Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP. 82


__ADS_3

Akhirnya hari dimana Vall meninggalkan mansion itu pun tiba. Vall pun berpamitan dengan Sofia layaknya sudah menjadi istrinya sendiri, sementara Sofia terus menolaknya.


"Sayang aku pergi dulu, aku akan cepat kembali.." ucap Vall seraya memeluk Sofia.


"Cukup tuan Vall.." ucap Sofia langsung melerainya.


"Tidak.." balas Vall malah mengeratkan pelukannya.


Disis lain Alfi merasa panas atas apa yg ia saksikan saat ini. "baj****an gila ini benar-benar minta dihajar sampai mati..!" gerutu Alfi melihat pemandangan yg menusuk ke hatinya.


Sementara Sofia pun bertindak karena diperlakukan seenaknya pada Vall. Sofia menendang kaki Vall dengan keras.


Duukkkk..!


"Akhh..! sayang kau masih saja kasar padaku.." ucap Vall meringis kesakitan.


"Anda tidak apa tuan?" tanya William membantu tuanny.


"Nona anda sudah keterlaluan.." ucap William.


"Ya, lalu kalian ini apa ? menculik seorang gadis dan memaksanya untuk bertunangan..?" tanya Sofia kesal dan William pun tak mampu menjawabnya.


"Sudahlah Will, semakin kau keras padanya semakin juga ia akan keras melawanmu.. " ucap Vall melihat punggung Sofia yg sudah meninggalkannya lebih dulu.


"Jadi anda akan membiarkannya? begitu.." ucap William.


"Iya untuk sementara biarkan saja, hingga saatnya tiba ia akan menuruti segala keinginanku.." ucap Vall.


"Baik tuan.." ucap William. "Dasar wanita gila.." gerutu William dalam hati.


Vall pun pergi meninggalkan mansion tersebut diantar oleh William dan beberapa anak buahnya. William pun tak mau kecolongan dengan menaruh banyak anak buahnya di mansion tersebut.


Sementara Sofia kini berada di dalam kamarnya, Alfi menyempatkan diri untuk bertemu Sofia. Dengan dalih memeriksa kondisi kesehatan Sofia ia berhasil masuk ke dalam kamar Sofia.


"Sofia.." ucap Alfi pelan.


"Ya, ada apa Al? apakah sekarang saatnya?" tanya Sofia.


"Tunggulah aba-aba dari Kenan.." ucap Alfi memberikan earphone agar bisa terhubung dengan Kenan.


"Pakailah.. aku akan berjaga disekitarmu.." ucap Alfi.


☘☘☘


Sementara Satria kini tengah memancing anak buah Vall keluar dari kandangnya. Ia sengaja menampakkan diri dihadapan mereka dan memancing seluruh anak buah Vall.


"Hai.. kalian masih ingat aku?" tanya Satria muncul.


"Kau.. !" ucap salah seorang.


"Aku masih hidup dan akan menjemput putriku.." ucap Satria.


Satria pun menghajar mereka semua dan membuat kekacauan di depan mansion. Sementara orang suruhan Alfi sedang menyamar sebagai Sofia berhasil keluar dan memanggil Satria.


"Ayah.." ucap Sofia Kw.

__ADS_1


"Ya tunggu sebentar.." ucap Satria sambil menghajar mereka semua.


Dengan cepat Satria melewati mereka semua dan membawa Sofia Kw ke dalam mobil. Dan salah seorang dari mereka memanggil bantuan dan muncullah banyak anak buah Vall yg panik Sofia dijemput paksa Satria.


"Kalian cepat.. kejar dia!! jika lolos kita semua bisa mati..!"


Mereka pun mengejar Satria dengan mobil mereka dan tak memperdulikan mansion yg kini kosong, hanya menyisakan para pelayan.


"Kalian bersiap.." ucap Kenan di telepon.


"Ya,.." ucap Sofia dan Alfi bersamaan.


Kenan pun datang begitu rombongan pasukan tersebut pergi jauh. Ia pun membawa beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga. Kenan pun masuk dengan mudah karena ia berhasil membobol akses mansion tersebut.


Kenan pun langsung masuk ke dalam mansion, dan ia langsung menghubungi Sofia dan Alfi.


"Kalian ada dimana?" tanya Kenan.


"Kami di dalam kamar.." ucap Alfi.


"Kami akan segera keluar tunggulah dibawah.." ucap Sofia.


"Tidak kami akan menyusul kalian.." ucap Kenan menanyakan letak kamar Sofia.


