Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP279


__ADS_3

Diana pun menjaga agar mereka tidak menerobos masuk ke dalam ruang operasi tersebut. Begitu juga Kim yg memang bisa diandalkan sebagai asisten yh membantu tugas Diana.


"Kim, apa bagianmu masih banyak?" tanya Diana lewat earphone.


"Masih nona, kurasa mereka ada disekitar keluarga ini makanya tahu apa yg akan terjadi.." ucap Kim.


"Oke.. jangan sampai mereka menerobos masuk.." ucap Diana.


"Jika begini takkan selesai-selesai.." gumam Diana mengeluarkan senjata besar dan menembak mereka semua.


Dorr..Dorr.Dorrrr..


Dorr..Dorr..Dorr..


"Sisi kanan clear, Kim bagian mu bagaimana?" tanya Diana lagi.


"Masih nona, mereka berpindah kemari dari sisi kanan." ucap Kim.


"Baiklah aku akan membantumu.." ucap Diana dan mrmbantu Kim melawan mereka.


Dratttt...Drtt..Drrrttt...Drttt..


"Terimakasih nona, tapi aku yakin masih ada yg bersembunyi.. " ucap Kim.


"Ok Kim.." ucap Diana.


"Semuanya tetap waspada.." ucap Diana.


Operasi pun baru berjalan setengahnya tapi lagi-lagi ada serangan dadakan membuat Diana dan tim alfa siaga satu. Mereka menghadapi orang-orang tersebut sampai operasi selesai dan mengamankannya.


Bughh..Bughh..


Srettt..


"Diam atau kau mati?" ucap Diana mengarahkan pisaunya ke arah musuhnya.


Tapi diluar dugaan, justru anak buah Diana tertangkap.


"Bagaimana? sekarang impas bukan?" ucap salah satu kelompok tersebut.


"Ck.. lalu apa maumu?" tanya Diana tak mau melepas tahanannya.


"Buka pintu itu.." ucapnya.


"Jangan mimpi.." ucap Diana.


"Lalu nyawanya?" ucap orang tersebut mengarahkan pistol di kepala anak buah Diana.


"Ingat ada seseorang juga disini.." ucap Diana.


"Aku tak peduli padanya.. karna aku sudah membeli nyawanya.." ucap orang tersebut.


"Baiklah, aku akan membukakan pintu.." ucap Diana.


Saat Diana melepaskan tawanannya, ia berjalan diikuti orang tersebut dan Kim memukulnya dari belakang.


Buggh..Buggh..


"Kau pikir kami akan membiarkanmu.." ucap Kim saat orang tersebut terjatuh.


Dan mereka semua mengamankan orang-orang tersebut. Hingga operasi selesai keadaan pun aman terkendali.

__ADS_1


"Terimakasih Kim kau memang bisa diandalkan.." ucap Diana.


"Aku bangga bisa membantu nona.." ucap Kim.


"Baiklah, kau amankan mereka dan kita akan kembali ke formasi sampai pintu terbuka.." ucap Diana.


"Baik nona.." balas Kim.


Dan ketika ruang operasi terbuka, dan para dokter juga keluar untuk memindahkan sang raja karena operasinya berjalan lancar. Mereka berharap sang raja bisa pulih sehingga kejadian ini tak terjadi lagi.


Dion pun keluar dan melihat keadaan diluar sangat kacau. Ia tahu apa yg terjadi terlebih melihat Diana juga bersiaga penuh.


"Diana apa ada serangan?" tanya Dion.


"Benar, tapi kami berhasil mengatasinya." ucap Diana.


"Apa di dalam lancar?" tanya Diana.


"Tentu.." ucap Dion.


"Baguslah.. kau berhati-hatilah aku tak tahu apakah masih ada orang-orang yg menyusup ke dalam." ucap Diana.


"Baiklah, kau hati-hati.." ucap Dion.


Dion pun meminta pada pananggungjawab tempat tersebut untuk mandata ulang semua orang yg bisa masuk ke dalam demi keselamatan sang raja. Dan mereka melakukannya. Dan hanya para dokter yg bisa melakukan penanganan pada sang raja. Semua perawat hanya melakukan semua sesuai perintah para dokter.


☘☘☘


Malam harinya setelah insiden, mereka berjaga ketat. Tapi Diana malah harus menghadapi pangeran yg terus mengajaknya makan malam. Dan Kim hampir mengungkap identitas asli sang pangeran yg mereka curigai adalah palsu.


"Bagaimana Kim..?" tanya Diana.


"Aku sedikit curiga nona, tapi buktinya belum akurat.." ucap Kim.


"Baik nona.." ucap Kim.


Dan Diana pun datang ke sebuah resto yg dijanjikan. Diana pun datang dengan pakaian rapi lengkap dengan senjata di tubuhnya untuk berjaga-jaga.


"Silahkan nona.." ucap seorang pelayan.


"Terimakasih.." balas Diana lalu duduk.


