
Diana pun sangat berterimakasih pada rekan-rekannya di tim alfa. Mereka selalu melindungi dan saling membantu satu sama lain. Ia cukup bahagia bekerja dengan tim alfa. Diana pun memenuhi janjinya untuk mentraktir semua rekan-rekannya.
Kemudian mereka kembali ke hotel saat malam mulai larut. Mereka pun berpisah dan akan bertemu lagi besok karena Diana dan Kenneth akan menjadi pemandu rekan-rekannya untuk mengunjungi beberapa wisata di Indonesia.
Diana pun pulang ke rumah dengan hati riang gembira. Brian yg mendengarnya pun turut puas karena tak mau sepupunya jadi korban pria bre***sek. Dan Sofia ia langsung meminta maaf pada Diana, mereka pun saling memaafkan dan akur kembali.
Sementara Deerick ia sedang dimarahi habis-habisan oleh dadnya. Tingkah konyolnya membuat dadnya kehilangan menantu dari keluarga terpandang.
"Dasar pria bodoh..!"
"Dad.. mereka hanya untuk bersenang-senang, aku benar-benar akan menikah dengan Diana.." ucap Derrick.
"Terlambat, jauhi wanita itu jika kau masih ingin hidup.. ibunya marah-marah datang ke kantor malam ini.." ucap dadnya dengan emosi.
Bagaimana tidak emosi, sebagai pria ia mampu ditekan oleh seorang wanita. Bahkan parahnya ia tak mampu berbuat macam-macam karena akan berimbas pada perusahaannya.
☘☘☘
Keesokan harinya Diana pun pergi dengan rekan-rekan tim alfa untuk berlibur. Mereka akan pergi sekitar 1 minggu. Sofia dan Alfi pun mengijinkannya karena percaya pada tim alfa.
Rencannya mereka akan berlibur ke Bali, destinasi paling diminati beberapa orang. Dan sekarang mereka sedang terbang menuju bali. Dan tiba dalam 1 jam. Mereka pun langsung menuju ke hotel yg sudah dipesan. Diana pun memesan hotel milik S Group yg berada di dekat pantai. Dan dari hotel tersebut mereka mampu melihat pantai yg indah.
"Diana kau yg terbaik..! tempatnya sangat bagus."
"Ya.. aku beruntung bisa berteman denganmu.."
"Seleramu memang bagus.." ucap Kenneth.
"Tumben kapt memuji Diana.." ucap rekan mereka.
"Ck.. ini kan kenyataan.." ucap Kenneth.
Mereka pun menaruh barang mereka di hotel dan langsung menuju ke laut. Disana beberapa dari mereka ada yg mencoba olahraga selancar, berenang, dan mereka berencana untuk menyewa kapal untuk memancing ikan besok.
"Kalian yakin??" tanya Diana.
"Ya.. ayolah Diana kau tidak mabuk laut kan?"
"Tidak mungkin, terakhir kali di Jepang kan aku hampir tinggal di dalam kapal." ucap Diana.
"Nah, jadi ayo kita coba memancing.. kau hanya duduk diam dan menikmati hasil pancingan.."
"Baiklah, aku bahkan siap memasaknya untuk kalian.." ucap Diana.
"Aku baru tahu kau bisa memasak.." ucap Kenneth.
"Kalian meragukanku?" tanya Diana.
"Tidak.. kami akan memakan semuanya.."
__ADS_1
"Bagus.." ucap Diana.
Mereka pun menikmati liburan mereka dan keesokannya mereka pergi memancing. Diana pun memasak hasil pancingan mereka. Dan semua orang puas akan masakan Diana yg lezat. Mereka pun memuji Diana adalah isteri idaman.
"Diana kau itu istri idaman.. sayang sekali pria kemarin melewatkan kesempatannya."
"Biarlah, aku juga belum ingin menikah.." ucap Diana
"Benar.. menikah cepat tidak menjamin kebahagiaanmu.." ucap Kenneth.
"Kapt, akhirnya kau bersuara.."
"Apa kau juga mengalaminya?" tanya Diana.
"Ya.. aku mengalaminya.. jadi aku tahu bagaimana rasanya dijodohkan.." ucap Kenneth.
Mereka pun bercanda tawa dan menikmati ikan hasil tangkapan mereka. Dan tanpa sadar hari berjalan dengan cepat. Kini mereka harus segera kembali.
"Kenapa cepat sekali liburannya.." ucap Diana.
"Nanti kita akan pergi lagi, kami suka berada disini.." ucap rekan Diana.
"Baiklah, semuanya pastikan tak ada yg tertinggal dan kita harus segera berangkat.." ucap Kenneth.
"Ya kapt.."
Mereka pun pulang ke Jakarta hari ini dan akan langsung menuju ke Singapura untuk rekan-rekan Diana.
