Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP215


__ADS_3

Diana pun terus menghindari serangan demi serangan lawannya. Kalau sampai salah langkah ia bisa terluka parah.


Sett..Sett..Seett..


Duakhh..


Diana pun menendang perut musuhnya, dan menjatuhkan pedangnya. Tak berhenti sampai disitu Diana menghajarnya hingga ia tak mampu melawan lagi. Kemudian ia membantu rekannya yg lain, ia mengeluarkan pistolnya dan menembak musuh yg mengeroyok rekannya.


Dorr..Dorr..Dorr..


"Terimakasih Diana.. " ucap rekannya.


"Gawat pintunya terbuka.." ucap Diana dan mereka langsung masuk untuk memastikan keadaan pangeran.


"Tidak.. kita terlambat .." ucap Diana saat melihat sang pangeran sudah ditahan.


"Jatuhkan senjata kalian atau pangeran akan mati..!"


"Baiklah.." ucap Kenneth memberi kode pada yg lain untuk menjatuhkan senjatanya.


Dalam situasi darurat Diana mencoba untuk menarik perhatian agar kaptennya bisa bergerak. Diana melihat sebuah vas dan menjatuhkannya untuk menarik perhatian.


Dukk.. Praaankk..!


Seketika perhatian pun teralihkan dan dengan cepat Kenneth memukul sang pembunuh bayaran hingga pisau ditangannya terjatuh. Dan dengan sigap ia menghajar pembunuh bayaran tersebut hingga pingsan.


"Kerja bagus Diana.." ucap Kenneth.


"Ya kapt.." balas Diana.


Saat Kenneth melihat Diana tangannya sudah penuh darah, kemungkinan ia terkena pecahannya saat pura-pura terjatuh.


Semua pun merasa lega karena pembunuh bayaran tersebut sudah ditangkap dan diamankan. Dan pangeran selamat tanpa ada luka sedikitpun. Sang pangeran pun mengucapkan terimakasih pada tim SHIELD yg mengawalnya selama ia disini. Kini sang pangeran lebih mempercayai pengawalan SHIELD daripada pengawal bayaran yg ia bawa dan hanya ada beberapa yg ia percayai yg selalu ada untuknya.


Sementara Diana ia dilarikan ke rumah sakit saat lengannya terkena pecahan vas bunga. Bagian lengannya harus dijahit karena terluka cukup dalam. Sementara Kenneth dan yg lainnya masih mengawal pangeran.


Setelah kondisinya membaik, Diana kembali ke hotel untuk menjalankan misinya. Ia merasa hanya mengalami luka ringan yg tak harus istirahat lama-lama dari pekerjaannya. Sang pangeran pun berterimakasih pada Kenneth dan Diana, beserta semua tim alfa yg bertugas.


"Terimakasih atas bantuan kalian, aku bersyukur atas tindakan kalian yg berani.." ucap sang pangeran.


"Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami tuan.. " ucap Kenneth.


"Dan anda nona, anda sangat berani mengambil resiko.. aku mengagumi keberanianmu.." ucap sang pangeran.


"Terimakasih tuan, saya hanya menjalankan tugas.." balas Diana.


"Apa lengan anda baik-baik saja?" tanya pangeran.

__ADS_1


"Ya.. hanya sedikit goresan.." ucap Diana.


"Aku harap kau lekas sembuh.. bagaimana jika kita sarapan pagi bersama sebagai bentuk rasa terimakasihku.." ucap pangeran.


"Maaf pangeran kami hanya melakukan tugas kami.." ucap Kenneth.


"Aku tak suka penolakan, kalian harus menerimanya." ucap pangeran.


"Baik pangeran terimakasih.. " ucap Diana dan langsung ditatap Kenneth.


Setelah berbincang, Kenneth pun bicara pada Diana.


"Kenapa kau menerimanya? kau ingin mendekatinya..?" tanya Kenneth.


"Kapt, sepupuku memberitahu kalau kita harus menerima pemberian mereka kalau tidak mereka akan tersinggung.." balas Diana.


"Sepupumu tahu tugas ini?" tanya Kenneth.


"Tidak, dia pernah bekerja sama dengan orang-orang dari timur tengah dan ia memberitahuku.." ucap Diana.


"Baiklah.." ucap Kenneth.


"Sudah cukup kapt kau selalu berfikiran negatif terhadapku.." ucap Diana.


"Ya aku akan melihat perkembanganmu." balas Kenneth.


Dan saat pagi, mereka dijamu dengan makanan oleh sang pangeran. Mau tak mau tim alfa pun ikut makan dengan pangeran. Pangeran pun tak henti-hentinya memuji mereka hingga menawarkan pekerjaan untuk mengawal keluarganya. Tapi Kenneth menolaknya karena semua harus berdasarkan keputusan atasan mereka yg tak lain adalah Satria dan Sofia.


