
Hari-hari berlalu begitu cepat hingga Kim akhirnya berangkat hari ini. Ia pun sudah berpamitan pada Diana dan keluarganya, namun saat dibandara Kim mendengar suara wanita yg memanggilnya.
"Kimm..!" panggil Fita.
"Fita.. kau kemari.." ucap Kim.
Plakk.. Fita pun memukul lengan Kim karena tak memberitahukan keberangkatannya.
"Kau itu benar-benar keterlaluan, pergi tanpa berpamitan padaku.. " ucap Fita.
"Maaf, belakangan aku sibuk di kantor mengurus pekerjaanku.." ucap Kim.
"Baiklah, kalau begitu.. aku ada sedikit hadiah untukmu.. " ucap Fita.
"Terimakasih Fita.. aku akan menerimanya.." ucap Kim.
"Ya.. hati-hati dijalan dan sampai jumpa lagi.." ucap Fita.
"Ya.. terimakasih.." ucap Kim.
Hatinya yg semula sakit pun sedikit demi sedikit terobati. Mungkin bagi Kim bisa melihat Fita berlari ke arahnya adalah sebuah keajaiban, apalagi ia tahu kalau Fita akan dijodokan dengan pengusaha muda yg sukses. Sementara dirinya pria yg harus mempertaruhkan nyawanya saat bekerja.
Setelah berpamitan dengan Fita hatinya merasa lega dan meninggalkan negara ini dengan hati yg damai. Entah setelah ia kembali Fita sudah bertunangan atau malah sudah dinikahi pria lain. Yg pasti kesempatan baginya sangat rendah.
Sementara Fita, justru sebaliknya. Ia berharap Kim adalah pria yg bisa menyelamatkannya dari perjodohan. Terlebih pria yg dijodohkannya punya banyak skandal yg berhasil ditutupi dengan rapi. Entah bagaimana masa depannya jika ia menikah dengan pria tersebut.
"Bagaimana sudah puas melihatnya?" tanya Diana.
"Sudah, Terimakasih Di.." ucap Fita memeluk Diana.
"Kau menyukai Kim?" tanya Diana.
"Ya.. dia pria baik dan tak banyak menuntut.." ucap Fita.
"Tapi sayang, pria itu sangat tidak peka.." ucap Diana.
"Aku harus membuatnya peka Di, apalagi perjodohanku semakin dekat.." ucap Fita.
"Ide bagus, walaupun aku sering mensuggestinya tapi tetap saja dia sulit memahaminya ." ucap Diana.
"Apa dulu pekerjaannya sangat berat?" tanya Fita.
"Kau mau tahu?" tanya Diana.
"Aku akan menceritakannya di dalam mobil." ucap Diana.
Dan setelah ada di dalam mobil, Diana pun bercerita dan Fita mendengarkan tanpa menyela. Akhirnya ia paham mengapa Kim begitu dingin dan kaku, karena ia terbiasa dengan medan tempur yg berbahaya. Apalagi ia pernah menjadi mata-mata terbaik di SHIELD, membuat Fita semakin kagum padanya.
"Reaksimu cukup bagus.." ucap Diana.
"Ternyata Kim bukan hanya tampan tapi juga keren.." ucap Fita.
"Lalu bagaimana dengan calon yg akan dijodohkan denganmu..?" tanya Diana.
"Dia hanyalah pria kaya yg bre***sek dengan segudang skandal yg ditutupi keluarganya yg kaya itu ."ucap Fita.
"Baguslah, berarti Kim adalah kandidat utama.." ucap Diana.
"Dan aku harus mengulur waktu agar Kim bisa pulang ke Indonesia dan menyelamatkanku.." ucap Fita.
"Oke.. kabari aku jika butuh bantuan.." ucap Diana.
"Tentu saja.." balas Fita, dan keduanya pun pergi ke tempat pertemuan dengan Nada.
Mereka pun tiba lebih awal dan Nada tiba setelahnya.
"Hai teman-teman, lama tak jumpa.." ucap Nada.
"Ya.. aku senang kita bisa berkumpul lagi.." ucap Diana.
"Kapan lagi kita punya waktu kumpul bertiga.." ucap Fita.
__ADS_1
Dan mereka pun mengobrol, karena lama tak berkumpul bersama. Disana mereka menceritakan tentang kehidupan pekerjaannya. Semuanya tak ada yg mudah, mereka melewati proses yg sulit dan panjang. Apalagi Diana, terdengar mudah karena mendapatkan posisi CEO menggantikan ibunya tapi justru ditentang berberapa pihak. Disisi lain ia juga sedang mengandung membuat moodnya kacau.
"Diana kau harus ekstra bersabar menghadapi mereka.." ucap Nada.
"Iya aku tak ada pilihan, jika bisa kupecat, sudah kupecat mereka semua agar kepalaku tidak pusing memikirkannya.." ucap Diana.
"Diana kau tenang saja, kumpulkan saja buktinya seperti kemarin agar aku bisa mengurusnya.." ucap Fita.
"Atau agar kau bisa bertemu Kim setiap hari?" goda Nada.
"Itu sih bonus.." ucap Fita tertawa.
"Haha.. kau sendiri Nada, bagaimana dengan Jack?" tanya Diana.
"Membosankan.." ucap Nada.
"Memangnya dia melakukan apa?" tanya Fita.
"Dia hanya makan, berbicara berputar-putar lalu ujung-ujungnya membahas pekerjaan.." ucap Nada.
"Tapi kau menyukainya atau tidak?" tanya Diana.
"Aku kira dia tampan dan keren ternyata dia punya sikap yg tak bisa diprediksi.." ucap Nada.
"I-itu maksudnya bagaimana Nad?" tanya Fita.
