Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP270


__ADS_3

Pada pagi hari mereka berdua terbangun dalam posisi berpelukan. Mereka pun terkejut dan merasa malu satu sama lain.


"Aku tidak sengaja.. sungguh.." ucap Kenneth.


"Aku juga.. " balas Diana.


Setelah mereka mandi, mereka pergi untuk sarapan. Dan benar saja orang tua mereka sudah memberikan perjalanan bulan madu untuk mereka berdua. Dan tujuannya adalah Paris. Kota dimana mereka pernah menghabiskan waktu disana. Keduanya pun tak bisa menolak dan langsung pergi setelah sarapan. Bahkan baju-baju pun Diana belum sempat menyiapkannya tapi sudah ada 2 koper dan sebuah pesawat untuk mereka segera berangkat.


"Apa-apaan ini? mereka gercep sekali.." ucap Diana.


"Sepertinya mereka sengaja.." ucap Kenneth.


"Baiklah, kita nikmati saja liburan kali ini.." ucap Diana.


Mereka pun berangkat dengan pesawat pribadi yg telah disiapkan. Sepanjang perjalanan mereka hanya mengobrol ringan dan menonton film, atau bahkan tidur. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di tempat tujuan. Kota yg indah tempat Sofia dan Alfi berbulan madu.


"Kita kembali lagi kemari.." ucap Diana.


"Masih teringat bagaimana kau memaksaku memakai kaos berwarna pink.." ucap Kenneth sebal.


Sementara Diana tertawa dan mempunyai ide jahil lainnya.


"Jangan menatapku begitu, aku tahu pikiran jailmu.." ucap Kenneth.


"Kemarin kan pink, kalau ungu pasti seru juga.. " ucap Diana.


"Cukup.. " balas Kenneth kabur meninggalkan Diana.


"Hei tunggu aku.." ucap Diana.


Mereka pun tiba di sebuah hotel yg sudah dipesan keluarga mereka.


"Lagi-lagi mereka menyiapkan kejutan.." ucap Diana.


"Entah apalagi kali ini.." ucap Kenneth.


Seperti yg sudah diduga keduanya, ada berbagai macam pakaian wanita menerawang, yg lebih sering kita dengar dengan nama lingerie. Bahkan sampai warna-warna yg menggoda seperti merah.


"Euu.. lagi-lagi pakaian ini.." ucap Diana.


"Pakai saja jika penasaran.. " ucap Kenneth.


"Kau yg penasaran bukan aku.." ucap Diana namun Kenneth hanya tersenyum.


Lalu mereka merapikan beberapa pakaian dan membersihkan diri. Setelah itu mereka memilih untuk tidur. Barulah keesokannya mereka bepergian entah kemana.


"Kau mau kemana?" tanya Kenneth.


"Ke tempat hiburan saja, daripada di dalam kamar.. " ucap Diana.


"Baiklah.." ucap Kenneth. "Bagus, jangan berlama-lama di kamar.." gumam Kenneth dalam hati.


Mereka pun mengunjungi beberapa tempat dan berfoto sebagai bukti ke orangtua mereka. Mereka sangat serasi walaupun lebih seperti rekan daripada pasangan.


"Apa aku harus men-ciummu agar mereka percaya..?" tanya Kenneth.


"Ck.. bilang saja kau cari kesempatan.." ucap Diana saat mereka memperdebatkan foto yg akan dikirim ke keluarga mereka.


"Agar terlihat alami seperti pasangan.." ucap Kenneth semakin menggoda Diana.


"Hmm.. Baiklah.." ucap Diana lalu berfoto dan mencium pipi Kenneth membuat pria itu memerah.


"Baru kucium saja kau sudah merah.." ucap Diana.

__ADS_1


"Kau itu curang sekali ya.. " ucap Kenneth.


"Kau mau apa?" tanya Diana saat suaminya mendekat.


"Membalas perbuatanmu." ucap Kenneth, mereka pun berlarian dan saling mengejar hingga keduanya lelah.


"Cukup aku lelah.." ucap Diana.


"Baiklah, mau es krim? kau suka es krim kan.." ucap Kenneth.


"Ternyata kau masih ingat.." balas Diana lalu mereka pergi ke toko es krim dan menikmatinya.


Diana merasa tidak buruk menikah dengan Kenneth, karena orang itu cukup bisa memahaminya. Dan juga ia hebat bisa menahan hasratnya untuk tidur tanpa berbuat sesuatu pada Diana yg sudah menjadi istrinya. Kadang Diana berfikir kalau dirinya istri yg buruk tapi ini semua adalah proses untuk menerima satu sama lain.


Kenneth juga berfikir hal yg sama. Walaupun Diana cukup aneh karena menerima pernikahan walaupun dirinya belum siap dan tak tahu apakah ia jatuh cinta atau tidak pada dirinya, tapi Diana menjalaninya dengan santai tanpa beban. Membuat Kenneth semakin tertantang untuk meluluhkan hati Diana.


Setelah puas bermain, mereka pergi ke restorant untuk mengisi perut mereka. Restorant yg cukup terkenal hingga terlihat hampir semua meja sudah penuh. Dan mereka beruntung karena ada 1 meja tersisa yg kosong.


"Kita beruntung.. ayo duduk.." ucap Kenneth.


