
Keesokan harinya Sofia dan juga Alfi melakukan pemotretan Prawedding. Semua berjalan dengan baik, mereka mendapatkan potret yg bagus khas anak muda jaman sekarang. Satria pun hanya datang dan menonton.
Setelah selesai mereka melihat hasilnya yg memuaskan. Lalu mereka memutuskan untuk mencetaknya dengan ukuran besar dan dikirimkan sebelum hari pernikahan. Setelah semuanya selesai, Sofia pun pulang bersama Satria. Sementara Alfi harus kembali ke rumah sakit.
Dan Ekspresi Alfi sangat bahagia hari ini. Membuat orang-orang yg menyapanya di rumah sakit tahu kalau tuannya sedang bahagia. Tapi tidak dengan Nathalie, ia masih kesal karena gagal mendekati Alfi.
"Cih, apa sih hebatnya wanita itu?? " gerutu Nathalie dalam hati.
Sangking kesalnya ia sampai tak melihat jalan dan menabrak tong sampah besar didepannya.
GEDUBRAKKK...!!
Nathalie pun terjatuh dan sampah pun bertaburan di sekitarnya, hingga membuat orang berada di dekatnya mendekat dan membantunya.
"Kau tak apa?"
"Iya aku tak apa.." jawab Nathalie.
"Lagipula, kau itu sedang apa sampai melamun begitu?"
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.." balas Nathalie.
"Sudahlah, kau itu harus fokus.. jika kita salah sedikit saja nyawa manusia taruhannya.." ucap seniornya menesehatinya.
"Iya, maaf aku akan mencoba fokus.." balas Nathalie.
"Aduh nona, bagaimana tong sampah besar ini bisa tidak kelihatan?? untung isinya sedikit, kan saya capek kalau membersihkannya jika jumlah banyak." ucap OB yg langsung datang.
"Maaf, aku tidak sengaja.." ucap Nathalie.
"Iya nona, lain kali jangan ceroboh lagi.." balas petugas kebersihan tersebut.
"Baik.." balas Nathalie.
☘☘☘
Sementara Sofia langsung pulang ke hotel bersama ayahnya.
"Sofia besok kita akan pulang.." ucap Satria.
"Yah, padahal aku masih ingin jalan-jalan disini bersama Alfi.." ucap Sofia.
"Istirahat yg cukup agar lukamu cepat sembuh.." balas Satria.
"Baiklah.." balas Sofia.
Setelah sampai di hotel, Sofia langsung masuk kamar dan membereskan barang-barangnya. Tak lupa ia mengabari Alfi mengenai kepulangannya ke Indonesia. "Mau bagaimanalagi? aku memang harus pulang.." gumam Sofia dalam hati.
Begitu juga dengan Eva yg sudah mempersiapkan segalanya, begitu juga untuk keperluan Sofia. Niatnya untuk berjalan-jalan bersama Kevin pupus saat Kenan langsung mengajak Kevin pulang karena ada urusan pekerjaan mendadak.
Keesokannya Sofia, Satria dan juga Eva pulang kembali ke Indonesia. Mereka menggunakan jet pribadi milik SHIELD berkat Satria yg tak mau Sofia memakai pesawat umum, demi kenyamanan putrinya.
Tak lupa Alfi mengantarnya sampai bandara.
"Sofia kabari aku jika sudah sampai disana.." ucap Alfi.
"Pasti, aku akan segera mengabarimu.." balas Sofia.
__ADS_1
"Dan berikan salamku untuk ayah dan ibuku disana, juga ibumu.." balas Alfi.
"Oke.. " ucap Sofia.
"Aku akan ke sana seminggu sebelum pernikahan kita.." balas Alfi.
"Ya, awas kalau kau tidak datang juga.. aku akan kemari dan menyeretmu.." ancam Sofia.
"Oke.." balas Alfi.
"Jadi ingat itu Alfi, mungkin aku yg lebih dahulu akan melakukannya sebelum Sofia." ucap Satria.
"Baiklah paman,.. " balas Alfi.
"Oke.. kami masuk dulu ya.. sampai jumpa lagi.." ucap Sofia.
"Ya.. bye.." balas Alfi sebelum Sofia menghilang dari pandangannya.
Saat Sofia sudah tak terlihat lagi, ia pun pergi menuju ke rumah sakit. Raut wajahnya sedikit lesu karena Sofia tiba-tiba harus pulang. Padahal ia sudah merencanakan untuk mengajak Sofia jalan-jalan sebelumnya. Tapi semua hanya tinggal wacana, semoga saja ia masih bisa datang tepat waktu sebelum pernikahannya.
☘☘☘
Beberapa jam kemudian, Sofia pun tiba di Indonesia. Ia pun dijemput oleh orang-orang Satria. Begitu juga dengan Eva ia langsung diantarkan ke rumahnya. Sofia dan Satria pun tiba dirumahnya dengan cepat. Disana Reina dan Kenan menyambut kedatangannya dengan bahagia.
Tak lupa Reina terlihat begitu mencemaskan putrinya yg terluka saat misi, terlebih menjelang pernikahannya. Walaupun Sofia berkata baik-baik saja, tapi Reina tak ingin putrinya malu saat pernikahan nanti. Ia bahkan meminta Sofia pergi ke dokter kulit agar lukanya tidak meninggalkan bekas yg parah. Walaupun rasanya tidak mungkin menghilangkan bekasnya dengan sekejab.
"Ibu, sudahlah.. aku tinggal memakai pakaian yg tertutup saja kan beres.." ucap Sofia.