"Baiklah, kuharap suatu saat nanti kalian bisa membantuku lagi.." ucap sang pangeran.


"Tentu tuan.." balas Kenneth.


"Dan nanti aku akan mengundang kalian untuk datang ke negaraku." ucap sang pangeran.


"Baiklah pangeran, nanti anda bisa menghubungi atasan kami.." ucap Kenneth.


"Nona, aku masih kagum padamu, bagaimana wanita secantik dirimu bekerja diperusahaan ini?" tanya sang pangeran.


"Aku hanya melakukan apa yg aku suka.." ucap Diana tersenyum.


"Kau suka bekerja sebagai pengawal?" tanya pangeran.


"Ya, tapi aku lebih suka membantu orang lain yg kesulitan.." balas Diana.


"Aku cukup tersentuh pada jawabanmu, mulia sekali hatimu.." ucap sang pangeran.


"Terimakasih pangeran.." balas Diana.

__ADS_1


Kemudian setelah acara makan mereka usai, pangeran harus kembali ke negaranya. Dan tim alfa kembali melakukan pengawalan sampai pangeran terbang dengan selamat. Semua kendaraan baik itu mobil ataupun pesawat sudah dicek keamanannya. Dan sesaat sebelum sang pangeran naik ke dalam pesawat pribadinya, ia berbicara pada Diana.


"Nona, jika anda butuh bantuan anda bisa hubungi aku.." ucap pangeran seraya memberikan sebuah card.


"Anda tidak perlu begini tuan.." ucap Diana menolak.


"Ini adalah akses khusus, kau bisa menghubungi asistenku jika ingin menggunakannya." ucap Sang pangeran tersenyum lalu meninggalkan Diana.


Diana pun terpaku dan hanya bisa tersenyum saat pangeran sudah memasuki pesawatnya. Dan teman-temannya sudah menggodanya dengan berdehem. Ketika pangeran sudah lepas landas, ada sebuket bunga untuk Diana dari sang pangeran.


"Untuk wanita berhati mulia.." kalimat yg ada di kartu yg terselip dalam buket bunga tersebut.


"Ehemm.. Ehemm.."


"Diana apakah dia targetmu kali ini?" goda rekannya.


"Hush.. sayangnya dia bukan tipeku.." balas Diana tersenyum.


"Ck.. sombong sekali, bukankah dia kaya dan juga tampan.." ucap Kenneth.


"Kau jauh lebih tampan kapt.. dan tubuhmu lebih atletis.." goda Diana.


Kenneth pun langsung memerah dan mengeluarkan kata-kata pedasnya.


"Dasar kau suka melihat tubuhku ya.. atau jangan-jangan kau itu mesumm.." ucap Kenneth.


"Mau bagaimana lagi, aku kan harus selalu memperhatikanmu kapt.." balas Diana membuat Kenneth kehabisan kata-kata.


Ditengah keseruan antara Diana dan rekannya, Kenan pun menghampiri tim alfa. Dan mereka semua membungkuk hormat.


"Aku ucapkan terimakasih atas kerja keras kalian, aku senang pangeran selamat.. dan kalian berhak atas bonus karena kalian berhasil melindungi pangeran.." ucap Kenan.


"Terimakasih tuan.." balas Kenneth.


"Dan nampaknya sang pangeran tertarik pada prajurit wanita dari tim alfa sampai ia memberi sebuket bunga.." ucap Kenan tersenyum.


"Oke tak masalah Diana, kau bisa menerimanya.. dan tugas klian telah selesai.. kuharap kalian bisa terus bekerja sebaik ini.." ucap Kenan.


"Baik tuan..!" balas mereka semua.


Kemudian Kenan pun kembali ke kantornya setelah mengucapkan terimakasih pada tim alfa yg bertugas. Ia kemungkinan akan menghubungi kakaknya karena Diana mendapat perhatian khusus dari sang pangeran.


Dan semua tim alfa sedang bersorak bahagia karena mendapatkan bonus besar. Belum lagi misi kali ini sangat sukses, hingga membuat klien mereka terkesan. Kenneth pun bahagia karena bisa memimpin tim alfa dengan baik. Dan lagi-lagi ia harus melihat Diana berkorban.


"Ck.. gadis gila itu terus membuatku bersalah.." ucap Kenneth.


Akhirnya Kenneth pun mengajak Diana makan malam sebagai ungkapan rasa bersalahnya membiarkan Diana kembali berkorban. Dan Diana pun dengan senang hati menerimanya. Jarang-jarang kaptennya berterimakasih dengan merasa bersalah.

__ADS_1


"Baiklah kapt, aku menghargai usahamu.." gumam Diana dalam hati.


__ADS_2