
Hari ini adalah hari dimana Diana dan Kenneth pergi ke dokter kandungan. Kenneth dengan semangat dan sudah meng-cancel seluruh jadwalnya pun mengantar Diana.
"Sayang kau sudah belum?" tanya Kenneth.
"Sebentar lagi.. " balas Diana yg masih mengeringkan rambutnya.
Ceklekk.. Pintu kamar pun terbuka.
"Kau itu tak sabaran sekali.." ucap Diana.
"Aku sudah menunggu momen-momen ini.. jadi aku sangat tak sabar.." ucap Kenneth.
"Ya tunggulah sebentar aku harus bersiap-siap.." ucap Diana.
"Baiklah.." ucap Kenneth dan menunggu Diana di dalam kamar.
"Sudah ayo kita berangkat.." ucap Diana tak berapa lama.
"Ayo.." ucap Kenneth langsung menggandeng tangan Diana.
"Semangat sekali kau ini.." gumam Diana.
"Tentu.." ucap Kenneth.
Mereka pun menuruni apartemen dengan lift dan tiba di mobil Kenneth. Dan mereka berdua langsung menuju ke rumah sakit untuk mengunjungi dr.Hana.
Tapi sesampainya disana ternyata dr.Hana sedang membantu kelahiran pasiennya yg terjadi dadakan. Namun, nampak juga Brian ada disana.
"Bry sedang apa? siapa yg sakit?" tanya Diana.
"Aku hanya membantu seorang wanita yg hendak melahirkan.." ucap Brian masih shock melihat banyak darah.
"Wajahmu seperti habis melihat setan.." ucap Diana.
"Diana aku baru tahu ternyata wanita saat melahirkan mengeluarkan banyak darah.. " ucap Brian.
"Oh, jadi kau takut pada darah.." balas Diana.
"Kalau hanya setetes dua tetes aku masih bisa, tapi kalau banyak aku seram melihatnya.." ucap Brian.
"Baiklah, minum air dulu.." ucap Diana memberikan air padanya.
"Ternyata kau punya sisi lemah juga.." ucap Kenneth.
"Terserah kau mau bilang apa yg jelas, aku tak tega melihat wanita dengan berlumur darah.." ucap Brian lalu mengambil nafas.
"Jadi bisa kau ceritakan kejadiannya?" tanya Diana.
"Jadi begini.." ucap Brian menceritakan segalanya pada Diana dan Kenneth hanya mendengarkan.
#Cerita Brian..
Saat itu Brian sedang mengunjungi Mall miliknya, dan ia sedang berada di display barang-barang kebutuhan anak-anak untuk memastikan kualitas produk dan kemasan produk terap baik.
Tiba-tiba saja ada seorang wanita hamil mengeluh sakit perut membuatnya mendekat dan langsung menolongnya.
"Tolong.. perutku sakit..!" teriak wanita itu membuat beberapa orang mendekat dan membantu.
__ADS_1
Dan Brian sebagai pemilik pun memberikan perhatian dengan membantu konsumen yg berbelanja disana. Tapi si ibu hamil tersebut merasa begitu kesakitan, dan berkata akan segera melahirkan.
"Tolong bawa aku ke rumah sakit, sepertinya aku akan segera melahirkan.." ucap wanita tersebut.
"Kalian, siapkan ambulans.." ucap Brian.
"Anda tenang saja nyonya kami akan membantu.." ucap Brian.
"Terimakasih, tolong cepatlah.." ucap wanita tersebut takut merepotkan banyak orang jika ia melahirkan di mall tersebut.
"Baik aku akan membantu anda secepatnya.. " ucap Brian.
Brian pun kebingungan bersama para pegawainya karena tak ada yg memiliki pengalaman terhadap wanita yg hendak melahirkan. Dan teringatlah Brian pada dr.Hana.
"Dr.Hana.." gumamnya, lalu ia menghubungi Dion untuk meminta nomor ponselnya.
Dion pun dengan cepat merespon dan Brian langsung mrnghubungi dr.Hana.
"Hallo dengan siapa ini?" tanya Hana.
"Aku Brian, dok aku sedang bersama pasien wanita yg akan melahirkan.." ucap Brian.
"Baik, tuan Brian.. sekarang anda tenang dan ceritakan apa yg sudah terjadi pada pasien.." ucap Hana.
"Pasien sedang terbaring lemah karena perutnya yg sakit.." ucap Brian.
"Apa sudah pecah ketuban?" tanya Hana.
"Apa itu ketuban?" tanya Brian bingung.
"Tunggu.." ucap Brian.
