Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.129


__ADS_3

Vall yg tengah berada di dalam mobil pun mendapat laporan kalau Alice menghilang. Mereka juga melihat rekaman cctv kalau semua penjaga berhasil dilumpuhkan. Vall mengepal geram begitu juga dengan William. Hilang sudah harapan William memiliki wanita secantik Alice.


Tapi Vall berusaha menghibur William karena yg terpenting saat ini adalah pernikahannya dengan Sofia.


"Sudahlah Will, yg penting pernikahanku sudah pasti terlaksana.." ucap Vall.


"Iya tuan.." jawab William datar. "Kau sih enak tuan sudah pasti menikah.." gerutu William dalam hati.


"Apapun yg terjadi mereka tak mungkin membatalkan pernikahanku.." ucap Vall dengan seringainya.


"Tuan benar.." balas William malas.


"Ck.. kau itu masih banyak wanita cantik dan sexy didunia ini.. jadi jangan berkecil hati.." ucap Vall.


"Baik tuan.." ucap William.


Kini mereka sudah tak perduli lagi siapa yg menculik Alice karena pernikahan Vall ada di depan mata. Rombongan mobil Vall pun iring-iringan menuju gedung pernikahan. Pengamanan ketat berada dimana-mana. Apalagi Sofia merupakan pemimpin SHIELD periode baru.


Mereka pun masuk ke dalam gedung dengan pengawalan ketat. Karena acara belum dimulai, Vall dan keluarganya memasuki ruangan keluarga yg disiapkan secara khusus. Disana ada kursi, bahkan meja rias beserta makeup artis yg bersiaga jika diperlukan. Mereka pun ada disana sembari menerima sarapan yg telah disediakan.


"Vall kau sarapanlah, acaranya juga masih lama.." ucap nyonya Felix dengan senyum merekah membayangkan saham 50% dari S Group dan juga SHIELD group.


"Iya ibu.. aku akan makan sedikit.." ucap Vall.


"Hay Bro.. selamat ya.. " ucap Chris memberi selamat pada adik tirinya.


"Iya kak.. terimakasih.." balas Vall.


"Kau sudah latihan bukan untuk prosesi akadnya?" tanya Chris.


"Tentu saja sudah.." ucap Vall.


"Bagus, kalau begitu kau hanya butuh fokus karena nervous banyak orang yg sampai mengulang beberapa kali. Aku sudah melihat videonya di you***" ucap Chris.


"Terimakasih kak sarannya.." balas Vall padahal dalam hatinya ia sangat malas mendengar ocehan Chris yg bodoh dimatanya.


☘☘☘


Sementara Bima sedang bersama tuan Sean Anderson menyelinap ke dalam gedung sebagai bodyguard. Bima juga membawa orang-orangnya untuk membantu tuan Sean dan anak buahnya. Satria sampai menugaskan beberapa anak buahnya untuk melindungi keluarga Sean sampai masalah ini selesai.


"Kau siap tuan..?" tanya Bima.


"Tentu, Bima.." ucap Sean.


"Pakailah seragam kami, nanti kita bersama-sama menuju gedungnya.." ucap Bima.

__ADS_1


"Baiklah.. tunggu sebentar.." ucap Sean.


Sementara Sean menyuruh anak buahnya untuk memakai seragam SHIELD agar bisa masuk ke dalam gedung.


Setelah selesai berpakaian rapi, mereka berangkat menuju gedung dengan segala perlengkapan. Dan mereka pun tiba lebih awal daripada rombongan pengantin.


"Untunglah kita tiba lebih awal.." ucap Bima.


"Ya.. kita memang harus tiba lebih awal agar tak ada yg curiga.." ucap Sean.


Tiba-tiba Kenan menelpon Bima.


"Halo paman.." ucap Kenan.


"Ya Ken ada apa?" tanya Bima.


"Suruh tuan Sean menemuiku.. karena berbahaya jika ada yg mengenalinya.." ucap Kenan.


"Baiklah jika menurutmu begitu.." ucap Bima.


Setelah menutup telepon Bima menyuruh Sean menuju ke ruangan Kenan.


"Maaf tuan Sean, kau diminta menemui adik Sofia, Kenan. Karena menurut Kenan kau akan dalam bahaya jika ada disini.." ucap Bima.


"Baiklah, kalian sungguh mengedepankan keamananku.." ucap Sean.


Bima pun tiba mengantarkan Sean, lalu kembali ke posisinya.


"Masuklah.. " ucap Kenan yg tahu siapa yg ada di depan pintu.


"Kenan, aku sudah membawa tuan Sean kemari.. " ucap Bima.


"Terimakasih paman.. kau bisa kembali ke tempatmu.." ucap Kenan.


"Baiklah.." balas Bima lalu pamit kembali ke tempatnya.


Sementara itu tak lama setelah Bima kembali berjaga rombongan Vall pun datang. Bima langsung mengkoordinasikan anak buahnya untuk membawa Vall ke ruang keluarga yg dipersiapkan untuk keluarga Felix.


