Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.72


__ADS_3

Sementara itu Sofia tengah dibawa menuju negara Y. Mereka hanya mengobati Sofia seadanya. Lalu setelah tiba, mereka langsung mengobati Sofia dengan benar. Tak lupa tangan Sofia dirantai dengan besi di ranjangnya.


Setelah beberapa hari Sofia dibuat tertidur oleh obat yg sengaja disuntikkan ke tubuh Sofia agar ia tidak bangun dan mencoba kabur. Akhirnya di hari ketiga ia bisa sadar karena mereka berhenti memberikan suntikan atas perintah William asisten big boss nya.


"Akhhh dimana ini.." ucap Sofia disebuah ruangan.


Ia pun tak bisa menggerakkan tangannya dengan bebas karena terikat rantai. Ia pun menarik-narik tangannya untuk melihat seberapa luas ruang geraknya.


"Akhh sial.. aku baru ingat kalau aku tertangkap.. tapi dimana ini?" gumamnya menatap sekeliling.


Ia melihat-lihat tulisan disekitarnya, namun tak ada jawaban.


"Sudahlah nanti juga mereka muncul.." gumam Sofia.


Kemudian datanglah seorang perawat, dan mengecek kondisi Sofia.


"Anda sudah bangun nona.. "


"Ya baru saja, dimana aku?" tanya Sofia.


"Dirumah sakit C nona.." ucapnya sesuai perintah atasannya.


"Ya dan dinegara mana kita?" tanya Sofia.


"Maaf nona, saya dilarang berbicara tentang rumah sakit ini.." ucapnya lalu mengecek luka Sofia dan pergi.


"Ckk.. aku terjebak dan tak tahu arah.." gumam Sofia.


Ia kini hanya bisa beristirahat dan mengawasi sekitar. Bahkan saat ia ingin ketoilet pun, ia harus berteriak-teriak meminta ijin. Sungguh hidup yg menyebalkan baginya. Ia terus berpikir seharian, walaupun mereka semua baik dan merawatnya tapi ia yakin sekali kalau mereka adalah BlackStar.


"Mereka baik, memberiku makan, dan juga mengobati lukaku.. tapi dimana BlackStar??" gumamnya dalam hati.


Hingga pada sore hari Sofia diberikan suntikan yg mencurigakan. Tapi ia tak mampu menolaknya dan langsung terlelap setelah disuntik. Dan dengan cepat orang-orang membawanya ke dalam mobil menuju ke suatu tempat.


Setibanya disuatu tempat, ia ditempatkan di kamar khusus. Dan tibalah seorang yg mereka panggil bos besar.


"Selamat datang tuan.."


"Terimakasih sambutannya, bagaimana dengan tugas yg kuminta?" tanya Vall.


"Sudah selesai boss, kini wanita itu ada diruangan yg telah kami siapkan.."


"Bagus, tunjukkan padaku dimana ruangannya.." ucap Vall.


"Silahkan ikuti saya tuan.."

__ADS_1


Lalu Vall dan William yg baru saja tiba langsung mengikutinya. Nampak wajah Vall terlihat sedikit khawatir dan membuat William sang asisten curiga. "Apa tuan Vall menyukai wanita ini?? semoga saja tidak atau rencananya akan berantakan.." gumam William dalam hati.


Tibalah Vall di sebuah kamar, dan tampak seorang wanita tengah tertidur. Ia langsung melihat wajah Sofia, ada beberapa luka lebam di wajah dan juga tubuhnya. Ia sedikit merasa bersalah, namun juga bingung akan bagaimana ia membalas dendam pada wanita tersebut.


Lalu seorang dokter pun muncul.


"Apakah tuan ingin wanita ini sadar?" tanya dokter tersebut.


"Sejak kapan ia kalian buat tertidur?" balas Vall.


"Sudah 4 jam tuan, dan obatnya berlaku 8 jam.. jika tuan ingin wanita ini sadar, maka kami akan menyuntikkan serum untuk membuatnya sadar kembali.." ucap si dokter.


"Biarkan saja, besok aku baru akan bicara padanya.. " ucap Vall lalu keluar dari ruangan tersebut diikuti Wiliiam.


Dan William yakin benar setelah melihat interaksi bosnya dengan wanita tersebut. "Benar dugaanku tuan Vall menyukai gadis itu.." gumam William dalam hati.


Kemudian sampailah mereka diruang kerja milik Vall. Vall pun duduk melamun di kursinya sembari mengusap wajahnya. Ia tampak semakin bingung.


"Ada apa tuan? apa anda butuh bantuan?" tanya William.


"Aku.. tak tahu akan bicara apa denganmu.." jawab Vall.


"Maksud anda apa tuan?" tanya William tak mengerti.


"Ceritakanlah tuan, mungkin aku bisa memberi saran yg membantumu.." ucap William.


"Jadi, aku.. menyukai wanita itu, padahal orang tuanya sudah membunuh ayahku.. dan akupun sudah melenyapkan kedua orang tuanya.. Balas dendamku hanya tinggal beberapa langkah lagi tapi.. kenapa aku harus menyukai wanita itu.. dan lagi aku pernah diselamatkan olehnya dimasa lalu.." ucap Vall sembari mengusap wajahnya.


