Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.108


__ADS_3

Selama 3 hari Sofia berdiam diri di apartemen milik Kenan bersama keluarganya. Mereka semua tak ada yg keluar rumah, dan hanya memesan makanan atau menyuruh anak buahnya untuk mencari sesuatu yg dibutuhkan.


Mereka semua bersiap untuk menghadapi perang yg akan penjang dan melelahkan. Hingga malam sebelum Sofia menemui Vall. Ia mengajak Kenan dan juga Alfi berdiskusi.


"Sofia apa kau sudah gila?" tanya Alfi.


"Al kumohon.. kabulkan keinginanku.." ucap Sofia.


"Kak aku tak keberatan dengan idemu karena itu mungkin saja terjadi.." ucap Kenan.


"Akhh.. kalian ini benar-benar keterlaluan.. kan ada Jojo.." ucap Alfi.


"Jojo aku tak ingin melibatkannya dan juga keluarganya.." ucap Sofia.


"Lalu aku?" tanya Alfi.


"Kau sudah jadi bagian dalam hidupku.. jadi kumohon sebentar saja lakukan apa yg kuperintahkan.. " ucap Sofia.


"Alfi masa depan kami ada ditanganmu.." ucap Kenan.


"Akkkhh.. baiklah.." ucap Alfi.


"Bagus, dan untuk sementara kau jangan asal tanda tangan.. Ok.." ucap Sofia.


"Aku akan kabur agar kalian menyesal nanti.." ucap Alfi.


"Yakin mau kabur dariku?" tanya Sofia menatap Alfi, dan Alfi yg ditatap malah salah tingkah.


"Tentu saja, apalagi jika kau menikah dengan si mafia gila itu.. " ucap Alfi memalingkan wajah.


"Oke .. sudah deal ya.. besok aku akan urus.." ucap Kenan.


"Baiklah.. " ucap Alfi. "Apakah aku bisa tidur nyenyak setelah ini?" gumamnya dalam hati.


Esok pagi Kenan pun menyiapkan segalanya dan tentu saja Alfi harus menendatangani berkas tersebut. Dengan terpaksa demi keamanan Sofia Alfi menandatanganinya.


"Baiklah sudah ya.. aku merasa punggungku sangat berat.." ucap Alfi.


"Kerja bagus.." ucap Sofia tersenyum.


"Ingat kau harus melaporkan jika ada sesuatu yg aneh atau ingin melakukan sesuatu.. " ucap Kenan.


"Iya aku mengerti.." balas Alfi.


Sofia pun kembali bersiap untuk rencana gilanya. Ia hendak menemui Vall. Ia pun mengaktifkan ponselnya dan ada ratusan notifikasi berisi pesan serta panggilan tak terjawab dari Vall. "Oh kau nampaknya sungguh menyesal ya.. " gumam Sofia.


Hingga pesan Sofia telah tiba di ponsel Vall yg sedang meeting di kantornya. Barulah setelah meeting Vall membuka ponselnya dan tersenyum. "Sepertinya aku masih ada harapan.." gumam Vall.


Vall pun menerima ajakan makan siang dari Sofia di sebuah restourant terkenal. Disana Sofia sudah menunggunya. Ketika Vall tiba ia langsung diarahkan menuju meja Sofia.


"Sofia kau benar-benar ada di hadapanku.." ucap Vall.

__ADS_1


"Iya.. tapi apa kau tak ada yg ingin dikatakan?" tanya Sofia.


"Maaf atas kebodohanku kemarin.." ucap Vall.


"Oke.. aku juga minta maaf atas tindakan ku kemarin.." ucap Sofia.


"Duduklah jangan berdiri terus.." pinta Sofia.


"Baiklah.. kau mau makan apa?" tanya Vall.


"Mari kita lihat menu sepesial hari ini.." ucap Sofia membuka buku menu.


Mereka pun memesan makanan dan makan siang berdua setelah berbaikan. Sofia pun bercerita kalau orangtuanya kembali ke Indonesia karena ada urusan pekerjaan. Dan kini Sofia tinggal sendiri di apartemennya.


"Jadi sekarang kau tinggal sendiri?" tanya Vall.


"Ya.. begitulah.." balas Sofia.


"Apakah tidak masalah tinggal sendiri?" tanya Vall.


"Tentu saja.. memangnya ada apa?" tanya Sofia, seketika membuat Vall tersadar wanita dihadapannya adalah wanita yg telah menghajar dirinya dan anak buahnya kemarin.


"Tidak, maksudku kau bisa tinggal di salah satu mension milikku.." ucap Vall.


"Tidak usah.. aku lebih nyaman tinggal sendiri.." ucap Sofia.


