Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP289


__ADS_3

Jack pun akhirnya melupakan niatannya dan langsung pulang untuk mengurus semua jadwal tuannya. Nada pun sedikit kecewa tapi ia paham betul pekerjaan Jack.


Dan Jack semalaman mengerjakan pekerjaannya agar besok tuannya sudah bisa mengerjakan tugas-tugas penting. Ia rela meluangkan waktunya sebagai bentuk loyalitas pada tuannya.


Keesokannya, Jack pun terlihat lelah dan mengantuk. Tapi ia harus tetap bekerja mambantu Kenneth. Setelah menjelaskan semua jadwalnya Kenneth pun mengerti dan melakukan semua tugas yg tak bisa diwakilkan.


"Jack, sementara kau harus menghandle semua pekerjaanku selama aku pergi.." ucap Kenneth.


"Baik tuan, tapi anda mau pergi kemana??" tanya Jack.


"Aku harus menjaga istriku.. bukan karena istriku lemah tapi karena dia hamil dan ditugaskan ke medan yg berbahaya." ucap Kenneth.


"Kau mengerti kan maksudku?" tanya Kenneth.


"Baik tuan, aku mengerti.." ucap Jack.


"Bagus, kau urus perusahaan dengan baik dan hubungi aku jika keadaan darurat.." ucap Kenneth.


"Siap tuan, tapi bagaimana dengan tuan besar?" tanya Jack.


"Dia pasti setuju karena aku sedang melindungi cicitnya.." ucap Kenneth.


"Baik tuan, jika anda bicara begitu aku bisa tenang." ucap Jack.


"Baiklah, kau siapkan meeting kita hari ini.." ucap Kenneth.


"Baik tuan.." ucap Jack.


☘☘☘


Sementara Diana sedang di kantornya bersama Stefani pengganti Kim. Stefani cukup bisa menggantikan Jack, dan melindungi Diana jika ada bahaya.


"Nona, apa kantor pusat semengerikan ini?" tanya Stefani terkejut.


"Kau baru tahu, sebenarnya mereka bahkan ingin aku mundur dari jabatan ini.." ucap Diana.


"Ini keterlaluan.." ucap Stefani.


"Kau benar, dan aku takkan membiarkannya." ucap Diana.


"Aku juga bersedia membantu anda nona.." ucap Stefani.


"Ya.. aku punya tugas untukmu.. " ucap Diana.


Diana pun meminta Stefani untuk memeriksa beberapa dokumen lama untuk mencaritahu sesuatu. Dan Stefani langsung melakukannya, ia seharian memeriksa dokumen tersebut dengan teliti.


"Bagaimana Stef??" tanya Diana.


"Belum nona, aku belum menemukannya.." ucap Stefani.


"Oke.. santai saja pasti sulit menemukan jejak dari tumpukan dokumen ini.." ucap Diana.


"Baik nona." balas Stefani.


"Tapi kita harus menemukannya sebelum keberangkatanku lusa.." ucap Diana.


Diana pun ikut membantu dalam pengecekannya setelah pekerjaannya usai. Diana dan Stefani pun mengecek halaman demi halaman dengan teliti agar tak kehilangan apapun.


Dokumen yg mereka cek adalah dokumen kerjasama yg menurut Diana dan Kim mencurigakan. Terlebih Kim sudah sedikit mencaritahunya dan ia yakin ada sesuatu yg aneh. Dan Diana menemukan lembaran yg hilang.


"19.. 23..??" ucap Diana.


"Ada apa nona?" tanya Stefani.


"Ada sekitar 4 lembar yg hilang dan kelihatan seperti dirobek.." ucap Diana.


"Anda benar nona.." ucap Stefani.


"Kecurigaan Kim benar.. kita harus mencari sobekan kertasnya atau data yg tersimpan." ucap Diana.


"Aku akan mencaritahu nona.." ucap Stefani.


"Baik, tapi hati-hati.." balas Diana.


