Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.30


__ADS_3

Rose pun bangkit dan lebih berhati-hati kali ini. Kini ia fokus pada bagian wajah lelaki tambun didepannya. Lelaki tersebut pun nampak akan membanting tubuh Rose karena ia berkali-kali ingin menyentuh dan menarik baju Rose. "Sial dia benar-benar atlit gulat.." umpat Rose.


Perlahan Rose mendekatinya sembari menghalau serangannya dengan power yg kuat. Ia pun tak berhasil mencari celah sama sekali. Hingga akhirnya Rose berhasil ditangkap dan dibanting ke lantai oleh lawannya. "Arghhh.." terak Rose. Kenan pun mulai panik, namun pertandingan masih berlanjut. Saat lawannya mulai lengah karena Rose masih tergeletak, ia pun bangkit dan melancarkan tendangan tinggi ke arah wajah lelaki tersebut. Dan benar saja tendangan mematikan itu membuat lelaki itu jatuh dan tak bangun lagi. "Berhasil..!" gumam Rose. Akhirnya Rose pun memenangkan pertandingan ini lagi. Ia pun turun dari ring untuk beristirahat karena energinya banyak terkuras habis, belum lagi tubuhnya nampak mulai terluka.


Kenan pun segera menghampiri kakaknya dan mengoleskan salep obat ke luka di wajah kakaknya.


"Kak.. beristirahatlah aku akan menggantikanmu kali ini.." ucap Kenan.


"Tidak Ken.. biar aku saja.." balas Rose.


"Kau istirahatlah sementara aku mengulur waktu agar tenagamu pulih.." ucap Kenan.


"Apa mereka akan mengijinkanmu? kurasa tidak.." ucap Rose.


"Aku akan coba bicara.." balas Kenan pergi.


Kenan pun sempat berdebat dengan orang-orang tuan Guido. Lalu tuan Guido pun muncul.


"Ada apa tuan?" tanyanya.


"Aku akan menggantikan temanku.. temanku butuh waktu istirahat.. dan bukankah tidak adil jika ia terus bertarung dengan lawan yg berbeda-beda ? " ucap Kenan.


"Ya itu memang benar tuan.. lalu siapa namamu?" tanya tuan Guido.


"Frans.. aku ingin kalian sedikit adil dengan memberikan temanku waktu istirahat yg cukup" ucap Kenan.


"Baiklah.. aku ingin lihat kemampuanmu.." ucap tuan Guido.


"Baiklah.. tapi jika kalian curang setelah kami menang, kau akan menyesal ingat itu tuan Guido!" ucap Kenan dengan sedikit penekanan.


Lalu pertandingan ketiga pun dimulai. Kenan melepas jaketnya, dan hanya memakai kaos putih polos. Lalu orang-orang pun heran karena pemainnya berganti. Dan pembawa acara pun tetap meyakinkan penonton sehingga penonton semakin dibuat penasaran pada hasil pertandingan.


Dan lawan yg muncul adalah lelaki bertubuh besar, lebih besar dari tubuh Kenan. Orang tersebut pun tersenyum melihat penampilan Kenan. "Dasar orang bodoh,.." ucapnya melihat Kenan menggunakan kaos.


Kenan pun hanya tersenyum dan tetap tenang.

__ADS_1


Dan lawannya tersebut pun langsung menyerangnya dengan membabi buta. Namun, Kenan berhasil mengelak dan melakukan perlawanan dengan meninju wajahnya. Orang tersebut pun mundur, ia akan melancarkan tendangan tapi berhasil dibaca gerakannya oleh Kenan. Kenan pun menghindari serangannya. Kenan pun berusaha mengulur waktu agar kakaknya bisa beristirahat dan mengumpulkan energi. Ia juga sudah menghubungi seseorang untuk membantu mereka jika keadaan memburuk.


Kenan yg terus menerus mengelak dan mengulur waktu membuat lawannya jengah. Ia pun mengarahkan tinjunya ke perut Kenan. Kenan pun mulai merasakan kesakitan. Dan akhirnya Kenan mulai serius, ia langsung mencari celah untuk memukul. Setelah menemukannya ia menyerangnya sekuat tenaga dengan tinjunya. BUGGGHHH...


Lawannya pun jatuh dan langsung K.O. Selama ini Kenan hanya mengulur waktu dan jika ia mau lawannya sudah jatuh sejak awal. Tuan Guido yg melihatnya pun tersenyum. "Jadi kau sengaja mengulur waktu.." gumamnya. Dan pertandingan ketiga pun telah usai. Kenan turun dari ring dan menghampiri kakaknya.


"Apa kau baik-baik saja..?" tanya Rose.


