Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.120


__ADS_3

Akhirnya Chris pun tahu kalau Alfi adalah kekasih Sofia.


"Sudahlah bung, jangan bersedih.. kita lihat saja apa rencana Sofia.." ucap Chris.


"Aku tahu, tapi aku tak sanggup melihatnya malam ini.." ucap Alfi.


"Kau tahu kenapa aku mau menjadi sekutunya?" tanya Chris.


"Memangnya kenapa?" tanya Alfi.


"Dia mengajariku bagaimana cara membalas tanpa harus berbuat jahat.. dia melawan karena memang harus melawan.. dan aku jadi yakin tanpa keluargaku pun aku bisa tetap hidup seperti sekarang.." ucap Chris.


"Jadi kau jangan patah semangat.. aku yakin jika kau berjodoh dengannya pasti kalian akan bersama.." tambah Chris.


"Terimakasih Chris, aku tak menyangka kau akan berubah seperti sekarang.." ucap Alfi.


"Ya.. aku akan berusaha menjadi lebih baik.." ucap Chris.


"Baiklah, aku juga tak mau menyerah sampai disini.. aku tak mau kalah darimu.." ucap Alfi.


"Oke.. mulai saat ini kita bisa berteman, bagaimana?" tanya Chris.


"Oke.." balas Alfi dengan berjabat tangan.


"Sepertinya acaranya sudah usai, aku akan masuk dulu agar keluargaku tidak curiga.." ucap Chris.


"Baiklah.." balas Alfi.


Chris pun masuk dan akan beralasan merokok diluar agar keluarganya tidak curiga. Ia pun masuk dan melihat Vall tersenyum penuh kemenangan. Sementara tuan Felix dan istrinya sangat bahagia mendapat calon menantu bak harta karun. "Kalian pasti sangat senang mendapat menantu dari keluarga yg sangat kaya, hari ini kalian boleh senang tapi nanti aku takkan membiarkan kalian senang..!" gumam Chris dalam hati.


Tuan Felix pun mendekati Chris.


"Kau tinggal dimana selama ini?" tanya tuan Felix.


"Aku tinggal di apartemenku.. " ucap Chris.


"Cih, memangnya kau bisa apa tanpa keluarga Felix.. apa pekerjaanmu?" tanya tuan Felix.


"Hanya bisnis suku cadang mobil, mungkin tidak besar tapi aku suka dengan pekerjaannya.. dan cukup untukku hidup.." ucap Chris.


"Dasar anak bodoh, kau melepaskan segalanya dan memilih bisnis recehan.." ucap tuan Felix.


"Iya ayah, bukankah D'Textile juga awalnya bisnis kecil? dan ayah mengembangkannya jadi besar, jadi kenapa aku tak mampu melakukannya juga pada bisnisku.." ucap Chris.


"Ah sudahlah terserah padamu, tapi jika kau berulah aku takkan membantumu lagi.. dan lihatlah adikmu bukan hanya pintar menjalankan bisnis tapi juga mendapatkan putri konglongmerat." ucap tuan Felix.


"Aku tahu ayah, dan Vall memang hebat.. maaf sudah membuatmu kecewa.." balas Chris santai.


"Ya.. sekarang terserah padamu mau pulang kerumah atau tidak.." ucap tuan Felix berlalu.


Tuan Felix lebih memilih mendekati Satria dan Reina daripada mengurus Chris. Ia terus sok akrab pada mereka berdua terutama pada Reina. Kenan pun berada jauh dari mereka memperhatikan dari kejauhan. Ia sangat tahu perasaan kakaknya kini, Sofia sedang memasang topeng bahagia dibalik wajah sedihnya. "Kakak aku tahu ini berat, tapi kau tetap melakukannya.." gumam Kenan dalam hati.


Acara pun berakhir, Sofia dan keluarganya pun pulang keapartemen mereka, begitu juga Vall dan keluarganya. Mereka sangat bahagia, tapi berbeda dengan Sofia yg sangat lelah dan keluarganya yg santai sekali.


"Sofia kau baik-baik saja?" tanya Reina.


"Aku lelah bu.." jawab Sofia.

__ADS_1


"Yasudah ayo kita pulang.." ucap Reina.


Mereka pun pulang, tapi Kenan memanggil Sofia ke mobilnya.


"Ada apa Ken?" tanya Sofia.


"Masuklah, ada yg ingin bicara denganmu.." ucap Kenan.


"Baiklah.." ucap Sofia masuk, dan Kenan juga ikut masuk setelah mengabari ibunya untuk pulang terlebih dahulu.


"Alfi.. " ucap Sofia tak mampu berkata-kata lagi.


"Iya aku datang.. aku penasaran seperti apa acaranya.." ucap Alfi.


"Maaf.." balas Sofia.


"Aku tahu ini adalah rencanamu.. aku mengerti.." balas Alfi.


