Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.96


__ADS_3

Setelah semua orang sibuk mempersiapkan segalanya, kini giliran Sofia mempersiapkan dirinya menghadapai Vall demi menyelamatkan ibunya. Sebelum itu ia harus menemui Alfi guna menjelaskan segalanya. Kebetulan hari itu Alfi berniat pulang ke apartemen dan mengobati sendiri lukanya.


Alfi pun dijemput oleh mobil yg dikendarai Sofia.


"Sofia bagaimana dengan ibumu?" tanya Alfi.


"Itu yg akan kubahas denganmu Al.. ayo kita pulang dulu." balas Sofia.


"Baiklah.." ucap Alfi.


Sesampainya di apartemen, Sofia dan juga Alfi duduk membahas permasalahan ini.


"Jadi Sofia apa rencanamu?" tanya Alfi.


"Alfi berjanjilah, kau akan menungguku dan takkan meninggalkanku sampai rencana ini selesai.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia.." balas Alfi yg tahu arah pembicaraan mereka.


"Aku akan berpura-pura menerima Vall sementara ayah dan Kenan membebaskannya. Jika memang terjadi pesta pertunangan itu aku adalah rencana kami jika rencana awal tak berhasil.. " ucap Sofia menunduk.


"Lanjutkan Sofia aku akan mendngarkannya.." ucap Alfi walau ia sebal mendengarnya.


"Ya aku tahu ini takkan mudah, apalagi ibuku yg jadi sandera mereka.. Aku pasti juga lebih mementingkan keselamatan keluargaku dan orang terdekatku.. aku dan Kenan sudah menyusun rencana kami, jika sudah ada di tahap pertunangan kau harus menghubungi Kenan. " ucap Sofia.


"Tapi apa rencana selanjutnya Sofia.?" tanya Alfi.


"Maaf Alfi, hanya aku dan Kenan yg mengetahuinya jika sudah berada di tahap itu.. dan kuharap kita harus menyiapkan mental untuk sekenario terburuk.." ucap Sofia.


"Aku akan menunggumu Sofia dan juga aku akan membatalkan pernikahan gila itu jika terjadi.. apapun caranya aku akan membatalkannya sekalipun harus membunuhnya.." ucap Alfi.


"Ya Alfi, terimakasih atas ketulusanmu.. aku harap semua berjalan dengan baik.. dan untuk saat ini kau istirahatlah obati lukamu.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia, katanlah jika kau butuh bantuanku.." ucap Alfi.


"Ya baiklah.. tapi sepertinya aku memang membutuhkannya.." ucap Sofia.


Dan Sofia pun mengatakan apa yg ia butuhkan. Dengan mudah Alfi tahu dan memesankan apa yg Sofia butuhkan.


"Terimakasih Alfi, pasti akan berguna nanti.." ucap Sofia.


"Ingat Sofia barang tersebut hanya akan bertahan 1 jam.." ucap Alfi.


"Ya kau tenang saja.." balas Sofia.


Keesokan harinya, hari dimana Sofia harus bertemu dengan Vall tiba. Sofia sedang menguatkan mentalnya bertemu lelaki itu. Terutama emosinya, ia harus bisa mengontrolnya dengan lebih halus agar pria itu tak curiga.


"Ayo Sofia kau pasti bisa.." ucap Sofia di depan cermin.


"Sofia bolehkah aku masuk?" tanya Alfi di depan pintu.


"Ya sebentar.." balas Sofia berjalan membukakan pintu.


Setelah pintu terbuka, Sofia mempersilahkan Alfi masuk.


"Masuklah.." ucap Sofia.


Saat berjalan masuk ke arah kursi, Alfi memeluk Sofia dengan erat.

__ADS_1


"Sofia.. aku harap semua ini bisa berlalu dengan cepat.. " ucap alfi.


"Ya kau tenang saja.. aku cukup tangguh untuk menghadapinya." ucap Sofia.


Alfi pun melerai pelukannya dan menggenggam tangan Sofia.


"Aku akan selalu menunggumu Sofia, sampai kapanpun.. dan aku tak segan-segan untuk menghadapi apapun untukmu.. bahkan jika harus membunuh Vall sekalipun.." ucap Alfi yg tanpa sadar menitihkan air mata.


"Ya aku percaya padamu, kuharap kau juga mempercayaiku.." ucap Sofia menghapus air mata Alfi.


Mereka pun berpelukan cukup lama, sebelum Sofia pergi menemui Vall.


"Ingat Sofia jangan sampai si mafia gila itu menyentuhmu.. kau harus berhati-hati.." ucap Alfi.


"Ya tenang saja.." ucap Sofia tersenyum.


"Ehmm.." Satria berdehem melihat putrinya berpelukan dengan Alfi, membuat Alfi salah tingkah.


"Maaf paman.. aku terbawa suasana.." ucap Alfi.


"Kau beruntung karena terluka, jika tidak sudah kupukul kepalamu.." ucap Satria.