Tak lama pangeran pun tiba, dia nampak tersenyum melihat Diana. Walaupun ini diluar perkiraannya karena Diana mamakai pakaian formal.


"Terimakasih nona atas kontribusinya hari ini.." ucap pangeran.


"Sudah menjadi tugasku tuan.." ucap Diana.


Mereka pun menikmati makan malam tersebut dengan suasana kaku karena Diana lebih banyak diam dan berbicara formal.


Tiba-tiba, Kenneth datang entah darimana.


"Sayang kau sedang makan malam disini?" ucap Kenneth membuat Diana merasa terselamatkan.


"Sayang, kapan kau tiba.. " ucap Diana langsung menghampiri dan mencium pipi Kenneth.


Hal itu pun sontak membuat sang pangeran kesal.


"Aku baru saja tiba, dan ingin memberimu kejutan.." ucap Kenneth.


"Aku sedang makan malam bersama pangeran.. biar aku perkenalkan.." ucap Diana.

__ADS_1


"Aku juga sedang bersama pangeran.." ucap Kenneth.


"Benarkah?" tanya Diana.


"Ya.. itu benar.. aku akan berkenalan dengan pengeran yg sedang bersamamu dulu.." ucap Kenneth.


Kenneth pun mendekat dan memperkenalkan diri pada pangeran tersebut, sontak sang pangeran terkejut karena pria yg menikahi Diana adalah kapten tim alfa sendiri, tepatnya mantan tim alfa.


"Kau.." ucap pangeran.


"Benar tuan, aku dulu adalah mantan kapten tim alfa.. anda mengenaliku dengan baik.." ucap Kenneth.


"Kami belum lama menikah, jadi masih terlihat mesra. Mohon maaf jika itu tak sopan buat anda.." ucap Diana memanas-manasi.


"Aku bisa mengerti." ucap pangeran.


Lalu tiba-tiba seorang pria berbadan tinggi besar mendatangi mereka dan membuat sang pangeran panas dingin.


"Maaf tuan, ini istriku.. apa anda sudah ingin pergi?" tanya Keneth melihat seorang pria tersebut.


"Benar, tuanku ingin segera pergi tapi nampaknya ada yg menarik disini.." ucap pria bernama Saba.


"Maafkan aku tuan Saba.. kumohon jangan beritahukan pada tuanku.." ucap sang pangeran membuat Diana menarik sudut bibirnya.


"Maaf ada apa ini?" tanya Diana pura-pura terkejut.


"Nona, orang ini bukanlah pangeran kami. Tapi hanya pemgeran pengganti untuk mengurusi hal-hal yg berkaitan dengan dunia luar. Semua demi keamanan anggota keluarga kerajaan.." ucap Saba.


"Jadi, dia bukan pangeran. Pantas saja aneh karena selalu meminta untuk makan malam berdua walaupun suamiku belum mengijinkan.." ucap Diana.


"Maaf atas insiden ini nona.. Saya harap anda bisa memaafkan kami.. dan kami akan menindak orang ini atas penyalahgunaan kekuasaan.." ucap Saba.


"Baiklah tuan Saba. Terimakasih atas pengertian anda.. " ucap Diana.


Lalu Saba menyeret sang pangeran palsu keluar untuk memberikan hukuman. Sementara Diana tersenyum melihat Kenneth datang tepat waktu.


"Kau selalu tepat waktu.." ucap Diana.


"Tentu saja, aku takkan membiarkan pria itu berlama-lama didekatmu.." balas Kenneth.


"Bagaimana kau menemukan pangeran asli?" tanya Diana.


"Aku butuh bantuan Jack dan Kim.. mereka cukup berguna.." ucap Kenneth.


"Pantas saja Kim bilang tidak yakin, jadi ini semua ulahmu.." ucap Diana.


"Yah bisa dibilang begitu, aku akan muncul seperti suami idaman yg bisa diandalkan.." ucap Kenneth.


"Baiklah.. suamiku yg tampan.." ucap Diana.


"Terimakasib istriku yg perkasa.." ucap Kenneth.


"Kenapa julukanku tidak enak didengar?" tanya Diana.


"Kau mampu menghadapi penyerangan hari ini bersama yg lain.." ucap Kenneth.


"Tapi tak perlu menyebutku perkasa kan..?" ucap Diana kesal.


"Oke.. maaf.." ucap Kenneth tersenyum.


Akhirnya mereka pun bisa bertemu setelah sekian lama dan mengobrol hangat malam itu. Saling bertanya pekerjaan dan kabar masing-masing yg membuat hati mereka kembali tenang. Diana pun merasa kegelisahannya hilang setelah melihat Kenneth. Dan begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


Baru saja mereka menikmati kebersamaan dan hendak beristirahat di hotel. Tapi Diana mendapat panggilan dari tim alfa membuatnya harus segera kesana. Kenneth pun akan ikut untuk melindungi Diana.


__ADS_2