
Seharian Rose pun beristirahat karena kondisinya masih lemah. Tangannya juga tak bisa digunakan sementara waktu agar mempercepat pemulihan. Ia pun sangat bosan berada disana. Ia meminta Alfi membawanya keluar untuk jalan-jalan.
"Kau sangat bosan berada disini?" tanya Alfi setelah mendengar keluhan Rose.
"Iya.. aku bosan sekali.. ayo temani aku keluar menghirup udara segar.." ajak Rose.
"Baiklah.. kebetulan aku sedang ada waktu luang.." balas Alfi.
Alfi pun meminta kursi roda pada perawat. Walaupun Rose nampak kesal karena ia dapat berjalan tapi tubuhnya yg masih lemah membuatnya pasrah duduk di kursi roda. "Seperti orang tua saja.." gerutunya.
Alfi pun mengajaknya ke taman yg ada di rumah sakit. Udara diluar membuat Rose merasa sejuk dan nyaman daripada AC diruangannya. Mereka pun duduk di kursi taman tersebut.
Dengan hati-hati Alfi membantu Rose duduk di kursi taman. "Akhirnya aku bisa bernafas lega ada disini.. " gumamnya.
"Apa disini membuatmu lebih baik?" tanya Alfi.
"Iya ini membuatku merasa tenang.. udara sejuk, tanaman yg membuat suasana asri juga pepohonan yg rindang.." ucap Rose.
"Kau benar disini memang sangat nyaman.." balas Alfi.
Namun, ketenangan itu pun hilang saat beberapa bodyguard dari D'Textile muncul.
"Mau apa kalian??" tanya Alfi mencoba melindungi Rose.
"Maaf kami ingin bertemu nona Rose.."
"Apalagi kali ini? aku bekerja dengan gaji tak seberapa tapi lihat kondisi ku sekarang.. kalian ini menyusahkanku saja.." ucap Rose.
Dan tim SHIELD yg berjaga di rumah sakit pun ikut mendekat melihat nonanya dikerumini bodyguard dari D'Textile.
"Maaf.. kalian tidak diperbolehkan menemui Rose.. Ini perintah tuan Doni.." ucap tim SHIELD.
"Maaf sudah membuat keributan Rose.." ucap Vall maju menengahi para bodyguard yg saling bersitegang.
"Lalu apa tujuan anda tuan? jika hanya permintaan maaf rasanya tak cukup untuk mengobati luka fisikku.." ucap Rose kesal.
"Ini adalah salah kakakku Rose, aku mewakili keluargaku ingin meminta maaf dengan tulus.." ucap Vall merendah.
"Maka dari itu, bukan anda yg bersalah tuan. Jadi kedatangan anda percuma di mataku.. " balas Rose.
"Setidaknya kami ingin meminta maaf secara baik-baik padamu.. segala tuntutanmu dan perusahaanmu akan kami penuhi.. " ucap Vall sungguh-sungguh.
"Kalau begitu pulanglah tuan.. selesaikanlah dengan pihak perusahaanku.." ucap Rose.
"Apa kau sungguh tak memaafkan kami?" tanya Vall.
"Kita lihat saja nanti apakah kalian pantas untuk dimaafkan.. " ucap Rose sambil memberi isyarat Alfi untuk pergi dari sana.
"Baiklah Rose aku akan datang kembali nanti.." balas Vall.
Sementara Rose kini sudah berada di kursi rodanya dan ditemani Alfi kembali ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Mereka sungguh menyebalkan.." ucap Rose.
"Semalam mereka terus mengejarku hingga ke jalanan dan baru sekarang meminta maaf.. mungkin jika bukan karena video skandal itu tersebar tak mungkin mereka bereaksi begini.." ucap Rose kesal.
"Sabarlah Rose.. ini ujian hidupmu.. " ucap Alfi.
"Yah mereka belum bertemu kakek saja.. " ucap Rose tersenyum kecut.
"Iya biarlah kakekmu dan Kenan yg menangani ini, kau fokus dulu pada penyembuhanmu.. baru kau mencari informasi tentang orangtuamu.." ucap Alfi.
"Iya Alfi terimakasih.. " balas Rose.
"Aku selalu siap membantumu.. dan jangan lupakan aku putra ayahku walaupun tak sehebat dia aku mampu bertarung.." balas Alfi tersenyum menyemangati Rose.
"Oke.. Alfi kau memang sahabat terbaikku.." ucap Rose.
"Iya tentu.." balas Alfi. Dalam hatinya ia merasa ada yg menyakitkan disebut sahabat. "Apakah aku hanya sebatas sehabat bagimu Sofia??" gumamnya dalam hati.