"Haruskah aku turun agar kalian bebas mengobrol?" tanya Kenan.


"Tidak.." ucap Alfi.


"Kalau kau turun, kau naik apa pulang? ini sudah malam.." ucap Sofia.


"Baiklah.." ucap Kenan.


"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja Sofia.. " balas Alfi.


"Ya aku baik-baik saja, kau tahu kan aku cukup kuat.." ucap Sofia.


Lalu mereka bertiga pun hening selama perjalanan.


"Mau sampai kapan kalian terdiam? baiklah aku akan menelpon anak buahku untuk menjemputku.." ucap Kenan.


Dan tak lama anak buahnya pun muncul. Kenan turun dan memberikan kunci mobil pada Alfi.


"Alfi kau pergilah bersama kakakku, selesaikan urusan kalian tapi ingat jangan macam-macam mobil ini ada cctv.." ucap Kenan.


"Baiklah.. terimakasih atas pengertiannya." balas Alfi.


"Ya.. ingat habis ini kau harus apa.." ucap Kenan.


"Aku tahu.." balas Alfi.


Kenan pun pulang bersama anak buahnya dengan mobil lain dan Sofia pergi bersama Alfi.


"Apa kau tidak dingin dengan gaun itu?" tanya Alfi lalu melepas jas yg ia kenakan.


"Iya rasa dingin masih belum apa-apa dibanding masalahku.." ucap Sofia.


"Kau ini, kalau kau sakit memangnya rencanamu akan berjalan lancar?" tanya Alfi kesal.


"Haaatchii.." Sofia pun mulai bersin.


"Tuh kan baru juga diomongin.. ini tisu.." ucap Alfi.


"Ya terimakasih.." balas Sofia membersihkan hidungnya.

__ADS_1


"Sofia apa rencanamu? kau tak mau mengatakannya padaku?" tanya Alfi.


"Maaf hanya aku yg bisa melakukannya.." ucap Sofia.


"Baiklah, jika kau memang keras kepala." ucap Alfi.


"Rasanya sudah lama sekali kita tak berdebat.." ucap Sofia tersenyum.


"Kau ini malah suka sekali berdebat denganku.." ucap Alfi.


"Karena kau pasti akan kalah.." balas Sofia.


"Ya dan kau tahu itu.." ucap Alfi.


"Al.." panggil Sofia.


"Iya ada apa?" tanya Alfi.


"Aku merindukanmu.." ucap Sofia.


Alfi pun menepikan mobilnya, kemudian tersenyum pada Sofia.


"Aku juga sangat merindukanmu Sofia.." ucap Alfi..


"Al berjanjilah padaku, jika rencanaku gagal jangan menungguku.." ucap Sofia.


"Apa maksudmu? bukankah kau menjadikanmu jaminan?" tanya Alfi kesal.


"Ya, tapi dia selalu menjadikan orang terdekatku sebagai sanjatanya.." ucap Sofia.


"Sofia dengarkan aku, aku percaya padamu.. kau pasti berhasil.." ucap Alfi.


"Tidak Al, jangan terlalu berharap.. berjanjilah padaku jika aku gagal jangan menungguku.." ucap Sofia.


"Tidak aku akan tetap menunggumu.." ucap Alfi.


"Al ber.." ucapan Sofia pun terhenti saat Alfi mencium bibirnya.


Mereka pun berciuman di dalam mobil, di jalan yg sepi karena sudah malam. Sofia pun nampak membalas dan tak menolaknya. Hingga Alfi melepaskan ciumannya karena takut berbuat khilaf.


"Sofia aku berjanji akan membantumu.. ingat kau tak sendiri di dunia ini.. kau mengerti?" ucap Alfi.


"Iya.." balas Sofia menitihkan air mata.


"Bagus, ini baru Sofia yg kukenal.." ucap Alfi memeluk Sofia.


"Ayo kita pulang.." ucap Alfi melepaskan pelukan.


"Baiklah.." balas Sofia.


Mereka pun akhirnya pulang. Sofia pun sampai diapartemen dan langsung tidur dikamarnya setelah berganti pakaian. Ia melupakan makan malam karena seleranya hilang akibat masalah ini.


Alfi pun menginap di apartemen Kenan, dan esoknya akan kembali ke Singapura. Begitu juga dengan Reina dan juga Satria. Sementara Kenan menjaga kakaknya selama di Italia.


Sementara Vall sangat bahagia malam ini. Ia terus melihat hasil foto pertunangannya dengan Sofia malam ini dan tersenyum. Ia juga berkali-kali melihat cincin yg meingkar di jari manisnya.


"Sofia.. kau akhirnya menjadi milikku dan tinggal selangkah lagi.." gumam Vall sembari menenggak wine di gelasnya.

__ADS_1


__ADS_2