"Hanya luka memar sedikit di bagian perutku.." ucap Kenan.


"Syukurlah, nanti kau pergilah ke rumah sakit sebelum kembali.." pinta Rose.


"Baiklah kak.." balas Kenan.


Dan orang yg ditunggu-tunggu Kenan pun tiba. Seorang laki-laki bertubuh tinggi dan gagah telah tiba dengan mobilnya. Orang yg tak lain adalah Alfi, kini telah keluar dari mobilnya sembari memperhatikan sekitarnya. Lalu ia mengambil ponsel disakunya dan menelpon seseorang.


"Ken, kau dimana?" tanya Alfi.


"Aku ada didalam bersama kakakku.. kau belilah tiket untuk masuk nanti aku akan menghampirimu.." ucap Kenan.


Kemudian ia berjalan menuju loket pembelian tiket. Dan ia masuk ke dalam, betapa terkejutnya ia berada di arena pertaruran bebas. "Apalagi yg dilakukan pasangan kembar ini.." gumamnya dalam hati. Alfi yg bingung pun nampak berkeliling melihat sekitar mencari keberadaan Kenan dan Rose. Lalu Kenan melambaikan tangan saat Alfi melihat ke arahnya.


"Itu mereka.." gumamnya lalu berjalan mendekat.


"Apa yg terjadi..? dan Rose apa kau habis bertarung?" tanya Alfi bingung.


"Ya kami habis bertarung.." ucap Kenan dan Rose bergantian.


"Lalu aku kemari bukan untuk bertarung juga bukan?" tanya Alfi karena ia sangat malas jika harus berkelahi.


"Tidak, aku memanggilmu jika keadaan darurat.. kau membawa peralatanmu bukan?" ucap Kenan.


"Iya aku membawanya, sebagian ada di dalam mobil.." ucap Alfi yg tahu maksud Kenan.


"Bagus, kini kau duduklah dan saksikan kami bertarung.. dan bersiaplah jika salah satu diantara kami terluka.." pinta Kenan.

__ADS_1


"Baiklah.. " ucap Alfi lalu duduk disamping Rose.


Alfi yg memandang wajah Rose pun tak tega karena wajahnya mulai membiru karena memar. Namun ia lebih kaget lagi saat Rose maju ke atas ring.


"Ken apakah Rose benar-benar akan bertarung lagi dengan wajah begitu?" tanya Alfi.


"Iya kau benar, dan kau sudah mengenalnya bukan?" ucap Kenan.


"Iya.. apa kau tidak berniat menggantikannya?" tanya Alfi heran.


"Aku sudah melakukannya tapi ia tetap bersikeras untuk maju.." balas Kenan.


"Oh kini aku paham situasinya.." ucap Alfi mengusap wajahnya.


"Sudah fokus pada pertandingan dan bersiap jika kakakku terluka.." ucap Kenan.


Lalu kedua lelaki itupun diam dan fokus pada pertandingan. Lawan keempat kali ini adalah wanita. Petarung wanita satu-satunya yg ada disini. Dan juga salah satu petarung kuat. Rose pun fokus memperhatikan gerakannya yg terlihat sangat ringan dan juga cepat. "Sial dia lumayan cepat.." gumam Rose dalam hati.


Wanita itu pun tersenyum melihat wajah Rose yg sudah memar. Ia langsung saja menyerang karena meremehkan Rose. Wanita itu melancarkan tendangannya ke arah wajah Rose, namun berhasil dihindari. Dan Rose pun membalaskan dengan tendangan ke arah perut hingga wanita tersebut mundur kesakitan. Tanpa membuang waktu dan energi Rose langsung menyerangnya ketika mendapat kesempatan, dan dengan sekali pukulan Rose berhasil meninjunya hingga jatuh dan K.O.


Pertandingan pun dimenangkan kembali oleh Rose. Penonton semakin bersorak gembira. Bahkan sebagian dari mereka meneriakkan nama ROSE. Dan juga para penjudi sebagian besar memasang namanya berharap ia kembali menang dan pulang dengan membawa banyak uang.


Kenan dan Alfi pun tersenyum saat Rose turun. Mereka senang Rose baik-baik saja. Lalu Alfi menanyakan kabar Rose.


"Kau baik-baik saja?" tanyanya.


"Iya aku masih baik-baik saja.." ucap Rose.


"Baguslah, lalu habis ini siapa yg akan maju..?" tanya Alfi.


"Aku.." ucap Kenan dan Rose bersamaan.


"Aduh.." ucap Alfi menepuk jidatnya.


"Kenan biar aku saja.. " pinta Rose yg sudah tidak bisa ditolak Kenan.

__ADS_1


__ADS_2