"Tempatnya seramai ini.." ucap Diana.


"Kau yg ingin makan disini bukan?" tanya Kenneth.


"Iya sih, aku tak menyangka saja.." ucap Diana.


Mereka pun makan disana dengan tenang. Tapi ada sepasang mata yg menatap kedua pasangan tersebut. Seorang wanita bernama Julia yg tak lain adalah mantan kekasih Kenneth. Wanita yg sudah mengkhianatinya beberapa tahun yg lalu. Wanita tersebut menatap geram pada wanita yg terlihat biasa saja dimatanya tapi berhasil menikah dengan Kenneth.


"Jadi itu wanitanya.." gumam Julia.


Ketika seorang pelayan datang ke meja Diana dan membawa sup, Julia bangkit dan mendorong pelayan tersebut hingga sup pun tumpah. Tapi Diana berhasil menghindar dan hanya mengenai bajunya sedikit.


"Maaf aku tak sengaja.." ucap pelayan tersebut.


"Aku tidak apa.." ucapnya.


"Tidak tanganmu merah, kau obati saja dulu lukamu kami takkan menuntutmu.." ucap Diana.


"Terimakasih tuan dan nona.." ucapnya lalu memanggil rekannya untuk membantu membereskannya.


Setelah selesai makan, Diana dan Kenneth pun berbicara.


"Kau lihat siapa wanita berambut pirang tadi?" tanya Diana.


"Ya.. apa kau punya musuh?" tanya Kenneth.


"Tidak ada di kota ini.." ucap Diana.


"Lalu ada dimana?" tanya Kenneth.


"Wanita yg hampir kau nikahi.." ucap Diana.


"Siapa?? maksudmu Cindy?" tanya Kenneth.


"Iya.. wanita berhati iblis.." ucap Diana.


"Tapi kenapa wanita tadi ingin menyerangku.." ucap Diana.


"Kita lihat saja nanti, dia akan menunjukkan dirinya dalam waktu dekat jika mengincarmu." ucap Kenneth.


"Oke.." ucap Diana.


"Lalu tentang Cindy, apa masalah kalian?" tanya Kenneth penasaran..

__ADS_1


"Kapan-kapan aku ceritakan.. aku malas membahasnya." ucap Diana.


"Baiklah.." balas Kenneth.


Mereka pun kembali ke hotel, tapi dalam perjalanan mereka tahu kalau mereka sedang dibuntuti. Hingga mereka berdua berpencar agar si stalker tertangkap. Benar saja, begitu Diana dan Kenneth berpencar dan tak terlihat seorang wanita kebingungan kemana mereka berdua pergi.


"Kemana mereka pergi??" gumam Julia.


"Kau mencariku?" tanya Diana muncul dibalik tembok.


"Kau.. siapa kau?" tanya Julia.


"Julia ada apa? kenapa kau mengikuti kami?" tanya Kenneth keluar dan mengepung Julia.


"Oh namanya Julia.." ucap Diana.


"Karena aku masih mencintaimu.." ucap Julia.


"Lalu urusannya denganku? " tanya Kenneth.


"Bukankah kau masih mencintaiku?" balas Julia mendekat.


"Iya tapi itu sudah lama sekali, saat ini ada orang lain.." ucap Kenneth.


"Aku akan membuktikannya kalau kau masih mencintaiku.." ucap Julia mendekat dan hendak menci-um bibir Kenneth.


"Lho.. kok tidak sampai?" gumamnya Julia dalam hati.


"Haha.. Bingung ya? maaf tanganku gatal jadi menarikmu.." ucap Diana menarik baju Julia hingga ia tak bisa bergerak.


"Pfffff.." Kenneth pun tak sanggup menahan tawa.


"Kau.. lepaskan.." ucap Julia.


"Baiklah.." ucap Diana melepaskan Julia tapi Julia malah terjatuh karena tak seimbang. Bibirnya malah mencium lantai hotel.


"Ukh.. pasti sakit, baiklah jangan macam-macam ya.. kami pergi dulu.." ucap Diana lalu pergi bersama Kenneth.


Saat sudah sampai di kamar hotel keduanya pun tertawa melihat Julia mencium lantai.


"Kau lihat tadi dia mencium lantai karena minta dilepaskan.." ucap Diana.


"Kau benar-benar hebat dalam menangani wanita seperti itu.." ucap Kenneth.


"Tentu saja.." balas Diana.


"Atau kau cemburu?" tanya Kenneth memancing.


"Cemburu? tidak.." balas Diana.


"Benarkah?" tanya Kenneth mendekatkan wajahnya dan terlihat ekspresi gugup Diana.


"Kau mau apa?" tanya Diana.


"Hanya mencoba hal baru.." ucap Kenneth malah men-ci-um bi-bir Diana. Diana yg tak siap pun kehabisan nafas lalu mendorong Kenneth.


"Hhh.. kau benar-benar mau membunuhku.." ucap Diana.


"Kau harus sering berlatih agar tidak mati saat ber-ci-uman.." ucap Kenneth tersenyum.


"Sekali lagi kau melakukannya kubuat bibirmu berdarah.." ancam Diana tapi Kenneth justru tersenyum.


"Jadi ini namanya ber-ci-uman.." gumam Diana dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2