah masam.
"Kau benar kak.. aku lupa kalau mereka sangat membutuhkanku.. " ucap Kenan kesal.
"Sudahlah.. kita masih bisa pergi malam ini.. " balas Rose.
"Kalau SHIELD masih ada aku kalian tenang saja.." ucap Doni.
"Iya tentu tak ada yg berani padamu di SHIELD kek.." ucap Rose.
__ADS_1
"Tentu saja.." balas Doni bangga.
Dan mereka pun makan siang bersama dan membahas masalah rencana nanti malam juga perjalanan menuju pulau tersebut.