"Ya hati-hati.." ucap Diana.
"Ya sampai jumpa lagi.." balas Kenneth.
"Oke kapt, kita juga harus berpisah.. sampai jumpa lagi.." ucap Diana.
"Ya.. sampai jumpa lagi.." balas Kenneth, melihat Diana pergi dengan membawa kopernya.
Saat Diana pulang, Reina sudah menunggunya.
"Hai Grandmom.." ucap Diana memeluk Reina.
"Bagaimana liburanmu cucuku?" tanya Reina.
"Tentu saja menyenangkan.." balas Diana.
"Benarkah.. baguslah masa muda harus penuh semangat.." balas Reina.
Setelah itu, Diana masuk ke kamarnya dan membersihkan diri. Saat keluar kamar ia langsung berkumpul dengan keluarganya.
"Akhirnya kita bisa berkumpul.." ucap Diana.
__ADS_1
"Ya.. minus keluarga pamanmu " ucap Reina.
"Baiklah, Diana aku ingin kau bertemu dengan cucu dari kenalanku.." ucap Reina.
"Kemarin ibu dan sekarang grandmom.. kenapa sih kalian ingin memaksaku menikah.?" tanya Diana.
"Karena kau sudah dewasa tidak baik jika kau memiliki banyak kekasih.." ucap Reina.
"Aku tak perduli pendapat orang lain.." balas Diana.
"Tapi apa kau tidak lelah?" tanya Reina.
"Aku baik-baik saja.." ucap Diana.
"Diana kali ini grandmom sudah mem-filter orangnya.. Dia bertanggungjawab, jujur, baik dan juga pintar beladiri.." ucap Reina.
"Cukup nek.. aku lelah.." balas Diana.
"Baiklah, nanti kita bicara lagi.. kau istirahat saja.." ucap Reina.
Diana pun masuk ke kamarnya, baru saja ia menikmati liburan dan terbebas dari perjodohan, kini neneknya yg justru menjodohkannya. Diana juga masih belum bisa menyerah mengenai penyelidikan saudaranya.
Diana tak segan-segan untuk kabur jika sudah ada info yg benar mengenai saudaranya atau pria bernama Fabio tersebut. Diana pun memejamkan matanya dan tertidur hingga malam. Ia melewatkan makan malamnya dan terbangun dengan perut kelaparan. Ia pun menuju dapur dan mencari makanan, setelah itu ia kembali lagi ke kamarnya.
"Apa yg harus kulakukan..?" gumam Diana dalam hati.
Diana pun tak bisa tidur lagi dan malah berfikir. Lalu orang-orangnya memberi kabar mengenai peredaran obat-obatan Fabio yg mulai meluas. Diana pun mengepal geram karena ini adalah akibat dari dihentikannya misi tim alfa.
Bagaimanapun Diana harus ke US untuk menghentikannya sebelum jatuh korban karena obat jenis baru tersebut merusak organ vital seperti, jantung, hati dan paru-paru. Diana sudah menyelidikinya dengan serius oleh tim SHIELD bagian penelitian obat.
"Jika didiamkan mereka akan merajalela dan juga akan berjatuhan korban.. kurasa kabur dari sini adalah jawaban, selain itu aku juga bisa menghindari perjodohan konyol ini.." gumam Diana dalam hati.
Diana pun mempersiapkan segalanya dan menuliskan sepucuk surat dimejanya untuk kedua orang tuanya. Lalu ia pergi diam-diam saat semua orang tertidur.
Pagi harinya saat Sofia menyuruh Diana untuk sarapan, putrinya tak ada dikamarnya dan Sofia menemukan sepucuk surat. Ia cukup terkejut dengan isinya, dan menyesal atas apa yg ia perbuat. Tak tinggal diam ia menghubungi ayahnya untuk melacak Diana.
"Sayang tenanglah.." ucap Alfi.
"Diana kabur.. bagaimana aku bisa tenang.." ucap Sofia.
"Diana sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya.. Dia juga pasti punya cukup uang untuk bertahan hidup dan menenangkan diri.. " ucap Alfi.
"Tapi bagaimana kalau.." ucap Sofia menangis.
"Sofia tenanglah, Diana bukan gadis bodoh.. Dia pasti akan pulang jika ia sudah merasa lebih baik.." ucap Satria.
"Ayah, tolong ikuti Diana kemanapun ia pergi.." ucap Sofia memohon.
"Aku sudah melakukannya.. kau tenanglah.." balas Satria.
__ADS_1
Semua orang pun menenangkan Sofia yg panik. Ia sangat takut jika harus kehilangan anaknya lagi. Namun, Diana bukan gadis yg lemah ia sudah memperhitungkan segalanya sebelum berangkat. Ia juga mengirim sesuatu pada Kenneth dan akan tiba hari ini di apparteman kakaknya.