"Ayah, mengganggu saja.." balas Sofia.


"Dasar gadis ini mulai nakal.. ayo cepat keluar sarapan.. dan kau.. hmm sudahlah ayo keluar.. " ucap Satria dipelototi Sofia.


"Sofia ayah tak mungkin memukulnya apalagi dia sedang terluka.. " ucap Satria.


"Ya.. baiklah ayo kita sarapan.." ucap Sofia.


Sementara Alfi bernafas lega, "Entah kenapa aku bersyukur karena terluka.." gumamnya dalam hati.


"Wah Alfi kau nampak baik-baik saja.. " ucap Kenan.


"Yah begitulah.." balas Alfi.


"Dia hanya beruntung Ken, lain kali aku bisa memukul kepalanya.." ucap Satria.


"Ya ayah boleh lakukan itu jika ia sudah sehat.." ucap Sofia tersenyum.


"Wah Al, nampaknya kau harus banyak latihan agar kuat menghadapi ayahku.." ucap Kenan.


"Iya sepertinya begitu.." balas Alfi tersenyum kecut.


"Sudah sudah ayo makan.." balas Sofia.


Setelah sarapan pagi, mereka melakukan tugasnya masing-masing. Sofia diajak ke ruangannya Kenan untuk membicarakan sesuatu.


Setelah sampai diruangan mereka pun berbincang sedikit sebelum kepergian Sofia.


"Kak.. ini barang-barang yg kau minta.." ucap Kenan.


"Wah kau dapatkan secepat ini?" tanya Sofia.


"Ya aku bahkan meminta mereka mengirimnya dengan jet pribadiku yg mendarat pagi ini.." ucap Kenan.


"Kau memang saudaraku.." ucap Sofia memeluk Kenan.

__ADS_1


"Ya tentu saja, aku harus melindungimu.. ingat aku akan menjelaskan fungsinya serta kegunaannya." balas Kenan.


Setelah menjelaskan segalanya pada Sofia, Kenan memberikan sebuah kunci mobil pada kakaknya.


"Dan ini hadiah kecil dariku.." ucap Kenan.


"Sebuah kunci mobil?" ucap Sofia.


"Mari kita lihat di bawah.." ucap Kenan membawa kakaknya ke area parkir.


"Kau benar-benar memberiku mobil? kau tahu apa yg kubutuhkan disini.." ucap Sofia.


"Ya coba tekan tombolnya dan cari mobilmu.." ucap Kenan.


Tinn..tinn..


Sofia pun mencari mobil yg berbunyi tersebut. Tampak sebuah mobil mahal ada dihadapannya.


"Wah Ken kau memang hebat.. tahu kesukaanku.." ucap Sofia.


"Ya.. sudah sekarang pergilah.." ucap Kenan tersenyum.


"Baiklah.. aku akan mengabarimu nanti.." balas Sofia masuk dan langsung menyalakan mobilnya.


Setelah Sofia pergi, ia menyalakan tabletnya dan memastikan pelacaknya telah aktif sekarang. "Maaf kak, aku harap kau tak berada dalam bahaya.." gumam Kenan.


Saat masuk ke dalam apartemen Satria pun menghaampirinya.


"Bagaimana Ken?" tanya Satria..


"Berfungsi dengan baik ayah.. kita tahu kakak dimana sekarang.. bahkan ada cctv yg terhubung di komputerku.." ucap Kenan.


"Kau memang anakku yg jenius.. " ucap Satria.


"Kini ayah bisa menyusul kakak dimanapun dia berada.." ucap Kenan.


"Ya, kita lihat saja dulu mereka mau kemana.." ucap Satria.


"Hei Al.. kemarilah kita harus memantau Sofia.. " ucap Satria.


"Baiklah.. apakah Sofia tahu kalau mobilnya bisa dilacak?" tanya Alfi.


"Tentu saja tidak, semua ini untuk melacak keberadaan Vall dan juga ibuku.." ucap Kenan.


"Baiklah.. aku akan membantu kalian.." ucap Alfi.


"Baguslah.. selagi aku dan ayahku bekerja tugasmu memantau pergerakan Sofia, nanti kau juga bisa melihat cctv mobil tersebut." ucap Kenan.


"Baiklah, aku harap rencana kita berhasil.." ucap Alfi.


"Ya tentu Al, aku sudah mempersiapkan segalanya.." ucap Kenan.


Dan mereka pun memperhatikan dengan seksama kemana arah mobil Sofia melaju. Sofia pun mengendarainya menuju sebuah hotel dimana terakhir kali mereka bertemu.


"Hotel?" ucap Alfi sedikit kesal.


"Sudahlah Alfi, kakakku tak sebodoh itu.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Ya kalau dia macam-macam aku akan datang dan menyelamatkan Sofia.." ucap Satria.


"Baiklah mari kita tunggu.." ucap Alfi.


__ADS_2