
Keesokan harinya Sofia memeriksakan dirinya untuk memastikan apakah dia benar-benar hamil atau tidak. Dia pun berangkat bersama Alfi menuju ke rumah sakit, dan Alfi sudah membuat janji bertemu pada rekannya di rumah sakit tersebut.
Begitu tiba, Alfi langsung mengajak Sofia ke bagian dokter kandungan rekannya. Semua mata pun memerhatikan pasangan tersebut sembari bergosip ria. Sofia yg tahu hanya membalasnya dengan keisengan. "Mari kita lihat apakah setelah ini kalian masih berani bergosip.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia yg sedang iseng pun melakukan sesuatu hingga Alfi bingung melihat tingkahnya.
"Sayang sedang apa?" tanya Alfi.
"Iseng..hehe.." balas Sofia.
Sofia pun melihat mereka tengah asik mengobrol dan bergosip, hingga muncul sebuah ide untuk menakut-nakuti mereka. Saat mereka sedang tak fokus, Sofia mengglindingkan tong sampah secara tiba-tiba dan langsung kabur.
Brakkkk...
"*Aaaaaaa.." teriak para perawat itu.
"Siapa disana??"
"Sepertinya tidak ada orang.."
"Apa ada tikus atau kucing di rumah sakit ini??"
"Kau gila? disini harus selalu steril"
"Jangan-jangan hantu.. hiiii..." teriak mereka*.
Sementara Sofia tertawa-tawa memasuki lift.
"Hahaha.. rasakan.." ucap Sofia.
"Kau itu jail sekali.." ucap Alfi.
"Mereka yg cari masalah denganku.." ucap Sofia tersenyum.
"Oke.. mari kita periksa kandunganmu.." ucap Alfi.
Mereka pun keluar dari lift dan menuju ke ruangan dokter kandungan. Sofia pun mulai panik, karena melihat Alfi sangat gembira kalau ia hamil dan bagaimana jika hasilnya justru ia tidak hamil?? membayangkannya saja membuatnya mau muntah.
"Silahkan nyonya.." ucap dokter Tamara.
"Sayang pelan-pelan.." ucap Alfi dengan penuh perhatian membuat Tamara tersenyum.
"Dokter tolong periksa dengan teliti, jangan memberi kami harapan palsu.." ucap Sofia.
"Tentu nyonya.." ucap Tamara.
__ADS_1
Saat Tamara melakukan pengecekan, sebuah layar pun menampilkan kondisi rahim Sofia. Disana ada 2 kantung kecil pertanda Sofia memang tengah mengandung.
"Selamat tuan, nyonya.. nyonya Sofia benar tengah hamil dan sepertinya anak kembar.." ucap Tamara.
"Benarkah?" tanya Alfi.
"Ya.. lihat 2 kantung kecil disini.." ucap Tamara.
"Kembar?? " ucap Sofia seperti tak percaya.
"Ya sayang, anak kita kembar.." ucap Alfi memegang tangan Sofia.
"Oh tidak.. kenapa aku malah menangis?" ucap Sofia.
"Mungkin hormon anda sedang tak stabil nyonya.. itu hal normal bagi wanita hamil.. dan itu sangat mempengaruhi mood anda.." ucap Tamara.
"Jadi begitu, pantas saja.." ucap Sofia.
Setelah itu Tamara pun menjelaskan segalanya pada pasangan tersebut. Dan Sofia disarankan untuk istirahat total dari rutinitas berat selama 2 bulan kedepan. Usia kandungan Sofia masih sangat rentan yaitu 6 minggu, jadi sangat beresiko jika Sofia terlalu lelah atau stres.
Setelah mendapat penjelasan, Sofia dan Alfi pun pamit dari ruangan Tamara. Alfi menebus vitamin untuk Sofia sementara Sofia diminta istirahat diruangannya. Saat Alfi tak ada terjadi insiden antara Sofia dan juga Nathalie.
"Tuan Alfi.." ucap Nathalie dengan manja membuka ruangan Alfi, Sofia yg tengah ada disana pun hanya mengernyitkan dahi.
"Yah ternyata ada wanita yg menyedihkan ada disini.." gumam Nathalie yg masih terdengar oleh Sofia.
"Bukannya kata-kata itu untuk dirimu sendiri? " balas Sofia.
"Benarkah? tapi sepertinya nanti suamimu akan meninggalkanmu karena bayi ini.." balas Nathalie sembari mengelus perutnya.
"Memangnya kau saja yg bisa hamil? dan itu pun sepertinya bukan anak dari suamiku.." ucap Sofia tak mau kalah.
"Cih, dasar wanita menyebalkan.." ucap Nathalie.
Sofia pun merasa tak nyaman dengan pakaian yg ia kenakan.
