
Setelah mendengarkan dengan seksama, akhirnya baik Bima maupun Kenan mengalah dan mengikuti rencana Doni.
"Sofia, berdasarkan kejadian kemarin itu artinya mereka belum mengenalmu.." ucap Doni.
"Ya, mereka sangat terkejut saat tahu aku pemimpin SHIELD.. sementara Kenan wajahnya sudah ada di berbagai majalah bisnis dan media online.." ucap Sofia.
"Ya aku mengerti maksud kalian.." ucap Kenan.
"Dan kali ini Sofia yg akan menjadi umpan, selain karena dia wanita, dia juga belum dikenal banyak orang.." ucap Doni.
"Tapi bagaimana kalau insiden kemarin, ada yg membocorkannya?" ucap Kenan.
"Ya mau bagaimana lagi, tetap harus Sofia yg menjadi umpan.. dia bisa saja menyamar menjadi gadis biasa atau apapun.." ucap Doni.
"Kak kau sudah siap akan segala resikonya?" tanya Kenan.
"Iya Kenan aku siap, kau tenang saja.." ucap Sofia.
"Hhh.. baiklah, lanjutkan aku akan membantu apapun kebutuhan kalian.." ucap Kenan.
"Dan Sofia kau sudah siap untuk masuk ke BlackStar?" tanya Doni.
"Siap kek.. kita hanya butuh informasi untuk masuk.." ucap Sofia.
"Itu serahkan saja padaku dan timku.. kami akan mencari melalui situs-situs gelap.." ucap Kenan.
"Bagus.. kau kabari jika sudah ada titik terang dan kami akan mencari tahu juga.." ucap Doni
"Siap Kek.." balas Kenan.
Mereka berempat pun sudah menyusun rencana hanya tinggal menunggu kabar dari tim Kenan dan tim pengintai SHIELD. Sementara itu keesokan harinya tim Bagus dan kedua rekannya pergi menemui tuan Guido. Jika sesuai rencana mereka akan sampai di pulau tersebut minggu depan. "Semoga saja semuanya berjalan dengan baik.." gumam Sofia.
Kini mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, Sofia dan Bima dengan pekerjaan kantornya, dan Kenan kembali ke kantornya. Sementara Doni hanya mengecek-ngecek laporan dari Sofia.
☘☘
Di tempat lain, Alfi sedang berkemas untuk kepergiannya menuju Singapura karena jadwal untuk membantu Sofia dicancel. Ia pun mempercepat penerbangan dan mengurus syarat-syarat yg diajukan rumah sakit disana. "Haruskah aku berpamitan pada Sofia?" gumamnya ragu.
Dan akhirnya Alfi menelpon Sofia..
"Hallo Sofia kau sedang apa?" tanya Alfi di telepon.
"Aku sedang bekerja di kantor, ada apa?" tanya Sofia.
"Hmm apa kau ada waktu sore ini?" balas Alfi.
"Ya.. aku masih bisa pulang sore.. katakan ada apa?" tanya Sofia.
"Besok aku akan terbang ke Singapura untuk mengurus berkas dan wawancara dengan pihak rumah sakit.." ucap Alfi.
"Oh.. oke kita ketemuan dimana?" tanya Sofia.
"Di cafe X saja.. aku sudah menghubungi Kenan juga.." ucap Alfi.
"Baiklah jam 5 sore ya.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Oke.." balas Alfi lalu menutup telepon.
Sementara Sofia pun menarik nafas panjang. "Dia harus pergi lagi.." gumamnya. Lalu Sofia mengerjakan semua tugas-tugasnya agar bisa pulang cepat. Setelah selesai ia langsung membereskan berkasnya dan pergi menuju cafe. Sofia pun melajukan mobilnya sebelum jalanan semakin padat.
Sesampainya disana, Sofia mencari meja Alfi dan menelponnya.
"Alfi kau dimana?" tanya Sofia.
"Di meja no.7.." ucap Alfi.
"Oke sebentar.." ucap Sofia lalu mematikan telepon. Ia pun segera mencari dan melihat Alfi di meja no.7.
"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Sofia.
"Belum, aku juga baru tiba.. " balas Alfi.
"Kenan sepertinya akan terlambat.." ucap Sofia.
"Iya arah kantornya pusat kemaceten.." ucap Alfi.
"Kita pesan minum saja dulu.." ucap Sofia.
Lalu mereka berdua pun memesan minuman dan mengobrol sembari menunggu Kenan.
"Sofia bagaimana luka di lenganmu?" tanya Alfi.
"Sudah membaik, sebentar lagi sembuh.. " ucap Sofia.
