Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.177


__ADS_3

Nathalie pun mulai frustasi, ia memilih untuk pulang ke apartemennya. Ia berfikir keras bagaimana kedepannya, karena pasti janin tersebut akan terus tumbuh. Jika di aborsi pun sangat beresiko, dan jika dilanjutkan ia akan jadi bahan pembicaraan orang-orang di sekelilingnya termasuk di rumah sakit.


"Apa yg harus kulakukan?? hiks.." gumamnya sambil menitihkan air mata.


Ia pun terpikir sebuah cara untuk mendapatkan Alfi. Namun, ia berpikir matang-matang sebelum melakukan ide gila tersebut. Tapi tak ada cara lain karena ia bahkan tak tahu siapa yg menghamilinya malam itu.


"Semoga berjalan sesuai keinginanku.." gumam Nathalie.


Hari-hari pun berjalan dengan bahagia untuk Sofia dan juga Alfi. Mereka memahami profesi masing-masing. Sofia pun sering berpergian keluar negeri untuk menjalankan tugasnya. Hingga suatu hari Nathalie datang menemui Alfi.


"Ada apa Nathalie?" tanya Alfi.


"Aku ingin meminta pertanggungjawaban darimu.." ucap Nathalie.


"Apa maksudmu? aku tak mengerti apa aku berbuat salah padamu?" tanya Alfi bingung.


"Gara-gara malam itu aku hamil tuan.." ucap Nathalie.


"Maaf aku tak menyentuhmu.. kupikir kau salah orang.." ucap Alfi.


"Kau pasti tidak ingat tapi kau menyentuhku malam itu.." ucap Nathalie.


"Tidak mungkin, aku tak pernah mabuk.." ucap Alfi.


"Tapi aku sudah menaruh obat tidur di minumanmu, dan kita.." ucap Nathalie lalu menangis.


"Berhenti menjual air mata, memangnya sudah berapa minggu kandunganmu?" tanya Alfi.


"Sudah 16 minggu.." ucap Nathalie.


"4Bulan yg lalu aku dan Sofia berbulan madu dan sibuk mengurus pekerjaan, jadi berhentilah berbohong.." ucap Alfi.


"Kau jahat sekali tuan..!" ucap Nathalie lalu keluar dari ruangan Alfi sambil menangis.


Ia berharap banyak pegawai rumah sakit melihatnya menangis usai keluar dari ruangan Alfi. "Kenapa harus 16 minggu..? dan dia benar-benar hafal apa saja yg terjadi.." gerutu Nathalie dalam hati.


Sementara Alfi berfikir keras, apalagi yg Nathalie siapkan untuk menjebaknya. "Apa wanita itu sudah tidak waras? aku bahkan tak menyentuhnya, kalau hamil dengan laki-laki lain kenapa aku yg harus tanggungjawab..?" gumam Alfi dalam hati.


Nathalie pun tak kehabisan akal ia mengadu pada ibunya untuk memperkeruh keadaan.


"Ibu.. bagaimana ini?" ucap Nathalie sambil menangis.


"Apa maksudmu? bagaimana apanya?"


"Aku hamil anak tuan Alfi, tapi dia tak mau tanggungjawab.." ucapnya Nathalie.


"Apaa??? bagaimana kau bisa melakukannya dengannya?? dan sampai hamil.?"


"Ibu aku ingin memilikinya jadi aku menjebaknya.." ucap Nathalie.


"Kenapa kau murahan sekali? bahkan sampai hamil, lihat pria yg menghamilimu sudah beristri.." balas ibunya geram.


"Kenapa ibu malah marah kepadaku?" tanya Nathalie.

__ADS_1


"Karena kau bodoh, kau boleh melakukannya tapi jangan sampai hamil.. kalau sudah begini kau cuma mempermalukan dirimu.."


"Tapi ibu anak ini tak bersalah.." balas Nathalie.


"Ibu akan ke ruangan tuan Alfi.. akan kubuat dia bertanggungjawab.." ucap ibunya geram.


"Hihi.. misi berjalan lancar.. mari kita lihat kau akan bertekuk lutut padaku atau tidak.." gumam Nathalie dalam hati.


Ibu Nathalie pun geram dan masuk ke dalam ruangan Alfi. Alfi pun terkejut tapi mengetahui maksud dan tujuannya. Dan Nathalie pun ikut masuk menyusul ibunya.


"Ada apa ini?" tanya Alfi.


"Kau masih bertanya ada apa? dimana harga dirimu sebagai laki-laki?"


"Maksud anda drama yg putri anda ciptakan untuk mengikatku? maaf nyonya, anda tertipu oleh tipu muslihat putri anda ." ucap Alfi.


"Berani sekali kau.." ucap Ibu Nathalie hendak menampar Alfi.