☘☘☘
Keesokan harinya Rose masih terbaring dirumah sakit. Tubuhnya sudah lebih baik, tapi luka ditangannya masih terasa. Dan Alfi berpesan untuk tidak terlalu sering menggunakan telapak tangan kirinya agar cepat sembuh. Kini Rose sudah bisa berdiri dan jalan sendiri tanpa ditemani perawat. "Tubuhku kembali normal, hanya tinggal tangan ini saja masih harus berhati-hati.." gumamnya.
Hari ini Rose pun melakukan segala sesuatunya sendiri. Perawat yg mengurusnya pun diusir karena ia bisa melakukannya sendiri. Kini ia melihat jarum infus yg masih menusuk di tangannya. "Infus ini cukup merepotkanku.. Dimana Alfi saat ini?" gumam Rose ingin meminta Alfi mencopot selang infusnya.
Yg dicari pun muncul tanpa dipanggil. Alfi pun masuk ingin mengecek keadaan Rose.
"Hai Rose.." ucap Alfi.
"Ya ampun kau ini tak sabaran sekali.. sebentar.." pinta Alfi yg dengan perlahan mencopot infusnya.
"Bagaimana?" tanya Alfi setelah melepaskan infusnya.
"Nah ini baru lebih baik.. aku bisa bergerak tanpa harus memegang benda ini karena tangan sebelahnya sedang sakit." ucap Rose.
"Terimakasih banyak Alfi.." tambah Rose
"Oke..oke.. hari ini kau mau apa?" tanya Alfi.
"Bolehkah aku pulang?" balas Rose.
"Pulang?? kau masih belum boleh pulang, itu perintah kakekmu.." ucap Alfi.
"Yah.. kakek suka berlebihan.." ucap Rose kecewa.
"Sudahlah menginap satu malam lagi disini.." pinta Alfi.
"Tapi makanan disini tidak enak.. ini yg membuatku sebal.." ucap Rose.
"Kalau makanannya enak semua orang sakit ingin dirawat inap semua.. " ucap Alfi tersenyum.
"Iya sih, bolehkah beri aku pengecualian?" tanya Rose.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" balas Alfi sudah bisa menebak.
"Ayolah Al.. aku ingin makan pizza dan spageti.. " pinta Rose.
"Duh kalau ada 10 pasien sepertimu, dokter dan perawat disini pasti akan stres.." balas Alfi.
"Ayolah kawan.. " pinta Rose.
"Aku sedang banyak kerjaan.. bagaimana kalau kau suruh saja salah satu bodyguard kiriman kakekmu.. daripada mereka menganggur kan.." balas Alfi tersenyum licik.
"Iya ide bagus.. hitung-hitung menghilangkan rasa jenuh mereka.. " ucap Rose.
Rose pun berjalan keluar membuka pintu kamarnya. Bodyguard yg berjaga di depan pintu pun menunduk hormat padanya.
"Hei kau.. bisa bantu aku?" tanya Rose menunjuk pasa seorang bodyguard di kirinya.
"Tentu nona.. "
"Belikan aku makanan di resto Cc, ini list menu yg harus kau beli.. "perintah Rose menyerahkan kertas memo.
"Baik nona.. " ucap bodyguard mengambil kertas tersebut dan langsung pergi.
"Tunggu ini uangnya.. kau ini main jalan saja aku kan tidak setega itu.." ucap Rose memberikan uang kepada bodyguardnya.
"Maaf nona, saya permisi.." ucap sang bodyguard pamit pergi setelah menerima uangnya.
Setelah meninggalkan rumah sakit, bodyguard itupun bingung mendapatkan banyak sekali makanan yg dipesan nonanya. "Apakah nona kelaparan hingga memesan banyak makanan?" gumamnya. Namun ia tak memperdulikan itu dan bergegas membelinya khawatir nonanya benar-benar kelaparan.
Setelah pesanannya komplit bodyguard tersebut pun bergegas kembali ke rumah sakit. Setelah tiba di depan kamar ia pun mengetuk pintu.
Tok..tokk..
"Masuklah.." ucap Rose.
"Permisi nona ini pesanan anda.." ucap bodyguard tersebut menaruh makanan di atas meja.
"Terimkasih, tapi tunggu dulu.." pinta Rose.
"Ada apa nona?" tanyanya bingung.
"Sebentar.. " ucap Rose.
Rose pun mengambil makanannya dan sisanya diserahkan pada bodyguardnya.
"Ini, sisanya untuk kalian.. Aku tak mungkin makan sebanyak ini, nikmatilah pasti kalian jenuh berada disini.." perintah Rose.
"Baik nona terimakasih.."
"Iya sama-sama.."balas Rose.
Bodyguard tersebut pun keluar membawa makanannya dan berbagi kepada teman-temannya. Rose pun melihatnya bahagia, ia juga sering berada di situasi seperti mereka.
__ADS_1