"Al ayo kita beraksi.." ucap Sofia.


"Baiklah Sofia.." ucap Alfi tersenyum.


Alfi pun keluar lebih dahulu. Ia pun memukul kencang kedua penjaga di depan pintu kamar. Hingga kedua penjaga tersebut pun pingsan. Sofia pun keluar kamar setelah mendengar teriakan.


"Oke.. ayo jalan.." ucap Alfi.


Sementara itu Kenan yg sedang memasuki mansion diserang dari belakang oleh seseorang.


Bughh..


"Wah ternyata ini tangan kanan BlackStar.." ucap Kenan sembari bangkit dari jatuhnya.


"Kurang ajar.. berani sekali kau mengacaukan tempat ini..!" ucap William.


"Yah karena kalian berani menyentuh pemimpin SHIELD.. maka kami takkan tinggal diam.." ucap Kenan.


"Maaf kau tak bisa mengambil paksa nona Sofia.. langkahi dulu mayatku.." ucap William.


"Menarik, ayo kita lihat kekuatan tangan kanan BlackStar.." ucap Kenan.


Dan mereka pun bertarung di dalam mansion tersebut, diikuti dengan anak buah yg dibawa oleh William bertarung dengan anak buah Sofia.


Kedua kubu pun tengah bertarung, tanpa sadar Sofia melihat mereka dari lantai atas.


"Al, Kenan sedang bertarung dibawah.." ucap Sofia.


"Wah bagaimana ini?" tanya Alfi.


"Bagaimana apanya ya kita bantulah.." ucap Sofia langsung berlari menuruni anak tangga.

__ADS_1


Sofia pun langsung menerjang anak buah BlackStar yg mengepung anak buahnya.


Bughh..bughh..


"Rasakan itu..! sudah sekian lama aku menahannya.." ucap Sofia.


"Nona.." ucap anak buah Sofia.


"Nona Sofia kau..!" ucap William marah melihat Sofia menghajar anak buahnya.


Bughhh..!


Kenan pun melancarkan tinjunya saat William menatap ke arah Sofia.


"Perhatikan lawanmu!! jangan alihkan pandanganmu.." ucap Kenan kesal.


"Kalian..!" ucap William.


Dan Kenan terus menghajar William hingga pingsan, begitu juga dengan seluruh anak buahnya yg tersisa.


"Ayo kita keluar, aku sudah merindukan udara segar.." ucap Sofia mengajak semuanya.


"Ayo kita keluar.. ayah pasti sudah membereskan yg lain.." ucap Kenan.


Mereka semua pun berhasil keluar dari mansion tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil. Saat baru masuk ke dalam mobil ayah mereka mengabari keadaannya.


"Kenan bagaimana disana?" tanya Satria khawatir.


"Kami baik-baik saja ayah, kakak juga selamat.. bagaimana kondisi ayah?" ucap Kenan.


"Tentu saja semuanya beres,.. ayo kita bertemu di markas kita.. " ucap Satria.


"Oke.." ucap Kenan.


Dan rombongan mereka pun menuju markas yg tak lain adalah hotel tempat mereka. Satria sudah tak sabar ingin bertemu putrinya. "Akhirnya Sofia bisa bebas dari baj****an itu..!" gumam Satria dalam hati.


Kini Satria pun telah tiba lebih dahulu di kamar hotel menanti kedua anaknya. Tak lama mereka pun tiba dan Satria langsung membukakan pintunya.


"Sofiaa.." ucapnya seraya memeluk putrinya.


"Ayah.." ucap Sofia yg menyambut pelukan ayahnya.


Semua pun langsung masuk ke dalam dan melaporkan segalanya.


☘☘☘


Sementara Vall yg sedang terbang dipesawat tidak mengetahui kaadaan mansionnya yg kacau balau. William pun udah babak belur dihajar Kenan, dan juga anak buahnya sudah tumbang semua.


"Setelah ini aku akan pulang dan memeluk Sofiaku.." gumamnya dalam hati.


Namun beberapa jam setelah ia mendarat dan turun dari pesawatnya, langsung didekati orang-orangnya. Vall pun harus menerima pil pahit bahwa William dan anak buahnya sudah tumbang oleh SHIELD. Bahkan Satria yg dikira sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat nampaknya masih hidup dan sudah menghajar orang-orangnya. Dan yg paling parah, Sofia yg dianggap tunangannya pun berhasil keluar dari mansionnya.


"Da***n!! Aku harus kembali..!" umpat Vall.


Tapi langkahnya terhenti saat ayahnya menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2