"Baiklah jika kau nyaman begitu.." ucap Vall.


"Apa itu?" tanya Vall menghentikan aktifitas makannya.


"Tujuan perusahan kita berbeda.. dan saling bertolak belakang.. Bisa saja anak buahku menangkap anak buahmu.." ucap Sofia.


"Tentu, itu sering terjadi.." balas Vall.


"Apakah tidak apa?" tanya Sofia.


"Mau bagaimana lagi, sebelum kita menemukan jalan terbaik.." ucap Vall.


"Aku bersedia melindungi BlackStar, asalkan kau bisa menceritakan jika ada kesulitan.." ucap Sofia.


"Aku menerima niatan baikmu, tapi aku belum mempercayai keluargamu dan juga tim SHIELD.." ucap Vall.


"Kalau kita tak saling percaya, lebih baik kita hentikan hubungan ini sebelum ada pertumpahan darah.." ucap Sofia.


"Sofia.. beri aku waktu.. jangan ambil keputusan sepihak.." ucap Sofia.


"Memangnya aku tak tahu kalau William dan anak buahnya sedang mencaritahu tentang keluargaku dan kelemahanku? tentu semua itu adalah permintaanmu bukan?" ucap Sofia.


"Kau benar.. tapi bukan berarti hubungan kita berakhir.." ucap Vall.


"Jika kau berhenti, mungkin anak buahku juga berhenti memburu kalian.." ucap Sofia.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyuruh William berhenti jika itu maumu.." ucap Vall.


"Oke.. Deal.. aku harap kau tak mengingkarinya karena aku bisa dengan mudah menghancurkan BlackStar seperti yg terjadi di US.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia.. kau benar-benar menekanku.." ucap Vall.


"Tentu saja.. aku tak ingin membawa keluargaku ke dalam neraka.." ucap Sofia.


"Maaf.. apakah itu cukup?" tanya Vall.


"Tidak, kau harus mengatakan segalanya.. tentang semua niatanmu.." ucap Sofia.


"Ya aku memang berencana mengancam keluargamu tapi akses yg dibuat adikmu sungguh luar biasa.." ucap Vall.


"Tapi aku mendapat laporan kalau anak buahmu sudah berada di Indonesia dan memata-matai keluargaku.." ucap Sofia.


"Itu benar.. dan aku akan segera mencabut perintahnya.. lihat dan dengarkan.." ucap Vall menelpon William.


"Hallo Wil.." ucap Vall ditelepon.


"Ada apa tuan?" tanya William.


"Cabut perintah untuk mencaritahu keluarga Sofia di Indonesia dan suruh mereka kembali.." pinta Vall.


"Apa tuan? apa aku tak salah dengar?" tanya William heran.


"Tidak kau lakukan saja perintahku.." ucap Vall.


"Baik tuan.." ucap William, lalu sambungan telepon pun dimatikan oleh Vall. "Ada apa dengan tuan?" gumam William bingung.


"Kau dengar kan William akan mencabut mata-mata yg kukirimkan.. dan menyuruhnya kembali.." ucap Vall.


"Jika kau sudah mempercayaiku, aku ingin kau tunjukkan markas besar BlackStar dan aku juga akan menunjukkan markas SHIELD .. adil bukan?" tanya Sofia.


"Baiklah aku setuju.." ucap Vall. "Akan bagus jika aku tahu seluk beluk SHIELD dan menguasainya.." gumam Vall dalam hati.


"Oke.. mulai hari ini kita akan mulai lagi dari awal.. tapi jika anak buahku menemukan anak buahmu disekitar keluargaku, maka aku akan pastikan mengirim mayat mereka di depan rumahmu.." ucap Sofia.


"Kau wanita yg luar biasa Sofia.." ucap Vall.


"Tentu saja.. aku sudah menumbangkanmu 3x bukan..?" ucap Sofia tersenyum.


"Baiklah aku setuju dengan pemikiranmu.." ucap Vall.


"Jika keadaan membaik aku akan membujuk ayah untuk mempercepat pernikahan, bagaimana?" tanya Sofia.


"Aku sangat setuju dengan itu.. tapi apa yg membuatmu berubah pikiran? hingga mau menerimaku.." tanya Vall.


"Aku ingin menyelesaikan semua masalah ini dengan baik-baik.. karena jika kita terus berperang takkan ada habisnya. Aku juga tak mau melihat darah keluargaku. Aku mengakui kesungguhanmu selama ini.." ucap Sofia.


"Baiklah aku mempercayaimu Sofia.." ucap Vall memegang tangan Sofia. Sementara Sofia tersenyum dan dalam hatinya ia merasa tak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2