Lalu Brian melihat dan bertanya pada pegawainya dan benar sudah keluar air ketuban.
"Sudah dok.." ucap Brian.
"Segera bawa kemari, wanita itu akan melahirkan.." ucap Hana.
"Kami sedang menyiapkan ambulans.." ucap Brian.
"Bagus, tolong suruh pasien untuk mengatur nafas perlahan. Dan merilekskan tubuhnya.." ucap Hana.
"Oke.. Ambulans sudah tiba, kami akan kesana.." ucap Brian.
"Baik tuan, saya akan standby.." ucap Hana.
Lalu Brian menutup telepon dan membantu wanita tersebut masuk ke dalam ambulans. Dan Brian juga mengingatkan wanita tersebut untuk mengatur pernafasan.
Hingga keluarlah darah di sekitar kaki waniat tersebut. Darah yg mengalir lumayan deras membuat Brian merinding dan membayangkan momnya pasti begini saat melahirkannya.
"Kalian cepatlah.. nyalakan sirine nya agar kita diberi jalan.." perintah Brian.
"Baik tuan.."
Sepanjanga perjalanan Brian pun dibuat shock saat wanita tersebut meronta kesakitan. Dan ia juga harus membuat wanita itu tenang sesuai instruksi dr.Hana.
"Nyonya.. tolong atur pernafasan dan tenang.." ucap Brian perlahan-lahan.
__ADS_1
"Aaghhhhh.. sakit sekali tuan.. aku tidak tahan..."
"Nyonya, tarik nafas.. hembuskan.. ya.. begitu.." ucap Brian dengan keringat dingin mengalir di tubuhnya.
"Oh Tuhan, kenap hal ini terjadi padaku.. pasti mom juga begini dulu.." gumam Brian dalam hati.
Hingga tibalah mereka di rumah sakit. Dr.Hana dan para perawat sudah bersiaga dan langsung membawa pasien ke ruang operasi.
"Terimakasih tuan Brian sudah membawa nyonya ini kemari.. " ucap Hana.
"Iya.. " ucap Brian shock.
"Anda baik-baik saja?" tanya Hana.
"Iya.." ucap Brian.
"Apa anda sudah menghubungi suami atau keluarganya?" tanya Hana.
"Pasien sudah menghubunginya tadi.." ucap Brian.
"Baik, anda bisa menunggu sejenak.." ucap Hana lalu menyusul perawat menuju ke ruang operasi.
Brian pun menunggu hingga, Diana tiba dan melihatnya yg sedang duduk termenung di ruang tunggu.
#Cerita Brian selesai..
"Jadi begitu ceritanya.." ucap Diana.
"Ya.. aku begitu terkejut melihat banyak darah yg keluar.. " ucap Brian.
"Oke.. tenanglah sepupu.. wanita itu sudah ditangani.." ucap Diana.
"Diana kau juga pasti akan mengalaminya, aku jadi merinding.." ucap Brian.
"Pasti, semua wanita hamil pastinya mengalami hal itu.." ucap Diana menenangkan sepupunya.
Dan tibalah suami pasien yg datang dengan terburu-buru. Setelah itu, ia mengucapkan terimakasih pada Brian karena sudah membawa istrinya ke rumah sakit dengan cepat. Brian pun hanya tersenyum dan lega melihat suaminya tiba.
Tak berapa lama keluarlah suara tangisan bayi dari ruangan tersebut. Membuat sang ayah bahagia dan tak sabar ingin melihatnya. Brian yg tadinya shock pun merasa bangga pada dirinya yg sudah membantu seorang anak lahir ke dunia. Lalu Kenneth ia membayangkan kalau Diana sudah melahirkan dan pastinya akan bahagia sama seperti pria tersebut.
Setelah semuanya selesai, Dr.Hana pun keluar untuk menemui suami pasien. Setelah berbicara sejenak, suami pasien diminta untuk menuju ke ruangan administrasi untuk mengisi data-data dan sebagainya.
Kemudian dr.Hana melihat Diana dan Brian.
"Permisi, maaf nyonya Diana membuat anda menunggu.." ucap Hana.
"Tak apa dok.. " ucap Diana.
"Jika anda mau menunggu 15 menit lagi, saya akan memeriksa.. tapi jika terlalu lama besok siang anda bisa kemari.." ucap Hana.
"Tidak kami bisa menunggu.." ucap Kenneth.
"Benar dok.." ucap Diana.
"Sekali lagi maaf ya.. ini sangat mendadak.. dan untuk tuan Brian terimakasih sudah membantu pasien.. " ucap Hana.
"Iya dok, sama-sama.." balas Brian.
__ADS_1