Setelah mengecek semua data-data hanya pada dokumen perjanjian tersebut yg mencurigakan dari awal. Ditambah ada beberapa kertas yg nampak disobek. Apalagi itu dokumen lama yg pastinya pelakunya mengira tak akan ada yg mau melihatnya.

__ADS_1


Terbersit ide dalam pikiran Diana. Diana pun menghubungi Brian untuk mencarikan hacker handal yg bisa diandalkan.


"Bagaimana apa kau bisa?" tanya Diana ditelepon.


"Biar aku saja yg melakukannya, ini adalah informasi penting perusahaan kakek.." ucap Brian.


"Baguslah, jika kau ingin melakukannya.." ucap Diana.


"Malam ini aku akan kesana, kau harus membuka semua akses untukku.." ucap Brian.


"Tentu saja sepupuku.." balas Diana.


Lalu telepon pun terputus dan Diana tersenyum membuat Stefani tahu kalau nonanya punya solusi atas segala masalahnya.


"Kau tenang saja sepupuku akan membantuku.." ucap Diana.


"Baguslah nona.." balas Stefani.


"Ya.. jadi mari malam ini kita lembur.." ucap Diana.


"Tak masalah nona.." balas Stefani.


Mereka berdua pun lembur malam ini dan menunggu Brian datang sembari menyiapkan apa yg diminta oleh Brian. Dan setelah semua orang pulang di gedung tersebut hanya tersisa, Diana, Stefani dan juga penjaga. Kenneth pun sudah diberitahu kalau Diana akan lembur malam ini hingga membuatnya khawatir dan akan menunggu di luar.


"Semua sudah pulang, Stef kau bisa bergerak.. " ucap Diana.


"Baik nona.. " balas Stefani.


Stefani pun memasang beberapa alat yg diberikan oleh orang-orang Brian, dan Diana bertugas memantau CCTV. Dan jika ada bahaya Diana akan menghubungi Stefani.


Setelah semua terpasang, Stefani berjaga disekitar. Hingga seorang pria bertubuh tinggi datang.


"Maaf, siapa anda?" tanya Stefani yg sedang berjaga.


"Aku sepupu Diana.." balas Brian.


"Maaf tuan, silahkan masuk.." ucap Stefani.


Brian pun masuk dan berbicara dengan Diana sementara Stefani berada diluar mengawasi gerak-gerik yg mencurigakan.


"Hai sepupu, bagaimana tugasmu?" tanya Brian.


"Oh.. Aku selalu suka berkerja denganmu.." ucap Brian membuka laptopnya.


"Orang gila manalagi yg mau meretas perusahaannya sendiri.." ejek Brian.


"Ck.. dasar kau ini.." ucap Diana.


"Maaf, habis aku heran kau tidak menghubungi stafmu langsung.." ucap Brian.


"Jika aku bicara pada mereka, pasti akan ada file yg hilang.." balas Diana.


"Ternyata duniamu lebih gila daripada duniaku.." ucap Brian.


"Ya.. begitulah, dan kau adalah harapanku karena aku harus pergi 3 hari lagi.." ucap Diana.


"Kau serius?? dalam kondisi hamil begini??" tanya Brian.


"Ya dan aku harus tetap merahasiakan kehamilanku, demi keselamatan keponakanmu.." ucap Diana.


"Baiklah, aku mengerti.." ucap Brian.


"Sudah kau fokus saja, biar cepat selesai.." ucap Diana.


"Oke.." ucap Brian.


Brian pun merestas setiap data di komputer pegawai, dan itu menghabiskan waktu yg cukup lama. Tapi ia lakukan untuk menyelamatkan sepupunya. Dan semua filenya akan dikumpulkan dalam satu disk.


"Diana kau yakin butuh semua ini?" tanya Brian.


"Ya sepupuku.. aku sudah mengeceknya.." ucap Diana.