"Ibu tunggu.. jangan.." ucap Nathalie menghalangi.


"Mana buktinya jika janin itu darah dagingku? kau mampu menunjukkan buktinya?" tanya Alfi.


"Tunggu, lihat foto-foto ini.." ucap Nathalie yg sempat memfoto Alfi di hotel J Group.


"Foto itu tak menunjukkan apapun.." ucap Alfi tegas.


"Kau harus bertanggungjawab.." ancam ibu Nathalie.


"Apa?? kau tega sekali pada bayi kecil ini.." ucap Nathalie.


Dan Dibalik sebuah pintu Sofia mendengarkan percakapan mereka bertiga. Dengan tangan terkepal, Sofia pun ikut masuk ke dalam karena tak tahan.


"Apa-apaan ini??" tanya Sofia.


"Lihat suamimu sudah menghamili putriku.." ucap ibu Nathalie.


"Apa kalian sedang syuting film atau drama? " tanya Sofia tersenyum.


"Aku benar-benar hamil.." ucap Nathalie.


"Lalu, apa kau yakin ini anak dari suamiku?" tanya Sofia tegas.


"Tentu saja.." ucap Nathalie.


"Kalau kalian sangat yakin, lakukan saja tes DNA nya.." ucap Sofia.


"Baiklah akan kami lakukan tes DNA nya beberapa bulan lagi.. dan jangan ingkari janjimu sebagai laki-laki.." ancam ibu Nathalie.


"Tentu nyonya.." ucap Alfi.


Sementara Nathalie dan ibunya pergi dari ruangan tersebut. Dengan tangan gemetar ketakutan, Nathalie pun berfikir bagaimana caranya agar janinnya menjadi milik Alfi. Karena ia yakin janin itu hasil dari perbuatannya bersama pria asing.


Sementara Sofia pun terdiam, ia duduk mematung dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Sayang kau percaya padaku kan?" tanya Alfi.


"Ya.. tapi bagaimana jika anak itu milikmu..?" ucap Sofia.


"Sofia kau harus percaya padaku, aku bukan pria yg bebas tidur dengan wanita manapun.." ucap Alfi.


"Ya.. tapi kenapa ia meminta pertanggungjawaban darimu?" tanya Sofia.


"Karena dia terobsesi padaku.." ucap Alfi.


"Entahlah, aku lelah.. aku membawakanmu makan siang, dan sepertinya aku akan langsung pulang.." ucap Sofia beranjak setelah menaruh makanan di atas meja.


"Terimakasih sayang.. kau harus percaya padaku.. aku bukan ayah dari janin tersebut.." ucap Alfi memegang tangan Sofia.


"Ya aku akan mencoba mempercayaimu.. dan mencaritahu yg sebenarnya.." ucap Sofia.


"Aku juga akan mencaritahu yg sebenarnya, kau jangan banyak pikiran dan stres.." ucap Alfi.


"Ya.. aku pulang dulu ya.." ucap Sofia.


"Ya hati-hati.." balas Alfi lalu mengantarnya pulang.


Saat berjalan menuju ke lobi hotel, rumor mulai beredar yg tak lain ulah dari Nathalie yg sudah menceritakannya pada rekannya. Setiap orang mulai berbisik saat Sofia dan Alfi berjalan.


"Kudengar katanya tuan Alfi menghamili dr.Nathalie.?"


"Benarkah? bukannya dia sudah menikah?"


"Entahlah, kudengar begitu.."


Brakkkk!!


Sofia pun menendang tong sampah hingga sedikit penyok.


"Apa kalian tahu menyebarkan gosip atau rumor tak benar itu bisa dihukum?" tanya Sofia.


"Ehmm.. maaf nyonya.."


"Aku peringatkan sekali lagi, barang siapa menyebarkan rumor tanpa bukti.. akan kulaporkan atas pencemaran nama baik..!" ancam Sofia.


Ingin sekali Sofia mengamuk di rumah sakit itu, tapi Alfi menahannya.


"Maaf sayang, tahan emosimu jangan terpancing.. dan terimakasih sudah membelaku.." ucap Alfi.


"Ya.. aku tak tahan mendengarnya.." ucap Sofia.


"Aku tahu kau juga terluka mendengarnya, tapi kita harus bertahan hingga semua bukti ada di tangan kita.." ucap Alfi.


"Ya aku akan mencobanya.. aku pulang dulu ya.." ucap Sofia.


Sofia pun pulang mengendarai mobilnya. Rasanya ia tak tenang sebelum masalah ini terpecahkan. Ia pun kembali ke kantornya dan menarik garis mundur, jika janinnya berusia 16 minggu itu artinya tepat saat mereka tengah berbulan madu di Paris.


"Aku harus mengeceknya.. aku butuh bantuan Kenan.." gumam Sofia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2