"Oke, tapi kau tetap harus ke dokter kulit untuk menghilangkan bekasnya.." ucap Reina.
"Baiklah jika itu kemauanmu bu.." balas Sofia tersenyum.
Reina bahkan memanggil desainer langganannya ke rumah agar lebih mudah membuat gaun untuk Sofia. Sofia pun menurut saja dan meminta bantuan ibunya dalam pemilihan gaunnya. Sementara Alfi dihubungi lewat video call untuk pemilihan busana mereka. Setelah semuanya beres, Sofia pun lega karena hanya tinggal menuggu lukanya sembuh dan ia bisa beraktifitas normal.
Pada H-10 Alfi pun berangkat lebih cepat karena ingin mempersiapkan segalanya. Ia sudah tak mau berada di Singapura, dan mengerjakan segalanya lewat laptopnya. Ia juga ingin memberikan kejutan pada Sofia. Kebetulan hari itu Sofia sudah masuk bekerja dan ada di kantornya.
Sofia pun sedang mengikuti meeting bersama ayahnya dan juga kakeknya. Selesai meeting ia kembali ke ruangannya untuk beristirahat dan mengecek beberapa dokumen, sebelum ia pergi cuti.
Alfi pun sudah menghubungi Satria dan akan datang ke kantor untuk menemui Sofia. Setelah mendapatkan ijin, Alfi pun tiba dengan membawa sebuket bunga. Ia berjalan dengan bahagia, apalagi setelah mendapat kabar dari Eva kalau Sofia akan berada di ruangannya hingga jam pulang kerja.
Eva pun memberi kode saat Alfi sudah tiba untuk segera masuk.
Tok..tok.
"Ya Eva ada apa?" tanya Sofia yg masih fokus pada dokumen di hadapannya.
"Surprise..!" ucap Alfi seraya menyerahkan bunga pada Sofia.
"Wah kapan kau tiba?" tanya Sofia senang.
"Baru 1 jam yg lalu, aku sengaja menemuimu terlebih dahulu.." balas Alfi.
"Benarkah?? apa orangtuamu tidak cemburu?" tanya Sofia.
"Aku sudah bertemu dengan ayah tadi, dan ibuku pasti masih bekerja sekarang.." ucap Alfi.
"Oke.. tapi kau harus memberi kejutan juga pada ibumu.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan malam bersama keluarga.." ucap Alfi.
"Ide bagus.." ucap Sofia.
Dan mereka pun membahas untuk berkumpul keluarga disebuah resto yg tak lain adalah milik aunty Dina. Semua orang pun menyetujuinya.
Sore hari, semua orang nampak sudah pulang bekerja. Mereka pun mendatangi resto tersebut dan bahagia melihat Alfi sudah tiba di Indonesia lebih cepat. Semua keluarga berkumpul dan juga makan bersama malam itu. Nampak mereka akan menjadi keluarga besar kelak.
Setelah makan, Kenan permisi untuk pergi ke toilet. Setelah dari toilet, ia melihat Alice bersama seorang pria yg memohon-mohon padanya.
"Alice, maafkan aku.. kumohon kembalilah padaku.."
"Tidak, aku tidak akan pernah kembali padamu.. jadi pulanglah.." ucap Alice tegas.
"Ayolah Alice, kau tahu aku sangat mencintaimu.."
"Lalu kenapa kau berselingkuh jika cinta??" tanya Alice geram mengingat mantan kekasihnya sata masih di US.
"Itu hanya sebuah kesalahan, kumohon maafkan aku.."
"Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak bisa kembali padamu.." ucap Alice.
"Kenapa? jelaskan alasanmu?" tanyanya.
"Aku sudah memiliki kekasih.." ucap Alice.
"Siapa dia?? kau pasti berbohong padaku.." ucap oria itu lalu mendekati Alice.
"Aku kekasihnya.. Berani sekali kau menyentuhnya.." ucap Kenan muncul dengan geram.
"Siapa kau?" tanya pria itu.
"Aku Kenan Fransnata.. kau pasti mengetahui namaku?." ucap Kenan.
"Cih, dasar ba******an sepertimu suka sekali merebut milik orang lain."
"Apa kau bilang??" tanya Kenan kesal dan langsung melayangkan tinjunya.
Bughh..Bughh..
"Akhh.. awas kau aku akan membuat perhitungan denganmu.." balas pria itu sebelum kabur.
"Kak Kenan.. terimakasih bantuannya.. aku tidak tahu lagi bagaimana menghadapi pria itu.." ucap Alice.
"Ya tidak usah sungkan.. aku akan membantumu kapanpun kau butuhkan.." ucap Kenan.
"Iya.. aku terlalu sering menerima bantuanmu, bagaimana aku membalasnya??" tanya Alice.
"Tidak perlu, tapi jika kau mau kau bisa datang bersamaku di hari pernikahan kakakku?" balas Kenan.
"Tentu, aku akan menemanimu.." ucap Alice.
"Ya.. untuk berjaga-jaga jika ada pria seperti tadi datang mengganggumu lagi.." ucap Kenan.
"Baiklah kak.." balas Alice.
"Oke.. nanti aku kabari lagi.." ucap Kenan lalu kembali ke mejanya.
__ADS_1
Dalam hatinya ia sangat bahagia bisa pergi bersama Alice. Entah mengapa ia begitu semangat setelah melihat wajah Alice yg tersenyum dengan sangat cantik. Begitu juga dengan Alice yg matanya berbinar-binar karena bisa bersama lelaki yg ia sukai di pernikahan Sofia nanti. Yg pasti keduanya nampak bahagia di dalam hatinya.