"Baiklah.. " balas Brian mengunduh data-data yg diinginkan Diana. Butuh waktu yg lama hingga Kenneth khawatir keadaan istrinya.


Kenneth yg khawatir pun masuk ke dalam gedung untuk memastikannya langsung. Dan jika perlu membantu istrinya agar Diana tak kelelahan.

__ADS_1


Disaat-saat sedang pengunduhan dokumen, datanglah sekelompok pria entah darimana. Mereka masuk dan hendak menyerang Diana. Mereka langsung menuju ke ruangannya dan dihadang oleh Stefani.


"Tunjukan diaman ruangan atasanmu.."


"Tidak akan.." ucap Stefani melawan.


Bughh..bughh..


Brakkk..


Diana pun mendengar suara dari luar dan melihatnya dari cctv.


"Astaga bagaimana bisa mereka masuk.." ucap Diana.


"Ada apa?" tanya Brian.


"Ada sekelompok orang aneh yg masuk dan menyerang pengawalku.." ucap Diana.


"Kau mau kemana?" tanya Brian menahan Diana.


"Tentu saja mrnghajar mereka.." ucap Diana.


"Aku ikut.." balas Brian.


"Sepupu, kau harus ada disini menjaga semua file ini.. " ucap Diana.


"Tapi Diana.." ucap Brian dan Diana tetap keluar menghadang mereka.


"Kalau sudah begini aku harus menghubungi suamimu.." gumam Brian.


Dan Kenneth langsung merespon panggilan Brian. Setelah tahu kondisi Diana dalam bahaya, Kenneth pun berlari menuju ke ruangan Diana.


Bughh..Buggh..Bughh..


Dorr..dorr..dorr..


"Kalian berani sekali masuk kemari.." ucap Diana kesal.


Diana yg kesal pun tak berfikir panjang dan menghajar mereka semua. Ia sampai lupa kalau sedang mengandung karena emosinya meledak-ledak. Saat Kenneth tiba, sebagian sudah dilumpuhkan Diana. Dan langsung saja Kenneth ikut melawan mereka.


Bughh..Buggh..Bughh..


"Sayang cukup.." ucap Kenneth.


"Tidak bisa, mereka terus menyerangku.." ucap Diana.


Bughh..Bughh..


Kenneth pun dengan cepat mengeluarkan semua kekuatannya dan menghajar mereka sampai pingsan.


Dengan nafas terengah-engah ia mendekati Diana.


"Kau tak apa?" tanya Kenneth.


"Aku tak apa, kau sendiri?" balas Diana.


"Aku juga tak apa, kau yakin baik-baik saja? tak merasa sakit atau semacamnya..?" tanya Kenneth.


"Tidak aku baik-baik saja.." balas Diana.


"Stef kau baik-baik saja?" tanya Diana.


"Ya nona, hanya luka kecil.. " balas Stefani.


"Maaf, lebih baik kau cepat mengobatinya lalu hubungi keamanan SHIELD.." perintah Diana.


Sementara Kenneth mengamankan mereka dan menunggu tim keamanan tiba. Dan mereka harus bersiap dimarahi oleh Diana karena lalai dan membiarkan orang asing datang.


"Kemana saja kalian haa??? kalian tahu tidak mereka masuk dan menyerangku.." ucap Diana.


"Maaf nona.." ucap kepala keamanan.


"Ini gedung SHIELD, harusnya lebih aman bagaimana mereka bisa masuk.." ucap Diana.


"Maaf nona, kami lalai.." ucapnya lagi.

__ADS_1


"Aku tak mau menerima maaf, pasti ada orang dalam yg bersekongkol untuk menyerangku.. pokoknya aku akan menginvestigasi kalian, jika ketahuan maka orang tersebut akan langsung dipecat..!" ucap Diana kesal.


"Pokoknya bereskan kekacauan ini..!" ucap Diana membuat mereka pucat. Belum lagi mereka ditatap tajam oleh Kenneth mantan ketua tim alfa yg terkenal garang.


__ADS_2