"Ya.. suka tiba-tiba hilang lalu muncul tanpa dosa.." ucap Nada kesal.
"Haha.. dia itu sibuk mengurus kantor bersama suamiku.." ucap Diana.
"Tapi dia juga tak jelas.." ucap Nada.
"Kalau begitu kau harus membuatnya jelas." ucap Fita.
"Baiklah akan kucoba.." ucap Nada.
"Nah, nanti kubantu jika kau butuh jadwal Jack.." ucap Diana.
Ketiganya pun punya masalah percintaannya masing-masing. Tapi Diana yg sudah menikah sudah melewati fase tersebut.
☘☘☘
"Bagaimana jika kita kirim CEO sombong itu ke tempat *******.."
"Harusnya bisa, dia kan mantan tim alfa.."
"Pastinya bukan hal sulit baginya.. tapi bagaimana menghadapi nyonya dan tuan..?"
"Itu masalahnya, kita harus menciptakan kondisi dimana CEO harus berangkat kesana.."
"Baiklah.. mari kita jebak dia.."
Begitulah rapat diam-diam yg mereka lakukan. Entah apa yg akan mereka lakukan dan rencanakan. Tapi hal itu membuat Sofia dan Satria geram. Mereka tak mungkin membahayakan kondisi Diana yg sedang mengandung.
"Ayah, ini tak benar.." ucap Sofia.
"Aku tahu, tapi merahasiakan kehamilan Diana juga penting.. mereka akan semakin mengincarnya jika sampai tahu.." ucap Satria.
"Aku yg akan berangkat kesana.." ucap Sofia.
"Kau sudah lama tak ada di medan pertempuran, apa kau yakin stamina mu masih sama?" tanya Satria.
"Lalu kita harus bagaimana ?" tanya Sofia.
"Kim sedang pulang ke negaranya .. bagaimana jika kita mengirim Diana tapi bersama tim Alfa dan tim lainnya.." ucap Satria.
"Bagaimana pendapat Kenneth?" tanya Sofia.
"Kita harus bisa meyakinkannya.." ucap Satria.
"Tapi lebih bagus lagi jika dia ikut.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Rasanya tuan Hayes akan marah jika Kenneth meninggalkan kantornya. " ucap Satria.
Akhirnya Sofia dan Satria pun memutuskan mengirim Diana dengan mengirim banyak pasukan. Dan kini mereka sedang membicarakannya dengan Diana dan Kenneth.
"Maaf, kami tak ada pilihan lain.." ucap Satria.
"Tapi apa kakek dan mom yakin kalau ini akan aman?" tanya Kenneth.
"Aku tak menjamin, tapi hanya Diana yg bisa kami kirim ke sana sebagai perwakilan kami.." ucap Satria.
"Hhh.. aku sejujurnya tak tega, tapi jika dibiarkan posisi Diana akan dalam bahaya.." ucap Sofia.
"Aku akan ikut.. dan mengawal istriku.." ucap Kenneth.
"Benarkah?" tanya Diana senang.
"Kau senang?" tanya Kenneth heran begitu juga dengan Sofia dan Satria.
"Iya.. pasti menyenangkan.." ucap Diana.
"Baiklah, tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Sofia.
"Aku bisa mengatasinya dengan baik.." ucap Kenneth.
"Kau yakin? aku tak mau pak tua itu datang dan marah-marah padaku.." ucap Satria.
"Kakek tenang saja.. aku berjanji akan menjaga Diana dan anakku.." ucap Kenneth.
"Baiklah, kuharap tak ada masalah kali ini.. dan Terimakasih, aku yakin keahlianmu sebagai kapten tim Alfa belum hilang.." ucap Satria.
☘☘☘
Sementara Jack, kini ia tengah bersama Nada. Mereka sedang makan malam bersama. Entah nasibnya yg selalu sial atau bagaimana, tapi ia sedang bersungguh-sungguh mengatakan isi hatinya pada Nada pada momen baik ini. Tapi, tiba-tiba Kenneth menelponnya dan menyuruhnya mengurus semua jadwal agar dikosongkan selama 1 minggu kedepan.
"Jadi Nada, hal penting yg ingin kukatakan adalah.. " ucap Jack terpotong karena panggilan telepon Kenneth.
Drrrtttt...drrtttt..
"*Tuan kumohon mengertilah.." gumam Jack dalam hati.
Drrrrtt...drrrttttt*..
"Angkat saja mungkin penting.." ucap Nada.
"Oke.. sebentar.." ucap Jack.
"Ada apa tuan?" tanya Jack ditelepon.
"Jack selama 1 minggu kedepan kosongkan semua jadwalku dan periksa apa ada jadwal penting lainnya.." pinta Kenneth.
"Tu-tuan, memangnya anda mau kemana?? anda tak ada jadwal kunjungan dinas.." ucao Jack.
"Ini darurat, kau urus segera.." ucap Kenneth.
"Baik tuan.." ucap Jack.
"Kau urus mulai malam ini.. pastikan besok kau sudah memulai memajukan jadwal padat.." ucap Kenneth.
"Tapi tuan, aku sedang.. " ucap Jack lalu sambungan telepon terputus.
Tutt..tuttt..tutt.
"Akh.. tuan.." ucap Jack.
"Ada apa?" tanya Nada.
"Itu, aku diminta mengatur jadwal seminggu kedepan.." ucap Jack.
"Aku tahu, Diana akan pergi ke luar negeri kemungkinan suaminya pasti ikut.." ucap Nada.
"Sepenting apa tugas nona sampai tuan ikut?" tanya Jack.
__ADS_1
"Kau lupa siapa sahabatku dan juga atasanmu?" tanya Nada.
"Aku mengerti... " ucap Jack ingat siapa tuannya.