"Anda harus pikirkan matang-matang tujuan dan akibat dari tindakan tuan dimasa mendatang agar tuan tidak menyesal.. dan ikuti saja kata hati anda.." ucap William.


"Baiklah Will, biarkan aku sendiri.." ucap Vall lalu William pun mengerti dan meninggalkan bosnya tersebut.


Karena penasaran, William mencari tahu tentang gadis bernama Sofia tersebut. Tak berapa lama, berkas mengenai Sofia pun tiba di mejanya. Ia pun kaget bukan main saat tahu siapa Sofia sebenarnya.


"Oh tidak! Apa benar gadis itu sekuat tim profesional BlackStar.. Rasanya tak salah ia dipilih sebagai pimpinan SHIELD.. bahkan mampu menghancurkan plan S di US.." gumam William dalam hati.


Dan yg paling membuatnya frustasi adalah tuannya menyukai gadis tersebut. Kini ia bingung harus mendukung keputusan tuannya untuk membalas dendam atau justru mengakhiri balas dendamnya dan hidup damai dengan wanita tersebut.


"Pilihan yg sulit, pantas tuan begitu bimbang.." gumam William dalam hati.


Bagaimana tidak bingung, kalau ibunya Vall begitu ngotot ingin balas dendam pada keluarga Sofia. Kini Vall sedang berada di ruangannya menatap foto Sofia yg ia ambil diam-diam saat acara ulang tahun SGroup kemarin. Ia menatap serius foto yg berada di ponselnya.


"Kalau aku memilihmu aku akan jadi anak durhaka, tapi apakah aku tega berbuat jahat padamu?" gumamnya menatap foto Sofia.


Hingga malam pun tiba, Vall memilih tidur di kamarnya yg berada di rumah besar tersebut. Dan tak ada yg tahu mengenai rumah besar milik Vall di negara Y, hingga SHIELD pun tak akan tau keberadaan Sofia.

__ADS_1


☘☘☘


Sehari setelah Sofia menghilang, tibalah sebuah kapal di pinggiran hutan. Ternyata dibalik lebatnya hutan gambut terdapat tempat tersembunyi untuk melabuhkan kapal yg lumayan besar tersebut. Setelah kapten kapal menaruh jangkar dan memarkirkan kapalnya, tuan Guido turun dan memberikan sinyal pada rekannya.


Ia meniupkan sebuah pluit unik dari sakunya. Tak berapa lama nampak beberapa orang datang menghampirinya dan mengobrol. Lalu ia memperkenalkan Kenan dan anak buahnya serta tujuan mereka datang kesana. Tanpa basa-basi mereka langsung diajak masuk ke desa mereka. Mereka diantar melewati hutan belantara tersebut.


Selang 30 menit, tibalah mereka disebuah desa kecil. Kebetulan, disana ada tuan Ren dan Satria sedang berbincang. Guido pun mengajak Kenan untuk bertemu kepala suku di desanya.


"Itu tuan Ren pemimpin kami.." tunjuk Guido.


Lalu mereka mendekat dan Kenan nampak tak asing dengan pria disebelahnya. Dan saat mereka tiba, baik tuan Ren maupum Satria menoleh ke arah Guido.


"Kenan..!" ucap Satria terkejut.


"Ayah.." ucap Kenan bersamaan dengan Satria.


"Ja-jadi ayah ada disini? apakah ibu juga selamat?" tanya Kenan.


"Tentu nak.." ucap Satria memeluk putranya.


"Lalu kakak??? bukankah kakak yg mengirimkan sinyal padaku?" tanya Kenan.


"Ceritanya panjang, nanti ayah ceritakan.. " ucap Satria.


"Ehmm.. tuan Kenan.." ucap Guido.


"Iya maaf tuan Guido, aku terkejut bisa bertemu ayahku.. dan anda pasti tuan Ren?" ucap Kenan mengulurkan tangannya.


"Selamat datang tuan..?" ucap Ren terhenti.


"Kenan.." ucap Kenan.


"Ya, tampaknya aku tak perlu memperkenalkan banyak hal, sebuah kebetulan yg hebat ternyata kalian bisa bertemu kembali.." ucap Ren.


"Iya tuan.." ucap Kenan.


"Baiklah, rasanya ini adalah waktumu dan keluargamu tuan Satria.. kalau begitu aku dan Guido pamit.." ucap tuan Ren memberikan waktu pada Satria dan putranya.


Dan Satria membawa Kenan menuju tempat tinggalnya, karena Reina pasti sangat senang bertemu putranya kembali.


"Ikutlah pulang bersama ayah.." ucap Satria.


"Baiklah, tapi aku tak sendiri ayah.. ada mereka juga.." ucap Kenan.


"Baiklah ajak mereka juga.." ucap Satria lalu mereka pergi bersama.

__ADS_1


__ADS_2