"Baguslah, karena sebentar lagi aku akan pindah ke Singapura.." ucap Alfi.
"Iya kau benar, terlalu lama menganggur membuatku kehabisan uang.." ucap Alfi tertawa kecil.
"Ah kau ini bisa saja, mana ada dokter bedah kehabisan uang.." ucap Sofia.
"Ya kalau dibiarkan lama-lama tabunganku terkuras.." balas Alfi terkekeh.
"Iya ya.. lalu besok kau akan berangkat jam berapa ?" tanya Sofia.
"Aku akan naik pesawat pagi, sekitar jam 7.." ucap Alfi.
"Oh begitu.. jika sempat aku akan mengantarmu.." balas Sofia.
"Baguslah, akhirnya kau perhatian juga.." goda Alfi.
"Tentu saja, nah lihat itu Kenan.. " ucap Sofia lalu melambaikan tangan.
Dan kenan pun mendekat lalu duduk disamping mereka.
"Maaf aku terlambat, dijalanan macet parah.." ucap Kenan.
"Iya kami maklum kok, area kantormu sangat padat.." balas Sofia.
"Jadi kau akan pergi besok Al?" tanya Kenan.
"Iya, pesawatku akan berangkat jam 7 pagi.." ucap Alfi.
__ADS_1
"Yasudah, jika sempat aku akan mengantarmu.. "ucap Kenan.
"Nah gitu dong, Sofia juga akan mengantarku .. itu baru temanku.." balas Alfi.
"Dasar kau ini, semangat sekali.." ucap Kenan.
"Tentu saja, kali ini aku tidak akan pergi jauh dan kita bisa berkumpul bertiga.." ucap Alfi tersenyum.
Lalu mereka mengobrol panjang tentang kisah persahabatan mereka. Dan mereka juga pergi ke restorant untuk makan malam bersama sebelum Alfi pergi besok. Dan mereka baru pulang jam 9 malam.
"Sampai ketemu besok Alfi.." ucap Kenan.
"Iya, kalian harus datang ya .. awas kalau kalian bohong.." ucap Alfi.
"Ya kami pasti datang.." ucap Sofia.
Lalu mereka melambaikan tangan dan masuk ke mobil mereka masing-masing dan pulang menuju rumah mereka masing-masing.
Keesokannya, baik Sofia maupun Kenan pergi bersama menuju bandara untuk mengantar Alfi. Mereka pergi pagi-pagi sekali untuk mengantar kepergian Alfi. Disana sudah ada Bima dan Siska yg sudah datang. Mereka pun bercengkrama sembari menunggu keberangkatan Alfi. Akhirnya waktu keberangkatan hampir tiba dan Alfi harus masuk ke dalam. Ia pun berpamitan pada semua orang.
"Ayah.. Ibu aku berangkat dulu ya.." ucap Alfi berpamitan sembari mencium tangan kedua orangtuanya.
"Iya nak hati-hati dijalan.." ucap Siska.
"Kau kabari aku jika butuh sesuatu.." balas Bima.
"Pasti.." ucap Alfi pada orang tuanya.
"Kenan aku pergi dulu.. " ucap Alfi pada Kenan.
"Ya kau hati-hati dan kabari aku jika butuh bantuan.." ucap Kenan.
"Pasti aku akan mengabarimu.." ucap Alfi berpelukan pada Kenan.
"Sofia aku berangkat dulu ya.. ingat jangan sampai terluka lagi karena aku ada di Singapura.." goda Alfi.
"Ih kau ini, memangnya disini tidak ada dokter lain apa? Ibumu dan Aunty Sinta juga dokter tahu.." ucap Sofia kesal.
"Oke.. oke.. aku berangkat dulu ya.." ucap Alfi.
"Iya hati-hati dijalan.." ucap Sofia lalu memeluk Alfi.
"Wah aku dipeluk.." ucap Alfi pelan.
"Ehm.. jangan lama-lama kak.." ucap Kenan menatap tajam.
"Oke.. sudah sana pergi.." ucap Sofia.
"Ken kita kan hanya teman.. santai sedikit lah.." ucap Alfi.
"Yasudah sana masuk.." ucap Kenan.
"Oke bye semuanya.." ucap Alfi melambaikan tangan lalu masuk ke dalam. Hatinya sangat senang setelah dipeluk oleh Sofia sebagai tanda perpisahan. "Padahal aku hanya dipeluk sebagai sahabat tapi aku sesenang ini.." gumamnya dalam hati.
Setelah Alfi masuk, mereka semua pun membubarkan diri dan pergi ke tujuan masing-masing. Tak lupa Sofia dan Kenan berpamitan pada Siska dan Bima.
__ADS_1