Dan Sofia masih dirias bak pengantin betulan. Padahal niatnya ia ingin berpura-pura menjadi pengantin dan membatalkannya. Sampai ibu dan ayahnya siap menanggung malu daripada putrinya menikah dengan mafia gila.


"Ck.. ini wajahku mau setebal apalagi.." gertu Sofia dalam hati.


Sementara makeup artis terus memberi sentuhan ke wajahnya agar terlihat sempurna. Dan juga beberapa penata rambut sedang bekerja menata rambut Sofia agar sempurna. Hingga tibalah hidangan sarapan membuat Sofia lega karena bisa makan dan berhenti dirias.


Setelah sarapan Sofia pun kembali menggerutu karena harus di makeup lagi. "Apakah pernikahan sungguhanku nanti akan seperti ini.. ?" gerutu Sofia dalam hati.

__ADS_1


Sesuai rencana Sofia dan Kenan, Bima ditugaskan untuk melumpuhkan William terlebih dahulu. Bima memanggil William untuk menanyai masalah anak buahnya yg sedang berjaga. William pun mengikuti Bima untuk berbicara di suatu tempat. Saat tiba Bima pun berhenti berjalan diikuti dengan William dan Bughh..Bughh..


"Akhh.. " ucap William lalu tak sadarkan diri.


Bima pun memberikan kode pada anak buahnya untuk keluar dan membantunya mengurus William. Mereka semua pun keluar dan mengikat William, lalu membawanya ke sebuah gudang yg jauh dari jangkauan siapapun. Tak lupa William diberi suntikan obat tidur agar dia tak bangun dalam beberapa jam kedepan.


"Beres tuan.." ucap anak buah Bima.


"Bagus.. cepat bawa dia dan jangan sampai ada yg tahu.." perintah Bima.


"Tentu tuan.. " jawab mereka, dan William langsung dibawa ke sebuah gudang. Mereka menyekapnya dan berjaga disana.


Sementara itu, sebelum ditangkap Bima William sudah mencaritahu melalui anak buahnya dimana Alice berada. Dan langsung saja ketemu karena semua pakaian Alice sudah diberi pelacak di kancing bajunya. Alice berada tepat di gedung SHIELD, dan anak buah Vall pun langsung menuju kesana.


Situasi pun menegang saat orang-orang BlackStar datang. Kenan yg dikabari oleh Pak Leo pun terkejut dan langsung menghubungi Alfi untuk kembali.


"Hallo Al cepat kembali.." ucap Kenan.


"Ada apa Ken??" tanya Alfi bingung.


"Kembali ke SHIELD karena BlackStar sedang ada disana. Firasatku tidak bagus, ada kemungkinan Alice memiliki pelacak di bajunya hingga mereka bisa tahu dimana dia berada.." ucap Kenan.


"Baiklah.." ucap Alfi lalu memutar arah kembali ke gedung SHIELD.


Sementara disana sedang terjadi adu mulut antara tim SHIELD dan BlackStar. Pak Leo pun mengalah dan membiarkan mereka mencari di setiap gedung. Pak Leo sempat melihat layar ponsel mereka sedang melacak sesuatu. "Akh pantas saja nona Alice memiliki pelacak.." gumam Leo dalam hati.


Langsung saja ia mengkode anak buahnya untuk menyuruh Alice mengganti bajunya dengan seragam SHIELD yg ada. Dan meminta untuk mengawal Alice keluar dari dalam gedung setelah menghubungi Kenan.


Alice yg bingung pun hanya menuruti mereka dan mengganti pakaiannya dengan seragam SHIELD, begitu juga dengan Jojo. Setelah berganti pakaian, pakaian mereka dibawa kabur oleh tim SHIELD untuk mengecoh orang-orang BlackStar. Setelah terlihat seperti Alice meninggalkan gedung tersebut, Tim BlackStar pun pergi mengikuti jejak tersebut.


Pak Leo pun tersenyum, ternyata benar dugaannya dan juga Kenan. Alfi pun tiba dan menjemput Jojo beserta Alice menuju ke tempat Kenan. Karena Kenan merasa markas pun tak aman lagi.


Mereka pun tiba 30 menit kemudian dan langsung menuju ke ruangan Kenan. Kenan pun membuka pintu dan menyuruh mereka masuk.


"Kalian tidak apa?" tanya Kenan.


"Ya kami tak apa.." jawab Jojo.


"Baguslah, kalian berdua duduklah disana.. Jojo tugasmu belum berakhir.." ucap Kenan.


"Baiklah kak.." balas Jojo.


"Kalian istirahatlah.. aku dan Alfi akan melakukan rencana selanjutnya.." ucap Kenan.


Sementara tim BlackStar pun dibawa berkeliling kota oleh tim SHIELD. Mereka dikerjai habis-habisan kemudian tim SHIELD membuang bajunya di tempat pembuangan sampah sesuai instruksi Kenan. Mereka pun tiba disana dan mengikuti titik koordinat yg tepat di tumpukan sampah.

__ADS_1


"S***t.. kita dikerjai..!" ucap mereka. Sementara Kenan dan Alfi tertawa-tawa beserta tim SHIELD yg membuang baju Jojo dan juga Alice.


__ADS_2