"Ada apa nak? kalian begah ya? maafkan mommy ya mommy tidak tahu kalau kalian ada disini tadi makanya memakai pakaian ini.. Dan juga senjata mommy nampaknya mulai mengganggumu.." ucap Sofia mengeluarkan pistolnya di balik bajunya.
"Ma-mau apa kau?? mau kuhubungi polisi?" ancam Nathalie ketakutan melihat pistol Sofia.
"Silahkan saja, toh aku tak berbuat apa-apa.. dan ini akan kusimpan di tasku saja.." ucap Sofia tersenyum.
Nathalie pun meninggalkan ruangan tersebut dengan sedikit ketakutan. "Dasar wanita gila, bagaimana dia juga bisa hamil? dan mengapa ia bebas membawa senjata api kemana-mana.." gerutu Nathalie dalam hati.
Langkah Nathalie yg terburu-buru dari ruangan Alfi pun terlihat oleh Alfi yg hendak menuju ke ruangan tersebut. Dengan raut wajah panik Alfi langsung berlari ke ruangannya untuk melihat Sofia.
__ADS_1
Brakk..
"Sayang kau tak apa?" tanya Alfi.
"Ya.. aku tak apa, memangnya ada apa?" tanya Sofia.
"Tidak apa-apa.. syukurlah.." ucap Alfi.
"Oh kau melihat wanita itu tadi? dia hanya melihat ini lalu kabur karena ketakutan.. " ucap Sofia tersenyum membayangkan wajah Nathalie.
"Oke.. aku paham.. syukurlah kalian tidak berkelahi.." ucap Alfi.
"Sekalipun aku sedang hamil, dia bukan lawanku yg sepadan sayang .." ucap Sofia dan Alfi hanya tersenyum.
Alfi pun merasa kalau akhir-akhir ini Sofia memang agak jahil tak seperti biasanya. Lalu Sofia juga suka makan camilan. Dan berita baik itupun sudah dibagikan ke keluarga mereka. Semua orang nampak bahagia dan akan mengunjungi mereka dalam waktu dekat.
Beberapa hari kemudian, keluarga besar Sofia dan Alfi pun tiba di Singapura. Mereka menginap di hotel yg tak jauh dari apartemen anak mereka. Nampak para orang tua sangat bahagia akan mendapatkan 2 orang cucu kembar. Dan Doni serta ayana akan memiliki cicit. Kebahagiaan mereka pun semakin lengkap karena Kenan sudah merencakan pertunangannya dengan Alice beberapa bulan lagi.
Ucapan selamat pun datang dari semua orang untuk Sofia. Semua support dan kasih sayang pun tercurah padanya. Apapun yg Sofia minta, Alfi akan memberikannya. Hingga Reina dan Satria pun akan membeli unit apartemen di sebelahnya untuk menginap saat Sofia melahirkan nanti.
☘☘☘
Beberapa bulan kemudian, kabar Alex pun mendapat kemajuan. Ia sudah mulai menampakkan diri di tempat umum. Langsung saja tim SHIELD mengabari Sofia dan Kenan. Begitu juga orang-orang Alfi mereka menemukan Alex.
Sofia yg usia kandungannya sudah kuat pun nekat pergi ke negara tempat Alex berada. Alfi pun cemas bukan main tapi ia tak mampu mencegah Sofia, apalagi Sofia pergi dengan jet pribadi dan beberapa asisten. Padahal Kenan juga akan menangkapnya dan membawanya ke hadapan Sofia, tapi nampaknya Sofia tak sabar.
Dengan siasat Kenan, Alex berhasil menyetujui pertemuannya dengan alasan bisnis. Kenan pun tak mau kakaknya yg sedang hamil mendapat masalah besar. Ia mengajak Alex bertemu di sebuah hotel, dan Sofia sudah berada di hotel itu juga dan menyamar di tempat lain.
"Selamat datang tuan Alexander.." ucap Kenan.
"Terimakasih undangannya tuan Kenan. " ucap Alex.
"Silahkan duduk.." ucap Kenan.
Mereka pun membahas mengenai bisnis, dan ketika bahasan berakhir. Kenan menahan Alex, dan Sofia pun muncul.
"Sofia.." ucap Alex terkejut.
"Hai Alex, kau terkejut sekali.. aku ada hal yg ingin ditanyakan.. " ucap Sofia.
"Tak ada yg perlu kita bicarakan sekarang.." ucap Alex.
"Tapi kau takkan bisa kabur sebelum menjawabnya.." ucap Sofia saat para bodyguardnya muncul dan membuat Alex tak berkutik.
"Jadi mari kita mulai tanya jawabnya.." ucap Sofia tersenyum.
__ADS_1